Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 18 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Homeless Media sempat disebut oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers pada Rabu (6/5/2026).

Qodari menyambut kehadiran homeless media yang tergabung dalam New Media Forum.

"Pada kesempatan ini, sebelum masuk kepada materi, kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia," ujar Qodari.

"New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," kata Qodari.

Hal ini mendapat bantahan dari sejumlah pihak yang disebut, mulai dari Narasi, Bapak2id, hingga Indomusikgram.

Narasi mengatakan bahwa pihaknya tidak bergabung dalam Indonesia New Media Forum. Narasi juga tidak terlibat maupun menghadiri pertemuan apa pun pada 6 Mei 2026, serta meyakinkan bahwa Narasi terdaftar di Dewan Pers dan beroperasi sesuai kode etik.

Dilansir Kompas.com, Founder Bapak2id James Jan Markus juga menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menghadiri acara yang disebutkan, serta menegaskan bahwa pihaknya tidak terafiliasi dengan apa pun.

Sementara itu, Indomusikgram dalam unggahan Instagram-nya mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah bertemu dengan Bakom RI.

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667552/bantahan-narasi-hingga-indomusikgram-soal-homeless-media-jadi-mitra-pemerintah
Transkrip
00:00Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media.
00:09Pada kesempatan ini sebelum masuk kepada materi, kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum,
00:19mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia.
00:25Mas Ipul, New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media.
00:35Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media.
00:44Di antaranya saya bacakan ada Volk Aktif, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, Muslim Folk, USS Feet,
00:56Bapak-Bapak Ide, kayaknya cocok buat kita nih Bapak-Bapak Ide nih, Menjadi Manusia, GNFI, Creative Fox, Kok Bisa, Tau
01:05Butters, Pandemic Talks,
01:07Tau Butters ini kayaknya cocok untuk Pak Budi nih kayaknya, itu Pak Budi itu.
01:13Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good Stats, High Dodo, Proud Project,
01:20VBIS, Unframed, Kumpul Leaders, CXO Media, The Maple Media, How To Be Nothing,
01:26Everest Media, Geometry Media, Fox Daily, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modest Talk,
01:33Lead Media, Nalat TV, Mahasiswa Dan Jakarta, Notch Plus, dan Mature Indonesia.
01:41Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya,
01:48tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita media
01:56atau realita komunikasi di kita, Gus Ipul, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi.
02:03Dan sosial kemasyarakatan.
02:06Satu catatan bahwa kami mengakui bahwa masih ada beberapa isu yang harus disetel oleh new media.
02:14Ini catatan juga nih dengan teman-teman new media ya.
02:17Baik dengan rekan-rekan di media konvensional maupun dengan lembaga seperti Dewan Pers.
02:24Namun pandangan kami, new media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar.
02:34Agar produk dari new media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional.
02:41Jadi justru kalau dijauhi malah susah ngomong kita, Gus.
02:45Ya kan? Tabayun dulu nih silaturahmi kan begitu.
02:48Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran itu bisa tersampaikan dengan baik.
02:54Beberapa aspek paling mendasar ya dari media konvensional dan beberapa aspek dari media baru ini yang membedakan dengan media konvensional
03:11adalah mengenai beberapa aspek seperti misalnya cover both sides.
03:19Jadi kemarin saya diskusi, kami diskusi di bakom dengan teman-teman new media.
03:23Apakah mungkin misalnya, apakah bisa di new media itu ada mekanisme cover both sides.
03:30Kalau misalnya belum memungkinkan metode apa lagi yang bisa dipakai.
03:35Misalnya metode verifikasi usulan dari teman-teman new media.
03:39Tapi beberapa aspek yang lain sudah dipenuhi.
03:42Misalnya ada perusahaannya, ada semacam redaksinya, ada alamatnya.
03:48Nah ini membedakan antara new media dengan media sosial biasa.
03:52Kalau media sosial biasa tidak ada lembaganya, tidak ada alamatnya, dan bahkan anonim dan seterusnya.
04:02Jadi dengan kondisi tersebut, dengan realita bahwa new media sudah punya followers,
04:08yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta, dengan views yang bisa mencapai angka miliaran,
04:154 sampai 6 miliar satu bulan,
04:18hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas new media semakin meningkat.
04:25Itu pengantar mengenai keberadaan teman-teman new media dalam press conference-nya di WAKOM.
04:36Selanjutnya, tepat hari ini, beberapa hari setelah hari pendidikan nasional,
04:41kita hadir dalam acara press conference pemerintah untuk menyampaikan update pelaksanaan dan capaian program hasil terbaik cepat kepada publik dan
04:51media.
05:06Terima kasih telah menonton!
05:40Terima kasih telah menonton!
06:03Terima kasih telah menonton!
06:43Terima kasih telah menonton!
07:08Terima kasih telah menonton!
07:36Terima kasih telah menonton!
08:13Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan