Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Seorang menantu selalu dipandang rendah dan dianggap tidak berguna oleh keluarganya. Hidup dalam hinaan dan perlakuan tak adil, ia memilih diam dan menyembunyikan identitas aslinya.

Namun di balik sikap sederhananya, ia adalah seorang CEO terkaya yang mengendalikan segalanya. Saat kebenaran mulai terungkap, semua orang yang meremehkannya harus menghadapi kenyataan yang mengejutkan.

Akankah mereka menyesal, atau semuanya sudah terlambat?
Transcript
00:01Dr. Sakti?
00:03Seorang kau?
00:05Kapan kau lihat Dr. Sakti bungkus obat pakai kertas tadi?
00:07Sepertinya si payah ini habiskan puluhan ribu untuk resep obat palsu dari Dr. Ababa.
00:11Iya.
00:12Enggak masalah kalau obatnya palsu.
00:14Tapi kalau sampai ayah meninggal karena obat ini, percandaan ini sudah keterlaluan.
00:17Josh, that's a brain check.
00:19Sudahlah tidak membawa hatinya kau.
00:20Kau masih mau mencelakai aku.
00:23Ayah, Pak Gilang beneran Dr. Sakti.
00:25Untuk mendapatkan resep ini, aku sudah bersusah payah.
00:27Kalau ayah enggak percaya setelah pesta ini selesai,
00:29ayah coba minum saja.
00:30Coba minum gua bilang.
00:31Kalau ayah benar-benar minum mungkin pesta suka cita hari ini.
00:33Bakal menjadi pesta duka.
00:35Apa yang gua bicarakan?
00:36Kak James, Josh cuma bermiat baik.
00:39Sudahlah, ayah kita makan.
00:40Sudahlah.
00:41Ini membahayakan kesehatan ayah, bagaimana bisa disudahi.
00:43Kak Felis, jadi mau gimana?
00:45Tunda penyakit ayah terus dan tunggu sampai kondisinya memburuk.
00:47Eh, aku harus bagaimana.
00:48Bagaimanapun aku enggak bakal beli obat palsu buat ayahku.
00:51Biasa enggak berguna.
00:52Hari ini, biar ku perlihatkan
00:54bagaimana suamiku membuat pertimbangan untuk ayah.
00:56Ayah, aku sudah cari koneksi untuk cari ahli terbaik di rumah sakit Siren, Pariko,
01:00buat memeriksa nadimu.
01:01Dia akan segera datang.
01:02Ah, memang menantu pertamaku yang penuh pertimbangan.
01:05Ku dengar, itu rumah sakit swasta yang dibuka grup Siren.
01:08Khusus mengobati orang-orang terkenal.
01:11Itu rumah sakit terbaik di tempat kita.
01:14Kau undang orang hebat itu, pasti habisin banyak uang.
01:17Uang masalah kecil.
01:18Kesehatan ayah yang terpenting.
01:20Kita tunggu Pariko datang.
01:21Kita lihat obat dia, obat palsu atau bukan.
01:24Kita bisa langsung tahu.
01:25Baiklah.
01:27Ayo, makanlah.
01:28Ayo.
01:29Ayo, ayo.
01:30Ayo, Shirley.
01:31Makan sayurnya.
01:32Makan sayur baru bisa tambah tinggi.
01:35Aku juga mau makan paha ayam.
01:37Yang patuh, kita gak makan itu.
01:39Kesehatan kakek gak baik.
01:40Biar kakek yang makan paha ayam.
01:41Kalau begitu, kenapa mereka boleh makan?
01:42Kenapa mereka gak sisain buat kakek?
01:44Shirley makan saja.
01:45Ayah ambilkan untukmu, ya.
01:49Makan terus.
01:50Cuma tahu makan.
01:52Setiap hari makan dan minum dariku.
01:54Dibaiki malah keterlaluan, ya.
01:56Shirley yang patuh, kita jangan makan.
01:58Pak ayam gak enak.
01:59Ayam enak.
02:00Shirley mau makan itu.
02:03Kenapa kau gak patuh?
02:04Kau harus membuat ibu marah, ya.
02:06Memang kenapa kau makan paha ayam?
02:07Kenapa mau makan anak kecil?
02:08Pecundang.
02:09Aku terlalu menghargainmu, ya.
02:10Kau gak bawa uang sekai start pun ke rumah.
02:12Sekarang berani bawa obat palsu untuk membodohi kami.
02:14Dan sekarang kau masih berlagak.
02:15Ibu.
02:16Ucapan ibu salah kalau gitu.
02:18Di umat 18, aku putus sekolah dan bekerja.
02:20Lalu membiayai Vela dan kedua kakaknya sampai tamat kuliah.
02:22Selain aku burbur pulang dan gak sempat tarik uang.
02:23Sejak kapan gajiku gak dikasih semua ke ibu.
02:25Hah?
02:25Semua uang yang kau hasilin itu,
02:27memang aku pikir cukup, ha?
02:28Harus berapa baru cukup?
02:36Shirley, kami sudah pindah sejak lama.
02:37Gak begitu pergi saja.
02:38Sekarang juga bawa istri dan anakmu pergi dari situ.
02:41Shirley, ayo.
02:41Josh, gimana kau bicara dengan ibu?
02:43Gak sopan.
02:44Aku beneran kecewa denganmu.
02:46Ayahku gak makan paha ayam lagi.
02:48Paha ayam gak enak.
02:49Shirley gak akan makan paha ayam lagi.
02:53Shirley, di dapur masih ada paha ayam.
02:55Kita makan di dapur.
02:58Ayo.
03:02Josh.
03:07Josh.
03:08Hari ini festival perahunaga.
03:09Juga pesta ulang tahun ayahku.
03:11Apa kau gak bisa sabar?
03:12Kita sudah sabar selama bertahun-tahun.
03:13Bella.
03:14Gimana mereka mengatahiku?
03:15Memarahiku?
03:16Meninaku?
03:16Aku bisa sabar.
03:17Aku bisa gak peduli.
03:18Tapi mereka menindas putri kita gak akan kubiarkan.
03:20Enggak kau biarkan?
03:21Kalau kau bisa sukses kayak Kak Chris dan Kak James,
03:23apa mereka bakal mengatahimu?
03:24Mereka menindas Shirley karena dia punya ayah yang gak berguna sepertimu.
03:27Cukup.
03:27Mereka sama sekali gak layak dibandingkan denganku.
03:29Mereka gak layak dibandingkan denganmu.
03:31Mereka semua lulus kuliah dan jadi pegawai negeri.
03:33Kau cuma pekerja buruh.
03:35Bella.
03:35Mes에요.
Comments

Recommended