- 8 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Dalam pernyataan terakhirnya, Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei bersikukuh terkait program nuklir di wilayahnya hingga kendali Selat Hormuz.
Sementara itu, Secara sepihak, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diprakarsai Pakistan.
Bara memang sedikit mereda, tapi di laut eskalasi meningkat menghasilkan api ketegangan yang sewaktu-waktu bisa berkobar. Muasalnya dari blokade Selat Hormuz yang dibalas blokade laut, serangan ke tanker yang dibalas pemeriksaan maritim. Kian panas, penyitaan kapal kargo direspons penyitaan tanker.
Mengapa gencatan senjata dan negosiasi yang mengambang, potensial menarik Iran dan AS kembali ke tepi jurang perang?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "GENCATAN MENGAMBANG, AS-IRAN DI TEPI JURANG PERANG?" Jumat, 1 April 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666820/pernyataan-keras-mojtaba-khamenei-soal-program-nuklir-hormuz-ini-kata-pengamat-pakar-geopolitik
Sementara itu, Secara sepihak, Presiden Donald Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, di tengah kebuntuan jalur negosiasi yang diprakarsai Pakistan.
Bara memang sedikit mereda, tapi di laut eskalasi meningkat menghasilkan api ketegangan yang sewaktu-waktu bisa berkobar. Muasalnya dari blokade Selat Hormuz yang dibalas blokade laut, serangan ke tanker yang dibalas pemeriksaan maritim. Kian panas, penyitaan kapal kargo direspons penyitaan tanker.
Mengapa gencatan senjata dan negosiasi yang mengambang, potensial menarik Iran dan AS kembali ke tepi jurang perang?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "GENCATAN MENGAMBANG, AS-IRAN DI TEPI JURANG PERANG?" Jumat, 1 April 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666820/pernyataan-keras-mojtaba-khamenei-soal-program-nuklir-hormuz-ini-kata-pengamat-pakar-geopolitik
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:07Blokade Amerika Serikat terhadap minyak Iran terus berlanjut.
00:12Hingga Jumat pagi, Sancomum Klaim telah memutar balik 44 kapal.
00:17Muatan 41 tanker di antaranya sebesar 69 juta barrel senilai lebih dari 6 miliar dolar Amerika.
00:25Pemperlakuan blokade laut sejak 13 April lalu justru membuat negosiasi putaran kedua buntu.
00:32Alih-alih memicu perang retorika baru baik dari Washington maupun Teheran.
00:38Melalui pesan tertulis lewat media, pemimpin tertinggi Iran Mojitaba Khamenei mengeluarkan pernyataan yang arahnya kian konfrontatif terhadap kebijakan Presiden Donald
00:48Trump di Timur Tengah.
00:50Empat poin utama pernyataan Mojitaba menegaskan kendali Iran atas Selat Hormuz dan skema keamanan di Teluk Persia.
00:57Larangan terhadap operasi kapal asing, terutama Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Persia,
01:03kedaulatan maritim atas cek poin Selat Hormuz dan kesiapan menindak pelanggaran,
01:08serta penolakan pembatasan program nuklir dan rudal Iran.
01:13Presiden Donald Trump yang di dalam negeri mendapat tekanan kenaikan harga minyak dan masalah persetujuan perang dari Kongres,
01:20mengeluarkan ancaman baru.
01:22Selain mengisyaratkan blokade laut terhadap Iran diperpanjang,
01:26Trump tengah menimbang sejumlah opsi militer yang diklaim Senkom cepat dan kuat.
01:32Pertama akan datang dengan cepat jika kita tidak membuat perang.
01:36Mereka tidak akan memiliki nuklir. Mereka tahu, dan sekitar semua orang lain.
01:45Pengamat pertahanan menyebut, taktik blokade laut dijalankan Amerika Serikat
01:50untuk mengimbangi keunggulan strategis yang berhasil dicapai Iran sebelumnya,
01:54terutama terkait kendali cek poin Hormuz dan perang asimetris.
01:58Melalui tekanan ekonomi dan juga kemudian tekanan politik,
02:02baik itu di level internasional maupun domestik di Amerika Serikat itu sendiri.
02:06Nah sekarang Amerika Serikat berusaha untuk mengimbangi keunggulan strategik yang dimiliki oleh Iran
02:12dengan cara menerapkan blokade laut.
02:17Perang retorika Donald Trump dan Mojitabah Khamenei berpeluang membuat perang kembali berkobar.
