Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Di Part 2, perasaan yang awalnya tersembunyi kini mulai tumbuh semakin dalam. Di balik sikap dingin sang CEO, tersimpan perhatian kecil yang perlahan menghangatkan hati.

Namun cinta ini harus tetap menjadi rahasia—terjebak di antara jarak, status, dan keadaan yang tak memungkinkan mereka untuk bersama secara terang-terangan. Setiap kebersamaan terasa berharga, tapi juga menyakitkan karena tak bisa dimiliki sepenuhnya.

Di tengah perasaan yang terus berkembang, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menyembunyikan cinta ini, atau berani mempertaruhkan segalanya demi satu kesempatan bersama.

Akankah cinta yang tersembunyi ini akhirnya menemukan jalannya, atau selamanya hanya menjadi rahasia yang tak terungkap? 💔✨
Transcript
00:00Chiang Li hebat sekali.
00:02Sekarang kita punya rumah, gak takut diusir lagi.
00:06Chiang Li, baru tiga bulan. Dari mana uangmu?
00:10Jujur padaku, uangmu berasal dari mana?
00:16Jujur padaku, uangmu berasal dari mana?
00:22Jangan-jangan kamu melakukan pelanggaran hukum.
00:27Apa yang Mama Shen pikirkan? Aku baru mendapat kontrak besar.
00:31Kantor memberi komisi delapan ratus juta.
00:34Delapan ratus juta? Benarkah? Kamu gak bohong, kan?
00:38Tentu saja benar.
00:41Syukurlah, syukurlah.
00:43Mama Shen, aku lapar. Mau makan ikan kukus buatanmu.
00:48Baiklah, baiklah. Anak-anak, ayo kita pulang. Makan ikan kukus.
00:53Hehehe, ayo.
00:56Asik, makan ikan kukus.
01:04Bagus sekali. Rumah bahagia kita bisa terus bahagia.
01:09Pengorbananku gak sia-sia.
01:30Ini tanahnya.
01:31Benar, Pak Ha. Kenapa datang sendiri untuk tanah sekecil ini?
01:35Ayo, kita masuk.
01:40Wah, kakak hebat sekali.
01:43Dia lagi?
01:45Pak Ha, dia mau beli tanah ini.
01:47Dia yang beli?
01:48Iya. Namanya Jiangli.
01:50Untuk mendapatkan uang, dia kerja keras.
01:53Bahkan jual darah.
01:53Dua hari lalu, dia punya 200 juta.
01:55Hari ini, sudah 1 miliar.
01:57Saya gak bisa ingkar janji.
01:59Jadi, saya jual.
02:08Waktu itu, dia cuma minta 800 juta.
02:12Hari ini, Anda datang sendiri.
02:14Ini harus jadi milik Anda.
02:16Saya cari orang untuk usir mereka.
02:18Gak perlu.
02:19Ubah rencana proyek.
02:20Hindari pantai asuhan.
02:21Bikin jalan baru.
02:22Baik.
02:34Ayo, makanlah.
02:36Cicipi apa rasanya seperti yang kamu suka.
02:44Jiangli, ada apa?
02:49Hah?
02:54Enggak kok.
02:55Aku cuma agak mua.
03:02Halo?
03:03Apa ini, Jiangli?
03:04Kami dari grup Firefly memberitahu Anda.
03:06Anda diterima di Divisi Desain Perhiasan.
03:09Harap ke kantor kami sening depan.
03:10Benarkah?
03:11Luar biasa.
03:12Tentu saja. Selamat ya.
03:14Baik.
03:15Saya pasti datang.
03:17Mama Shen, luar biasa.
03:19Aku diterima di grup Firefly.
03:20Grup Firefly?
03:21Itu perusahaan hebat.
03:22Tentu.
03:23Tunjangannya besar, gaji tinggi, dan dapat komisi.
03:26Itu surga tiap desainer perhiasan.
03:29Aku terlalu curiga.
03:31Xiaoli gak mungkin melakukan itu.
03:38Akhirnya aku gak perlu kerja di klub lagi.
03:41Sepulang kerja, aku akan mengundurkan diri.
03:51Berhenti.
04:00Balik badan.
04:17Mainlah untukku.
04:19Aku ada urusan.
04:20Aku gak bisa main.
04:23Kenapa bengong?
04:25Ayo cepat.
04:37Giliranmu.
04:39Giliranmu.
04:51Kenapa tuan-tuan peli pemain kayak gini?
04:54Satu pukulan ini 550 juta.
04:56Tuan-tuan.
04:59Disekalah.
05:03Gantian.
05:07Gawah.
05:09Aku gak kena satupun.
05:11Kalau kalah, bagaimana gantinya?
05:13Tuan-tuan-tuan-tuan-tuan-tuan-tuan.
05:51Hebat sekali.
05:52Memang tuan-tuan langsung bersih.
05:56Nona, aku mengaku kalah.
05:58Ini 550 juta, ambillah.
06:01Bukan aku yang menang.
06:03Berikan pada tuan-tuan.
06:05Dia sangat butuh uang, tapi menolak uang yang dikasih.
06:08Eh, caranya memanggilmu terdengar akrab ya?
06:12Kalian kenal?
06:14Orang kaya seperti dia, pasti gak mau berurusan denganku.
06:21Kami gak kenal.
06:23Dia bilang tak kenal.
06:27Kalau gak butuh apa-apa lagi, saya pergi.
06:34Gadis itu larinya cepat.
06:38Cerewet.
06:41Eh, kenapa marah?
06:45Kamu menyukainya?
06:46Hah?
06:49Kamu menyukainya?
06:52Enggak.
06:54Bentar juga.
06:56Gadis itu bukan seleramu.
06:59Grup Firefly penuh wanita cantik.
07:01Bisa dipilih sesukamu.
07:03Sudah.
07:04Eh, belum selesai.
07:15Sudah dengar?
07:16Presdir He datang ke pelatihan.
07:18Iya, sudah kok.
07:19Katanya, tubuh Presdir He bagus dan wajahnya ganteng.
07:23Aku harus tampil cantik agar Presdir menyukaiku.
07:26Cih, jangan mimpi deh.
07:27Pria lajang seperti Presdir He, pasti seleranya sangat tinggi.
07:32Orang sepertimu gak akan bisa.
07:36Sudah-sudah, tenang.
07:38Dia datang.
07:40Presdir He, ternyata Tuan Cuma.
07:46Selamat datang, Presdir He.
07:48Selamat datang, Presdir He.
Comments

Recommended