Skip to playerSkip to main content
  • 1 day ago
Di episode 17, kisah sang pewaris yang jatuh semakin memanas. Setelah mengalami pengkhianatan dan kehilangan segalanya, ia mulai menyusun langkah untuk bangkit dari keterpurukan.

Rahasia demi rahasia perlahan terungkap, membuka jalan menuju kebenaran yang selama ini tersembunyi. Di tengah konflik yang semakin rumit, keputusan besar harus diambil—antara membalas dendam atau memilih jalan yang berbeda.

Akankah ia berhasil merebut kembali apa yang telah direnggut darinya, atau justru semakin terpuruk dalam permainan kekuasaan?
Transcript
00:02I've already told you, this is the death of the family of Gong.
00:09Let's prepare the contract Yin Yang for the family of Gong.
00:12Okay.
00:23Yang Mulia Feng Wu.
00:27Senang bekerja sama dengan Anda.
00:29Senang bekerja sama, Yang Mulia Feng Wu. Hati-hati di jalan.
00:43Ha, bagus sekali!
00:46Dengan kerja sama dengan Putra Dewa, keluarga Gong di seluruh Dasia, nggak punya lawan lagi!
00:51Hahaha, aduh!
00:56Tuan Besar, ada yang nggak beres? Lihat.
00:59Kontrak ini mewajibkan perusahaan kita menyelesaikan jumlah produksi 30 tahun dalam sebulan.
01:05Mustahil diselesaikan.
01:08Sampah!
01:09Waktu tanda tangan, kenapa nggak kamu baca dengan cermat supaya jelas?
01:13Tuan Besar, saat tanda tangan kontrak, saya nggak berani lama melihat.
01:17Kamu nggak bisa!
01:20Cepat kejar Yang Mulia Feng Wu untuk tanda tangan ulang!
01:23Nggak bisa, Tuan Besar.
01:25Tanda tangan ulang itu melanggar perjanjian.
01:28Denda pelanggarannya 2.000 triliun.
01:31Keluarga Gong akan dituduh nggak kerja sama dengan Putra Dewa.
01:35Dan dibuang ke utara untuk binas militer.
01:40Mampus.
01:42Semua hancur.
01:47Nggak mungkin.
01:48Keluarga Gong nggak akan habis.
01:52Siapa Gong Juje?
01:58Aku.
01:59Itu aku.
02:02Kalian dicurigai menghindari tugas militer.
02:04Menghina Putra Dewa.
02:06Seluruh keluarga Gong akan dikirim ke medan perang di utara.
02:10Aku nggak mau.
02:11Aku nggak mau jadi umpan meriam.
02:13Jangan bawa aku.
02:15Lepaskan aku.
02:16Tolong.
02:17Selamatkan aku.
02:18Tolong.
02:21Lihat ini.
02:23Sudah ada di berita.
02:25Keluarga Gong terbukti melakukan persaingan bisnis ilegal.
02:28Harta mereka disita.
02:30Mengerikan.
02:31Siapa yang menyangka sebesar keluarga Gong lenya begitu saja.
02:39Houtian.
02:40Kamu yang melakukan?
02:43Apa yang kamu pikirkan?
02:45Hah?
02:45Sampah seperti dia.
02:47Dari kaki keluarga Gong nggak bisa dia sentuh.
02:49Keluarga Gong hanya sedang sial.
02:51Mereka menghina Putra Dewa sehingga bernasib seperti ini.
02:56Tapi ayah.
02:57Kado senilai 10 trilon ini dari siapa?
03:00Aku tahu.
03:01Pasti Putra Dewa.
03:02Meskipun belum datang tapi sudah mengirim kado.
03:04Kamu bilang kado ini dari Putra Dewa?
03:09Kenapa dia memberiku kado semahal ini?
03:12Kakek belum tahu ya.
03:14Putra Dewa tertarik pada kakak.
03:16Dia akan memberi hak hibat pada kakak.
03:18Kado puluhan triliun ini dah seberapa?
03:21Maksudmu Putra Dewa tertarik pada Singlan?
03:25Ya.
03:26Ya ampun.
03:27Bagus sekali.
03:28Singlan akan jadi istri Putra Dewa.
03:30Berarti keluarga kita.
03:31Enggak cuma dapat aset triliunan.
03:35Tapi status kita juga akan meroket.
03:38Menjadi keluarga nomor satu di Dasia.
03:43Benar kakekku.
03:44Putra Dewa sudah mengirim kado.
03:46Mungkin sebentar lagi dia tiba.
03:47Sungguh kabar baik.
03:49Eh.
03:51Houtian.
03:52Begini.
03:53Meskipun kado yang kamu janjikan belum kami terima.
03:57Tapi niat baikmu kami hargai.
04:01Sebentar lagi Putra Dewa akan datang.
04:04Kalau sudah selesai.
04:06Silahkan pulang.
04:07Kami harus menyebut Putra Dewa.
04:10Ya kan?
04:12Kakek.
04:14Kakek.
04:15Jangan panggil kakek.
04:16Kamu dan Singlan sudah cerai.
04:18Enggak ada hubungan lagi.
04:19Singlan akan menjadi istri Putra Dewa.
04:22Kalau Putra Dewa keberatan denganmu,
04:24bisa jadi masalah.
04:26Ku rasa sebaiknya kamu pergi.
04:31Baik.
04:32Sekarang aku mengerti.
04:34Ternyata kamu sama saja.
04:36Kalian merasa keluarga ku sukses besar.
04:39Jadi ingin menendangku keluar.
04:41Jangan begitu.
04:43Kamu menumpang di keluarga kami tiga tahun makan gratis.
04:47Keluarga ku baik sekali kepadamu.
04:50Laki-laki jangan mengemis cinta.
04:52Itu gak baik.
04:53Laki-laki harus bertindak seperti laki-laki.
04:56Aku memanggil kakek.
Comments

Recommended