02:23Terlebih, negosiasi di meja perundingan mengalami kebuntuan dan blokade minyak semakin menekan Iran.
02:30Trump punya dilema sendiri.
02:32Untuk melanjutkan perang, harus mendapatkan persetujuan Kongres
02:36yang akan diputuskan Jumat Waktu Amerika Serikat atau Sabtu Waktu Indonesia.
02:45Sebelumnya Menteri Perang, Pete Hexed,
02:48dicecar oleh anggota Komite Angkatan Bersenjata Kongres
02:50dari soal alasan perang hingga pembengkakan biaya perang.
02:56Sejak awal Maret, anggota Senat maupun Kongres AS asal Partai Demokrat
03:01telah lima kali gagal meloloskan resolusi Undang-Undang Kekuatan Perang
03:05untuk menghentikan kebijakan perang Trump di Iran.
03:13Halus malam saudara, boleh lihat kembali menggelending ke hadapan Anda.
03:17Kebuntuan negosiasi Amerika Serikat dan Iran membuat Timur Tengah di ujung tanduk.
03:21Tak kunjung berhasil menekan Iran di meja perundingan,
03:24Presiden Donald Trump kembali menjalankan diplomasi koersif
03:27dengan tekanan lebih maksimal.
03:29Selain memperpanjang blokade,
03:31Trump menimbang opsi militer yang diklaim cepat dan kuat
03:34jika negosiasi terus buntu.
03:37Alih-alih ditekan oleh blokade dan kemandegan negosiasi,
03:41pemimpin tertinggi Iran, Mustafa Khamenei justru mengambil sikap lebih keras.
03:46Mustafa menegaskan,
03:47kendali atas selat hormus, larangan terhadap kapal asing di Teluk Persia
03:52dan penolakan pembatasan program nuklir dan balistik.
03:56Apakah kolopsia perundingan dan konfrontasi kebijakan Presiden Trump
04:00dan Ayatullah Mustafa Khamenei akan memantik perang baru?
04:04Apakah Kongres Amerika Serikat Jumat ini akan memberi persetujuan
04:09atau akan menolak melanjutkan kebijakan perang Presiden Trump?
04:13Saudara, inilah bola liar.
04:15Bersama saya, Mas Sistir Tarikan.
04:20Topik malam ini kita bahas dengan sejumlah nalasumber.
04:22Saya menyapa,
04:23Wibawanto Negro Widodo, pakar geopolitik dan kemandan nasional.
04:27Selamat malam, Pak Wibawanto.
04:28Yon Mahmudi, guru besar sejarah dan geopolitik Timur Tengah Universitas Indonesia.
04:33Selamat malam, Pak Yon.
04:35Bersama penawirawan Agung Sosong Kojati, pakar strategi PPAU, alumnus USL World College.
04:41Selamat malam.
04:42Aisyah Kusuma Sungantri, direktur kerjasama luar negeri dan hubungan internasional in the Pacific Strategic Intelligence.
04:47Selamat malam.
04:53Selamat malam, Pak Riko.
04:54Selamat malam.
04:55Antoni Budiawan, Managing Director of Political Economy and Policy.
04:58Selamat malam, Pak Riko.
05:09Selamat malam.
05:10Terima kasih telah bergabung.
05:11Dan ini ada poin pernyataan awal dari Kamenei untuk merespon tidak terjadinya perundingan yang baru,
05:18tidak mencapai negosiasi.
05:20Kamenei justru menjadi lebih keras.
05:22Saya bacakan poin-poinnya.
05:23Yang pertama, Iran akan antarkan babak baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz,
05:28di mana kemandan dipastikan oleh pemilik laut tersebut.
05:31Poin kedua, satu-satunya tempat yang bagi kapal-kapal asing di Teluk Persia adalah di dasar perairan.
05:36Dan poin ketiga, Selat Hormuz masuk era baru.
05:40Semua kapal yang menantang kedaulatan kita akan ditindak.
05:44Dan poin yang terakhir, program rudal dan nuklir kita bukan sekedar alat pertahanan,
05:50melainkan fondasi kedaulatan abadi Iran.
05:53Tidak ada tawar-menawar soal nuklir oleh Iran.
05:57Mbak Isha, menurut Anda, kenapa Mustafa Khamenei tampak begitu keras?
06:02Ini karena sinyal putus asa di tengah tekanan, atau justru cuma retorika, atau mungkin kalkulatif saja?
06:10Ya, kalau kita lihat di sini semuanya balik lagi ke dalam leverage ya.
