- 2 jam yang lalu
- #iran
- #china
- #trump
- #xijinping
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menemui Menteri Luar Negeri China.
Pertemuan ini berlangsung seminggu jelang rencana pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dengan Presiden China, Xi Jinping.
Dalam pertemuan itu, China meminta Iran untuk menempuh jalur diplomasi dan tidak melanjutkan konflik di Timur Tengah.
Lantas, apakah kehadiran China di tengah konflik antara Iran dan AS mampu melunakkan kedua negara tersebut untuk menghentikan konflik? Berikut ulasannya bersama eks Dubes RI untuk China periode 2010-2013, Imron Cotan, dan Pakar Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga Iran Sebut Austria Gegabah Tuduh Teheran Serang Uni Emirat Arab, Minta Segera Dikoreksi di https://www.kompas.tv/internasional/667634/iran-sebut-austria-gegabah-tuduh-teheran-serang-uni-emirat-arab-minta-segera-dikoreksi
#iran #china #trump #xijinping
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667652/full-menlu-iran-china-bertemu-di-tengah-konflik-as-ini-kata-eks-dubes-ri-pengamat-hi
Pertemuan ini berlangsung seminggu jelang rencana pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dengan Presiden China, Xi Jinping.
Dalam pertemuan itu, China meminta Iran untuk menempuh jalur diplomasi dan tidak melanjutkan konflik di Timur Tengah.
Lantas, apakah kehadiran China di tengah konflik antara Iran dan AS mampu melunakkan kedua negara tersebut untuk menghentikan konflik? Berikut ulasannya bersama eks Dubes RI untuk China periode 2010-2013, Imron Cotan, dan Pakar Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga Iran Sebut Austria Gegabah Tuduh Teheran Serang Uni Emirat Arab, Minta Segera Dikoreksi di https://www.kompas.tv/internasional/667634/iran-sebut-austria-gegabah-tuduh-teheran-serang-uni-emirat-arab-minta-segera-dikoreksi
#iran #china #trump #xijinping
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667652/full-menlu-iran-china-bertemu-di-tengah-konflik-as-ini-kata-eks-dubes-ri-pengamat-hi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:05Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqci menemui Menteri Luar Negeri Tiongkok.
00:10Pertemuan ini berlangsung seminggu jelang pertemuan Trump dengan Xi Jinping.
00:15Kedatangan Menteri Luar Negeri Iran ke Tiongkok untuk konsultasi diplomatik.
00:19Dalam pertemuan ini, Tiongkok mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan nasional.
00:23Selain itu, Tiongkok mendesak Iran untuk menempuh jalur diplomasi dan tidak melanjutkan konflik di Timur Tengah.
00:30Tiongkok juga meminta agar lalu lintas pelayaran Islat Hormuz segera dipulihkan.
00:54Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqci mengatakan negaranya telah mencapai kedudukan internasional yang lebih tinggi setelah perang.
01:02Ia menyebut dunia kini bisa melihat Iran telah membuktikan kemampuan dan kekuatannya.
01:08Araqci mengatakan fase kerjasama baru antara Iran dan negara-negara lain akan segera tiba.
01:15Selain itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.
01:44meminta Tiongkok menekan Iran agar segera membuka blokade di Selat Hormuz.
01:49Rubio menilai Tiongkok seharusnya menggunakan pengaruh sebagai sekutu untuk menekan Iran.
02:30Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqqi dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yidi di Beijing pada Rabu 6
02:37Mei lalu
02:37merupakan lawatan kali pertama bagi Araqqi sejak Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran
02:43pada 28 Februari lalu.
02:52Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqqi menemui Menteri Luar Negeri Tiongkok.
02:56Pertemuan ini berlangsung seminggu jelang pertemuan Trump dengan Xi Jinping seminggu ke depan.
03:01Geratangan Menteri Luar Negeri Iran ke Tiongkok untuk konsultasi diplomatik.
03:05Dalam pertemuan itu Tiongkok mendesak Iran untuk menempuh jalur diplomasi agar tidak melanjutkan konflik di Timur Tengah.
03:11Lantas apakah dengan kehadiran Tiongkok di tengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat
03:16mampu melunakan kedua negara itu untuk menghentikan konflik?
03:20Akan kita bahas soal ini bersama dengan Dubes RI untuk Tiongkok 2010-2013 Imron Kotan
03:26dan pakar hubungan internasional Presiden Universiti Tuku Reza Syah.
03:30Selamat pagi Pak Imron, Pak Reza.
