Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wartawan senior Ninok Leksono meluncurkan memoar bertajuk "Semar Bermalam di Kapal Induk". Tak hanya menyuguhkan perjalanan dan penugasan yang luar biasa, memoar karya Ninok Leksono menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa pekerjaan dan tugas dapat bersinar ketika saling berkaitan dengan minat.

Satu lagi karya luar biasa dari wartawan senior Ninok Leksono. "Semar Bermalam di Kapal Induk" adalah memoar yang menceritakan penugasannya sebagai wartawan, meliput di berbagai peristiwa dan bertemu tokoh-tokoh kenamaan nasional hingga dunia.

Sebanyak tiga puluh kisah ia bagikan dalam buku yang dicetak Penerbit Buku Kompas. Uniknya, Ninok tak hanya fasih dalam satu bidang. Ia menguasai beragam isu, utamanya peperangan, teknologi, astronomi, militer, politik, sosial, hingga seni dan budaya.

Dalam sambutannya, Ninok mengakui bahwa kelebihannya terletak pada tekad untuk memenuhi panggilan tugas. Meski di usianya yang menyentuh kepala tujuh, Ninok menyanggupi permintaan untuk menulis memoar. Ia berharap tulisannya dapat menginspirasi dan mencerdaskan pembaca.

#memoar #ninokleksono #semarbermalamdikapalinduk

Baca Juga Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, Polisi Jamin Kerahasiaan Korban Pelapor di https://www.kompas.tv/regional/667494/kasus-kekerasan-seksual-di-ponpes-polisi-jamin-kerahasiaan-korban-pelapor



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/667497/wartawan-senior-ninok-leksono-luncurkan-memoar-semar-bermalam-di-kapal-induk
Transkrip
00:00Dan saudara wartawan senior Nino Leksono meluncurkan memoir bertajuk Semar Bermalam di Kapal Induk.
00:11Tak hanya menyuguhkan perjalanan dan penugasannya yang luar biasa.
00:16Memoir karya Nino Leksono ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa pekerjaan dan tugas dapat bersinar ketika saling berkaitan dengan
00:25Mina.
00:31Satu lagi, karya luar biasa dari wartawan senior Nino Leksono.
00:35Semar Bermalam di Kapal Induk adalah memoir yang menceritakan penugasannya sebagai wartawan meliputi berbagai peristiwa dan bertemu tokoh-tokoh kenamaan
00:44nasional hingga dunia.
00:47Sebanyak 30 kisah ia bagikan dalam buku yang dicetak penerbit buku kompas.
00:51Uniknya, Nino tak hanya fasi dalam satu bidang.
00:55Ia menguasai beragam isu, utamanya peperangan, teknologi, astronomi, militer, politik, sosial hingga seni dan budaya.
01:10Dalam sambutannya, Nino mengakui bahwa kelebihannya terletak pada tekad untuk memenuhi panggilan tugas.
01:16Meski di umurnya yang menyentuh kepala tujuh, Nino menyangkupi permintaan untuk menulis memoir.
01:22Ia berharap tulisannya dapat menginspirasi dan mencerahkan pembaca.
01:28Mungkin juga wartawan, itu biasa, pulis memoir, pengalaman seperti itu.
01:35Bertemu dengan Presiden Amerika, ya mungkin tidak unik gitu ya.
01:41Bertemu dengan bintang cipun juga, nah itu mulai langka.
01:48Naik kapal lindung mungkin sangat langka.
01:52Naik jet concord dua kali, nah itu mungkin semakin langka.
01:57Masalahnya sekarang kalaupun kita punya uang, tidak ada barangnya itu, sudah tidak ada jet concord.
02:07Tapi ini ya sudah lah, ini jadi seperti saya tulis di depan itu,
02:11kisah, menginspirasi, membaca, mencerahkan.
02:18Jadi semoga apa yang saya tulis itu ada artinya.
02:24Lalu kedua.
02:29Menteri Komunikasi dan Digital mengatakan, sebagai teman, ia menyadari bahwa sudah menjadi tanggung jawab wartawan senior
02:36untuk meneruskan nilai-nilai baik kepada wartawan muda dan masyarakat luas secara umum.
02:42Dan nilai-nilai itu dapat ditemukan dalam memoir karya Nino.
02:46Bagaimana kita bersyukur Pak Nino atas nama pemerintah karena lahir sebuah karya yang memang kami yakini bernah,
02:54saya sudah baca, yang menjadi oase di tengah, begitu banyak arus informasi yang luar biasa cepat,
03:01arus informasi yang tanpa tersaring, arus informasi yang jarang terverifikasi.
03:07Ini beda sekali dengan masa-masa ketika saya membaca banyak berita dan termasuk juga menulis berita yang saya selalu sampaikan.
03:17Dulu saya mau siaran langsung, dua tahun atau tiga tahun saya baru diloloskan.
03:22Betapa kita menghormati correctness, hal yang benar, disampaikan, tidak boleh ada yang salah.
03:27Jadi mau siaran live saja, waktu itu lama sekali baru dapat approval.
03:34Kepingan-kepingan memori Nino Laksono sebagai wartawan disuguhkan dalam memoir ini
03:40tanpa meninggalkan kesan santai dalam tutur katanya.
03:44Memoar karya Nino menjadi pengingat bagi kaum muda bahwa pekerjaan dan tugas dapat bersinar
03:50ketika bertemu dengan minat yang membarah.
03:53Renata Panggalo, Septa Yoga Janaloka, Kompas TV, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan