Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Puluhan penyandang disabilitas di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengikuti edukasi kesiapsiagaan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Kegiatan ini difokuskan pada kelompok perempuan disabilitas untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap ancaman banjir serta kebakaran hutan dan lahan.

Kelompok disabilitas merupakan pihak paling rentan saat situasi darurat. Karena itu, lewat program prioritas edukasi kesiapsiagaan bencana seperti yang diberikan BPBD Kota Banjarbaru, mereka diharapkan memiliki kemampuan evakuasi mandiri dan menjamin keamanan pribadi saat bencana terjadi.

Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya diadakan. Tercatat sebanyak 45 peserta hadir, didampingi para pendamping masing-masing.

Para peserta terdiri dari berbagai ragam disabilitas, mulai dari disabilitas netra, tunadaksa, tuna wicara, hingga disabilitas intelektual.

#bpbd #banjarbaru #bencana

Baca Juga Antusias Peternak Sapi di Kediri Ikuti Kontes Ternak Adu Kualitas di https://www.kompas.tv/regional/667648/antusias-peternak-sapi-di-kediri-ikuti-kontes-ternak-adu-kualitas



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/667651/full-bpbd-banjarbaru-berikan-edukasi-ke-penyandang-disabilitas-soal-kesiapsiagaan-bencana
Transkrip
00:00Saudara puluhan penyandang disabilitas di Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan mengikuti edukasi kesiapsiagaan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
00:09Kegiatan ini difokuskan pada kelompok perempuan disabilitas untuk meningkatkan pemahaman terhadap ancaman banjir serta kebakaran hutan dan lahan.
00:19Kelompok disabilitas merupakan pihak paling rentan saat situasi darurat.
00:23Karena itu, lewat program prioritas edukasi kesiapsiagaan bencana seperti yang diberikan BPBD Kota Banjar Baru, mereka diharapkan memiliki kemampuan evakuasi
00:32mandiri dan menjamin keamanan pribadi saat bencana terjadi.
00:37Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya diadakan.
00:40Tercatat sebanyak 45 peserta hadir didampingi para pendamping masing-masing.
00:44Para peserta terdiri dari berbagai ragam disabilitas, mulai dari disabilitas netra, tunadaksa, tunawicara, hingga disabilitas intelektual.
00:55Kawan-kawan disabilitas itu mengetahui bencana apa sih yang terjadi di Kota Banjar Baru, Banjir dan Keurla.
01:00Nah tadi sudah disampaikan bahwa memang beliau sangat kesulitan kalau terjadi bencana.
01:06Nah hari ini dengan adanya sosialisasi ini paling tidak kami berharap dia mengetahui bagaimana cara evakuasi,
01:11bagaimana kalau sehadirnya terjadi bencana, dia menyelamatkan diri sendiri, paling tidak untuk pribadinya.
01:17Sekretaris Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia atau WHDI Banjar Baru sekaligus peserta, Elisabeth,
01:24mengapresiasi langkah pemerintah kota karena perempuan disabilitas memiliki tingkat kerentanan ganda.
01:31Dia berharap program ini terus berlanjut mengingat masih banyak rekan mereka yang belum tersentuh edukasi mitigasi.
01:37Ya mudah-mudahan semoga nggak terjadi ya, tapi keseandainya pun terjadi bencana nanti kaum disabilitas apapun ragamnya itu bisa minimal
01:49menyelamatkan diri sendiri dulu.
01:51Dan orang-orang yang keluarga lah, keluarga di sekitarnya gitu.
01:55Dengan adanya pembekalan ini diharapkan, para penyandang disabilitas tidak lagi kebingungan dan sudah memiliki kesiapan
02:02untuk menyelamatkan diri sendiri maupun keluarga saat keadaan darurat.
02:06Nabila Sewa, Kompas TV, Banjar Baru, Kalimantan Selatan
02:12Lantas seperti apa mekanisme hingga sudah sejauh mana program ini menyasar kelompok disabilitas?
02:18Selengkapnya kita akan bahas bersama Kepala Pelaksana BPBD Banjar Baru, Bapak Zaini Syahrani.
02:24Selamat pagi, Bapak Zaini. Boleh dijelaskan bagaimana materi yang disampaikan,
02:29apa saja materi yang disampaikan kepada teman-teman penyandang disabilitas ini?
02:34Selamat pagi, Bapak Zaini.
02:38Jadi dengan kawan-kawan disabilitas ini, yang tentunya materi yang paling utama adalah materi tentang kebencanaan resekonya.
02:46Jadi kita harus mengenalkan dulu kepada mereka,
02:49apa bencana apa saja yang terjadi di kota Banjar Baru.
