00:07Peristiwa ini bukan hanya melukai anak-anak sebagai korban, tetapi juga membunjang kepercayaan publik terhadap layanan pengasuhan tempat.
00:17Kementerian Pembaik Pembuan dan Perlindungan Anak berdekaskan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran serius terhadap hak anak dan
00:31tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apapun.
00:43Kita akan coba ke lantai dua ya.
00:45Di atas ini masih ada tiga kamar lagi mas, artinya secara total ada berapa kamar yang digunakan?
00:53Yang dipergunakan ada sekitar enam kamar, tapi memang waktu pengerebekan itu tidak enam kamarnya yang terisi mas.
01:01Dan ini kamarnya apa ya?
01:08Lembab, itu bisa ditunjukkan ya.
01:11Kondisi lembab, ada rembesan air ya dari atas ya.
01:16Dan sekali lagi ada lubang AC tetapi tidak ada air conditioner, hanya ada kipas angin.
01:21Dari sini toilet apa ya?
01:23Iya benar, langsung toilet.
01:25Langsung toilet seperti ini.
01:27Dan nilainya juga hanya di tutup.
01:28Seperti ini tidak ada tralis khusus ya.
01:31Iya.
01:32Hanya menggunakan kayu.
01:34Oke.
01:35Ada yang berbeda mungkin Pak saat mengerebekan kondisi anak-anak di sini?
01:39Jadi di sini kita dapati salah satu anak, itu kondisi tangan terikat, kaki terikat, lalu ikatan kakinya itu diikat lagi
01:48ke pintu.
01:50Pintu sebelah sini Pak?
01:51Boleh mungkin ditunjukkan ya?
01:53Iya.
01:53Oke.
01:53Dikat pintu di sini.
01:56Di sini?
01:57Iya.
01:57Artinya anak bagian apa Pak yang diikat?
01:59Kakinya diikat, habis itu ikatannya itu diikat lagi ke pintu.
02:04Tujuannya?
02:06Tujuannya kalau dari hasil pemeriksaan memang biar anak ini tidak kemana-mana gitu.
02:11Oke, tapi diikatnya di pintu ya dan itu salah satu perlakuan yang tentu sangat jauh dari kata manusiawi.
02:21Oke.
02:22Ini saya perlihatkan ada tempat mainan, namun mainan itu tidak pernah dipergunakan Mas, masih dalam plastik semua.
02:28Tidak pernah dipergunakan?
02:29Iya.
02:29Ini Mas.
02:32Oke.
02:33Mainannya ada, tapi tidak pernah dipergunakan.
02:36Ini warnanya masih sama.
02:39Ini dari Yayasan.
02:40Oh ini dari Yayasan.
02:40Mungkin hanya untuk menarik ya.
02:43Menarik apa, bahwa di sini ada permainan.
02:45Tapi ini kenyataannya?
02:46Masih berplastik semua ya.
02:48Masih berplastik, betul.
02:50Ini tidak ada sama sekali bahkan yang sudah terbuka ya Pak ya, mungkin hanya boneka saja.
02:55Dan ini juga masih di plastik semua ya, mainan bunyi-bunyi seperti ini.
02:59Oke.
03:01Kita akan coba ke ruangan lainnya saudara di lantai dua.
03:06Ini, di ruangan terakhir.
03:08Ini ruangan terakhir.
03:10Oke.
03:10Kondisinya sama, ya kurang lebih dua setengah kali dua setengah.
03:14Dua setengah kali dua setengah.
03:15Dua setengah kali dua setengah ya.
03:16Poli metenya juga memang hanya sebatas ini?
03:18Iya bener.
03:19Tidak full satu kamar ya?
03:20Tidak full.
03:21Ini yang cukup membedakan ada semacam pembatas ya untuk anak-anak.
03:27Iya bener.
03:27Namun, waktu kita gerebek ini tidak ada anak yang di sini.
03:32Semua anak kondisi dalam...
03:33Tidak ada di dalam?
03:34Tidak ada.
03:35Semuanya di luar?
03:37Dan tentu ini ya, ke lantai-lantai berarti Pak ya.
03:40Tertidur di lantai.
03:43Dan apakah itu yang menjadi alasan bahwa, koreksi kalau saya salah, ada sejumlah anak yang, mohon maaf, mengalami gangguan pernafasan?
03:52Iya, bener mas. Jadi kita dapat input, masukkan informasi dari tenaga medis bahwa ada beberapa anak yang mengalami gangguan pernafasan
04:02semenjak dititipkan di sini.
04:06Dengkir Little Arisha tak hanya terdiri dari satu bangunan, namun terdapat dua bangunan yang digunakan untuk menitipkan anak.
04:12Meski bangunan kedua tergolong lebih baru, namun perlakuan terhadap anak yang dititipkan tetap sama, yakni diikat dan ditelantarkan.
04:21Bahwa tadi kita sudah melihat secara utuh, Pak Risky kondisi dari dalam tempat penitipan anak Daycare Little Arisha.