06:14Bagaimana kemudian Amerika Serikat dan Iran, ini sama-sama sebenarnya saat ini sedang dikejar waktu.
06:18Amerika Serikat ini dikejar waktu karena urusan tekanan politik dalam negeri,
06:22lalu kemudian kenaikan harga dari bidang energi.
06:24Sementara Iran ini sekarang juga secara ekonomi sudah cukup terdesak nih.
06:29Karena Iran ini merugi sekitar 435 juta USD per hari,
06:34dan kalau diakumulasikan sekitar 13 miliar USD per bulannya.
06:37Itu kan jumlah yang sangat besar.
06:39Nah, saya rasa di sini, baik Trump maupun Khamenei,
06:42ini berusaha untuk melakukan yang namanya menaiki escalation ladder.
06:46Dua dayanya berusaha untuk meningkatkan tingkat dari agresivitas masing-masing
06:50untuk bisa mendapatkan daya tawar yang lebih, atau leverage di dalam perundingan tersebut.
06:54Makanya kita lihat, sebenarnya dari Trump sendiri,
06:57Iran sendiri kan sudah kemudian mengajukan prasyarat kepada Trump.
07:00Meskipun pada akhirnya prasyarat tersebut ditolak.
07:03Karena sebenarnya syarat yang diajukan oleh Iran itu jelas menguntungkan Iran sebenarnya.
07:07Yang pertama mengenai boleh dibuka selat hormus.
07:09Ini kan ada perdebatan terkait apa sih konsep dibukanya ini.
07:13Karena sebenarnya definisi dari pembukaan yang disebutkan oleh Khamenei,
07:17itu adalah kemudian dia akan tetap mengontrol siapa yang bisa lewat.
07:21Dan mereka harus tetap membayar 2 juta dolar dalam bentuk rininbi di sana.
07:25Jadi tidak ada yang berubah sebenarnya dari pembukaan selat hormus,
07:28kecuali respon dari blokade tersebut.
07:31Nah, sementara itu kita lihat juga nih,
07:33dari segi program nuklir,
07:35saya rasa ini merupakan salah satu strategic purpose yang ingin dicapai oleh Amerika Serikat.
07:39Karena sudah jelas, dilihat bahwa Iran ini melihat bahwa program nuklir,
07:43yang tadinya ini mereka bilang berdasarkan kebutuhan sipil,
07:47sekarang dibutuhkan untuk tujuan-tujuan lain.
07:49Misalnya, maritime propulsion system.
07:52Dan kemudian kita nggak tahu apakah di masa depan akan ada program nuklir.
07:55Karena yang kemarin dikatakan oleh Donald Trump,
07:58itu kan ancaman untuk bisa menggunakan senjata nuklir ke Iran,
08:01menghancurkan civilization.
08:02Kalau yang dilihat di sini, pemerintah Iran,
08:05mau tidak mau keinginan mereka untuk membawa senjata nuklir,
08:07pasti akan menjadi lebih kuat.
08:09Karena adanya incaran dalam strategi mutually assured destruction,
08:13atau MAD, gitu, di dalam perang nuklir.
08:15Jadi saya rasa di sini sebenarnya, dari Iran ini sendiri,
08:18posisinya menjadi semakin keras.
08:19Karena dia tahu bahwa ketika dia kemudian mundur,
08:23ini kan existential threat untuk mereka.
08:24Dan tidak mungkin mereka akan back off.
08:25Jadi ini kalkulasi yang matang menurut Anda?
08:28Menurut saya, betul.
08:29Karena menurut saya, di sini Iran ini berusaha untuk melakukan protracted war.
08:34Dia berusaha untuk membuat perangnya semakin panjang,
08:37sehingga kemudian daya tawar Iran semakin tinggi.
08:40Karena di dalam perang atrisi berkepanjangan,
08:42yang dirugikan itu adalah selalu pihak lebih besar
08:45yang kemudian memiliki sistem demokrasi.
08:46Oke, baik saya ke Mas Biwawanto.
08:48Jadi menurut Anda bagaimana?
08:50Kan di perundingan pertama,
08:51kalau kita lihat ini sebenarnya soal program nuklir,
08:54bisa seakan-akan dinegosiasikan.
08:56Tapi yang sekarang kita lihat,
08:58apa poin dari Mostaba yang terakhir,
09:00itu sangat keras.
09:01Bahwa ini soal kedaulatan.
