Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Di episode 1, kisah dimulai dengan pertemuan tak terduga antara seorang wanita biasa dan seorang CEO misterius yang menyimpan banyak rahasia. Dari awal yang sederhana, hubungan mereka perlahan terjalin dalam situasi yang tak pernah direncanakan.

Di balik sikap dingin dan berwibawa, sang CEO menyimpan sisi lain yang sulit dipahami. Sementara itu, sang wanita mulai terjebak dalam dunia yang penuh tekanan, kekuasaan, dan rahasia yang belum terungkap.

Akankah pertemuan ini menjadi awal dari kisah cinta yang tak biasa, atau justru membawa mereka ke dalam masalah yang lebih besar?
Transcript
00:03Tenang, aku pasti menepati janji.
00:18Bangun, bangun, bangun!
00:22Aku malah ketiduran dan mimpi pria itu.
00:26Baru ku tinggal sebentar, kamu sudah tidur.
00:28Memangnya ini kasur, Mo?
00:30Maaf ya, aku agak lelah.
00:33Sudah, sudah, sudah.
00:35Berbaring, buka celanamu, buka kakimu.
00:41Dokter, tirainya belum tertutup.
00:45Siapa yang mau lihat?
00:46Jangan bertele-tele, angkat kakimu cepat.
01:12Bagus, buka kakimu.
01:16Ini, kenapa robekannya parah?
01:19Masih muda, kok bisa begini?
01:23Aku, bukan lebih lebar.
01:25Keperiksa bawahnya.
01:33Kenapa teriak?
01:34Teriak saja di kasur pacarmu.
01:36Jangan berisik.
01:45Sudah, bangun.
02:00Bayar sana.
02:02Hati-hati.
02:03Jangan liar.
02:18Karena malam itu.
02:25Sudahlah, sudah berlalu.
02:27Aku gak akan ketemu dia lagi.
02:55Dia.
03:10Kurang delapan ratus juta.
03:13Dari mana aku dapat satu miliar?
03:20Mama Shen, jangan gerak.
03:22Masih demam.
03:23Jangan bekerja lagi.
03:25Sudah gak ada waktu.
03:26Pak Hu menyewakan tanah ini pada kita.
03:29Mereka tiga bulan.
03:30Untuk mempertahankan pantiasuan,
03:32kita harus bayar satu miliar untuk beli tanah ini.
03:35Tapi, kita kekurangan uang.
03:45Gak bisa.
03:47Mereka gak boleh kehilangan rumah.
03:51Mama Shen, istirahatlah dulu.
03:53Soal uang.
03:55Soal uang.
03:56Biar ku pikirkan.
04:01Pergi.
04:03Tuhan tenang.
04:04Tuhan tenang.
04:07Manager, ada apa?
04:11Gak apa-apa.
04:13Tamu VIP di dalam lagi mabuk.
04:16Jang Lee.
04:17Tuhan.
04:18Kebetulan, kamu bawa supengar.
04:20Gimana kalau kamu jaga tamu itu?
04:23Tapi itu tamu VIP.
04:26Aku belum pernah melayani tamu VIP.
04:29Gak apa-apa.
04:30Sekali coba, nanti juga terbiasa.
04:34Gini, nanti ku beri bonus tiga juta.
04:38Cepat temani dia.
04:40Tiga juta?
04:42Sekarang aku butuh uang.
04:44Lumayan juga.
04:47Seharusnya, dia gak sulit dilayani, kan?
04:51Ayolah, cepat masuk sana.
04:53Pergi, pergi.
04:58Tuan-tuan, Anda gak menghargai ramuan dalam minuman.
05:03Yang kuberikan atas perintah nyonya,
05:05agar Anda senang-senang.
05:07Jadi saya hanya menyuruh seorang gadis mudah masuk.
05:10Untuk meningkatkan efek obat.
05:18Tuan, Anda baik-baik saja.
05:30Kamu siapa?
05:31Saya pelayan di sini.
05:33Saya bantu lap keringat.
05:36Ada sup pengar.
05:49Sup ini gak berguna.
05:51Kamu pernah?
06:08Anda salah paham.
06:10Saya bukan wanita nakal.
06:12Temani aku.
06:13Ku berikan semuanya.
06:14Semua tamu VIT itu orang kaya.
06:18Kalau dia bisa bayar mahal,
06:22800 juta bisa.
06:25Sepakat.
06:51Uangnya ditransfer asistanku.
07:01Terima kasih.
07:11Kenapa dia kemari?
07:19Pahe,
07:21nyonya menunggumu.
07:22Oh iya,
07:24sudah transfer uangnya?
07:25Sudah.
07:25Harusnya sudah masuk.
07:28Ayo.
07:32Rekening bank Anda menerima 800 juta.
07:35Uangnya masuk.
07:37Aku harus memberitahu Mama Shen soal ini.
07:42As,
07:43mundur.
07:47Bosu,
07:48Bosu tolong.
07:50Beri kami waktu.
07:51Anak-anak masih kecil.
07:52Kami gak punya tempat lain.
07:53Nasib mereka bukan urusanku.
07:56Gak bayarnya pergi.
07:57Bogar!
08:01Jangan takut.
08:16Berhenti.
08:20Kubeli tanahnya.
08:24Ini satu miliar.
08:29Beriksa.
08:33Bos,
08:34ini benar satu miliar.
08:39Sekarang tanah ini milik kami.
08:41Benar?
08:43Bos,
08:44tanah ini diminta oleh grup Firefly.
08:47Kalau dijual,
08:48kita bilang apa pada pahe.
08:52Siap.
08:53Sudahlah.
08:54Aku selalu tepat dijanjiku.
08:55Tanah ini milikmu.
08:56Ayo pergi.
Comments

Recommended