- 8 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Aksi blokade di atas blokade terjadi di Selat Hormuz. AS dan Iran saling klaim soal wilayah Hormuz. Apa yang sebenearnya terjadi? apa sebenarnya target AS perang di Iran?
Secara sepihak, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diprakarsai Pakistan.
Bara memang sedikit mereda, tapi di laut eskalasi meningkat menghasilkan api ketegangan yang sewaktu-waktu bisa berkobar. Muasalnya dari blokade Selat Hormuz yang dibalas blokade laut, serangan ke tanker yang dibalas pemeriksaan maritim. Kian panas, penyitaan kapal kargo direspons penyitaan tanker.
Mengapa gencatan senjata dan negosiasi yang mengambang, potensial menarik Iran dan AS kembali ke tepi jurang perang?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "GENCATAN MENGAMBANG, AS-IRAN DI TEPI JURANG PERANG?" Jumat, 1 April 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666819/selat-hormuz-masih-memanas-as-salah-hitung-serang-iran-ini-kata-pengamat-pakar
Secara sepihak, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diprakarsai Pakistan.
Bara memang sedikit mereda, tapi di laut eskalasi meningkat menghasilkan api ketegangan yang sewaktu-waktu bisa berkobar. Muasalnya dari blokade Selat Hormuz yang dibalas blokade laut, serangan ke tanker yang dibalas pemeriksaan maritim. Kian panas, penyitaan kapal kargo direspons penyitaan tanker.
Mengapa gencatan senjata dan negosiasi yang mengambang, potensial menarik Iran dan AS kembali ke tepi jurang perang?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "GENCATAN MENGAMBANG, AS-IRAN DI TEPI JURANG PERANG?" Jumat, 1 April 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666819/selat-hormuz-masih-memanas-as-salah-hitung-serang-iran-ini-kata-pengamat-pakar
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kita tidak membuat idea, komen dengan musya.
00:30Nah threshold pertama dari peperangan ini adalah penempatan blokade ini, threshold kedua itu adalah kemudian penutupan ini sebagai respon yang
00:39mana sudah dilakukan oleh Iran, dan kemudian threshold ketiga adalah dampak secara global yang menyeluruh terkait hal tersebut, sehingga kemudian
00:46negara-negara besar lainnya seperti China dan Rusia itu akan bereaksi terhadap tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Iran
00:53di sana.
00:53Dan kita bisa lihat bahwa di dalam beberapa minggu terakhir memang Amerika Serikat ini sudah mendapatkan kecaman dari berbagai macam
01:00negara termasuk diantaranya negara-negara Eropa, lalu kemudian di sini Rusia dan China ini sudah mulai mengatakan bahwa mereka akan
01:06terlibat dengan lebih aktif dalam menciptakan perdamaian di dalam konflik ini.
01:11Nah yang dilakukan oleh Amerika Serikat di sini, Amerika Serikat itu tidak bisa masuk sebenarnya kapal induknya karena ini merupakan
01:18wilayah laut yang cukup sempit.
01:19Jadi yang kemudian dilakukan di sini kapal induknya berada di kawasan ini.
01:23Di kawasan Laut Arab ini.
01:25Nah di sini ada beberapa kapal yang kemudian istilahnya menjaga wilayah situ.
01:31Ada USS Tripoli, USS Batan, dan kemudian USS Boxer di sini.
01:35Tiga kapal destroyer yang memiliki kemampuan missile launching.
01:40Lalu kemudian Iran di satu sisi di sini dia basis dari perlindungannya itu adalah di Pulau Kasem di kawasan yang
01:47dekat dengan Selat Hormuz tadi.
01:49Nah Pulau Kasem ini menarik karena dia memiliki anti-ship missile di sini dan kemudian sistem pertahanan udara yang cukup
01:56canggih.
01:57Serta kemudian di wilayah sini ini adalah coastal defense yang kemudian dimiliki oleh Iran.
02:02Jadi sebenarnya pertahanannya itu cukup besar.
02:05Nah Amerika Serikat itu sadar bahwa dia tidak bisa mendekat ke wilayah tersebut.