03:31Selamat pagi, salam dari Presiden Universiti.
03:35Baik, saya ke Pak Imron terlebih dahulu.
03:38Pak Imron, kita melihat sikap Tiongkok yang kemarin bertemu dengan Menlu Iran gitu ya,
03:43disebutkan bahwa ini adalah inisiasi dari Tiongkok sebenarnya.
03:46Tapi kalau kita melihat ini apakah yang dilakukan Tiongkok ini,
03:50itu memang murni karena kepentingan nasionalnya,
03:53atau memang ingin menjadi penengah,
03:55atau justru malah menjadi apa ya,
03:58kemarin sempat ditekan oleh Amerika Serikat untuk bisa menekan Iran?
04:03Ya, baik ya.
04:05Sekali lagi saya ingin menggarisbawahi fakta bahwa China ini adalah
04:10negara ekonomi kedua terbesar di dunia ya.
04:14Jadi dia memerlukan segala sumber daya
04:18untuk terus mempertahankan pertumbuhan ekonominya di atas mungkin 6%.
04:24Nah, untuk itu mereka memerlukan BBM ya.
04:30Nah, BBM itu datang dari dua selat,
04:33yaitu selat Hormuz dan Bal El Mander,
04:36yang menguasai jalur suplai BBM kurang lebih 32%.
04:41Kalau ini terganggu, maka pembangunan ekonomi China juga akan terganggu.
04:47Kalau pembangunan ekonomi China terganggu,
04:49maka akan ada pergolakan domestik.
04:52Seperti juga di negara-negara lain.
04:54Termasuk di Indonesia.
04:55Kita semua menderita.
04:57Oleh karena itu adalah merupakan kepentingan
05:00nasional China,
05:01atau dikatakan core national interest dari China,
05:06agar perang ini berakhir.
05:09Oleh karena itu,
05:10dia memainkan peran positif,
05:12baik secara terbuka,
05:14seperti yang kita lihat sekarang,
05:15maupun secara tertutup dari channel,
05:19back channel,
05:20sehingga pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping tentatively tanggal 14-15 Mei yang akan datang bisa berjalan mulus.
05:31Oleh karena itu,
05:33Selat ini diharapkan merupakan salah satu kebebasan,
05:38freedom of navigation di Selat ini merupakan salah satu faktor kunci agar peperangan ini selesai.
05:48Oke, kepentingan nasional di sana,
05:50tapi juga ada niatan gitu ya Pak Ia untuk bisa membuat konflik ini selesai.
05:55Saya ke Pak Reza.
05:56Pak Reza, Anda melihatnya kemarin ketika Menlu Iran bertemu dengan Menlu Tiongkok,
06:01ini apakah akan bisa menghasilkan sesuatu,
06:04atau paling tidak membuat Iran ini menjadi melunak gitu,
06:08agar ingin ataupun mau membuka Selat Hormuz,
06:10ataupun paling tidak mau bertemu dengan Amerika Serikat?
06:14Terima kasih.
06:15Terima kasih pada penjelasan Bapak Ambasador Koton,
06:18itu sangat jelas, detail,
06:20menggambarkan kepentingan nasional China seperti apa.
06:23Memang China itu tidak mudah ditekan oleh siapapun.
06:26China itu adalah negara adikkuasa yang ingin mencapai status adikkuasa yang benar-benar itu secara damai.
06:32Dan untuk itu China mengharapkan lingkungan sekitarnya juga damai.
06:36Jadi dengan kedatangan Menteri Luar Negeri Iran ke Beijing,
06:41itu menandakan bahwa hubungan bilateral antara Beijing dengan Teheran itu sangat baik.
06:47Kemudian juga dalam kesempatan itu,
06:49China akan mendapatkan detail dari Iran mengenai hubungan bilateral dia dengan China,
06:54hubungan bilateral dia dengan negara lain,
06:56juga kepentingan China di kawasan,
06:58dan harapan China dari sebuah dunia.
07:00Dan untuk itu ini merupakan informasi yang sangat penting bagi China
07:04dalam berhubungan nantinya dengan Amerika Serikat.
07:06Kemudian juga perihal apakah China akan mendengarkan apa saran Amerika Serikat,
07:11saya pikir didengarkan ya,
07:12tapi kalau diikuti itu terserah China,
07:15karena China menempatkan diri saya dengan anda ini sudah sejajar,
07:18dan China secara budaya itu mengatakan bahwa negara-negara di luar China
07:23itu adalah negara-negara yang tidak beradab,
07:25itu atau fossil state.
