Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi pada Jumat pagi.

Dilaporkan sejumlah pendaki luka-luka dan dalam upaya dievakuasi petugas tim SAR gabungan.

Erupsi terjadi pada pukul 07:41 Waktu Indonesia Timur dengan ketinggian 10 ribu meter di atas puncak atau 11.087 di atas permukaan laut.

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi yang menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia. Korban terdiri dari 2 warga negara asing (WNA) dan 1 warga negara Indonesia (WNI).

#pendaki #gunungdukono #halmahera

Baca Juga Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Mekkah Untuk Jalani Umrah Wajib di https://www.kompas.tv/nasional/667681/jemaah-haji-gelombang-kedua-tiba-di-mekkah-untuk-jalani-umrah-wajib



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/667686/gunung-dukono-halmahera-utara-erupsi-3-pendaki-tewas-diantaranya-2-wna-dan-1-wni
Transkrip
00:01Renata Panggalo masih bersama Anda di Kompasi Yang Saudara Gunung Api Dukono
00:05di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara erupsi pada Jumat pagi.
00:10Dilaporkan sejumlah pendaki luka-luka dan dalam upaya dievakuasi petugas tim SAR Gabungan.
00:23Erupsi terjadi pada pukul 7 lewat 41 menit waktu Indonesia Timur.
00:30dengan ketinggian 10.000 meter di atas puncak atau 11.087 di atas permukaan laut.
00:39Hasil pengamatan pos, pengamatan PVMBG, aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan durasi hampir 16 menit
00:48dan disertai suara dentuman lemah hingga kuat.
00:52Hingga saat ini status Gunung Dukono masih berada pada level 2 atau waspada.
00:57Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 4 km dari Kawah Malupang, Warirang.
01:07Warga yang berada di sekitar gunung juga diimbau selalu menggunakan masker atau penutup hidung
01:13dan mulut untuk menghindari gangguan penapasan akibat paparan abu vulkanik.
01:18Aktivitas erupsi Gunung Dukono masih terus terjadi.
01:22Secara periodik warga diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi dari PVMBG.
01:35Pak Pendaki mengalami luka-luka sebanyak lima orang.
01:42Dan tim yang sudah bergerak ke TKB atau ke lokasi gunung Mati Dukono,
01:53yaitu tim menegungan, tim SAR, BTPD, TNI Polri, dan masyarakat yang berada di sekitar gunung Mati Dukono.
02:05Informasi terkini soal korban letusan Gunung Dukono di Maluku Utara,
02:10kita sudah terhubung dengan Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlison Pasaribu melalui sambungan telepon.
02:17Selamat siang Pak Erlison, bisa dijelaskan sejauh ini berapa banyak korban terjebak yang terdata
02:22dan apakah ada WNA juga yang turut terjebak Pak?
02:26Selamat siang Mbak Mbak Renata.
02:31Untuk kronologis, hari ini Jumat tanggal 8 Mei 2026,
02:37kami mendapatkan informasi bahwa ada pendaki sejumlah 20 orang,
02:43diantaranya 9 warga negara asing dan sisanya warga negara Indonesia dan warga lokal.
02:49Nah, pada hari ini ada erupsi tinggi 10.000 meter.
02:56Mereka ini sebenarnya sudah tahu bahwa ini adalah kondisi yang dilarang
03:04semenjak Gunung Dukono level 2.
03:06Namun masih nekat melakukan pendakian.
03:10Untuk korban, sejauh ini informasi update ada 3 korban yang meninggal Mbak.
03:19Jadi, 2 warga asing dan 1 warga asing.
03:27Oke, ada 3 korban.
03:32Kami kembali konfirmasi Bapak, berarti ada 3 korban, 2 WNA dan 1 WNI Pak?
03:40Iya, betul Mbak.
03:41Untuk korban, katanya akan informasi 2.
03:46Yang tadinya hilang, sudah dinyatakan meninggal dunia.
03:52Ada 3, posisi korban masih di atas, belum bisa evakuasi karena masih terjadi erupsi berulang kali.
04:03Jadi, tim TAR, tim gabungan masih memastikan keselamatan untuk lakukan evakuasi.
04:10Untuk jumlah pendaki, sudah ada beberapa yang turun.
04:14Dari warga asing, itu sudah 7 orang sudah turun semua.
04:21Sisanya adalah korban yang meninggal di atas, Mbak.
04:27Baik, kami konfirmasi kembali karena nampaknya tadi sambungannya terganggu, Pak Kapolres.
04:34Jadi, ada 3 orang pendaki yang meninggal ya, Pak?
04:39Iya, betul Mbak.
04:403 pendaki, 2 warga asing, 1 warga Ternate.
04:44Baik, untuk proses evakuasi sampai dengan saat ini, bagaimana Pak?
04:48Kendalanya apa saja selain mungkin erupsi yang sedang terjadi?
04:52Ini karena medannya sulit, hanya bisa di kendaraan untuk sampai di pos 2.
05:07Nah, sisanya harus bukan tandu, dan juga masih adanya dentuman erupsi, itu memperhangat evakuasi kami, Mbak.
05:21Oke, baik. Berarti ada tantangan mobilisasi ya, Pak, untuk bagaimana kemudian bisa mencapai titik pendaki yang kemudian menjadi korban meninggal
05:30dalam peristiwa ini.
05:31Pak, Kapolres mungkin juga bisa diceritakan kepada kami, sampai dengan saat ini pengawasan di jalur-jalur pendakian seperti apa, Pak?
05:39Apakah sebenarnya sudah diumumkan pelarangan hal ini, Pak, pendakian ini?
05:46Ya, kami sudah lakukan sosialisasi dan himbawan di medsos, dan juga kami sudah pasang setanduk di pintu masuk untuk pendakian.
05:59Tapi memang ada beberapa yang nekat untuk mendaki, karena untuk membuat konten segala macam.
06:07Nah, kalau ada yang kami tak hati, pasti langsung kami larang untuk mendaki, Pak.
06:15Untuk sekarang, Pak, mungkin apakah ada imbawan khusus untuk pendaki ataupun wisatawan?
06:23Ya, kalau untuk keluarga sekitar, sekitar kita paham, tidak mau naik, banyak yang ini adalah para wisatawan luar yang membuat
06:41konten.
06:42Jadi kami himbaw untuk sekarang, Gunung Dukono ditutup dan tidak ada...
06:48Oke, Pak Kapolres, saya ingin bertanya mengenai korban luka, Pak.
06:54Tadi kan sudah ada yang sempat di evakuasi begitu. Ini kondisi mereka sekarang seperti apa?
07:01Kalau untuk yang selamat, mereka hanya ada luka-luka ringan saja, ada yang terkena batu, jadi tidak begitu parah, Pak.
07:14Ada yang dirawat, Pak? Dan di mana dirawatnya kalau ada?
07:20Kalau dirawat, paling hanya luka-luka ringan saja, dirawat sementara di pos pengamatan.
07:27Oke, baik. Sejauh ini ada total 20 korban pendaki yang terjebak dan dari data yang kami dapatkan, ada 3 korban
07:36yang meninggal 2 WNA 1 WNI.
07:38Terima kasih banyak sudah berbagi bersama kami di Kompas Siang, Kapolres Halmahera Utara, AKBPR Lison, Pasar Ibu.
Komentar

Dianjurkan