Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah satu penghuni Apartemen di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Iwan menceritakan momen mencekam saat kebakaran terjadi.

Hal ini disampaikan Iwan saat diwawancara di Tanjung Duren pada Kamis (30/4/2026).

Iwan menceritakan bahwa dirinya sempat membuat tanda untuk petugas penyelamat bahwa di lantai tersebut masih ada penghuni.

"Saya beberapa kali bikin sinyal ke bawah bahwa di atas ada yang terjebak termasuk saya. Akhirnya ditelepon dari bawah karena saya ngelempar banyak kertas dari atas itu bisa dilihat masih ada tanda yang saya bikin tanda oren itu baju anak saya yang saya gantung itu. Jadi dari sana saya lempar kertas, saya lempar baju, saya tulis nomor telepon saya dan akhirnya dihubungi sama pihak pemadam," ujar Iwan.

Produser: Theo Reza

#kebakaran #apartements #tanjungduren #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666815/cerita-mencekam-penghuni-saat-kebakaran-apartemen-di-jakbar-bikin-tanda-oranye-tulis-nomor-telepon
Transkrip
00:26Jurnalis Kompas TV
00:30Seorang terjebak yang terdiri dari lansia, dewasa hingga bayi saudara yang masih diupayakan untuk dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran setempat.
00:43Informasi terkini kami akan panggil Jurnalis Kompas TV, ada Ezra Ambarita yang akan menyampaikan kondisi terkini di sana. Ezra.
00:55Ya, Lintang dan juga saudara, kalau tadi sempat Lintang sebutkan bahwa ada 15 orang yang masih berada di dalam apartemen
01:02ini,
01:02tapi ini ada perubahan Lintang dan juga saudara ini menjadi 12. Jadi totalnya sekarang 12 yang masih berada di dalam
01:08apartemen,
01:09sementara itu yang sudah berhasil diselamatkan ada 60 orang. Tapi ini masih data sementara, jadi kita masih menunggu informasi lebih
01:17lanjut dari petugas.
01:17Nah, Lintang dan juga saudara, saya akan ajak Anda juga untuk berbincang dengan salah satu bisa dikatakan yang terdampak,
01:24yang sempat tadi berbincang dengan saya bahwa di dalam sempat ada bayi begitu ya.
01:29Dan Bapak siapa? Mohon maaf sebelumnya, Pak.
01:31Iwan.
01:31Bapak Iwan. Bapak tadi ceritakan, Bapak salah satu yang terdampak.
01:35Boleh diceritakan dulu, Pak, seperti apa tadi awal mula sampai adanya kebakaran di dalam apartemen ini?
01:41Sebenarnya saya itu pagi-pagi sudah bangun, terus karena anak masih punya bayi, anak masih tidur, saya nomenin anak.
01:49Sekitar jam 8, 8 lewat, setelah saya tidak melihat jam, tiba-tiba lampu mati.
01:54Tapi kita itu tidak mengira ada apa-apa, karena di lantai 33 itu tidak terasa apa-apa.
02:00Asap itu sampai ke lantai 33 sekitar jam 8.20, 25 itu baru sampai lantai 33.
02:11Dari situ saya mau nge-evakuasi anak, umur 3 tahun setengah, turun lewat tangga darurat,
02:19tapi cuma kuat sampai 5 lantai ke bawah, 5 atau 6 lantai ke bawah.
02:23Karena sudah gelap, asap semua, dan napas susah.
02:28Saya bawa bayi, akhirnya saya mikir untuk lari ke atas lagi.
02:33Lantai terakhir kan lantai 35.
02:35Di lantai 35 itu lewat tangga darurat ada akses ke rooftop.
02:39Tapi rooftopnya dikunci dan tidak bisa dibuka.
02:42Lalu bagaimana tadi cara Bapak akhirnya berhasil diselamatkan?
02:45Apakah petugas sudah langsung datang bagaimana, Pak?