07:26Dan untuk itu mereka harus selalu mendapatkan arahan dari China
07:30bagaimana membangun kerjasama internasional mereka.
07:33Dan secara tidak langsung,
07:35kalau kita mengikuti cara berpikir China,
07:37maka Amerika Serikat adalah juga negara fossil state,
07:39atau negara pinggir yang juga harus dengar apa kata China.
07:43Karena itu kedatangan Donald Trump beberapa hari ke depan,
07:46itu dapat dikatakan juga secara simbolis bahwa anda datang kepada saya
07:50untuk memperoleh restu saya.
07:52Walaupun secara internasional ini adalah hubungannya bilateral,
07:55tapi bagaimana China menganggap Amerika Serikat,
07:57juga menganggapiran mereka adalah negara-negara yang harus mendapatkan
08:01restu dari China untuk mengelola perdamaian dunia.
08:04Dan untuk itu saya pikir Amerika Serikat yang kedepannya juga harus sadar diri,
08:10bahwa China yang dihadapi sekarang bukanlah China yang dulu.
08:16Jadi kita bisa harapkan nanti pada pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump,
08:20tanggal 14 sampai 15 Mei nanti,
08:22maka apapun yang dikatakan oleh Amerika Serikat,
08:25apakah itu kebutuhan temanya apakah perdagangan, teknologi,
08:31ataupun perang dengan Iran, itu China sudah mendapat informasi yang terkini,
08:36kemudian juga nanti kalaupun membahas hal-hal yang lain,
08:40tentunya Amerika Serikat sadar bahwa yang dihadapi ini adalah suatu negara
08:44yang memiliki sistem informasi lebih baik dari yang mereka ketahui.
08:49Kalau berbicara Iran, China sudah memiliki informasi yang lebih afdol
08:54dibandingkan Amerika Serikat itu sendiri.
08:56Oke baik, saya kembali ke Pak Imron.
08:59Pak Imron, jika melihat Tiongkok yang punya kepentingan nasional yang sangat besar gitu ya,
09:04kemudian bisakah kemudian ini menjadi, memberikan pengaruh yang lebih besar?
09:09Misalnya selama ini Pakistan menjadi penengah di sana antara Amerika Serikat dan juga Iran seperti itu.
09:14Apakah kemudian Tiongkok ini akan mengambil peran yang lebih besar lagi,
09:18Pak Imron, untuk bisa menjadi penengah antara AS dan juga Iran?
09:21Ya, jangan lupa juga China ini adalah salah satu negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB
09:32yang berdasarkan piagam PBB adalah yang mempertahankan ya apa yang dinamakan
09:40International Peace and Security.
09:41Jadi tanpa partisipasi China, apapun resolusi yang di-table atau diajukan di Dewan Keamanan PBB
09:50tidak akan berhasil.
09:51Bahkan terakhir mereka bersama dengan Rusia memveto resolusi yang diajukan oleh salah satu negara teluk.
09:58Jadi kerjasama dari China ini adalah sifatnya mandatory.
10:07Tanpa partisipasi China tidak akan terjadi apa yang dinamakan konsensus global,
10:13terutama melalui Dewan Keamanan Persikretan Bangsa-Bangsa.
10:17Jadi dibandingkan dengan Pakistan, ya Pakistan mempunyai kemampuan.
10:22Dan problemnya adalah kalau negara ingin memainkan peran di dalam suatu konflik,
10:27dia harus mampu memproyeksikan powernya kan terhadap kedua pihak yang bertikai.
10:34Pakistan mempunyai kemampuan itu ya karena dia negara di kawasan
10:38dan dia juga mempunyai senjata nuklir.
10:40Tapi dia tidak mempunyai political power di Dewan Keamanan PBB.
10:44Jadi peran serta dari China ini sangat mandatory.
10:49Oleh karena itulah maka Iran melakukan apa yang dinamakan
10:54re-emptive diplomacy, mendatangi terlebih dahulu China
11:00sebelum pertemuan summit ya antara Xi Jinping dengan Trump.
11:05Kita berharap, kita berharap ya dengan demikian nanti akan muncul.
11:10Walaupun signpost dari Amerika Serikat itu selalu berubah.
11:14Tadinya kalau terjadi regime change, sekarang selesai.
11:18Ternyata regime change tidak terjadi.
11:20Kemudian berubah menjadi Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.
