00:01Dr. Sakti?
00:03Seorang kau?
00:05Kapan kau lihat Dr. Sakti bungkus obat pakai kertas tadi?
00:07Sepertinya si payah ini habiskan puluhan ribu untuk resep obat palsu dari Dr. Ababa.
00:11Iya.
00:12Enggak masalah kalau obatnya palsu.
00:14Tapi kalau sampai ayah meninggal karena obat ini, percandaan ini sudah keterlaluan.
00:17Josh, that's a brain check.
00:19Sudahlah tidak membawa hatinya kau.
00:20Kau masih mau mencelakai aku.
00:23Ayah, Pak Gilang beneran Dr. Sakti.
00:25Untuk mendapatkan resep ini, aku sudah bersusah payah.
00:27Kalau ayah enggak percaya setelah pesta ini selesai,
00:29ayah coba minum saja.
00:30Coba minum gua bilang.
00:31Kalau ayah benar-benar minum mungkin pesta suka cita hari ini.
00:33Bakal menjadi pesta duka.
00:35Apa yang gua bicarakan?
00:36Kak James, Josh cuma bermiat baik.
00:39Sudahlah, ayah kita makan.
00:40Sudahlah.
00:41Ini membahayakan kesehatan ayah, bagaimana bisa disudahi.
00:43Kak Felis, jadi mau gimana?
00:45Tunda penyakit ayah terus dan tunggu sampai kondisinya memburuk.
00:47Eh, aku harus bagaimana.
00:48Bagaimanapun aku enggak bakal beli obat palsu buat ayahku.
00:51Biasa enggak berguna.
00:52Hari ini, biar ku perlihatkan
00:54bagaimana suamiku membuat pertimbangan untuk ayah.
00:56Ayah, aku sudah cari koneksi untuk cari ahli terbaik di rumah sakit Siren, Pariko,
01:00buat memeriksa nadimu.
01:01Dia akan segera datang.
01:02Ah, memang menantu pertamaku yang penuh pertimbangan.
01:05Ku dengar, itu rumah sakit swasta yang dibuka grup Siren.
01:08Khusus mengobati orang-orang terkenal.
01:11Itu rumah sakit terbaik di tempat kita.
01:14Kau undang orang hebat itu, pasti habisin banyak uang.
01:17Uang masalah kecil.
01:18Kesehatan ayah yang terpenting.
01:20Kita tunggu Pariko datang.
01:21Kita lihat obat dia, obat palsu atau bukan.
01:24Kita bisa langsung tahu.
01:25Baiklah.
01:27Ayo, makanlah.
01:28Ayo.
01:29Ayo, ayo.
01:30Ayo, Shirley.
01:31Makan sayurnya.
01:32Makan sayur baru bisa tambah tinggi.
01:35Aku juga mau makan paha ayam.
01:37Yang patuh, kita gak makan itu.
01:39Kesehatan kakek gak baik.
01:40Biar kakek yang makan paha ayam.
01:41Kalau begitu, kenapa mereka boleh makan?
01:42Kenapa mereka gak sisain buat kakek?
01:44Shirley makan saja.
01:45Ayah ambilkan untukmu, ya.
01:49Makan terus.
01:50Cuma tahu makan.
01:52Setiap hari makan dan minum dariku.
01:54Dibaiki malah keterlaluan, ya.
01:56Shirley yang patuh, kita jangan makan.
01:58Pak ayam gak enak.
01:59Ayam enak.
02:00Shirley mau makan itu.
02:03Kenapa kau gak patuh?
02:04Kau harus membuat ibu marah, ya.
02:06Memang kenapa kau makan paha ayam?
02:07Kenapa mau makan anak kecil?
02:08Pecundang.
02:09Aku terlalu menghargainmu, ya.
02:10Kau gak bawa uang sekai start pun ke rumah.
02:12Sekarang berani bawa obat palsu untuk membodohi kami.
02:14Dan sekarang kau masih berlagak.
02:15Ibu.
02:16Ucapan ibu salah kalau gitu.
02:18Di umat 18, aku putus sekolah dan bekerja.
02:20Lalu membiayai Vela dan kedua kakaknya sampai tamat kuliah.
02:22Selain aku burbur pulang dan gak sempat tarik uang.
02:23Sejak kapan gajiku gak dikasih semua ke ibu.
02:25Hah?
02:25Semua uang yang kau hasilin itu,
02:27memang aku pikir cukup, ha?
02:28Harus berapa baru cukup?
02:36Shirley, kami sudah pindah sejak lama.
02:37Gak begitu pergi saja.
02:38Sekarang juga bawa istri dan anakmu pergi dari situ.
02:41Shirley, ayo.
02:41Josh, gimana kau bicara dengan ibu?
02:43Gak sopan.
02:44Aku beneran kecewa denganmu.
02:46Ayahku gak makan paha ayam lagi.
02:48Paha ayam gak enak.
02:49Shirley gak akan makan paha ayam lagi.
02:53Shirley, di dapur masih ada paha ayam.
02:55Kita makan di dapur.
02:58Ayo.
03:02Josh.
03:07Josh.
03:08Hari ini festival perahunaga.
03:09Juga pesta ulang tahun ayahku.
03:11Apa kau gak bisa sabar?
03:12Kita sudah sabar selama bertahun-tahun.
03:13Bella.
03:14Gimana mereka mengatahiku?
03:15Memarahiku?
03:16Meninaku?
03:16Aku bisa sabar.
03:17Aku bisa gak peduli.
03:18Tapi mereka menindas putri kita gak akan kubiarkan.
03:20Enggak kau biarkan?
03:21Kalau kau bisa sukses kayak Kak Chris dan Kak James,
03:23apa mereka bakal mengatahimu?
03:24Mereka menindas Shirley karena dia punya ayah yang gak berguna sepertimu.
03:27Cukup.
03:27Mereka sama sekali gak layak dibandingkan denganku.
03:29Mereka gak layak dibandingkan denganmu.
03:31Mereka semua lulus kuliah dan jadi pegawai negeri.
03:33Kau cuma pekerja buruh.
03:35Bella.
03:35Mes에요.
Comments