02:09Oleh karena itu dia hanya di wilayah sini dan dia sebenarnya waspada atas warm boatnya Iran yang nanti akan dikirim
02:15untuk bisa menghalau kapal-kapal besar tersebut.
02:17Dan Iran juga memiliki ranjau laut sebenarnya yang sekarang sudah disebar di kawasan Selat Hormuz ini.
02:24Beberapa sudah terbawa oleh arus sehingga mereka sebenarnya tidak mengetahui posisi pastinya di mana.
02:29Tetapi kemudian Iran bersiap bisa meluncurkan sekitar 5.000 sampai 8.000 ranjau di masa depan.
02:35Amerika Serikat akan membalas hal tersebut dengan menggunakan kemudian kemampuan dari kapal UAV sebenarnya.
02:41Yang memiliki kemampuan untuk bisa mendeteksi ranjau tersebut dan mendetonasinya secara aman.
02:46Kalau Amerika sudah bisa mendeteksi, kira-kira bagaimana antisipasi dari Iran?
02:50Kan si Trump sendiri bilang bahwa kondisi Iran saat ini tengah kolaps.
02:53Betul. Jadi Iran sendiri kita lihat ini permasalahan yang kemudian paling besar selain masalah blokade ekonomi itu adalah sebenarnya masalah
03:00kilang minyak.
03:01Karena produksi minyak Iran, kita lihat Iran itu memproduksi LNG di kawasan sini, lalu kemudian minyak banyak di perbatasan Irak
03:09dan Kuwait di sini.
03:09Rata-rata ini kemudian mereka perlu dialirkan ke storage facility.
03:14Dan sekarang storage facility milik Iran ini sudah kemudian mendekati batas akhir.
03:19Per hari ini storage facility-nya itu hanya tersedia sekitar 11 sampai 20 hari ke depan.
03:25Betul. Jadi ketika penuh, Iran punya beberapa pilihan.
03:27Antara memaksimalkan jalur-jalur keluar lain untuk bisa mencapai pengosongan storage, antara melalui misalnya Laut Kaspia ke sini, ini bisa
03:37untuk kemudian bantuan inbound dan outbound, baik itu dari Rusia ya, ataupun melalui jalur darat.
03:44Dari Iran di sini, dia ada jalur darat railway kereta api sampai ke Tiongkok.
03:50Tetapi permasalahannya memang, jalur darat itu tidak bisa mengangkut sebanyak apa yang kemudian diangkut oleh jalur laut.
03:57Dan kemudian kita tahu juga, Iran ini melakukan sebenarnya banyak pengiriman, backhand transaction, melalui kemudian shadow fleet Iran atau gossip
04:05-nya Iran,
04:06yang banyak kemudian dikirim ke China, lalu kemudian ke Syria, dan kemudian banyak juga yang dikirim sebenarnya beberapa mungkin ke
04:14Rusia untuk kemudian didistribuskan lagi.
04:15Nah ini merupakan sesuatu yang sulit, karena kita lihat sebenarnya blokade Amerika Serikat ini, dia sudah mengejar kapal-kapal milik
04:22Iran sebenarnya ke wilayah lain.
04:24Bahkan beberapa, kemarin kita lihat, ini mau dikejar sampai ke Selat Malaka, sehingga menimbulkan sebenarnya permasalahan baru di sana.
04:31Oke, baik saya Pak Antoni, jadi kalau menurut Pak Antoni sendiri, apakah langkah yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini justru
04:37efektif untuk menghancurkan ekonomi dari Iran?
04:42Saya rasa Amerika ini sudah salah hitung dari awal, bahwa pertama mereka mau menghancurkan ekonomi Iran dengan mendepresiasi mata uangnya,
04:55sampai sekarang ini berapa? 1,3 juta rial, dan sebelumnya sampai mencapai 1,5 juta.
05:04Dengan protes begitu besar dari masyarakat Iran, dan kemudian itu adalah tes, the boundary test ya, dari rezim Amerika dan
05:14Israel,
05:15dan kemudian mereka mencoba untuk menyerang pada akhir Februari dengan harapan bahwa rakyat di Iran akan bangkit dan perebut itu.
