00:02I've already told you, this is the death of the family of Gong.
00:09Let's prepare the contract Yin Yang for the family of Gong.
00:12Okay.
00:23Yang Mulia Feng Wu.
00:27Senang bekerja sama dengan Anda.
00:29Senang bekerja sama, Yang Mulia Feng Wu. Hati-hati di jalan.
00:43Ha, bagus sekali!
00:46Dengan kerja sama dengan Putra Dewa, keluarga Gong di seluruh Dasia, nggak punya lawan lagi!
00:51Hahaha, aduh!
00:56Tuan Besar, ada yang nggak beres? Lihat.
00:59Kontrak ini mewajibkan perusahaan kita menyelesaikan jumlah produksi 30 tahun dalam sebulan.
01:05Mustahil diselesaikan.
01:08Sampah!
01:09Waktu tanda tangan, kenapa nggak kamu baca dengan cermat supaya jelas?
01:13Tuan Besar, saat tanda tangan kontrak, saya nggak berani lama melihat.
01:17Kamu nggak bisa!
01:20Cepat kejar Yang Mulia Feng Wu untuk tanda tangan ulang!
01:23Nggak bisa, Tuan Besar.
01:25Tanda tangan ulang itu melanggar perjanjian.
01:28Denda pelanggarannya 2.000 triliun.
01:31Keluarga Gong akan dituduh nggak kerja sama dengan Putra Dewa.
01:35Dan dibuang ke utara untuk binas militer.
01:40Mampus.
01:42Semua hancur.
01:47Nggak mungkin.
01:48Keluarga Gong nggak akan habis.
01:52Siapa Gong Juje?
01:58Aku.
01:59Itu aku.
02:02Kalian dicurigai menghindari tugas militer.
02:04Menghina Putra Dewa.
02:06Seluruh keluarga Gong akan dikirim ke medan perang di utara.
02:10Aku nggak mau.
02:11Aku nggak mau jadi umpan meriam.
02:13Jangan bawa aku.
02:15Lepaskan aku.
02:16Tolong.
02:17Selamatkan aku.
02:18Tolong.
02:21Lihat ini.
02:23Sudah ada di berita.
02:25Keluarga Gong terbukti melakukan persaingan bisnis ilegal.
02:28Harta mereka disita.
02:30Mengerikan.
02:31Siapa yang menyangka sebesar keluarga Gong lenya begitu saja.
02:39Houtian.
02:40Kamu yang melakukan?
02:43Apa yang kamu pikirkan?
02:45Hah?
02:45Sampah seperti dia.
02:47Dari kaki keluarga Gong nggak bisa dia sentuh.
02:49Keluarga Gong hanya sedang sial.
02:51Mereka menghina Putra Dewa sehingga bernasib seperti ini.
02:56Tapi ayah.
02:57Kado senilai 10 trilon ini dari siapa?
03:00Aku tahu.
03:01Pasti Putra Dewa.
03:02Meskipun belum datang tapi sudah mengirim kado.
03:04Kamu bilang kado ini dari Putra Dewa?
03:09Kenapa dia memberiku kado semahal ini?
03:12Kakek belum tahu ya.
03:14Putra Dewa tertarik pada kakak.
03:16Dia akan memberi hak hibat pada kakak.
03:18Kado puluhan triliun ini dah seberapa?
03:21Maksudmu Putra Dewa tertarik pada Singlan?
03:25Ya.
03:26Ya ampun.
03:27Bagus sekali.
03:28Singlan akan jadi istri Putra Dewa.
03:30Berarti keluarga kita.
03:31Enggak cuma dapat aset triliunan.
03:35Tapi status kita juga akan meroket.
03:38Menjadi keluarga nomor satu di Dasia.
03:43Benar kakekku.
03:44Putra Dewa sudah mengirim kado.
03:46Mungkin sebentar lagi dia tiba.
03:47Sungguh kabar baik.
03:49Eh.
03:51Houtian.
03:52Begini.
03:53Meskipun kado yang kamu janjikan belum kami terima.
03:57Tapi niat baikmu kami hargai.
04:01Sebentar lagi Putra Dewa akan datang.
04:04Kalau sudah selesai.
04:06Silahkan pulang.
04:07Kami harus menyebut Putra Dewa.
04:10Ya kan?
04:12Kakek.
04:14Kakek.
04:15Jangan panggil kakek.
04:16Kamu dan Singlan sudah cerai.
04:18Enggak ada hubungan lagi.
04:19Singlan akan menjadi istri Putra Dewa.
04:22Kalau Putra Dewa keberatan denganmu,
04:24bisa jadi masalah.
04:26Ku rasa sebaiknya kamu pergi.
04:31Baik.
04:32Sekarang aku mengerti.
04:34Ternyata kamu sama saja.
04:36Kalian merasa keluarga ku sukses besar.
04:39Jadi ingin menendangku keluar.
04:41Jangan begitu.
04:43Kamu menumpang di keluarga kami tiga tahun makan gratis.
04:47Keluarga ku baik sekali kepadamu.
04:50Laki-laki jangan mengemis cinta.
04:52Itu gak baik.
04:53Laki-laki harus bertindak seperti laki-laki.
04:56Aku memanggil kakek.
Comments