00:00Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media.
00:09Pada kesempatan ini sebelum masuk kepada materi, kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum,
00:19mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia.
00:25Mas Ipul, New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media.
00:35Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media.
00:44Di antaranya saya bacakan ada Volk Aktif, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, Muslim Folk, USS Feet,
00:56Bapak-Bapak Ide, kayaknya cocok buat kita nih Bapak-Bapak Ide nih, Menjadi Manusia, GNFI, Creative Fox, Kok Bisa, Tau
01:05Butters, Pandemic Talks,
01:07Tau Butters ini kayaknya cocok untuk Pak Budi nih kayaknya, itu Pak Budi itu.
01:13Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good Stats, High Dodo, Proud Project,
01:20VBIS, Unframed, Kumpul Leaders, CXO Media, The Maple Media, How To Be Nothing,
01:26Everest Media, Geometry Media, Fox Daily, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modest Talk,
01:33Lead Media, Nalat TV, Mahasiswa Dan Jakarta, Notch Plus, dan Mature Indonesia.
01:41Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya,
01:48tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita media
01:56atau realita komunikasi di kita, Gus Ipul, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi.
02:03Dan sosial kemasyarakatan.
02:06Satu catatan bahwa kami mengakui bahwa masih ada beberapa isu yang harus disetel oleh new media.
02:14Ini catatan juga nih dengan teman-teman new media ya.
02:17Baik dengan rekan-rekan di media konvensional maupun dengan lembaga seperti Dewan Pers.
02:24Namun pandangan kami, new media harus dirangkul agar dapat meningkatkan kualitas dan standar.
02:34Agar produk dari new media ini makin berkualitas seperti halnya media konvensional.
02:41Jadi justru kalau dijauhi malah susah ngomong kita, Gus.
02:45Ya kan? Tabayun dulu nih silaturahmi kan begitu.
02:48Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran itu bisa tersampaikan dengan baik.
02:54Beberapa aspek paling mendasar ya dari media konvensional dan beberapa aspek dari media baru ini yang membedakan dengan media konvensional
03:11adalah mengenai beberapa aspek seperti misalnya cover both sides.
03:19Jadi kemarin saya diskusi, kami diskusi di bakom dengan teman-teman new media.
03:23Apakah mungkin misalnya, apakah bisa di new media itu ada mekanisme cover both sides.
03:30Kalau misalnya belum memungkinkan metode apa lagi yang bisa dipakai.
03:35Misalnya metode verifikasi usulan dari teman-teman new media.
03:39Tapi beberapa aspek yang lain sudah dipenuhi.
03:42Misalnya ada perusahaannya, ada semacam redaksinya, ada alamatnya.
03:48Nah ini membedakan antara new media dengan media sosial biasa.
03:52Kalau media sosial biasa tidak ada lembaganya, tidak ada alamatnya, dan bahkan anonim dan seterusnya.
04:02Jadi dengan kondisi tersebut, dengan realita bahwa new media sudah punya followers,
04:08yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta, dengan views yang bisa mencapai angka miliaran,
04:154 sampai 6 miliar satu bulan,
04:18hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas new media semakin meningkat.
04:25Itu pengantar mengenai keberadaan teman-teman new media dalam press conference-nya di WAKOM.
04:36Selanjutnya, tepat hari ini, beberapa hari setelah hari pendidikan nasional,
04:41kita hadir dalam acara press conference pemerintah untuk menyampaikan update pelaksanaan dan capaian program hasil terbaik cepat kepada publik dan
04:51media.
05:06Terima kasih telah menonton!
05:40Terima kasih telah menonton!
06:03Terima kasih telah menonton!
06:43Terima kasih telah menonton!
07:08Terima kasih telah menonton!
07:36Terima kasih telah menonton!
08:13Terima kasih telah menonton!
Komentar