00:00Itu pasti tuh, udah sampai di level itu tuh orangnya pasti itu.
00:04Tapi bagaimana Anda memberikan masukan ketika tahu bahwa itu tidak doable sekarang?
00:08Yang mana misalnya?
00:09Kan tadi tidak bisa berubah pendirian, tapi Anda tahu bahwa ini belum...
00:13Bukan tidak bisa mudah, tidak mudah berubah.
00:15Jadi tapi ketika ada masukan-masukan, Presiden challenge balik masukan kita,
00:19terus dia bilang, tapi coba, coba bikin kajiannya, coba bikin ininya,
00:26coba bikin apa sebenarnya rangkuman-rangkumannya.
00:29Nanti presentasi lagi ke saya.
00:31Jadi ada titik di mana Presiden itu kemudian memikirkan usulan-usulan yang tadi masuk,
00:38walaupun awalnya di challenge.
00:40Penghasan, Anda tidak perlu sebut lama, tapi pernah sebagai orang yang ingin meluruskan
00:45atau supaya orang tidak salah paham pada kebijakan pemerintah dalam hal ini programnya Presiden,
00:51pernah nggak Anda merasa, aduh kok ngomongnya kayak gini sih?
00:55Nggak, kita harus belajar kayak gitu.
00:57Kita nggak bisa sok paten-sok paten sendiri.
01:00Tapi pasti ada dong yang misalnya.
01:02Nggak, menurut saya gini, ada masa di mana mungkin, ya mungkin kekeliruan atau apa itu memang harus terjadi.
01:13Dan ada masa kita juga harus paham, mungkin orang itu, menteri itu, dia nggak punya pilihan lain.
01:19Tapi gini loh, kalau itu seri, katakan itu harus terjadi, tapi itu kan bisa melemahkan trust.
01:28Ya kita harus segera perbaikikan.
01:29Karena menurut saya trust itu bukan karena kesalahan, tapi karena bad intention.
01:36Sama aja kayak kita berumah tangga, kesalahan, tapi kalau kita tahu itu kesalahan bukan karena bad intention.
01:44Bukan karena maksud jahat atau maksud buruk, kita masih bisa perbaiki itu.
01:50Beda dengan kalau ada maksud jahat, maksud buruk itu tentu mungkin akan lebih sulit untuk diperbaiki.
01:56Jadi sekarang kalau bicara kita...
01:58Jadi saya ini mazhabnya realistis, jadi yang ideal-ideal semua serubah sempurna, nilainya harus seratus itu sudah lama saya tinggalkan.
02:06Bahkan pejabat publik dibully itu mungkin sebuah keniscahayaan.
02:12Udah giliran aja itu, anggota kabinet dibully itu udah giliran aja.
02:16Dan jangan patah semangat juga gara-gara pas gilirannya dia bully.
02:20Jangan juga merasa jelek, buruk, atau rendah kemudian karena dibully.
02:25Jadi memang sudah waktunya juga mungkin udah muter dia.
02:29Dari Menteri A, Menteri B, Menteri C, udah muter aja itu buat dibully.
02:33Jadi kalau seperti judul Rosi pada malam hari ini, bedah gaya komunikasi istana.
02:37Apa yang kita akan lihat berbeda dari gaya komunikasi istana?
02:41Emang harus berbeda?
02:43I don't know, buktinya kan Anda masuk.
02:45Kalau misalnya nggak berbeda, ngapain Anda masuk?
02:46Untuk menambah tenaga bukan buat mengubah?
02:49Ya makanya apa yang kita bisa lihat sesuatu oke, pantas.
02:56Urangawa ini ada di sini.
02:58Seperti yang waktu itu bocoran dari Pak Yusuf Wanandi di sini, di studio ini waktu Imlek.
03:04Katanya Hasan Nasbi akan masuk lagi.
03:06Urangawa ternyata masuk lagi sebagai penasehat khusus Presiden.
03:09Saya nggak berani bilang berbeda, tapi mungkin akan lebih cepat, akan lebih taktis, akan lebih, apa ya, bahasa itu boleh
03:22nggak dipakai misalnya?
03:23Bahasa agresif itu boleh nggak dipakai gitu?
03:27Bukan ofensif, tapi ya lebih agresif lah.
03:31Untuk menyampaikan sesuatu ke masyarakat.
03:34Jadi modelnya bukan model, udah diamin aja dulu, nanti sampai hilang isunya.
03:41Nggak, kita mau masyarakat mengerti supaya tidak salah paham gitu.
03:45Supaya jangan kesalahpahaman itu menumpuk-numpuk.
03:47Tapi pada titik mana ya, Bung Hasan Nasbi?
03:50Apakah juga ada kebesaran hati untuk mengakui bahwa kesalahpahaman itu atau publik menangkap itu berbeda,
03:59karena pangkalnya itu memang salah dijelaskannya.
04:03Ada nggak satu titik mau dengan rendah hati mengatakan, ya ini memang harus kita koreksi?
04:08Lo kan beberapa kali ngoreksi.
04:10Contoh?
04:11Ya, Ibu Menteri PPA.
04:12Iya, itu kan makanya tadi saya apresiasi.
04:14Makanya banyak hal yang sudah dikoreksi kok gitu.
04:18Jadi menteri-menteri juga banyak yang sudah mengoreksi.
04:20Jadi itu akan selalu ada kok.
04:23Mengoreksi, minta maaf itu akan selalu ada.
04:26Dan bukan berarti minta maaf itu juga sesuatu yang jelek, bukan berarti kita ngoreksi juga sesuatu yang jelek.
04:32Terbuka kok.
04:33Mengoreksi itu tuh terbuka.
04:34Masalnya gini, yang nggak ada masalah aja, itu bisa dikoreksi.
04:39Jangankan yang ada masalah.
04:40Yang nggak ada masalah aja, bisa dikoreksi.
04:48Ketika, misalnya nih, berbagai macam kementerian dan lembaga efisiensi misalnya.
04:55Ada program prioritas juga efisiensi dulu.
05:01Oke.
05:02Ada, misalnya kayak gitu.
05:03Jadi itu kan program prioritas sebenarnya bisa jalan aja terus.
05:07Tapi juga ada penghematan di segala macam, tapi yang layanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang.
05:14Jadi yang berkorban siapa?
05:15Yang berkorban, lidernya.
05:17Yang berkorban, pemimpin-pemimpinnya.
05:19Yang berkorban, ASN-ASN.
05:21Oke.
05:21Jadi sekali lagi, kalau bicara soal gaya komunikasi tanah, Anda melihat lebih pada memperkuat penjelasan?
05:30Memperkuat dan menambah SDM.
05:31Nah, menurut Anda, nanti idealnya itu seperti apa sih para jurubicara program presiden ini?
05:42Nah itu, Rosy.
05:44Kenapa harus tanya yang ideal, Rosy?
05:46Karena Anda tadi realistis ya?
05:48Iya.
05:49Jadi hadapi, yang memang harus kita hadapi, kita hadapi.
05:53Yang bisa kita jelaskan, jelaskan.
05:56Jadi maksudnya kita nggak boleh malas untuk menjelaskan.
05:59Nggak boleh tunggu-tunggu untuk menjelaskan.
06:02Sekali lagi, ini kayak pemain bola.
06:04Salah oper itu pasti kejadian juga.
06:06Bola kita tendang out itu juga pasti ada.
06:09Tiba-tiba gawang bobol juga pasti ada.
06:11Tapi yang harus kita pastikan bahwa secara keseluruhan permainan tim dalam 2x45 menit bagus dan menang.
06:20Oke.
06:21Terima kasih penasehat khusus presiden bidang komunikasi.
06:26Ini rasanya title yang nggak kaleng-kaleng.
06:29Karena rasanya...
06:30Semoga bisa saya jalankan dengan baik.
06:33Memberikan nasihat pada presiden itu luar biasa loh.
06:36Udah kasih nasihat?
06:38Sudah kasih masukan.
06:39Kayaknya ngasih nasihat itu kayaknya terlalu berat buat saya.
06:43Tapi ide, masukan, usul, sudah.
06:47Terima kasih Bung Hasan Nasbi.
06:49Good luck.
06:50Terima kasih.
06:50Terima kasih.
Komentar