11:25Itu juga Iran berdasarkan artikel 4 dari NPT
11:29dan kebetulan saya ini adalah perunding utama Indonesia di forum NPT
11:34itu yakin bahwa hak itu tidak perlu diganggu-gugat
11:38karena artikel 4 itu memberikan hak kepada semua negara non-senjata nuklir
11:43untuk mengembangkan apa yang dinamakan PUNE, peaceful uses of nuclear energy
11:48termasuk Indonesia.
11:49Jadi polisinya sebenarnya bukan Amerika atau Israel.
11:53Apalagi Israel bukan anggota NPT.
11:55Polisi yang bisa memeriksa itu adalah berdasarkan artikel 3 dari NPT adalah
12:01International Atomic Energy Agency.
12:04Bukan Amerika Serikat, bukan Israel juga, bukan siapapun tapi IAIE.
12:10Nah sejauh ini IAIE tidak mendeteksi Iran itu sudah mengembangkan
12:17atau sudah memiliki senjata nuklir.
12:20Jadi kita harus kembalikan kepada aturan permainan
12:23dan disinilah saya berharap pemerintah Indonesia berperan.
12:27Jangan sampai hak-hak dari negara non-senjata nuklir itu dikurangi
12:33dan di-judge, dihakimi oleh negara-negara yang tidak mempunyai legal standing
12:40kecuali IAIE.
12:42Oke, polisi nuklirnya sudah ada gitu ya.
12:45Jadi aturan tidak bisa diberlakukan oleh Amerika Serikat maupun Israel
12:49untuk soal pengayaan uranium di Iran.
12:52Kemudian saya ke Pak Tegu.
12:54Pak Tegu, ini kan yang minta adalah Tiongkok gitu ya
12:58sebagai mitra strategi selama dari Iran.
13:01Apakah kemudian dengan Tiongkok yang meminta ataupun mendesak
13:04agar Selat Hormuz dibuka?
13:06Ini apakah dengan demikian Iran mau dengan serta-merta membuka Selat Hormuz
13:11atau butuh jaminan dulu dari Tiongkok bahwa mereka akan melindungi Iran
13:15nanti di Dewan Kamanan PBB jika ada resolusi-resolusi yang
13:18kemudian membuat Iran menjadi terpojok?
13:22Dalam hal ini, sudah tepat sekali kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Tiongkok ya.
13:27Di mana Iran mendapat dukungan dari Tiongkok.
13:30Kedaulatan Iran diakui, tapi juga pada saat yang sama
13:34Tiongkok meminta agar Selat Hormuz itu dibuka.
13:37Memang kita harus akui, Iran juga mengerti bahwa Tiongkok itu memiliki
13:41ketergantungan energi yang sangat tinggi pada Selat Hormuz ya.
13:44Dia adalah importer minyak terbesar dunia dengan sekitar 20% konsumsi minyaknya
13:49melewati jalur ini.
13:52Tapi Iran juga hendaknya meminta ketegasan dari Tiongkok ya.
13:55Agar komentar-komentar Tiongkok itu ke depannya tetap secara diplomatik
14:02dan untuk itu Tiongkok itu agar juga mengerti bahwa Selat Hormuz ini adalah
14:10titik saraf yang sangat sentral bagi Iran.
14:13Dan untuk itu Iran juga mengerti bahwa Tiongkok juga sangat tergantung
14:16di mana 20 juta barrel minyak mentah itu melintasi Hormuz setiap hari ya.
14:21Jadi dalam hal Tiongkok ini meminta Iran, tentunya Iran juga akan meminta
14:26agar Tiongkok itu tegas juga bahwa urusan-urusan mengenai Hormuz itu
14:31diselesaikan secara hukum internasional.
14:33Jadi disinilah harapan Iran, janganlah bahwa harapan Iran adalah Tiongkok
14:39juga mendesak Amerika Serikat untuk menyelesaikan urusan-urusannya
14:43dengan Amerika Serikat itu secara diplomatik.
14:45Jadi janganlah sampai Amerika Serikat itu menekan Iran
14:49karena diperkirakan kalau tekanan itu terlalu besar
14:53ini akan berdampak kepada 14 tentutan Iran dalam berhubungan dengan Amerika Serikat ya.
15:00Kemudian Iran juga berharap agar Tiongkok juga ikut meredakan ketegangan di Timur Tengah
15:05dengan meyakinkan dunia bahwa biarlah prosedur ini diselesaikan secara damai
15:12janganlah dunia ikut-ikut campur dengan urusan Amerika Serikat ini.
15:16Karena berbeda pandangan Tiongkok itu mengendaki penjelasan secara diplomatik
15:21tapi Amerika Serikat sangat mengharapkan penjelasan secara koersif.