04:29Untuk Daycare Little Arisha ini sudah beroperasi sejak tahun berapa, Pak?
04:32Jadi kalau beroperasinya Daycare ini, itu di tahun 2021, Mas.
04:372021?
04:38Ya, 2021. Namun, sambil berjalannya waktu, mereka mengurus akte pendirian.
04:44Itu akte pendirian, kalau dari akte pendirian kita lihat di tahun 2022, Mas.
04:472022?
04:48Ya, bener.
04:49Ada informasi juga bahwa Little Arisha itu tidak hanya berkutap pada tempat penitipan anak atau Daycare, tetapi juga membangun taman
04:56kanak-kanak.
04:57Iya, bener. Kondisinya, posinya tidak di sini, namun ada di utara gedung ini.
05:02Apakah ada kemungkinan bahwa dugaan tindak kekerasan yang dilakukan di Daycare Little Arisha ini tidak hanya menyasar tempat penitipan anak,
05:12tetapi juga di taman kanak-kanak juga?
05:14Mungkin saja. Makanya kita membuka posko, kita membuka informasi yang seluas-luasnya.
05:19Apabila orang tua yang mengalami kekerasan terhadap anaknya, itu silakan melaporkan ke kita.
05:25Akan kita lakukan penyelidikan mendalam.
05:36Setelah saya masih berada di Yogyakarta dan saya sudah bersama dengan dua orang tua korban dari dugaan tindak kekerasan yang
05:44terjadi di tempat penitipan anak ataupun Daycare.
05:46Little Arisha dengan Mbak Imedia atau Mbak Didi dan juga Mbak Lolita.
05:51Pertama saya ingin konfirmasi dulu, Mbak Didi betul adalah salah satu orang pertama yang melapor ke polisi terkait dengan dugaan
05:58tindak kekerasan di Daycare Little Arisha.
06:00Iya, betul.
06:02Untuk Mbak Lolita juga menjadi orang tua salah satu korban yang tidak di Daycare tetapi di taman kanak-kanak?
06:10Iya, di Kedung Utara.
06:12Oke. Saya ingin tanyakan ke Mbak Didi dulu. Pertama kali Mbak Didi mengetahui bahwa anak Mbak Didi diduga mengalami tindak
06:19kekerasan di Daycare Little Arisha. Ceritanya seperti apa?
06:23Awalnya tuh saya jemput anak saya seperti biasa jam 5 sore. Emang udah ada rame-rame di depan gedung, gedung
06:32sekolahnya. Tapi saya cuek aja gitu. Maksudnya nggak sadar kalau ternyata itu tuh semua itu polisi gitu.
06:38Sekitar jam 7 kurang gitu rumah saya diketahkan sama ternyata dari Floresta. Floresta kota Yogyakarta.
06:47Waktu ketemu *** itu pak polisinya bilang halo *** gitu.
06:53Ingat om nggak tadi yang buka ikatan kaki ***?
06:57Buka ikatan kaki?
06:58Iya, jadi waktu penggerbakan itu ternyata *** itu kayak disorot gitu loh. Paling awal disorot gitu.
07:08Karena kakinya lagi diikat di pintu.
07:11Abis itu langsung visum ke rumah sakit Wirosaban.
07:17Di visum itu dokter cekkan semuanya.
07:20Ternyata ada yang bisa di visum di bagian kaki yang diikat itu sama punggung.
07:25Punggungnya itu kalau ada dari kesaksiannya *** ya.
07:30Abis dipukul sama salah satu pengasuh disitu.
07:33Dipukul salah satu pengasuh?
07:34Iya punggungnya gitu.
07:35Tapi sebelumnya apakah mungkin timbul kecurigaan ada perubahan-perubahan mungkin sikap?
07:40Atau bahkan mungkin tanda-tanda dugaan kekerasan di fisik dari anak Mbak Didi?
07:44Bukan curiga sih lebih ke, kenapa ya kok dia sering luka-luka.
07:50Sering luka-luka?
07:51Iya kan sering ada goresan entah itu goresan lecet-lecet atau ada kayak cakaran kuku, ada lebam.
07:58Terus pernah juga luka disini kayak rollback gitu.
08:02Yang mereka sih bilangnya dia lari-lari ke sandung terus kena lego.
08:08Dia sering main ikat-ikat.
08:10Ikat tangan, ikat kaki.
08:12Nanti kalau dia udah terlalu ribet, ikatannya itu dia nggak bisa ngelepasin sendiri.
08:19Nanti dia tolong, tolong gitu.
08:22Jadi mungkin waktu di sana ikat-ikat itu tuh buat mereka kayak normal aja mungkin ya.
08:29Kayak jadi di normalisasi aja sama anak-anak itu gitu loh.
