00:00Proses identifikasi dua korban erupsi Gunung Dukono yang diduga warga negara Singapura masih berlangsung di RSUD Tobelo, Halmahera Utara.
00:09Tim DVI Polda, Maluku Utara melakukan pencocokan data forensik untuk memastikan identitas kedua korban.
00:16Proses identifikasi dilakukan di RSUD Tobelo, Halmahera Utara menggunakan serpihan tulang yang dievakuasi tim SAR hari kemarin.
00:25Petugas akan mencocokkan data rahang dan gigi korban dengan rekam medis yang didatangkan dari Singapura.
00:33PJS Kapolda, Maluku Utara menyebut kedua korban diduga tertimpa material vulkanik bersuhu tinggi akibat erupsi yang terjadi.
00:42Hasil identifikasi diperkirakan baru dapat diketahui setelah proses mencocokkan data forensik selesai dilakukan.
00:55Sambil juga kita akan nanti memproses untuk IDF-nya.
00:59Tadi kita sudah sepakati bernama Pak Bukwati dengan yang mewakili pemerintah Singapura dari Singapore Embassy.
01:09Di mana mereka juga menyampaikan bahwa nanti setelah semuanya menjadi terang dan jelas,
01:15maka nanti ada dari pihak keluarga yang akan menerima dari pihak tim medis yang ada di rumah sakit ini.
01:26Tim Sargabungan berhasil mengevakuasi korban letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
01:33Dua warga negara Singapura yang menjadi korban terakhir dievakuasi di tengah aktivitas erupsi yang terus terjadi.
01:43Tim Sargabungan berhasil mengevakuasi dua warga negara Singapura yang menjadi korban letusan Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara.
01:51Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus berjuang di tengah aktivitas gunung yang masih terus mengeluarkan letusan dengan interval 30
02:01hingga 60 menit.
02:04Sebelumnya, satu korban meninggal dunia telah terlebih dulu dievakuasi pada Sabtu kemarin.
02:09Dengan berhasil dievakuasinya dua korban terakhir, maka seluruh korban dalam insiden ini telah berhasil dievakuasi oleh Tim Sargabungan.
02:18Terhadap dua yang diduga jenajah dari WNA telah ditemukan dan tadi sudah dievakuasi langsung menuju ke rumah sakit untuk dilakukan
02:28identifikasi oleh DPI.
02:30Sebelumnya, Tim Sargabungan juga berhasil menyelamatkan 17 pendaki yang sempat terjebak saat Gunung Dukono erupsi pada Jumat lalu.
02:40Dari 17 pendaki tersebut, 7 orang merupakan warga negara Singapura, sementara 10 pendaki lainnya merupakan warga negara Indonesia.
02:48Seluruh pendaki yang selamat berhasil dievakuasi menuju lokasi aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
02:55Tim Liputan, Kompas TV
03:02Saudara tim DPI Polri dan petugas gabungan hingga kini masih melakukan identifikasi terhadap korban meninggal akibat erupsi Gunung Dukono di
03:11Halmahera Utara, Maluku Utara.
03:13Lalu bagaimana kondisi terkini di lokasi kejadian kita telah terhubung langsung dengan jenis Kompas TV Agus Suprianto di RSUD Tobelo.
03:22Agus, untuk saat ini bagaimana proses identifikasi terhadap dua warga negara Singapura yang menjadi korban dalam erupsi Gunung Dukono?
03:33Baik, Juno dan Saudara selamat siang kemarin pada pukul 17.45 kedua jenazah yang telah dievakuasi dari puncak Gunung Dukono
03:47Setelah dibawa ke rumah sakit umum daerah Tobelo dan pagi ini telah dilakukan proses identifikasi yang dilakukan oleh personel DPI
04:02Polri dan Maluku Utara
04:03Sebanyak enam orang dan dibantu oleh sejumlah dokter gigi dan spesialis terbaik di Maluku Utara yang dimiliki RSUD Tobelo
04:12Prosedur forensik ilmiah ini perlu dilakukan untuk mengidentifikasi korban meninggal akibat bencana ini
04:19Tim menyusun serpihan tulang namun dalam hal ini tim juga mengatakan bahwa melakukan secara hati-hati karena tulang-tulang serpihan
04:32tulang yang didapatkan ini termasuk cukup rapuh
04:35Setelah dilakukan penyusunan telah didapatkan proses identifikasi melalui rahang yang diambil oleh tim besar pada saat proses evakuasi
04:49Kemudian dari struktur dari rahang dan struktur gigi ini kemudian nantinya akan dicocokkan melalui rekam medis yang dimiliki oleh salah
05:02satu korban
05:05Yang bernama Sahin yang saat ini cetakan giginya masih dalam proses pengiriman dari Singapura
05:13Olehnya itu untuk proses identifikasi ini hasilnya akan memakan waktu sekitar dua minggu
05:20Perlu diketahui juga kedua korban ini terkena lotaran material vulkanik berdiameter 2 meter berupa batu panas yang mencapai 700 derajat
05:33Dari pengamatan di lapangan tadi dan hasil dari konfirmasi kepada CJ Kapolda Maluku Utara bahwa
05:44Hingga saat ini baru keluarga Sahin yang ada di Indonesia khususnya di kota Tobelo, Almaira Utara
05:50Untuk itu melakukan kunjungan S ini dalam merata melihat langsung
06:02Namun menurut Kapolda sendiri keluarga dari Sahin ini belum berani atau belum memiliki cukup kecukupan mental
06:12Untuk datang ke rumah sakit untuk melihat secara langsung jenazah yang merupakan serpian-serpian tulang yang telah diamankan
06:21Menurut Stephen juga melalui saksi mata keterangan bahwa saat terjadinya eropsi
06:28Timothy sendiri sebagai ketua tim dari pendaki yang ke puncak gunung Dukono ini
06:40Sempat lebih dahulu lari untuk menghindari dari eropsi itu sendiri
06:47Namun Timothy akhirnya kembali untuk melakukan pertolongan kepada Sahin yang saat itu terjatuh
06:55Dan menurut pengakuan saksi juga Timothy sempat melakukan pertolongan dengan melakukan CPR
07:01Namun naas saat melakukan pertolongan itu akhirnya keduanya tertimpa batu
07:09Perlu saya tambahkan juga bahwa pada hari ini juga untuk satu korban yang pertama ditemukan bernama Engel Grisela Pradita
07:20Tadi pagi telah diberangkatkan ke Manokwari
07:25Setelah sebelumnya pada hari Minggu sekitar pukul 11 dari Tobelo diberangkatkan ke Kota Ternate
07:34Dan sempat disemayangkan di rumah sakit umum daerah Kota Ternate
07:39Dan akhirnya tadi pagi diberangkatkan ke Manokwari melalui transit di Kota Makassar
07:46Dan mungkin akan diterbangkan kembali ke Manokwari pada dini hari nanti
07:54Juno
07:55Baik, saatnya ada 17 orang yang selamat dan juga 3 menjadi korban akibat erupsi Gunung Dukono
08:03Dan ini merupakan proses evakuasi yang juga cukup berbahaya
08:07Karena di tengah erupsi yang terus menerus dari titik kawah Gunung Dukono di Halmahera Utara
08:13Terima kasih atas laporan langkah Anda
08:14Jones Kompasivi, Agus Suprianto dari RSUD Tobelo Halmahera Utara
08:19Terima kasih atas laporan langkah Anda
Komentar