15:24Jadi dalam hal Tiongkok meminta Iran untuk berperilaku diplomatik
15:29tentunya Iran juga pada saat-saatnya meminta Tiongkok
15:31untuk mengedepankan ketokohannya dalam berhubungan dengan Amerika Serikat
15:36dan juga mempertahankan ketokohannya di Dewan Keamanan PBB
15:41karena memang hanya Tiongkok dan Rusia
15:43yang memiliki kemampuan menentukan agenda-agenda
15:46dari perdamaian dan keamanan dunia tersebut.
15:49Dan kalau kita lihat seminggu ke depan tanggal 14, tanggal 15 gitu ya
15:54Pak Imron Tiongkok akan bertemu dengan Amerika Serikat
15:56Trump dan juga Xi Jinping.
15:58Mungkin yang Anda bisa proyeksikan ke depannya
16:00apa yang akan lebih banyak mereka bicarakan?
16:03Apakah terkait dengan hubungan kedua negara
16:05Amerika Serikat dan juga Tiongkok yang juga memanas gitu ya
16:07soal sanksi-sanksi ya
16:08ataukah memang nanti membicarakan banyak juga
16:12soal bagaimana dengan Amerika Serikat dan juga Iran seperti itu?
16:17Jadi sebenarnya saya melihat ini adalah
16:21dalam kaitan dengan publik opini di Amerika Serikat ya
16:2560 persen dari opini publik itu sekarang anti perang.
16:32Karena apa?
16:33Karena 63 persen dari rakyat Amerika menyalahkan Presiden Trump
16:39karena akibat dari perang ini kehidupan mereka semakin sulit.
16:43Kehidupan ekonomi ya,
16:44tadinya harga minyak per gallon itu 2,9 USD
16:50sekarang sudah 4,52 USD.
16:53Jadi kenaikannya signifikan,
16:55lebih dari 50 persen.
16:57Kibatnya apa?
16:59Kemudian Trump melihat bahwa
17:02kalau ini berkelanjutan,
17:03maka kesulitan ekonomi yang rakyatnya akan
17:06semakin menumpuk
17:08dan ini akan mempengaruhi hasil dari
17:11apa yang kita namakan
17:12mid-term election
17:13tanggal 3 November yang akan datang
17:16yang akan menentukan komposisi dari
17:18keanggotaan Kongres
17:20di Senat maupun di House of Representatives.
17:23Kalau kedua kamar ini dikuasai oleh Demokrat,
17:27maka impeachment akan terjadi terhadap Trump.
17:30Oleh karena itu,
17:31Trump ingin
17:33mendapatkan exit strategy.
17:35Jadi dia ingin datang ke China,
17:38tolong beri saya exit strategy
17:40yang mempunyai narasi bahwa
17:42saya memenangkan perang
17:43dan opini publik
17:45di domestik Amerika Serikat
17:47akan berbalik mendukung
17:48Trump dan
17:50Partai Republik.
17:52Jadi
17:52exit strateginya itu
17:55saya melihat
17:56esensi ya,
17:57kemungkinan besar adalah
17:59freedom of navigation
18:01di
18:02selat formus.
18:03Karena dua tuntutan yang lain
18:05tadinya itu regime change
18:06sama
18:08ketidakpemilikan
18:09atau tidak bolehnya
18:10Iran mengembangkan
18:11peaceful uses of nuclear energy
18:13juga sulit
18:14dipertahankan
18:15karena artikel 4 dari NKT.
18:17Maka mereka ingin melihat,
18:19ingin meyakinkan China
18:21tolong kami diberi exit strategy.
18:24Yakinkan Iran
18:25agar membuka
18:26selat formus
18:28sehingga freedom of navigation
18:30yang tentunya juga dijamin oleh
18:31UNCLOS
18:32itu bisa kembali
18:34seperti semula
18:35sebelum perang ini.
18:36Dengan demikian
18:37Amerika Serikat
18:38bisa mengatakan
18:39I won the war.
18:40Dan kemudian
18:41public opinion
18:42yang sekarang ini
18:43sedang memocokkan
18:46Presiden Trump
18:47dan Partai Republik
18:48menuju kepada
18:49midterm elections itu
18:51bisa berbalik
18:52sehingga mereka
18:53bisa memenangkan
18:55midterm election
18:56yang akan datang
18:58untuk menghindarkan
19:00terjadinya impeachment
19:01atau pemanggilan
19:02terhadap Presiden Trump.
