Skip to playerSkip to main content
  • 17 hours ago
Di episode 6, kehidupan sang pewaris mulai berubah perlahan. Dari titik terendah, ia mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang tak terduga.

Orang-orang yang dulu meremehkannya mulai merasakan sesuatu yang berbeda—sebuah kekuatan yang perlahan kembali. Namun, musuh di balik kejatuhannya belum berhenti, justru semakin berani untuk menjatuhkannya lagi.

Di tengah tekanan dan rencana yang mulai dijalankan, ia harus bermain lebih cerdas dan hati-hati. Satu langkah salah bisa menghancurkan segalanya.

Akankah kebangkitannya berhasil, atau justru membuatnya jatuh lebih dalam?
Transcript
00:08Bukankah itu putri keluarga Yun?
00:10CEO Global Bang Jin Hui, Nonayun Fesui, kenapa kesini bawa banyak hadiah?
00:15Ini karena keluarga He dan keluarga Yun punya hubungan dekat.
00:19Nonayun pasti khusus datang.
00:21Demi aku, memberi selamat pada Jinlan.
00:24Oh, jadi begitu. Koneksi paham memang luar biasa.
00:27Nonayun, masih ingat saya? Saya He Jiang.
00:30Gak kenal, Minggir.
00:31Apa? Ternyata dia bukan diundang pahal, lalu kenapa datang?
00:35Paye, kabarnya Anda cerai. Saya langsung kesini.
00:40Menikahlah dengan saya.
00:43Apa gak salah Ian? Nonayun melamarnya Hao Tian.
00:46Bagaimana mungkin? Nonayun sudah gila.
00:48Gading dua naga bermain mutiara dinasti Song?
00:52Karang api laut dalam asli Baltik senilai 150 miliar?
00:57Oh, dan juga pon uang emas murni.
01:00Koleksi istana Chiang Luang senilai 270 miliar.
01:04Dan juga itu. Wah, semuanya barang-barang berharga.
01:09Paye, ini mas kawin satu triliun.
01:12Satu triliun lagi sudah di rekening Anda.
01:14Sudah kubilang. Aku gak akan menikahimu.
01:17Paye, keluarga Yun sangat serius.
01:19Masih ada satu hadiah lagi.
01:21Mohon pertimbangkan.
01:22Apa? Dua triliun belum cukup. Masih ada lagi.
01:25Dirut istana langit Yunding Wanjahau Tibo.
01:32Nonayun, Paye.
01:34Kunci rumah mewah dan sertifikatnya sudah saya bawa.
01:37Istana langit Yunding? Itu perumahan elit dengan harga tanah termahal.
01:41Ku belikan istana langit Yunding untukmu.
01:4450 villa. Pilih satu untuk tempat tinggal kita.
01:47Sisanya bisa jadi investasi properti atau dijual.
01:50Terserah Anda.
01:51Istana langit Yunding.
01:52Satu miliar per meter persegi.
01:54Biarpun jadi investasi properti, penghasilan harianya 30 miliar.
01:58Sudah kubilang. Aku enggak bersedia.
02:00Ku beri tiga detik untuk menghilang dari hadapanku.
02:03Paye, tolong pertimbangkan lagi.
02:05Nonayun, kenapa melambar sampah ini?
02:09Pak Ye penyelamat keluarga Yun.
02:11Kamu sebut sampah?
02:12Berarti kamu sudah menghina keluarga Yun.
02:15Nonayun, Pahe enggak bohong.
02:17Aku bisa bersaksi.
02:18Yehoutian ini hanya ex-Napi.
02:20Singlan menceraikannya.
02:21Bagaimana mungkin dia penyelamatmu?
02:23Ku Singlan menceraikan Pak Ye.
02:25Karena enggak bisa menilai orang.
02:27Kalian sebut sampah karena kalian buta.
02:29Nonayun, aku masih menghormatimu.
02:32Demi keluarga Yun.
02:33Tapi jangan keterlaluan.
02:35Kamu anggap sampah ini harta dan menghina kami?
02:38Kalau sampah ini begitu hebat,
02:40kenapa enggak membantu Chinlan mendapatkan hak hibah aset riliunan itu?
02:44Nonayun, Anda pasti salah menilai orang.
02:47Yehoutian ini cuma sampah.
02:49Pak Ye yang membantu kami mendapatkan hak hibah aset riliunan.
02:53Dia jauh lebih hebat dari sampah ini.
02:55Keluarga He, He, Chiang kan?
02:57Aku tanya, hak hibah riliunan ini benar kamu yang mendapatkannya?
03:01Nonayun, apa maksudmu?
03:03Keluarga kami penyelenggara upacara penghibahan riliunan ini.
03:06Dan aku dengan penerima hak hibah riliunan ini,
03:09ditentukan yang lebih tinggi dari empat keluarga besar ibu kota.
03:12Dan sepengetahuanku, posisi keluarga He di ibu kota setingkat empat keluarga besar.
03:17Jadi ku tanya, bagaimana caramu membantu mendapat hak hibah?
03:20Ini.
03:21Apa? Lebih tinggi dari empat keluarga besar?
03:24Siapa mereka?
03:25Tuan muda kedua keluarga Gung.
03:27Gung cuci telah tiba.
03:34Kenapa dia kesini?
03:36Kenapa Tuan muda Gung kesini?
03:39Aku tahu.
03:39Keluarga Gung salah satu dari dua keluarga terhormat ibu kota,
03:43lebih tinggi dari empat keluarga besar.
03:45Jadi hak hibah aset riliunan ini pemberian Tuan muda Gung.
03:49Gak kusangka wanitaku berani melamar pria lain tepat di depan mataku.
03:54Kamu sama sekali gak menghargai keluarga Gung.
03:59Pertama, pertunangan masa kecil kita sudah kubatalkan.
04:03Kedua, kamu kan punya banyak wanita.
04:08Terserahlah.
04:09Lagipula aku gak pernah kekurangan wanita.
04:13Tuan muda, ingat aku.
04:15Di pesta minuman di ibu kota, kita bertemu sekilas.
04:18Kita pernah bersulang.
04:20Sepertinya ingat.
04:21Singlan, mereka saling kenal.
04:24Menurutku, hak hibah aset ini pasti pahe yang membujuk Tuan muda Gung.
04:28Aku harus membuat mereka percaya aku kenal Tuan muda Gung.
04:32Jangan ketahuan bohong.
04:36Siapa gadis cantik ini?
04:37Oh, aku perkenalkan.
04:40Ini putriku, Kusinglan.
04:42Beri salam.
04:42Tuan muda Gung.
04:44Gak kusangka di kota Rung ada wanita secantik ini.
04:47Terima kasih telah memberikan hak hibah triliunan.
04:50Aku gak akan mengecewakan harapan Anda.
04:53Apa? Hak hibah triliunan?
04:55Ada apa ini?
04:57Hak hibah itu bukan dari Tuan muda Gung.
04:59Lalu dari siapa?
05:03Bukannya Tuan muda Gung yang memberikannya.
Comments

Recommended