09:02Jangan ungkit, jangan bongkar-bongkal soal program nuklir.
09:06Jadi saya izin bicara fondasinya dulu nih Mbak.
09:10Jadi ini masalah geopolitik.
09:12Geopolitik itu bicara interest.
09:14Interest untuk mendapatkan power,
09:16mempertahankan power.
09:17Dan usaha itu harus dijustifikasi dan informasi,
09:20sehingga mendapatkan dukungan di tingkat global.
09:23Jadi kita orang Indonesia harus tahu dulu,
09:25geopolitical interest Indonesia.
09:27Foreign policy Indonesia.
09:29Jadi kita bisa menilai semuanya itu
09:30dari perspektif seorang Indonesia.
09:32Bahwa kita itu adalah middle power,
09:34bukan revisionist,
09:36menjaga perdamaian,
09:38menjadi hedger.
09:39Instrumen utama kita dalam diplomasi itu
09:41sebagai middle power,
09:42ada diplomasi,
09:43didukung oleh militer,
09:44ekonomi, informasi, dan lain-lain.
09:46Dan kita itu,
09:48ya jelas red line ya.
09:50Menjaga perdamaian.
09:51Cinta perdamaian.
09:52Dan kita bekerja sama lewat ASEAN.
09:54Itu dulu basicnya tuh.
09:56Nah yang kedua,
09:57kita coba baca pikiran Washington.
09:59Saya lama di Washington DC,
10:00saya mau coba baca
10:01apa yang ada dalam otaknya Presiden Trump sekarang.
10:03Dan apa yang ada di Washington.
10:05Dari tahun 79,
10:07sampai 2026,
10:09Amerika Serikat,
10:10siapapun Presidennya,
10:12satu,
10:12menolak Iran itu punya senjata nuklir.
10:15Kenapa?
10:15Karena Iran mengambil posisi
10:17sebagai revisionist.
10:18Itu poinnya.
10:20Ya.
10:20Baik dari
10:21Jimmy Carter sampai Presiden Trump.
10:23Yang beda tuh hanya caranya.
10:2579 sampai 90 caranya containment.
10:2790 sejak
10:28Bill Clinton dan George Bush Jr.
10:31Itu mulai keras.
10:32Dan masuk
10:33era 2000
10:34sampai 2011,
10:36Biden mulai mencoba dengan diplomasi.
10:39Makanya ada dikenal dengan
10:40J.C. POA.
10:43Oke.
10:43Caranya cara-cara multilateralis.
10:45Untuk
10:46meng-contain,
10:47memanage
10:48pembangunan nuklir Iran tuh.
10:50Untuk kepentingan militer.
10:51Nah,
10:52Trump itu keluar dari situ.
10:54Di periodi pertama.
10:55Kenapa?
10:56Karena menurut Trump,
10:57ini tidak menghilangkan
10:59kemampuan nuklir Iran
11:01jadi nol
11:02perspektifnya.
11:03Ini hanya menunda
11:04perspektifnya begitu.
11:05Trump waktu itu ya.
11:06Dia keluar dari situ.
11:08Biden mengganti
11:09jadi Presiden.
11:10Biden mau coba masuk lagi
11:11udah gak bisa.
11:11Karena levelnya udah lebih tinggi.
11:13Ya,
11:14pengayaan uraniumnya.
11:15Akhirnya Trump mengambil keputusan
11:17berarti saya harus ganti
11:19rezimnya.
11:20Nah,
11:20akhirnya berubah tuh
11:21menjadi yang tadinya
11:23special operation
11:24low intensity conflict
11:25presiden Trump mengambil
11:26keputusan
11:27high intensity conflict.
11:28Ternyata gak selesai 2 minggu,
11:303 minggu, 4 minggu.
11:31Sekarang saya mau masuk
11:32ke
11:32war resolution.
11:34War power resolution.
11:3560 hari.
11:36War power resolution itu mbak,
11:38ya,
11:39saya belajar
11:40satu semester tuh
11:41tentang itu.
11:42Itu tidak ada powernya.
11:44Itu
11:45pemada pembakaran
11:46tanpa air.
11:47Jadi,
11:48ya,
11:49tahun 8284
11:50walaupun
11:52Kongres menolak,
11:53presiden Reagan itu
11:54tetap melanjutkan
11:55operasi militer
11:56di Libanon,
11:578284.
11:58Ya,
11:5989,
12:00presiden dari Demokrat,
12:01Bill Clinton,
12:02tetap menjalankan
12:03operasi militer di Kosovo.
12:04Ya,
12:05Serbia,
12:05tahun 1999.
12:06Yang bomnya itu
12:07nyasar ke kedutan Cina.
12:09Jadi,
12:09maksud Anda di sini,
12:10apakah Nazi Trump
12:11akan menabrak
12:12bahkan Kongres?
12:13Bukan,
12:14bukan menabrak mbak.
12:14Bukan,
12:15jadi gini,
12:16jadi gini,
12:16interpretasi,
12:17jadi Obama pun
12:19tahun 2011
12:20waktu di Libya
12:22itu tetap lanjut
12:23walaupun dilarang oleh Kongres.
12:24Kenapa?
12:25Karena ada celah
12:26interpretasi yang berbeda.
12:27Di situ kan war.
12:28Sementara presiden
12:29itu punya keunggulan
12:30memulai perang dulu
12:31dan presiden
12:32memberikan justifikasi
12:33bahwa ini operasi.
12:35Operasi special operation
12:36law intensity conflict.
12:37Bukan perang besar.
12:38Gitu loh.
12:39Nah,
12:39jadi hampir gak pernah.
12:40Yang bisa mencegah itu
12:41ada tiga tuh.
12:43Kalau Kongres,
12:44Upper House,
12:45Senat,
12:45dan Lower House bersatu
12:46mengumpulkan
12:47dua per tiga suara
12:48dan yang ketiga
12:49bisa memberikan
12:50tekanan bipartisan
12:51dalam konteks
12:52memotong anggaran.
12:53Tanpa itu
12:54ini akan lanjut.
12:55Kenapa?
12:56Tetapi,
12:56Kongres itu besok
12:58tidak akan memberikan
12:59izin untuk lanjut.
13:00Kenapa?
13:00Karena dikuasai Republican.
13:02Kenapa?
13:03Karena Republican
13:03mau menang
13:04di mid election November.
13:06Nah,
13:07ini harus hati-hati.
13:08Presiden Trump
13:09akan lanjut
13:10dengan low intensity conflict
13:11dan kita ingat
13:12sejarah
13:13ajak operations
13:14waktu menjatuhkan
13:15Mossadegh tahun 53.
13:16Itu gagal di tahun 52
13:18waktu CIA dan MI6
13:19menjatuhkan
13:20Perdana Menteri Iran
13:21Mossadegh.
13:22Diulang lagi di 53 berhasil.
13:24Jadi Presiden Trump
13:25dia akan
13:26berusaha terbaik
13:27supaya Republican
13:28tetap menang di Kongres
13:302026 November
13:30dia tetap jadi Presiden
13:32tidak di impeach
13:33dia tetap jadi Presiden
13:34dan tahun 2028
13:35apa yang menjadi misinya
13:37untuk menulify Iran
13:39dalam hal konteks
13:40nuklir
13:41satu paket lagi
13:42lebih berat ini.
13:44Melucuti proksi
13:45membatasi
13:46pembangunan misil
13:47itu lebih berat.
13:49Nah,
13:49itu tercapai.
13:50Nah,
13:51ini memang misi berat.
13:52Makanya mengenai
13:52waste dan means-nya
13:53ini di Washington
13:54jadi perdebatan.
13:55Kalau tujuannya tetap sama
13:56tidak boleh punya nuklir.
13:57Jadi kalau Iran
13:58kalaupun Iran
13:59mau punya nuklir
14:00Rusia dan Cina
14:01itu menentang.
14:02Tapi Rusia dan Cina
14:03mau Iran itu
14:05menjadi negara
14:06threshold nuklir state
14:07artinya
14:07mempunyai kekuatan nuklir
14:09yang hampir punya senjata
14:10sehingga membuat
14:11Amerika yang adalah
14:12saingan great power
14:13Amerika
14:13pusing
14:15terganggu konsentrasi.
14:16Nanti saya lanjut lagi
14:17kepada Anda.
14:18Saya ke Mas Sayup.
14:19Mas Sayup,
14:20melihat
14:20sikap terakhir
14:21dari Mustafa
14:22bagaimana kita
14:23menerjemahkan ini?
14:24Kenapa Mustafa sekarang
14:25terlihat begitu keras?
14:26Padahal kan kemarin
14:27sempat menegosiasi tuh?
14:30Ya, baik.