05:23Tapi kenyataannya tidak, tidak terjadi gitu. Jadi ekonomi ini ya di Iran akan hancur gitu.
05:31Nah Amerika sendiri sebetulnya ya banyak yang mengatakan bahwa Amerika mengeluarkan biaya sudah banyak,
05:38sekarang kurang lebih sudah 25 miliar USD, tapi 25 miliar USD itu hanya 0,34% dari dia punya budget
05:46gitu, anggaran gitu.
05:47Itu sangat kecil sekali, atau 0,08% dari dia punya PDB gitu.
05:52Jadi Amerika adalah bukan masalah uangnya, jadi Amerika ini tergantung dari kongresnya tadi gitu, apakah menyetujui apa tidak.
06:00Dan sewaktu kencatan ceasefire yang pertama itu, itu sudah kita harapkan bahwa tidak mungkin terjadi kesepakatan gitu.
06:10Karena apa? Karena Iran juga mengatakan kan, kalau dihentikan itu program nuklirnya, ini adalah masalah kedaulatan.
06:20Kalau Iran menerima itu berarti Iran sudah kalah di dalam perang ini gitu. Jadi ini tidak boleh dilakukan gitu.
06:27Tapi ada juga laporan Pak bahwa sebenarnya minyak dari Iran ini lepas saja begitu.
06:31Seperti si Amerika hanya memberikan apa namanya, tidak berani sanksi sekunder kepada negara penerima.
06:39Oh iya, karena mereka akan menghadapi protes-protes dari negara-negara lainnya yang merasa kesulitan gitu ya.
06:47Sekarang sudah banyak, bukan hanya seandainya pun minyaknya dilepas, tetapi produk-produk turunan.
06:55Seperti di LNG, di Qatar, untuk produk turunan untuk plastik.
07:01Ini sudah langka gitu. Jadi ini sudah membahayakan perekonomian dunia gitu.
07:08Jadi Trump itu kecuali di dalam negeri, ini akan mendapat tantangan dari masyarakat dunia gitu.
07:14Yang merasa bahwa ini bukan kepentingannya, tapi ekonominya terdampak gitu.
07:20Nah Indonesia sendiri ini akan terdampak besar gitu.
07:23Tapi sekarang kita belum lihat gitu.
07:25Belum lihat karena dicoba dipertahankan, karena APBN kita ini baru Maret dan April masih bisa.
07:31Tetapi kalau sudah begitu masuk Juni dan ini beradut-larut, saya rasa APBN kita akan terteper.
07:38Ya, nanti saya bahas lebih jauh soal fiskal Pak Antoni.
07:40Pak Yon, kalau Anda sendiri apakah melihat hal yang sama bahwa memang untuk strategi perang fisiknya itu sepertinya efektif,
07:46blokada fisiknya begitu, tapi kemudian tampaknya tetap bocor begitu.
07:50Terutama untuk negara-negara teluk yang mungkin sekutunya AS.
07:53Ya, saya melihat kan sebenarnya AS itu tidak setangguh dulu ya.
07:58Di dalam perang ini ada, sebenarnya Amerika itu telah cedera gitu ya.
08:02Dalam pertarungan itu juga ada luka gitu.
08:05Dan Iran paham betul bahwa cedera yang dimiliki oleh Amerika itu tidak bisa kemudian dijadikan perang ini cepat gitu.
08:16Maka dia akan mengulurnya.
08:17Dengan diulurnya waktu itu, Iran yakin bahwa satu bahwa publik Amerika juga tidak akan menerima perang berlarut-larut gitu ya.
08:26Kemudian nanti ketika Kongres memutuskan ini, kalau tidak disetujui kan akhirnya legitimasinya.
08:32This is American war atau Trump war gitu.
08:35Nah, ketika kemudian posisinya adalah Trump war, saya kira Iran sangat diuntungkan.