19:04Oke.
19:05Ingin minta exit strategy
19:07ke Tiongkok gitu ya
19:08Amerika Serikat
19:09nanti di tanggal 14 Mei
19:10kemungkinan.
19:11Kemudian saya ke Pak Tuku.
19:12Pak Tuku,
19:13ini kan
19:13ada informasi bahwa
19:15memang antara
19:16Amerika Serikat
19:17dan juga Iran
19:18ini punya
19:19MOU gitu ya
19:20atau mereka ada
19:21draft
19:22kesepakatan
19:23dalam satu halaman
19:24paling tidak memuat
19:25ada 14 poin
19:26di sana
19:26dan 5 di antaranya
19:28ini ada soal
19:29urandium
19:29kemudian soal
19:31sanksi
19:31soal
19:32pencairan asetnya Iran
19:34kemudian ada juga
19:34soal pembatasan
19:35Selat Hormuz
19:36yang akan diangkat
19:37tapi
19:37di sisi lain
19:38juga masih ada
19:39saling serang
19:39di Selat Hormuz
19:40antara
19:41Amerika Serikat
19:42dan juga Iran
19:43Amerika Serikat
19:44mengancam gitu ya
19:45kalau tidak
19:46segera
19:47berunding
19:48ini akan serangannya
19:49lebih besar lagi
19:50sebenarnya
19:50apa sih
19:51yang mereka inginkan
19:52Amerika Serikat ini
19:53pengennya damai
19:54atau
19:55ingin
19:56lebih
19:57besar lagi
19:58ekskalasinya
20:00terima kasih
20:01cara berpikir
20:02Donald Trump
20:03itu pertama
20:03maga ya
20:04make America
20:05great again
20:06itu satu
20:06dan yang kedua
20:07adalah mendukung
20:08Israel
20:08untuk perluasan
20:10wilayahnya
20:11hingga mencapai
20:12skala
20:13greater Israel
20:14sehingga
20:16menjangkau juga
20:17wilayah-wilayah
20:17sekitar Israel
20:18seperti Lebanon
20:20kemudian
20:20Iraq
20:21Libya
20:22kemudian
20:23Jordan
20:23dan juga
20:24nanti masuk ke
20:25Iran
20:26dan
20:26dan
20:26masuk ke
20:27Iran
20:27dan Saudi Arabia
20:29perihal uranium
20:30memang
20:31Amerika Serikat
20:32ngotot sekali ya
20:33maka disinilah
20:33perlunya
20:34peranan dari
20:35International Atomic Energy Agency
20:38untuk benar-benar
20:39bisa mengatakan
20:40kepada dunia
20:41seberapa tinggikah
20:42penguasaan
20:43Iran saat ini
20:44karena ada
20:45banyak-banyak
20:46indikator
20:46indikator pertama
20:47adalah
20:482-5%
20:49indikator kedua
20:50ada 5-10%
20:51indikator ketiga
20:52adalah sampai
20:53antara 15-20%
20:54Iran itu sampai
20:55di mana posisinya
20:56karena jangan sampai
20:57ketulusan hati
20:59Iran ini
20:59nantinya itu
21:02ditafsirkan
21:03sebagai negara
21:03yang berbahaya
21:04karena Iran itu
21:05seperti tadi
21:06dikatakan oleh
21:07Bapak Ambasador
21:08Iman Kotan
21:10IAIA sendiri
21:11tidak pernah mengatakan
21:12Iran itu
21:12sudah memiliki
21:13kemampuan
21:14persenjataan nuklir
21:15tidak
21:15Iran itu
21:16masih kemampuannya
21:17nuklir
21:18untuk tujuan damai
21:19bahkan ini
21:19yang Amerika Serikat
21:20sudah tahu
21:22bahwa
21:22para ayatola di Iran
21:23selalu mengatakan
21:24haram kami
21:25menggunakan nuklir itu
21:26untuk tujuan perang
21:27jadi ini adalah
21:28isu pertama
21:29yang harus
21:30yang harus
21:30dijelaskan oleh
21:32IAEA
21:32mereka harus netral
21:33dan juga mereka harus
21:34berani tegas
21:35mengatakan kepada
21:36Amerika Serikat
21:36jangan Anda menekan Iran
21:37dia itu sangat patuh
21:39pada NPT
21:39kenapa Anda juga
21:40tidak menekan Israel
21:41Israel itu
21:42tidak memiliki
21:43tidak merupakan
21:44anggota dari NPT
21:45tapi Anda biarkan
21:46sehingga dari tahun
21:471958