14:31Saya melihat
14:31pernyataan
14:33empat poin
14:34dari Mustafa
14:34Khamenei
14:35yang keluar hari ini
14:36walaupun dia
14:37masih belum muncul
14:38di hadapan publik
14:40yang ada
14:41banyak
14:41juga spekulasi
14:43tentang
14:44keberadaan
14:45dan bagaimana
14:46kondisi kesehatan
14:47atau fisiknya dia.
14:48tapi menurut saya
14:50yang dia menegaskan
14:51Iran
14:52secara
14:53apa
14:54secara
14:56sadar
14:57memilih
14:58jalur
14:58konfrontif
14:59menurut saya
15:00sekarang
15:01karena
15:01mempertahankan
15:02program nuklear
15:04menolak tekanan
15:05dan juga
15:06siap menghadapi
15:07eskalasi.
15:07Artinya
15:08Iran sekarang
15:08lebih
15:09posisinya berubah
15:10dari
15:11defensif ke
15:12konfrontif
15:13dan ini ya
15:13pasti ada juga
15:14konsekuensi
15:15bagi dua
15:16belah pihak
15:17khususnya
15:17bagi Iran
15:18yang pada akhirnya
15:20juga
15:20mengunci
15:21hubungan dengan
15:22Donald Trump
15:23dalam kondisi
15:24deadlock
15:25strategis
15:26yang
15:26kalau
15:27kita lihat
15:28empat poin
15:29dari
15:29Mustafa Khamenei
15:31sekarang
15:31jadi
15:32Amerika Serikat ini
15:33tidak mampu
15:34memaksa
15:35perubahan
15:36perilaku Iran
15:38meskipun
15:38tekanan militar
15:39dan ekonominya
15:40meningkat
15:41kita lihat
15:41ada kehilangan
15:43400
15:43lebih
15:44400 juta
15:46lebih per hari
15:46hilang
15:47Iran kehilangan
15:48uang
15:49karena
15:49pelokada yang terjadi
15:50di Selat Hormus
15:51tapi Iran
15:52masih bertahan
15:53masih
15:54resilient
15:55ini menunjukkan
15:56bahwa Iran
15:57bukan
15:57karena Iran
15:58sudah lebih dari
16:00puluh belasan
16:00tahun
16:01dibawah
16:02sanksi
16:02jadi
16:02situasinya
16:04cukup
16:04siap
16:05untuk
16:05tetap bertahan
16:06dalam
16:07tekanan ekonomi
16:09dari
16:09Amerika Serikat
16:11jadi
16:11sementara juga
16:12Iran
16:13tidak cukup
16:14kuat
16:15untuk memaksa
16:16Amerika Serikat
16:17mundur
16:17karena
16:18Amerika Serikat
16:19ini
16:19supaya
16:21konflik ini
16:22bergeser
16:23dari upaya
16:23resolusi
16:24menuju ke
16:26kompetisi
16:27jangka
16:27panjang
16:28berisiko
16:29tinggi
16:29karena
16:304 poin ini
16:31bisa buka
16:31perang baru lagi
16:32antara
16:33Amerika Serikat
16:34dan Iran
16:35jadi menurut saya
16:37konsekuensinya
16:38cukup besar
16:39kalau tidak ada
16:40konsesi
16:41tidak ada
16:41kompromi
16:42antara
16:43Iran
16:43dan
16:44Amerika Serikat
16:45baik
16:46sekarang kita
16:47coba melihat
16:48bagaimana
16:48dari sisi
16:49Amerika Serikat
16:49Bang Rico
16:50coba kita
16:50baca
16:51sejumlah
16:52poin
16:53yang disampaikan
16:53oleh Senkom
16:54saudarkan opsi
16:55militer
16:55ke Trump
16:55yang pertama
16:56serangan udara
16:57presisi
16:58untuk menumpukan
16:58pusat komando
16:59dan sisi
17:00infrastruktur
17:00militer
17:01Iran
17:01kemudian yang kedua
17:02operasi
17:03darat terbatas
17:03kuasa pulau
17:04kecil strategis
17:05untuk
17:05menetralisir
17:06blokade
17:06Strat Hormuz
17:07yang ketiga
17:07operasi
17:08pasukan khusus
17:09infiltrasi
17:10ke situs
17:10nuklir
17:11bawah tanah
17:11Nathan's Danfordo
17:13amankan
17:13stok uranium
17:14jadi Bang Rico
17:15apa
17:16kira-kira
17:17opsi ini
17:19di atas
17:19meja semata
17:20atau
17:21sebenarnya
17:21bisa dilakukan
