Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
Ketua Badan Kejuruan Teknik Perkeretaapian (BKTKA-PII) Hermanto Dwiatmoko meyakini masinis kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek sudah melakukan pengereman saat menabrak KRL arah Cikarang di Stasiun Bekasi Timur.

Bahkan mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan itu memprediksi kecepatan sudah di angka 40 km/jam dari yang kecepatan awal kereta 110 km/jam. Ini juga jadi alasan kepala lokomotif masuk ke dalam gerbong KRL.

Menurutnya jika KA Bromo menabrak dalam kecepatan normal 110 km/jam maka kondisi bisa jauh lebih mengerikan dan terpental. Apalagi ada hukum fisika dalam peristiwa tersebut di mana massa dan beban antara KRL KA Bromo sangat jauh berbeda.

Sobat MinSu setuju dengan teori ini?

#KABromoAngrek #BekasiTimur #TabrakanKereta #StasiunBekasiTimur #TeoriFisika
Transkrip
00:01Menurut dugaan saya sudah di rem itu
00:03Menurut saya sekitar 40-an
00:05Itu 100 itu sudah haruan-haruan
00:08Itu tadi, M x V
00:09Jadi makanya pada waktu
00:13Kelintasan sebidang
00:15Itu
00:16Nggak bisa berhenti mendadak di rem
00:19Tiba-tiba ada mobil di rem
00:20Ini momentunya besar
00:22Mas ini tiba-tiba ngerem
00:23Misalnya terbalik ini
00:25Karena kan di sini ada momentu juga
00:27Di belakang
00:28Dorong-dorongan kan
00:31Teorinya seperti itu
Komentar

Dianjurkan