Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAYAPURA, KOMPAS.TV - Perempuan adat Enggros menjaga hutan perempuan sebagai sumber kehidupan dan ruang budaya di Teluk Yotefa, Jayapura, Papua.

Di tengah keterbatasan, mama-mama adat terus berjuang menjaga hutan yang menjadi penopang hidup mereka.

Lalu, seperti apa peran dan juga tantangan yang dihadapi perempuan adat di Enggros? Berikut liputan selengkapnya, didukung oleh Internews Earth Journalism Network.

Baca Juga Kisah Perempuan Adat Enggros Jaga Hutan Perempuan di Teluk Yotefa dari Ancaman Sampah di https://www.kompas.tv/regional/666740/kisah-perempuan-adat-enggros-jaga-hutan-perempuan-di-teluk-yotefa-dari-ancaman-sampah

#hutanperempuan #jayapura #perempuan

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/666755/perempuan-adat-enggros-jaga-hutan-di-teluk-youtefa-hadapi-ancaman-sampah-kompas-siang
Transkrip
00:00Perempuan adat Enggros menjaga hutan perempuan sebagai sumber kehidupan dan ruang budaya di Teluk Yoteva, Jayapura, Papua.
00:09Di tengah keterbatasan, mama-mama adat terus berjuang menjaga hutan yang menjadi penopang hidup mereka.
00:15Lalu, seperti apa peran dan juga tantangan yang dihadapi perempuan adat di Enggros?
00:21Berikut liputan selengkapnya didukung oleh Internews, Earth Journalism Network.
00:27Hutan perempuan itu adalah dapur bagi kami, masyarakat kampung Enggros, dan hutan perempuan juga adalah ibu bagi kami, masyarakat kampung
00:37Enggros.
00:41Bagi perempuan adat Enggros, hutan menjadi sumber kehidupan.
00:49Dari hutan, mereka mendapatkan bahan konsumsi dan penghasilan.
00:54Hutan perempuan di kampung Enggros, Abepura, kota Jayapura, memiliki luas sekitar 32,9 hektare dan menjadi ruang hidup yang dijaga
01:03oleh perempuan adat.
01:07Sebagian dikelola BBK, SDA, dan sebagian lainnya merupakan hutan lindung.
01:13Di sini, hanya perempuan yang boleh masuk.
01:17Kehadiran mereka menjadi penanda wilayah yang dilindungi.
01:23Tidak ada laki-laki yang diperbolehkan masuk, dan pelanggaran terhadap aturan ini dikenai sanksi adat.
01:30Saya pikir itu peran yang paling utama, peran penting perempuan ketika menjaga hutan itu dengan budaya kami.
01:36Yaitu ketika perempuan ada di dalam, tidak menggunakan busana, kami mencari, berarti kami mengklaim tempat itu menjadi milik kami.
01:45Namun, kini hutan perempuan menghadapi ancaman serius.
01:49Sampah menjadi persoalan utama.
01:53Limba rumah tangga, plastik, hingga limba cair dari kota terbawa aliran sungai dan berakhir di kawasan manggroof.
02:01Sekali lagi, bicara sampah ini bicara habit, bicara karakter, bicara hulu, bicara hilir.
02:07Harus dilaksanakan sama-sama.
02:09Nah, selama ini yang masih kencang dilakukan, mungkin masih hilir ya.
02:14Masih dibawa.
02:15Kami hanya membersihkan, membersihkan, membersihkan.
02:18Dan para karakter manusianya masih seperti itu, membuang sampah sembarangan.
02:26Pembangunan infrastruktur di pesisir turut menekan ekosistem.
02:31Penebangan manggroof dan limbah dari aktivitas manusia semakin mengerus ruang hidup masyarakat adat.
02:38Di tengah kondisi ini, Mama Nela sebagai perempuan adat tetap bergerak membersihkan sampah,
02:46menanam kembali manggroof dan menjaga hutan dengan segala keterbatasan.
02:52Yang dulunya mereka mencari, pulang bawa banyak ikan, bawa banyak kerang.
02:57Hari ini mereka pulang bawa sedikit, yang banyak sampah.
03:02Kasih dong ke sana lagi, sebelah kantin, sebelahnya, duduk nih sebelahnya lagi. Naik, naik, naik.
03:07Upaya Mama Nela untuk melestarikan ekosistem di Teluk Yuteva
03:11juga mendapat apresiasi dari Badan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua.
03:16Di setiap kesempatan, saya selalu menyampaikan apresiasi kami ini terhadap komunitas mama-mama
03:23yang menjaga hutan perempuan ini.
03:29Beberapa mama-mama juga ikut terlibat patroli, menjaga gangguan atau tekanan terhadap hutan manggroof tersebut.
03:39Mereka menjadi garda depan dalam perlindungan kawasan meski belum banyak yang terlibat.
03:45Kondisi ini membuat perjuangan menjaga hutan masih bertumpu pada kelompok kecil
03:50di tengah tekanan yang terus meningkat.
03:55Sampah yang berasal dari aktivitas perkotaan, rumah tangga, pasar, hingga usaha
04:01terus mengalir di sepanjang sungai tanpa kendali.
04:05Untuk itu, perda nomor 13 tahun 2017 harus ditegakkan
04:10dan bukan sekedar aturan di atas kertas.
04:13Satpol PP dan DLHK Papua pun dituntut tegas dari hulu ke hilir
04:19karena tanpa penindakan, hutan perempuan akan terus tergerus.
04:25Dari akar manggroof, mereka menjaga kehidupan.
04:29Di tengah ancaman, mereka merawat harapan.
04:32Perempuan adat berdiri menjaga warisan
04:35agar hutan perempuan tetap lestari untuk masa depan.
Komentar

Dianjurkan