Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Di Part 5, rahasia besar yang selama ini disembunyikan mulai mendekati titik terbongkar. Sikap keluarga yang terus meremehkan membuat situasi semakin memanas, tanpa mereka sadari siapa sebenarnya yang mereka hadapi.

Di balik kesabarannya, sang menantu mulai menunjukkan sedikit demi sedikit kekuatan dan pengaruhnya. Ketegangan meningkat, dan tanda-tanda perubahan mulai terasa.

Akankah identitas aslinya akhirnya terungkap di bagian ini, atau ia masih memilih untuk tetap diam sambil menunggu momen yang tepat?
Transcript
00:00R ingin menjilat roda mobil Hamgaz itu, eh?
00:19Beneran Ades moro mobil Hamgaz?
00:25Tidak mungkin.
00:26Ini mustahil!
00:27Pasti mataku yang kamu!
00:28Dia coba orang yang gak guna.
00:29Bagaimana mungkin dia punya mobil Hamgaz?
00:31Lihat diri kalian yang gak berwawasan itu.
00:33Mana mungkin dia punya kemampuan itu?
00:34Pasti ada seseorang yang menikah dan lewat saja.
00:36Benar.
00:37Pasti ada yang menikah dan rombongan mobil nikah yang lewat.
00:39Iya, iya, iya, benar.
00:42Jangan mendekat.
00:44Jangan mendekat!
00:57Kak Chris, Kak James.
00:58Barusan, siapa yang bilang mau cukir bol mata dan jilat roda?
01:01Kalian sudah bisa mulai.
01:02Hei, Josh, kau kan tahu kalau mulut kami longgar kayak celana nenek tua dan gak bisa dikedalikan.
01:08Anggap saja aku tadi buang angin.
01:11Hei, Josh, kau pun tahu kalau mataku ini memang buta, kan?
01:14Dicokel atau enggak sama saja.
01:16Gimana kalau tinggalkan mataku yang buta ini jadi pajangan saja?
01:19Josh, jangan diteruskan.
01:22Kita ini keluarga.
01:23Maafkan Kak Chris dan Kak James.
01:24Baiklah.
01:25Karena istriku, aku gak perlu permasalahkan ini.
01:28Gak usah cungkir mata dan jilat roda.
01:29Aku cuma butuh kalian meminta maaf pada aku sungguh-sungguh.
01:32Aku minta maaf.
01:35Maaf, yang namanya Pak Josh mana ya?
01:41Pak Josh, silahkan naik ke mobil.
01:43Ayo, Shirley.
01:47Bawa putriku untuk berkeliling ceras.
01:49Aku mau dia tahu kalau aku adalah ayah yang terbaik di dunia.
01:53Baik, Pak Josh.
01:57Kalian jangan sentuh mobilku.
01:59Kalau rusak, kalian gak mampu ganti rugi.
02:02Boca nakal, kalau rusak kita tidak bisa mengganti.
02:04Kau gak dengar ucapan Bibi Vela?
02:06Jangan sentuh barang yang gak mampu kita beli.
02:07Masuk ke dalam sini.
02:11Baiklah, mari naik ke mobil.
02:24Halo?
02:26Apa maksud kalian?
02:27Jangan berpura-pura.
02:28Mertuamu ulang tahun hari ini.
02:30Apa kau menyewa sepul mobil Hemges untuk jadi tameng mertuamu?
02:32Tiga mobil dari dealer kami pergi ke rumah kalian.
02:35Kau yakin kami menyewanya?
02:37Aku sudah menyelidiki alamatnya.
02:39Memang terumahmu.
02:40Demi menyenangi mertuamu, kau rela ngeluarin banyak uang.
02:43Baik.
02:43Kak Chris, Kak James, minta maaf padaku dan Vela.
02:46Enggak sesusah itu kan?
02:48Kau berlagak apa?
02:49Itu mobil sewaanmu, bukan kau yang membelinya.
02:52Mobil Vidi dan Vem itu benar kami yang membelinya.
02:54Kenapa kamu minta maaf padamu, orang miskin?
02:56Kak Chris, itu benar mobil sewaan?
02:58Tepat sekali.
02:59Baru saja dia menelponku.
03:00Josh, aku tanya padamu, berapa uang yang kau keluarkan untuk menyewa mobil itu?
03:04Mobil seperti ini setidaknya 10 juta per mobil.
03:06Dia menyewa 10 mobil sekaligus, setidaknya ada 100 juta.
03:08Eh Kak Chris, enggak bisa dihitung seperti itu.
03:11Coba kau pikir, DJ Ras menyewa 10 mobil Hemges itu enggak mudah.
03:14Kalau mau aku bilang, dia yang sewa ini setidaknya ada 200 juta.
03:20Vela.
03:24Josh, kau keterlaluan, kau habiskan uang untuk menyewa mobil.
03:27Kita masih mau hidup atau tidak?
03:30Josh, aku benar-benar enggak sangka ya, ternyata kau ini pemboros.
03:34Jadi uang yang kau hasilkan itu kau gunakan buat belaga ya?
03:38Di sini kami makan, berpakaian sederhana.
03:41Uangmu enggak diberikan pada kami untuk perbaiki hidup, malah dihamburkan.
03:44Kau benar-benar membuatku kecewa.
Comments

Recommended