02:48Setelah tidak bisa njebol rooftop, saya balik lagi ke unit.
02:52Balik lagi ke unit, nutup semua celah di bawah pintu di unit,
02:56biar asap tidak masuk, terus semua jendela dibuka,
03:00dan saya dengan anak itu mendekat ke arah koridor luar,
03:08agar bisa dapat udara segar.
03:10Itu saja yang kami lakukan.
03:12Terus saya beberapa kali bikin sinyal ke bawah,
03:15bahwa di atas ada yang terjebak, termasuk saya.
03:18Akhirnya ditelepon dari bawah,
03:20karena saya ngelempar banyak kertas dari atas,
03:24itu bisa dilihat masih ada tanda yang saya bikin,
03:27tanda oran, itu baju anak saya, yang saya gantung.
03:31Jadi dari sana saya lempar kertas, saya lempar baju,
03:34saya tulis nomor telpon saya,
03:36dan akhirnya dihubungi sama pihak pemadam,
03:38itu sekitar setengah sembilan.
03:41Dihubungi sekitar setengah sembilan,
03:43dan alhamdulillahnya api sudah padam, tinggal pendinginan,
03:48tapi belum bisa dievakuasi,
03:51karena semua gedung penuh asap.
03:54Kami diminta mendekatkan jendela semua.
03:57Tadi Bapak diselamatkan seperti apa, Pak?
03:59Menggunakan tangga atau bagaimana?
04:02Kita nunggu, karena kita sudah tahu situasinya,
04:06sudah tidak ada api lagi, sudah tidak ada kebakaran,
04:09tinggal nunggu asap dikeluarkan, tinggal pendinginan,
04:13jadi kita nunggu saja di atas.
04:15Sekitar jam, saya lupa tadi,
04:17sekitar saya baru, ini 30 menit, 40 menitan yang lalu,
04:22baru bisa dievakuasi.
04:24Berarti di dalam Bapak,
04:25dua orang dong di dalam gedung tersebut,
04:27di lantai Bapak?
04:28Di lantai saya itu, karena satu lantai itu cuma empat unit,
04:32jadi sedikit,
04:33cuma unit yang di sebelah saya, yang ada penghuni.
04:36Dan kami tadi keluar sama-sama,
04:39dijemput sama petugas.
04:41Kalau di dalam apartemen berapa,
04:43berarti Bapak dengan...
04:45Iya, saya dengan anak saya, bayi,
04:48umur 3,5 tahun.
04:50Tapi Pak, boleh mungkin digambarkan di dalam itu,
04:52situasinya tadi,
04:53Bapak masih ada api,
04:54apa hanya ke puluhan asap,
04:55seperti yang Bapak sampaikan tadi?
04:56Kalau kita api itu,
04:58jadi nggak sampai ke lantai mana-mana,
05:00nggak, cuma asapnya yang sangat pekat.
05:05Jadi kami nggak ngerasakan ada api,
05:07cuma asapnya aja sampai ke lantai 35.
05:10Saya di lantai 33.
05:12Sejauh ini, ada informasi nggak, Pak?
05:14Mungkin dari petugas ini,
05:15kenapa kebakaran terjadi?
05:17Sampai sekarang nggak tahu,
05:19yang pasti kebakaran karena api,
05:20tapi penyebabnya diakibatkan apa-apa,
05:23saya belum tahu.
05:24Yang penting saya sekarang ya,
05:26dengan penghuni lain sudah dievakuasi semua,
05:29sekarang sudah selesai.
05:29Bapak sudah berapa lama di sini,
05:32dan ini pernah terjadi juga nggak sih, Pak?
05:36Saya sudah hampir enam tahun di sini,
05:38dan nggak pernah.
05:39Mati lampu pun sangat jarang.
05:42Mati air nggak pernah,
05:43apalagi kebakaran nggak pernah.
05:45Dan juga rutin di sini,
05:47setahun itu dua kali ada latihan untuk memadam kebakaran.
05:52Berarti selama enam tahun Bapak tinggal di apartemen ini,
05:55belum pernah terjadi kebakaran seperti ini?
05:56Belum pernah, belum pernah.
05:58Baru kali ini.
05:59Dan kejadiannya pagi-pagi,
06:01itu yang sangat bikin semua kaget.