02:52Seperti karutlah, banjir, itu yang paling penting mereka ketahui.
02:59Ini kan disabilitas beragam Pak, bagaimana metode penyampaian edukasi agar bisa dipahami oleh berbagai jenis disabilitas?
03:09Betul, kontrol disabilitas ini tentunya ada beberapa penyandang, ada kundang netra, kundang umum ya.
03:15Jadi kita sudah koordinasi dengan pihak provinsi, artinya bahwa kita mau cari naras sumber-sumber yang bersertifikasi tentang bagaimana menyampaikan
03:27kepada mereka.
03:28Dengan tentunya dengan bahasa-bahasa israt mereka.
03:31Agar sosialisasi edukasi yang kita sampaikan ini betul-betul sampai kepada mereka.
03:37Itu yang paling penting.
03:39Ada dua bencana yang difokuskan ya, tadi ada banjir dan kebakaran hutan.
03:42Sebenarnya harapannya apa sih Pak untuk teman-teman disabilitas ini memahami terkait dengan kesiap-siagaan bencana?
03:50Betul, yang paling penting adalah mereka mampu melaksanakan kemandirian dan keterampilan keselamatan.
03:58Nah, jadi bukan kita tolong saja, berarti mereka mampu dengan diri sendiri untuk menyelamatkan sesuai dengan kemampuan mereka.
04:09Itulah harapan kami.
04:11Boleh dijelaskan, Pak, tantangan terbesar dalam memberikan pelatihan kesiap-siagaan bagi kelompok disabilitas ini?
04:19Nah, itu tantangan yang kita hadapi ya, tentunya ada stigma masyarakat bahwa belum menyampaikan data-data kawan-kawan disabilitas.
04:30Karena memang bisa dia malu gitu ya.
04:33Jadi sekarang kita bagaimana supaya kawan-kawan disabilitas ini bisa terdata dengan melalui RT atau melalui keluruan-keluruan sempat itu,
04:41ke depan akan kita seperti itu.
04:45Bagaimana juga dengan disabilitas yang mungkin tidak terdata dalam komunitas? Apakah juga ada kegiatan jemput bola untuk memberikan edukasi ini,
04:54Pak?
04:55Nah, ini ke depan mungkin kita akan kombinasi nanti dengan pihak keluruan luar sempat dan RT atau sempat.
05:01Nah, kami akan mendata supaya betul-betul kawan-kawan yang tidak ada lagi stigma masyarakat kemalu untuk menyampaikan data-data
05:09yang harum tangan ini.
05:10Karena memang kalau terjadi bencana, ini yang kami utamakan.
05:15Sebenarnya kalau kita lihat jumlahnya, berapa banyak sih, Pak, teman-teman disabilitas untuk wilayah Banjarbaru dan berapa banyak yang sudah
05:23menerima edukasi?
05:25Jadi begini, kita tiap tahun ada program ya, namanya program edukasi terhadap mereka-mereka disabilitas.
05:31Kemarin kita sudah berjumlah ya, hampir 100 orang, kemudian di tahun 2026 ini ada 45 orang, tidak termasuk pendamping, tetapi
05:41pendamping juga melihat, juga hadir di sana.
05:44Jadi agak, kita sudah punya juga himpunan wanita disabilitas Indonesia, Pak, jadi khususnya di Kota Banjarbaru.
05:51Mereka tergabung di dalam himpunan itu.
05:53Sehingga kalau terjadi bencana pun, kami sudah menyiapkan bagaimana mereka agar mampu mandiri sendiri.
06:01Ini kan setiap bencana itu kan yang selalu kita concern adalah terkait dengan early warning system, Pak.
06:07Tentu ini untuk masyarakat umum, ini tanda ataupun peringatan bisa dipahami.
06:13Tapi bagaimana dengan teman-teman disabilitas, apakah BPBD Banjarbaru juga menyiapkan tanda atau early warning system khusus untuk teman-teman
06:23disabilitas?
06:25Betul, kami juga ada yang namanya sudah, apa, namanya ada kumpulan masyarakat peduli bencana.
06:33Masyarakat peduli bencana inilah yang membantu sebagai pendamping nanti menyampaikan kepada mereka.
06:38Jadi di 20 perurahan di Kota Banjarbaru ini sudah ada terbentuk masyarakat peduli bencana penggunaan BPBD.
06:45Sehingga terjadi bencana apapun, mereka bisa menyampaikan kepada kawan-kawan disabilitas.
06:50Itu yang saat ini kita lakukan.
06:53Tapi tidak dengan EWS saja, EWS juga sudah ada, tetapi itu diperuntukkan bagi masyarakat di titik-titik rawan bencana saja.
07:04Jadi pendampingan juga dilakukan untuk membantu teman-teman disabilitas memahami situasi dan kondisi ketika terjadi bencana.
07:12Dan edukasi terus diberikan untuk bisa mandiri, begitu ya Pak, ketika bencana itu datang.
07:18Terima kasih Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Bapak Zaini Syarani, telah bergabung di Jurnal Lusantara.
07:24Sehat selalu, Bapak.
07:25Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan