Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
RIAU, KOMPAS.TV Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Hasyim mengungkapkan skenario pembunuhan dan perampokan seorang nenek di Pekanbaru.

Saat menantu yang merupakan pelaku ini berpura-pura komunikasi dengan korban, tiba-tiba otak eksekutor masuk ke rumah sebagai supir taksi online.

"Tiba-tiba otak eksekutor atas nama SL ini masuk dan berpura-pura sebagai super taksi online, kemudian ingin menagih tagihan taksi online sebesar Rp300.000," ujar Kombes Hasyim dalam konferensi pers pada Minggu (3/5/2026).

"Pada saat percakapan berlangsung, tiba-tiba eksekutor melakukan pemukulan," lanjutnya.

Video Editor: Laurensius Galih

Produser: Theo Reza

#riau #breakingnews #lansia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666823/terungkap-skenario-pelaku-bunuh-rampok-nenek-di-pekanbaru-eksekutor-ngaku-sopir-taksi-online
Transkrip
00:02Terlambat, itu habis pertemuan dengan para pelaku di jalan, salah satu rukun di Jalan Sudirman.
00:10Itu untuk ceritanya, kemudian mereka datang duluan di PKP, kemudian si margunya ini atas nama AF ini masuk,
00:23kemudian Salaman mencium tangan korban, kemudian berpura-pura berkomunikasi, kemudian korban bertanya,
00:34sudah lama kamu tidak ke sini, kumen kamu ke sini.
00:40Tiba-tiba otak eksekutor atas nama AF ini masuk dan berpura-pura sebagai super grip,
00:50kemudian ingin menanggi tagihan grip sebesar 300 ribu rupiah.
00:57Saya super grip, anak ibu ada menggunakan grip, tidak bayar.
01:02Pada saat percakapan dengan korban, korban mengatakan bahwa saya tidak pernah menggunakan grip,
01:13yang menggunakan orang lain, kenapa harus saya bayar?
01:16Pada saat percakapan berlangsung, tiba-tiba otak pelaku ini, ulangi, eksekutor,
01:23melakukan pemukulan sebanyak kurang lebih lima kali,
01:31yang mengakibatkan korban.
01:43Karena tanggal 8 itu mereka datang CCTV itu belum ada, tanggal 29 mereka datang kaget,
01:50lihat ada CCTV di rumah, sehingga yang terjadi mereka panik,
01:54kemudian CCTV itu hanya dirusakkan, bagian dirusakkan.
01:59Kemudian korban ditarik, diseret ke dapur,
02:05kemudian melakukan aksi, lakukan pampilan barang-barang.
02:14Kalau lihat di CCTV,
02:15kita akan bisa lihat pasal CCTV itu akan ditangkat oleh dua perempuan ini.
02:23Jadi,
02:26dan LB.
02:30Dan pas malah ini melakukan aksi di dalam.
02:33Pada saat ini,
02:39perasaan keluar,
02:40untuk di ajak pergi.
02:45Jika orang lain kendaraan,
02:48itu seorang pembuat kesempatan inisial LB,
02:52itu berbuncengar dengan Arnold.
02:57Dan Arnold,
02:58dan sejauh pertama,
03:00berukur,
03:04kemudian di rukur,
03:06kemudian di rukur,
03:06kemudian di rukur,
03:13bersama-sama mengajak Arnold,
03:16kita ketemu,
03:17dengan barang-barang di Minas.
03:20Jadi mobil ini satu,
03:22tiga orang di dalam,
03:24dan di ucapkan oleh perempuan dengan inisial LB ini,
03:29berbuncengar seperti di Minas.
03:32Di anak-anak di Minas,
03:34di anak-anak di Minas.
03:35Di anak-anak di Minas.
Komentar

Dianjurkan