08:39Sementara dari pihak Iran sendiri berperang itu, izinnya tidak ada expirernya gitu ya.
08:45Seumur hidup karena dia defense, sementara Amerika nanti lagi expirer gitu.
08:51Kemudian juga rakyatnya full mendukung.
08:53Jadi tidak ada apa perbedaan yang signifikan.
08:56Walaupun memang ada kelompok-kelompok sebagian ya yang kemudian menentang Iran.
09:01Dari sisi ini kemudian saya kira, Iran mencoba untuk kemudian semakin memperpanjang begitu.
09:07Sementara Amerika ingin cepat bahwa perang harus segera dengan hasil cepat selesai gitu ya di pihak Amerika.
09:14Tetapi Iran tahu bahwa strategi itu tidak mungkin dilakukan dan dampaknya juga akan sangat besar.
09:22Maka blokade itu yang dilakukan oleh Amerika itu kan akhirnya tadi kuat-kuatan.
09:27Nah, sementara kondisi Iran sudah menyatakan bahwa kami siap untuk the harder, the harder condition sekarang ini.
09:33Dan rakyat sudah dikondisikan weeks, months gitu ya.
09:37Mereka siap.
09:37Nah, sementara tadi Amerika hitungannya mungkin minggu ya atau beberapa hari ini sedang ditunggu.
09:43Ini kan jedanya terlalu panjang.
09:45Jadi kalau sementara kuat-kuatan gitu ya, bersikuku untuk kemudian diputus gitu ya.
09:51Total saya kira ini tidak.
09:52Karena juga Iran, apa namanya, China juga sudah wanti-wanti gitu ya.
09:56Kalau kepentingan ekonominya China diganggu oleh Amerika berarti ada konsekuensi lain yang saya kira Amerika juga tidak mau buka front
10:05dalam waktu yang sama ketika kondisinya juga mengalami cedera.
10:08Maka tentu perlu waktu untuk recovery.
10:11Oke, Bang Riko, baik blokade maupun status gencatan senjata, apakah memang perlu membutuhkan approval dari Kongres?
10:19Jadi sebenarnya begini, blokade itu adalah the act of war sebenarnya.
10:23Jadi blokade ini sebenarnya masih perang.
10:25Jadi belum selesai ini perangnya.
10:28Tapi kalau kita melihat Trump sebenarnya, kita jangan hanya melihat kalimatnya aja atau ancamannya aja.
10:34Tapi kita perlu lihat apa yang dia lakukan.
10:36Karena kalau Trump ini, dia ini sudah enam kali ngancam deadline.
10:39Tapi berubah terus nih.
10:41Yang terakhir deadline-nya ya tak terhingga waktunya.
10:44Kita nggak tahu kapan.
10:44Tapi kalau kita pakai gaya berfikirnya dia, bahwa dia akan gunakan cara perang yang paling murah, paling sedikit resikonya, tetapi
10:54bisa mencekik musuh secara serius.
10:57Blokade ini sebenarnya ya, jadi kita ingatkan begini.
11:01Waktu akhir tahun 2025, itu waktu Amerika menggunakan senjata ekonominya, begitu ya, itu 1 dolar bisa seharga 1,5 sampai
11:121,6 juta rial.
11:13Sekarang ini sudah 1,8 juta rial.
11:16Dan pada saat itu, itu sempat terjadi demo besar-besaran di banyak tempat sekaligus.
11:22Begitu.
11:23Yang ingin dicekik oleh Amerika sekarang ini adalah kemampuan elit Iran dalam hal ini, IRGC, begitu ya, untuk terus-menerus
11:31mempertahankan dominasinya di masyarakat.
11:35Intinya kalau mereka tidak bisa jual minyak, ya kan nggak ada uang.
11:38Kalau nggak ada uang, gimana caranya mereka bisa mempertahankan elitnya di bawah?
11:43Dan ada satu lagi problem yang lebih besar yang dihadapi oleh Iran, tadi sempat disebutkan.
11:50Ini bukan hanya soal mereka pempa minyak dialirkan, apakah lewat laut, atau sekarang dicoba lewat darat secara rahasia, begitu ya.
