Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Hantavirus bukan virus baru. Penyakit ini umumnya menular melalui kontak dengan tikus, baik urine atau kotoran tikus, maupun debu yang terkontaminasi.

Penyakit ini muncul dalam dua bentuk klinis di dunia. HFRS yang merusak ginjal tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Sementara HPS menyerang sistem pernapasan dan tersebar di Amerika.

Seperti apa gejala hingga pencegahan Hantavirus? Berikut informasi selengkapnya yang dirangkum KompasTV dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga Kemenkes Tegaskan Virus Hanta di Indonesia Berbeda dengan Wabah MV Hondius di https://www.kompas.tv/nasional/668346/kemenkes-tegaskan-virus-hanta-di-indonesia-berbeda-dengan-wabah-mv-hondius

#hantavirus #virus #kemenkes

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668352/lengkap-penjelasan-gejala-hingga-pencegahan-hantavirus-dari-kemenkes-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara, hantavirus bukan virus baru. Lalu seperti apa kejalannya?
00:07Hantavirus merupakan penyakit yang umumnya menular melalui kontak dengan tikus,
00:12baik urin atau kotoran tikus, dan debu yang terkontaminasi.
00:16Penyakit ini muncul dalam dua bentuk klinis di dunia.
00:20HFRS yang merusak ginjal, tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
00:26HPS menyerang sistem pernafasan dan tersebar di Amerika.
00:33Kami paparkan kepada Anda gejala hantavirus.
00:36Pada gejala awal, infeksi hantavirus sering menyerupai influenza,
00:40seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan.
00:48Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis dini kerap terlambat dilakukan.
00:53Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernafasan serius
00:58yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
01:01Masa inkubasi, waktu dari paparan hingga munculnya gejala,
01:05biasanya berkisar 1 hingga 2 minggu setelah terpapar virus HFRS.
01:11Dan inkubasi hingga 8 minggu setelah terpapar virus HPS.
01:19Cara penularan hantavirus bisa terjadi saat manusia menghirup partikel halus dari urin fesis atau air liur tikus yang terinfeksi.
01:29Risiko meningkat di ruangan tertutup, lembab, berventilasi buruk, dan terkontaminasi kotoran tikus.
01:35Penularan antar manusia sangat jarang dan umumnya terjadi melalui kontak erat serta intensif dalam waktu yang lama
01:43dan tidak menyebar cepat seperti influenza, campak, ataupun COVID-19.
01:51Pencegahan hantavirus bisa dilakukan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat
01:55seperti rajin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
01:59dan menerapkan etika batuk dan bersin.
02:03Lakukan metode wet cleaning, selalu gunakan kain pel basah untuk mencegah partikel virus berterbangan.
02:12Simpan makanan dengan aman, tutup akses tikus, dan jika bergejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan.
Komentar

Dianjurkan