00:00Saudara, hantavirus bukan virus baru. Lalu seperti apa kejalannya?
00:07Hantavirus merupakan penyakit yang umumnya menular melalui kontak dengan tikus,
00:12baik urin atau kotoran tikus, dan debu yang terkontaminasi.
00:16Penyakit ini muncul dalam dua bentuk klinis di dunia.
00:20HFRS yang merusak ginjal, tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
00:26HPS menyerang sistem pernafasan dan tersebar di Amerika.
00:33Kami paparkan kepada Anda gejala hantavirus.
00:36Pada gejala awal, infeksi hantavirus sering menyerupai influenza,
00:40seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan.
00:48Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis dini kerap terlambat dilakukan.
00:53Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernafasan serius
00:58yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
01:01Masa inkubasi, waktu dari paparan hingga munculnya gejala,
01:05biasanya berkisar 1 hingga 2 minggu setelah terpapar virus HFRS.
01:11Dan inkubasi hingga 8 minggu setelah terpapar virus HPS.
01:19Cara penularan hantavirus bisa terjadi saat manusia menghirup partikel halus dari urin fesis atau air liur tikus yang terinfeksi.
01:29Risiko meningkat di ruangan tertutup, lembab, berventilasi buruk, dan terkontaminasi kotoran tikus.
01:35Penularan antar manusia sangat jarang dan umumnya terjadi melalui kontak erat serta intensif dalam waktu yang lama
01:43dan tidak menyebar cepat seperti influenza, campak, ataupun COVID-19.
01:51Pencegahan hantavirus bisa dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat
01:55seperti rajin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
01:59dan menerapkan etika batuk dan bersin.
02:03Lakukan metode wet cleaning, selalu gunakan kain pel basah untuk mencegah partikel virus berterbangan.
02:12Simpan makanan dengan aman, tutup akses tikus, dan jika bergejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan.
Komentar