11:59Kalau itu mereka tidak berhasil lakukan, itu ada analisa yang menyatakan antara 12 sampai 24 hari ke depan, kalau itu
12:06tidak dialirkan secara maksimal, itu sumurnya rusak.
12:09Dan itu hampir ribuan jumlahnya atau separuh dari sumur minyak yang ada di Iran itu, itu bisa rusak.
12:16Kalau rusak, ya, kemampuan Iran untuk membiayai seluruh kekuatan ekonominya, itu kan akan jadi terganggu.
12:24Hanya saja sekarang ini pertanyaannya adalah, apakah Amerika ini mengejar Iran untuk nuklir Iran saja, ya, atau dia mengejar Iran
12:34untuk tujuan yang lebih besar.
12:35Kalau dia mengejar Iran hanya untuk Iran saja, sebenarnya sudah pernah ada rutenya Amerika melalui itu, dan itu bisa selesai.
12:43Itu yang namanya perjanjian JCPOE tahun 2015 itu.
12:46Tahun 2015 itu, tadi kena gini mbak, secara teknis, kalau orang membuat senjata nuklir, itu uranium harus diperkaya sampai 90
12:55persen.
12:56Kalau cuma untuk reaktor, itu antara 3,5 sampai 5 persen.
13:00Kalau untuk kebutuhan medis, katanya ada yang sampai 20 persen atau di bawahnya.
13:05Waktu perjanjian antara Obama dengan Iran pada saat itu, itu mereka sudah berhasil batas atas, 3,6 persen selesai itu.
13:16Begitu Trump naik, dicabut itu. Nah sekarang pengayaannya nggak jelas nih sampai mana, kan begitu.
13:22Jadi kalau itu hanya soal pengayaan saja, sebenarnya tujuan lain seperti tidak membiayai kelompok-kelompok perlawanan di Timur Tengah,
13:32itu bisa diabaikan.
13:34Kalau bicara masalah rudal saja, itu bisa diabaikan.
13:39Jadi pertanyaan selanjutnya ini adalah, sebenarnya Trump ini, waktu dia kejar Iran, ini apakah dia hanya kejar Iran atau dia
13:47kejar yang lain?
13:48Karena sekarang, kenyataannya sekarang ya, hampir semua selat-selat yang penting,
13:53yang itu aliran energi setabarannya tinggi, itu Amerika mulai menunjukkan dominasi di sana.
14:00Diambil lagi Panama, Babel Al-Mandeb, dia mau kuasai, begitu ya.
14:05Kemudian Gibraltar, nih Gibraltar ini dia juga sudah bicara sama Maroko untuk serius ada di sana.
14:10Selat Malaka dia melitik-utik, utak-atik, itu artinya total 50-60 persen energi dunia.
14:16Kalau dia serius taruh itu pasukannya dia di mana-mana, nah itu kita jadi bertanya-tanya, ini sebenarnya Iran atau
14:24lebih dari Iran?
14:25Baik saya ke Pak Wibawanto, jadi menurut Anda sebenarnya target Trump itu pengayaan nuklir atau sebenarnya dia punya target yang
14:31lain?
14:31Jadi saya kayak Pak Agung nih, jadi jangan pendapat saya.
14:34Jadi kita coba baca otaknya Trump nih.
14:37Karena dia tuh menyerang itu dengan pemikiran kuantum tuh.
14:40Jadi intensinya dan kapabilitasnya itu berubah-rubah.
14:45Jadi susah dibaca, akhirnya kita harus mengambil superposition gitu.
14:49Semua kemungkinan tuh mungkin gitu.
14:50Jadi kita lihat aja, strategi keamanan nasional Amerika tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Trump.
14:57Jadi itu adalah respon terhadap rising power China dan Rusia.
15:02Dia sebut di situ, lawan itu adalah China dan Rusia.
15:06State actor-nya.
15:08Plus yang lesser capability adalah Iran dan Korea Utara.
15:12Plus non-state actor termasuk semua proksi yang didukung Iran di Timur Tengah.