17:22bisa dilaksanakan
17:23poin ini
17:23kalau saya melihat
17:24sebenarnya
17:26saling tembak
17:27narasi
17:27antara
17:28Iran dan Amerika
17:29ini
17:29ini mirip
17:30seperti
17:31waktu istirahat
17:32antar pertandingan
17:34tinju ini
17:34jadi antar
17:35ronde ini mereka
17:35masing-masing itu
17:36saling tarik nafas
17:37sebenarnya ya
17:38saling tarik nafas
17:39dan kalau kita
17:41melihat
17:41konsistensi
17:43dari narasi
17:44sebenarnya kan
17:45perdama
17:47apa
17:47Iran
17:48nuclear deal
17:49itu pernah terjadi
17:50tahun 2013
17:51sampai 2015
17:53cuma ini ada
17:54beda caranya
17:55kalau dulu
17:57waktu zamannya
17:57Obama
17:58JCPOE
17:58tadi yang disebutkan
17:59itu
18:00mereka
18:01menghindari
18:03perang
18:04untuk diplomasi
18:05kalau yang sekarang ini
18:07menggunakan
18:07perang
18:08untuk diplomasi
18:10jadi
18:10ini dua
18:11dua hal yang
18:12apa namanya
18:13yang terbalik
18:14tapi kalau kita
18:15lihat dari sisi
18:16Amerikanya sendiri ya
18:17sebelum kita ke Iran
18:18sebenarnya
18:19memang dia harus
18:21tarik nafas
18:21kenapa
18:22karena kan sebenarnya
18:23serangan udara presisi
18:25itu sudah dia lakukan
18:26berkali-kali
18:28berhari-hari
18:28dan ternyata kan
18:29efeknya
18:30terbatas
18:31buktinya apa
18:32buktinya
18:33kalau misalnya
18:34Amerika mengatakan
18:35bahwa ya dia sudah
18:36menghancurkan
18:37angkatan udara
18:38dan angkatan laut
18:38memang karena sudah
18:40disangsi sekian puluh tahun
18:41Iran memang tidak
18:42memutuskan untuk
18:43tidak membangun
18:44angkatan udara
18:45dan angkatan laut
18:46secara serius
18:47makanya dia bangun
18:48kekuatan
18:48rudal jarak jauhnya
18:50begitu
18:50kalau operasi
18:52darat terbatas
18:53yang dia
18:54Amerika itu perlu
18:55untuk menurunkan
18:56pasukannya
18:57di darat
18:58ini salah satu
19:00alasan yang dipakai
19:01oleh Trump
19:01jadi kan di Amerika itu
19:03ada aturan
19:04kalau presiden itu
19:05dia mau buat perang
19:07dengan negara lain
19:07dia harus kasih tahu
19:08kongres
19:08ya dalam waktu
19:10enam puluh hari
19:11tetapi seperti disebutkan
19:12tadi
19:13banyak presiden
19:14yang istilahnya itu
19:17melompat
19:17begitu ya
19:18kenapa
19:18karena memang
19:20sebagian besar
19:20perangnya itu
19:21bukan pasukan darat
19:23yang dikirim
19:23contohnya misalnya
19:24Obama di Libya
19:25dia peran 75 hari
19:26tapi dia bom terus
19:28di atas
19:28dia tidak kirim pasukan
19:30praktiknya sampai sekarang
19:31sampai hari ini
19:32Amerika kan belum kirim pasukan
19:33belum kirim pasukan
19:35untuk bertempur di lapangan
19:36kalau dia bertempur di lapangan
19:38korban jiwanya banyak
19:39itu situasinya agak
19:41agak sulit ya
19:42begitu ya
19:42dan yang membuat
19:44Trump harus tarik nafas
19:46selain situasi
19:47apa namanya
19:48situasi ekonomi
19:49dan tekanan politik
19:51ini sekarang juga ada
19:52tekanan dari teman-teman
19:53aliansinya
19:54oke
19:54secara terbuka
19:55kita melihat
19:56beberapa hari yang lalu
19:57kanselir Jerman
19:58secara terbuka
19:59yang tadinya biasanya
20:00bisik-bisik
20:01ini kritik terbuka
20:02bilang Amerika
20:03Trump ini gak punya
20:04apa namanya
20:05mereka ini gak punya
20:06gak punya strategi
20:08lawan Iran
20:08begitu
20:09kenapa?
