BANDUNG, KOMPAS.TV - Ancaman siber yang semakin masif serta perang kognitif yang kian nyata menjadi tantangan baru yang harus dihadapi para Perwira Siswa Sesko TNI. Karena itu, para pasis dituntut adaptif, terus belajar, serta mampu memahami dinamika ancaman modern agar tidak tertinggal dalam perkembangan karakter perang masa depan.
Selama proses pendidikan di Sesko TNI, para pasis dibekali berbagai materi terkait analisis situasi kawasan, ancaman strategis, hingga skenario operasi perang modern. Mereka juga dituntut mampu mengambil keputusan secara tepat, terutama dalam situasi genting dan penuh tekanan.
Komandan Sesko TNI, Arif Widianto menegaskan, para lulusan Sesko TNI nantinya harus menjadi pemimpin yang memiliki integritas kuat, bertanggung jawab, jujur, serta mampu menjadi teladan bagi prajurit maupun masyarakat.
Selain ancaman siber, para pasis juga mendapat pembelajaran mengenai perang kognitif, yakni metode perang non-konvensional yang memanfaatkan teknologi dan manipulasi psikologis untuk mempengaruhi pola pikir manusia. Pengetahuan tersebut dinilai penting agar para calon pemimpin TNI mampu beradaptasi dengan bentuk ancaman masa depan yang semakin kompleks.
Perwira Siswa Dikreg 55 Sesko TNI, Eka Wira Dharmawan menyebut ancaman siber dan perang kognitif harus dipahami sejak dini dalam doktrin militer agar TNI mampu adaptif menghadapi hakikat ancaman modern.
Ke depan, para Perwira Siswa Sesko TNI diharapkan menjadi pemimpin masa depan TNI yang tidak hanya tangguh dalam strategi militer, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan ancaman global.
Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667538/pasis-sesko-tni-dibekali-hadapi-ancaman-siber-perang-kognitif
Komentar