15:17Dan kemampuan asimetris dan nuklir Iran.
15:19Itu sudah ancaman, menurut Trump.
15:22Itu poin satu.
15:22Poin kedua, dia bilang secara tidak langsung ya, setuju terhadap pendekatan Xi Jinping.
15:30Bahwa di dunia ini tidak ada universal values.
15:33Masing-masing negara punya values sendiri.
15:35Nah, Trump merespon itu dengan mengatakan sekarang mereka mau fokus kepada Western Hemisphere saja.
15:43Kenapa?
15:44Karena mereka itu mau menjadi perwakilan dari Western values Amerika.
15:49Silahkan China menjadi perwakilan dari Eastern values.
15:52Maksudnya begitu.
15:53Di dalam itu.
15:54Tapi ada yang kontradiktif di sini sebenarnya, karena Trump itu mau Amerika tetap jadi hegemon, meneruskan legacy setelah Perang Dunia
16:04Kedua, tetapi tidak mau menanggung sendiri.
16:07Mau melakukan burden shifting.
16:10Dibagi itu burden-nya.
16:12Tapi ada kontradiktif juga, itu agak susah kayak gitu.
16:15Apalagi komunikasi tidak baik, ke NATO dan lain-lain.
16:18Dan perang tadi, yang Prof tadi bilang, itu akhirnya dampaknya ke global.
16:23Jadi ayo kita gebukin Iran rame-rame, cukup dengan cara ekonomi saja, tekan minyaknya, ketekan ekonominya, rusak semuanya, ya kan.
16:34Dan dia akan nyerah dalam segala sesuatunya.
16:36Contoh, satu paket malah.
16:37Nuklir, proksi dilucuti, kemampuan militer dilucuti.
16:42Kenapa?
16:43Hanya karena mau menjadi revisionis.
16:46Boleh tidak begitu asal regimenya berganti.
16:48Kan kira-kira begitu.
16:49Tapi tidak tercapai.
16:50Nah, jadi yang Trump lakukan sekarang adalah menyelesaikan strategi keamanan nasionalnya yang 2025 dia bikin.
16:57Yang akan selesai di 2028.
16:59Jadi sekarang, caranya adalah cooling down.
17:03Itu tadi saya bilang.
17:04Dia akan melanjutkan dengan special operation and loyalty conflict, dan kemungkinan akan ada reshaping operation di dalam.
17:11Ya, saya nggak bisa ngomong quote ini.
17:13Ini saya menduga gitu ya.
17:14Mungkin di sini US Special Operation Command, atau CIA Special Activity Division, melakukan aktivitas lagi di dalam.
17:21Belajar dari kegagalan operasi ajak tahun 1952.
17:24Yang dilakukan lagi tahun 1953 berhasil gitu Pak Sarki.
17:27Kemungkinan berhasil gitu.
17:28Nah, setelah itu, dari tahun 2006 sampai 2008 ini akan banyak aktivitas special operation and loyalty conflict.
17:37Itu menurut saya.
17:38Nah, yang berikutnya, tadi dijelaskan mengenai tekanan ekonomi, itu salah satu bentuk bahwa sekarang Amerika melakukan semua kegiatan ini sebenarnya
17:49dari anggaran militer Amerika sangat kecil.
17:52Itu betul. Apalagi terhadap GDP-nya.
17:54Nah, dia melihat bahwa China itu yang 10% GDP yang lebih besar daripada Rusia, ini menantang sekali kan.
18:01Gitu, menantang sekali.
18:02Makanya sekarang supaya adik-adik tahu juga di sini, nuclear power ini, ini adalah hasil kesepakatan Perang Dunia Kedua.
18:09Jadi kalau mau ada tambahan yang punya nuclear power, Iran dikasih nuclear power, China-Rusia pun nggak mau.
18:14Karena China nggak mau timur tengah berdarah-darah.
18:17Karena China juga mau ini jadi daerah bisnis yang menguntungkan gitu.
18:20Itu satu.
18:22Rusia juga nggak mau.
18:23Karena itu memberikan geopolitical reference kepada Iran.