06:05Hanya pendegasan saja berarti,
06:07tadi Anda di dalam hanya berdua saja begitu,
06:09tidak ada keluarga lain ya?
06:10Nggak ada, nggak ada.
06:11Cuma berdua kalau di unit saya.
06:13Di unit sebelah ada satu orang,
06:14dan seletelah itu kosong semua yang lain.
06:17Di koridor Bapak juga,
06:19itu tidak ada penghuni-penghuni lain juga?
06:21Enggak, cuma empat unit.
06:22Di lantai saya dengan lantai paling atas,
06:25itu cuma empat unit.
06:26Kalau di lantai lain, itu belasan unit.
06:29Oke Pak, sejauh ini dari pihak apartemen,
06:32sudah ada instruksi,
06:33mungkin Pak nanti akan,
06:35sementara waktu untuk tinggalnya di mana,
06:37sudah ada informasi Pak, atau bagaimana?
06:39Belum ada informasi untuk mengungsi ke mana,
06:42tapi saya kira nggak jadi masalah.
06:43Unit nggak ada masalah sebenarnya di unit,
06:45kita nyaman-nyaman saja.
06:47Asap pun sedikit masuk ke unit.
06:49Jadi unit saya itu banyak kemasukan asap,
06:52setelah saya buka,
06:54waktu saya melarikan diri lewat negara darurat.
06:57Setelah itu,
06:58waktu masih kondisi tertutup,
07:01nggak banyak masuk asap.
07:03Untuk anak tadi,
07:04maaf Pak, umur tiga tahunnya,
07:06ini dalam keadaannya bagaimana baik,
07:08sudah dibawa perawatan atau bagaimana?
07:10Baik saja,
07:11bahkan dia,
07:12karena dia tenang,
07:13jadi saya juga ikut tenang.
07:15Jadi anak umur segitu ya,
07:18ya nggak tahulah gimana,
07:20dia yang menenangkan saya.
07:22Pak, adakah mungkin rekan Bapak atau tangga
07:25yang juga mencari,
07:27memberikan informasi di dalam,
07:29masih butuh pertolongan seperti itu,
07:30ada nggak Pak?
07:30Atau keluarga mungkin di dalam,
07:31masih ada lagi di lantai berapa gitu,
07:33atau hanya di lantai 33 saja Bapak?
07:36Tidak tahu kalau lantai lain,
07:38tapi tadi,
07:39saya itu termasuk yang terakhir di evakuasi,
07:41karena saya berada di lantai paling atas.
07:43lantai di sini cuma 35,
07:4634 nggak ada,
07:47di bawah 35 itu lantai 33,
07:49lantai saya.
07:50Jadi waktu evakuasi tadi,
07:52petugas itu setiap lantai berhenti,
07:55dan itu mengakan waktu cukup lama,
07:57dan itu tidak ada lagi.
08:00Baik Pak Iwan,
08:01terima kasih atas informasinya,
08:03terima kasih ya Pak.
08:03Semoga penanganan cepat dilakukan
08:05dari pihak apartemen,
08:06maupun dari damkar ini cepat dilakukan ya Pak.
08:08Terima kasih Pak Iwan.
08:09Nah saudara begitu tadi,
08:10salah satu yang terdampak,
08:12berbincang dengan kita,
08:14bahwa merasakan kefulan asap itu
08:17tepat pukul 8,
08:18kemudian sudah berhasil diselamatkan.
08:20Tapi sampai sejauh ini,
08:21lantai dan juga saudara,
08:22kita masih menanti informasi terbaru
08:24dari pihak damkar,
08:25untuk mengetahui lebih lanjut,
08:26apa sebenarnya menjadi penyebab
08:27terjadi kebakaran ini.
08:29Lantai.
08:30Baik Ezra,
08:31kita akan nantikan,
08:32dari informasi pihak berwenang,
08:35terkait penyebab,
08:36dan bagaimana kondisi sekarang,
08:37apakah sudah cukup aman,
08:38atau belum,
08:39bagaimana penghuni bisa kembali
08:40masuk ke unit apartemen mereka,
08:42atau tidak,
08:42kita akan nantikan.
08:43Terima kasih,
08:44Jurnalis Komas TV,
08:45Ezra Ambarita melaporkan langsung
08:46dari Jan Tanjung,
08:48Duren, Jakarta Barat.
Komentar

Dianjurkan