21:48sehingga menjadi
21:49kekuatan nuklir
21:50itu yang pertama
21:51kedua
21:52perihal
21:53selat
21:54hormus
21:55tentunya
21:56nantinya
21:57Cina juga harus
21:58tegas mengatakan
21:59ini bicara
22:00soal hormus
22:00hormus ini
22:01tidak aman
22:01setelah Anda
22:02datang
22:03begitu
22:03setelah Anda
22:04memberlakukan
22:04aturan-aturan
22:05yang tidak manusiawi
22:06aturan-aturan
22:07yang bertentangan
22:08dan hukum
22:09internasional
22:10misalnya
22:11kita perhatikan
22:12statement-statement
22:13Donald Trump
22:13juga menguatirkan dunia
22:14Donald Trump
22:15secara analogis
22:16mengatakan bahwa
22:17tanpa saja
22:18Amerika Serikat
22:18sudah menjadikan dirinya
22:19sebagai bajak laut
22:20dengan seenaknya saja
22:22menembak
22:23mesin-mesin kapal
22:24kemudian menguasai
22:25kapal tersebut
22:26kemudian
22:27apakah selanjutnya
22:28kalau
22:30dialog ini
22:31tidak berjalan baik
22:32maka dapat
22:33diperhatikan
22:34Iran itu
22:35tidak akan
22:36mendapatkan
22:38hasil
22:39yang dikatakan
22:40oleh Pakistan
22:41adalah
22:42sebenarnya
22:43sudah ada hasil
22:44antara 80%
22:45sampai 85%
22:46dan untuk itu
22:47sisanya tinggal
22:48hormus
22:48dan
22:50nuklir
22:50kalau
22:52Amerika Serikat
22:53merasa terpojong
22:54sekiranya Amerika Serikat
22:54merasa
22:55kunjungannya
22:56kepada
22:56Beijing ini
22:57tidak berhasil
22:58kemudian
22:59dia perhatikan
23:00Iran itu
23:00semakin ngotot
23:01dengan
23:01kemampuan
23:02nuklir balistiknya
23:03maka dapat
23:04diperkirakan
23:05Amerika Serikat
23:06akan melakukan
23:06destabilisasi
23:07atas Iran
23:08misalnya ada
23:08kesepakatan awal
23:09perihal pengembalian
23:10aset-aset Iran
23:11mungkin akan dicoret
23:13kemudian
23:13yang kedua
23:14adalah tentang
23:16dampak ekonomi
23:17dari sanksi
23:18Amerika Serikat
23:19dari tahun 79 lalu
23:20yang tampaknya
23:21akan dibayar pelan-pelan
23:22itu juga akan
23:23dicoret
23:24dan tidak mustahil
23:25Amerika Serikat
23:25akan melakukan
23:26aksi lanjutan
23:27misalnya dengan
23:27melakukan
23:28pemboman atas
23:29instalasi
23:29laut dan udara
23:31dari Iran
23:31atau melakukan
23:32destabilisasi
23:33atas perbatasan-perbatasan
23:34Iran yang sangat panjang
23:35tersebut
23:36tentunya dikhawatirkan
23:37kalau
23:38Iran sampai terpancing
23:39dimana dia merasa
23:40kedua latinya
23:41terganggu di perbatasan
23:42dan ada potensi
23:43dia menggunakan
23:44kekuatan secara
23:45berlebihan
23:45ini yang ditunggu oleh
23:46Amerika Serikat
23:47selanjutnya
23:48Amerika Serikat
23:48akan melakukan
23:50suatu kebijakan
23:51yang mengarah
23:51kepada responsibility
23:53to protect
23:53sehingga PBB
23:54nanti akan ikut campur
23:55dan mengizinkan
23:57negara-negara
23:58Uni Eropa
23:59yang sudah
24:00dibujuk oleh
24:00Amerika Serikat
24:01untuk
24:02menguasai
24:02wilayah perbatasan
24:03Iran
24:04dan kalau sudah terjadi
24:05ini adalah
24:06destabilisasi
24:07Iran yang lebih lanjut
24:08dimana saat ini
24:09mata uang Iran
24:10sudah rontok
24:10kemudian juga
24:11ekspor dari
24:12hormus itu
24:12sudah sangat berkurang
24:13jadi saya perhatikan
24:14ini adalah langkah-langkah
24:15strategis yang Amerika Serikat
24:17dapat lakukan
24:17dalam beberapa hari
24:18mendatang
24:19kalau dia merasa