18:26Nah, yang berikutnya, begitu Iran dikasih, Arab Saudi minta, Turki minta, semua minta.
18:31Itu logiknya.
18:32Jadi kalau Iran masih ngotot punya senyata nuklir, ayo perang dunia aja.
18:36Nanti kalau menang silahkan bikin nuklir.
18:38Gitu loh poinnya.
18:39Nah, Indonesia itu tidak boleh sebenarnya mengambil posisi ideologis.
18:44Saya pro-Amerika atau pro-Iran?
18:46Tadi beliau sudah sampaikan, ancaman utama kita dalam foreign policy posture kita adalah kalau terjadi apa-apa di Indo-Pasifik.
18:54Beliau tadi sudah sampaikan, kalau sampai selat maka diutik-utik.
18:57Itu.
18:58Jadi kita harus tahu sekarang.
19:00Kita harus melakukan namanya equidistance.
19:03Equidistance.
19:04Oke.
19:04Diplomasi.
19:05Baik, saya ke Mas Ayub.
19:06Mas Ayub, apakah Anda setuju bahwa ini nanti akan cuma low intensity conflict, perang terbatas saja begitu?
19:12Nanti perangnya terbatas sehingga Iran terus diganggu terus di masa depan?
19:17Baik.
19:18Menurut saya, sebelum saya ke blokada dan jawab,
19:23Amerika Serikat sebenarnya dari awal melakukan salah kalkulasi atau miskalkulasi.
19:29Kenapa yang pertama ketika mereka menyerang Iran, mulai untuk membunuh pemimpin tertinggi Nia,
19:37Menteri Pertahanan dan begitu Menteri Intel dan semua pemimpinan-pemimpinan dari IRGC dan juga yang paling dekat dengan Ayatullah Khomeini
19:46termasuk dia bunuh.
19:49Dan mereka berpikir, they thought that kalau pemimpin-pemimpin Nia meninggal, Rizim akan kolaps.
19:56Kalau Rizim kolaps, Iran tidak mampu membangun program nuklir Nia dan juga leverage-leverage yang punya saat ini.
20:04Tapi itu semuanya sebaliknya.
20:06Kalkulasi yang Amerika lakukan atau strategi yang Amerika waktu itu lakukan tidak berhasil.
20:12Tahap kedua ini apa?
20:14Mulai langsung menyerang Iran dan juga sekarang melakukan blokada.
20:20Nah, blokada ini menurut saya kalau Amerika sekarang Donald Trump memutuskan untuk berkelanjutan,
20:29itu artinya mereka memilih strategi tekanan jangka panjang, bukan cari solusi yang lebih cepat.
20:35Jadi artinya masalahnya tekanan seperti ini jarang memaksa perubahan,
20:40tapi justru memperpanjang konflik dan memperkecil ruang diplomasi.
20:46Dan kita bisa lihat saat ini mereka masih belum bisa kembali ke meja perundingan melakukan negosiasinya.
20:53Nah, setiap tekanan dari Amerika Serikat ini membuat posisi Iran lebih defensif dan semakin keras.
21:00Kalau kita lihat Iran ini walaupun ada banyak tekanan, tekanan ekonomi,
21:05tapi Iran semakin keras jawabannya, semakin responsnya keras dan terakhir itu empat poin dari Mustafa Khamenei keluar.
21:16Artinya apa?
21:16Tekanan bisa membeli waktu, tapi tidak pernah membeli kepercayaan.
21:22Dan itu yang paling penting dalam yang tidak ada di antara dua negara ini.
21:27Nah, Iran kenapa bisa tambah keras?
21:30Karena dalam logika keamanan, tekanan eksternal sering memperkuat sikap defensif.
21:39Nah, kalau kita lihat, Iran menurut saya semakin defensif, semakin kuat.
21:43Nah, bagi Iran ini bukan hanya soal kebijakan, tapi soal keamanan dan survivalnya.
21:49Jadi, Iran berusaha tetap survive dan tetap bertahan, resilient terhadap semua tekanan-tekanan dari Amerika Serikat.