08:31Oke, saya ingin ke Mbak Lolita karena ini menjadi temuan baru dan cukup penting ketika saat ini publik begitu dikhawatirkan
08:41dengan tindak atau dugaan tindak kekerasan di daycare Little Ares ya ternyata juga di taman kanak-kanak Little Aresnya juga
08:47ada dugaan tindak kekerasan.
08:50Ceritanya seperti apa Mbak Lolita?
08:51Kecurigaannya itu sudah lama kalau aku.
08:53Sudah lama?
08:54Sudah lama.
08:54Dia suka ini, megang kakinya tuh loh, megang kaki.
09:00Padahal dia tuh anak yang jarang banget kayak gitu gitu loh.
09:04Anak yang supel, sangat-sangat ceria, kayak gitu.
09:07Mohon maaf tapi kalau Mbak Didi tadi menemukan sejumlah luka mulai dari lebam dan luka lainnya di tubuh anaknya, Mbak
09:14Lolita mungkin pernah menemukan ada luka di tubuh anak Mbak Lolita?
09:18Ada.
09:19Ada?
09:19Ada.
09:20Tangan, luka di sini, sama bibir.
09:23Anak itu tiba-tiba yang bisa cerita apa yang dia lihat.
09:27Apa yang dia lihat.
09:28Hmm, sama aja.
09:30Diikat, diikat siapa aja yang diikat, terus di apaan aja.
09:33Anak Mbak Lolita melihat secara langsung aja?
09:35Melihat secara langsung.
09:36Melihat secara langsung.
09:37Melihat anak saya diikat ya.
09:38Melihat anak saya diikat ya.
09:40Lihat dipukul juga.
09:41Dan itu tuh dilempar pakai lego.
09:42Ada yang dilempar pakai lego kena kepalanya juga.
09:45Dipukul pakai mainan.
09:47Kalau anak aku terakhir gitu.
09:49Dilempar pakai sepatu.
09:50Dilempar pakai sepatu.
09:51Anak Mbak Lolita?
09:52Iya.
09:52Dilempar pakai sepatu.
09:54Iya.
09:55Secara langsung.
09:57Ketika mendengar cerita dari anak Mbak Lolita, apa yang kemudian terbersih atau terpikir Mbak?
10:03Nyariin orangnya.
10:05Sekiranya aku tuh emosinya nggak stabil.
10:10Sangat-sangat tidak stabil.
10:12Melukai judi sendiri.
10:14Menyalahkan judi sendiri.
10:15Anakku diambil sama istilahnya yang bantuin di rumahku.
10:18Diambil.
10:20Diambil.
10:20Dibawa ke yang ngasuhnya.
10:23Aku nyariin orangnya.
10:30Tidak mudah.
10:31Tidak mudah ya Mbak?
10:36Mbak Didi dan Mbak Lolita sudah sempat bertemu dengan tersangka atau terbuka pelaku yang menyakiti anak-anak?
10:43Sudah?
10:44Sudah.
10:45Saat itu sempat ada yang disampaikan mungkin.
10:47Aku sih pernah bilang kenapa.
10:50Kenapa anakku diikat gitu.
10:52Mereka tuh cuma jawabnya.
10:54Maafin.
10:55Maafin saya ya Mami.
10:56Maafin saya ya gitu.
10:58Karena mereka emang salah.
11:01Mereka salah dan harus dihukum.
11:02Tapi dibalik itu juga kita harus juga ngelihat kalau mereka itu dalam tekanan juga.
11:08Karena kan mereka kerja di situ ijazah ditahan gitu lah.
11:12Mau keluar dari situ mereka harus bayar penalti.
11:15Harus bayar kalau mau ngambil ijazah harus bayar lagi.
11:18Dari 13 tersangka 2 diantaranya tersangka utama yang pertama adalah ketua yayasan dan kepala sekolah.
11:24Mbak Didi kenal dengan ketua yayasan dan kepala sekolah?
11:27Kalau kepala sekolahnya saya jarang berkomunikasi.
11:29Tapi kalau sama ketua yayasannya emang selalu komunikasinya sama dia.
11:33Dia sendiri yang bilang kalau HP yang buat komunikasi dengan orang tua itu dia yang megang.
11:40Iya jadi kalau misalkan ada orang tua komplain atau laporan-laporan itu tuh dia.
11:46Yang kirim dia kalau kita komplain ke dia gitu.
11:49Tapi untuk ketua yayasan ini daycare dan taman ke anak-anak?
11:52Sama.
11:53Sama.
11:54Misnya aja yang dari utara ke selatan ke selatan ke utara.
11:57Mereka rolling-rolling.
11:59Kalau satu itu anak yang utara itu ke selatan.
12:05Ya memang kalau di help desk ini yang konsultasi dan melapor jumlahnya sudah mencapai 187.
12:12Apakah kemudian apa yang terjadi di daycare little areas ya?
12:15Menggambarkan adanya kelalaian pengawasan pak yang dilakukan oleh pemerintah.
12:21Terima kasih sudah menonton!
Komentar