24:20kunjungan dia ke Beijing
24:21itu gagal
24:22kemudian juga
24:22dia merasa
24:23impeachment itu
24:24semakin dekat
24:25di Amerika Serikat
24:26dan dia juga merasa
24:27keamanan dia semakin
24:28terganggu
24:28oleh
24:30perilaku Iran
24:31yang semakin
24:31ngotot
24:32kita perhatikan
24:33barusan
24:33Menteri Luar Negeri Iran
24:35dan Menteri Pertahanan Iran
24:36sangat yakin sekali
24:37dengan kapabilitas
24:39pertahanan yang mereka
24:40memiliki saat ini
24:41kalau pandangan Anda
24:42Pak Imron
24:42apakah kemudian
24:43nanti pertemuan
24:44di tanggal 14-15 Mei
24:46ini juga menjadi kunci
24:47gitu ya
24:47penentu
24:48antara
24:49Amerika Serikat
24:50akan berunding
24:51dengan Iran
24:52atau justru tadi
24:53Amerika Serikat
24:54akan meningkatkan
24:55ekskalasi
24:57saya kira
24:58kemungkinan Amerika
25:00untuk melakukan
25:01eskalasi
25:02semakin mengecil
25:04karena
25:04War Powers Act
25:06itu membatasi
25:0760 hari
25:08plus 30 hari
25:09dan mereka
25:10sudah mengatakan
25:11tidak ada lagi
25:13military offensive
25:16yang diumumkan
25:18dua hari yang lalu
25:19oleh
25:19Rubio
25:21Melu Rubio
25:22jadi eskalasi
25:23saya kecil
25:24ini masalahnya adalah
25:25kembali
25:26mencari
25:27exit strategy
25:28bagi Amerika Serikat
25:30kita sudah jelaskan tadi
25:31nah sekarang
25:32Iran juga
25:33mencari
25:33exit strategy
25:34untuk
25:35apa namanya ya
25:36memutus
25:37pertempuran namanya
25:39istilahnya di
25:39militer itu
25:40tuspur
25:41memutus
25:41pertempuran
25:42jadi
25:43dia juga
25:44memerlukan
25:44exit strategy
25:45exit strateginya
25:47adalah
25:47sanksi-sanksi
25:49yang dikenakan
25:49terhadap Iran
25:50selama ini
25:51dicabut
25:52nah ini
25:53mungkin
25:53bukan mungkin ya
25:55prediksi saya
25:56Iran itu akan
25:57meminta
25:57China
25:59pemerintah China
26:00untuk mentable
26:01untuk mengajukan
26:03draft resolusi
26:04di Dewan Keamanan
26:05PBB
26:06mencabut
26:07sanksi-sanksi
26:08yang diterapkan
26:10terhadap Iran
26:10selama ini
26:11karena ini
26:13diajukan oleh
26:13salah satu
26:14anggota
26:16tetap
26:17Dewan Keamanan
26:18PBB
26:18kredibilitasnya
26:19sangat tinggi
26:20apalagi di
26:21backdoor
26:23backchannel
26:24sudah ada
26:25kesepakatan
26:26antara mereka
26:26saya beri anda
26:28exit strategy
26:29Amerika Serikat
26:30saya beri anda
26:31exit strategy
26:32Iran
26:33mari
26:34kembali kita
26:35ke
26:35kilometer kosong
26:37begitu
26:37kurang lebih
26:38begitu
26:38oke
26:39peran Amerika Serikat
26:40disini
26:41maksudkan
26:41peran dari
26:42Tiongkok
26:43ini sangat krusial
26:44gitu ya
26:44memberikan
26:45solusi
26:46dalam tanda kutip
26:47bagi kedua negara
26:48agar bisa keluar dari perang
26:49dengan
26:51tetap mendanggak kepala
26:52tidak sebagai pihak yang kalah
26:54seperti itu
26:54kita nantikan
26:55seperti apa
26:55nanti pertemuan
26:56antara
26:56Xi Jinping
26:57dan juga
26:57Presiden Trump
26:58di tanggal 14 nanti
26:59seperti apa hasilnya
27:01terima kasih
27:01Pak Imron Koton
27:02Dubes RI untuk Tiongkok
27:032010-2013
27:04dan juga Pak Teku Reza Sia
27:06pakar hubungan internasional
27:08Presiden University
27:09sudah bergabung
27:09di Sapa Indonesia Pagi
27:12terima kasih
27:13terima kasih
27:14Terima kasih
27:14selamat menikmati
Komentar