21:57Baik, saya ke Pak Gong.
21:58Jadi, apakah mungkin putusan Kongres akan membuat berhenti si Trump atau justru Trump akan mengakalin cara yang lain untuk tetap
22:03melakukan taktik yang lain menyerang Iran?
22:07Kongres pasti akan mendukung karena mayoritas republik.
22:11Tapi, yang ditakutkan Trump sekarang atau ditakutkan republik bukan soal sekarang ini mereka bisa menggolukan.
22:18Nanti pada saat pemilu selah, pada saat harga minyak di atas 120 dolar konstan selama dua bulan, selama nanti sudah
22:25sampai yield daripada US tersebut naik di atas 5 persen,
22:29di mana pasti pemilih mengambang lari ke Partai Demokrat sehingga dalam pemilu selah, republik akan lepas tidak akan menjadi majoritas.
22:39Itu yang ditakutkan.
22:40Jadi, sekarang ini saya melihat posisi Iran itu adalah sekarang mereka sedang menggunakan kekuatan militernya yang asimetris sehingga Amerika takut
22:54merebut hormus dengan kekuatan militer
22:57karena biayanya terlalu mahal untuk jiwa atau korban lain-lainnya, untuk memberi tekanan ekonomi kepada Amerika.
23:04Sementara Amerika juga memberi tekanan dengan Iran dengan membuat blokade sehingga minyak tidak keluar.
23:11Tetapi, pisau yang sama membuat Iran berdarah adalah pisau yang sama yang menusuk perut Amerika sendiri berdarah-darah juga.
23:18Artinya, sekarang kita lihat apakah Iran tahan untuk sampai melewati fase, ada yang menyerang dengan mengatakan bahwa nanti akan rontok
23:33mesin-mesin untuk minyaknya atau es minyak kilangnya karena tidak dipakai.
23:39Tetapi, membuktikan bahwa Iran sudah punya kemampuan dalam sebulan yang sudah pernah macet rusak zaman perang Irak, itu dia 75
23:47% bisa pulih kembali.
23:49Jadi, khusus untuk Iran lah, dia tidak tahu desainnya bagaimana.
23:52Itu untuk menangkis serangan bahwa mengatakan dia akan lumpuh dalam waktu 3 minggu.
23:57Tetapi, apakah rakyat Iran bisa tahan itu?
24:00Kelihatannya tahan ya, karena bisa 3 bulan, 4 bulan.
24:03Karena pernah disebutkan, kalaupun kami tidak bisa mengekspor minyak, kami masih bisa 6 bulan seperti ini.
24:09Itu disebutkan jelas oleh salah satu ARGC, kalau tidak salah saya lupa.
24:14Tetapi, di sisi lain Amerika, tahan nggak sampai bulan Maret atau Mei Juni?
24:18Juni, harga minyak di atas 120 yang menghasilkan harga otogas naik menjadi 2 kali lipat.
24:25Itu yang karena pasti akan membuat rangkaian inflasi, rangkaian naik bunga, depresi, resesi.
24:34Itu, apakah itu tahan nggak?
24:36Ditambah lagi dengan korban pertama pasti Eropa.
24:39Eropa akan ambruk itu.
24:40Banyak pemerintah akan ambruk, daripada ambruk pemerintahnya,
24:43mending saya doing something dengan atau lakukan sesuatu pada Trump ini.
24:47Apa yang dilakukan?
24:48Itu yang jadi masalah besar, yaitu emang ekonomi.
24:52Apapun yang kita omongkan,
24:54siapa yang ekonominya rontok duluan itu yang akan blink,
24:58berkedip duluan,
24:59dan kelihatannya adalah Amerika yang akan blink duluan.
25:03Jadi kira-kira siapa yang paling kuat bertahan
25:06kalau misalnya harga minyak bertengger konsisten di atas 120 dolar per barel
25:10atau justru Irannya yang tertekan karena di blokada,
25:13nanti aja dijawab tagung,
25:14tetap di pola liar.
25:16Nanti dijawab.
Komentar