20:10karena memang
20:10Eropa ini kan sengsara sekarang
20:11oke
20:12ekonominya hilang
20:13nanti saya lanjutkan lagi
20:15ke Bang Riko
20:15sekarang saya ke Pak Agung
20:17Pak Agung
20:17dari tiga opsi ini
20:18mana kira-kira yang bisa
20:20akan mungkin ya
20:21dieksekusi
20:21lalu kemudian
20:23ataukah ini
20:24cuma sekedar
20:25geretakan saja
20:25dari Amerika
20:26jadi
20:27saya melihatnya
20:29dari
20:29saya pakai teori ya
20:30kalau pakai menurut pendapat saya
20:32mungkin gak cocok ya
20:32saya menggunakan
20:33Gramsian
20:34jadi
20:35antara
20:36bagaimana
20:37negara adidaya
20:38memegang hegemoni
20:39baik hegemoni politik
20:41hegemoni
20:41ekonomi
20:43hegemoni militer
20:44di Timur Tengah
20:45khususnya
20:45berhadapan dengan
20:46negara kontra hegemoni
20:48yaitu si Iran
20:49yang mencoba
20:50menihilkan
20:51menolak itu semua
20:52dan membentuk
20:53war opposition sendiri
20:56jadi dalam
20:57dalam pelaksanaan ini
20:58adalah
20:58apa yang disarankan
21:00oleh militer
21:01kan
21:01militer Amerika
21:02kepada Presiden Trump
21:03bahwa
21:04ada tiga pilihan
21:05namun pilihan ini
21:07mempunyai konsekuensi
21:08pilihan-pilihan ini
21:09adalah bagian
21:10daripada
21:11war of position
21:13dimana
21:13memberikan tekanan
21:15kepada Iran
21:15sebetulnya
21:16bukan ditujukan
21:17untuk dilaksanakan
21:18tapi memberikan
21:19pesan kepada ini
21:20bahwa kami akan
21:20sanggup melaksanakan ini
21:21karena
21:22harusnya ini
21:23ditambah juga
21:24dengan
21:24resikonya
21:25jadi
21:26General Jane Kane
21:28memberikan
21:28tiga ini
21:29tapi resikonya
21:30tulis besar di kanan
21:31resikonya
21:32kamu akan
21:33diserang balik
21:34oleh Iran
21:35kepada titik-titik
21:37lemahmu
21:38furnabilitimu
21:39di baik di negara-negara
21:40tanggama
21:41ataupun
21:41pangkalanmu
21:42dan
21:43minyak naik
21:44ke 150 dolar
21:45jadi ini gak lengkap
21:47kalau gini saja
21:48ini gak lengkap
21:48ini hanya ini
21:49jadi
21:49nah itu konsekuensi itu
21:51yang
21:52yang tidak diberitakan
21:54di media barat
21:55karena
21:55memang yang ditujukan ini
21:57pesannya agar sampai
21:58ke masyarakat
21:59Amerika ini
22:00maksudkan bahwa
22:01tetap Presiden Trump
22:02itu memiliki
22:03posisi yang kuat
22:04dia
22:05menggunakan
22:06militer
22:07untuk tekanan
22:08berupa blokade
22:09tapi dengan
22:10mengatakan
22:10blokade
22:11dan
22:12beliau juga
22:13mengatakan bahwa
22:14dengan dia
22:14membuat blokade
22:15itu berarti
22:16yang seperti dikatakan
22:18Pak Wibawanto tadi
22:19bahwa
22:20ini bukan perang
22:20ini udah selesai
22:21sekarang kondisinya
22:22gecata-senjata
22:23jadi tidak perlu
22:25diberhentikan
22:26sesudah 60 hari
22:27berarti
22:28kalau dia
22:30mengadakan
22:30perang lagi
22:32itu kan
22:32kayaknya kontras ya
22:33dengan beliau
22:34sudah mengatakan
22:35bahwa
22:35ini sudah
22:36tidak selesai
22:37sekarang masuk
22:38fase baru
22:39dimana memberi tekanan
22:40yang lebih kuat
22:41sekarang war opposition
22:42perang untuk
22:44merebut posisi
22:44kenapa?
22:45untuk menunjukkan
22:47bahwa
22:47Amerika punya
22:48posisi lebih kuat
22:49lebih strategis
22:50Iran
22:51menunjukkan posisi saya
22:52lebih kuat
22:52lebih strategis
22:53tapi pesannya
22:54disampaikan
22:54kepada masyarakat Iran
22:56masyarakat Iran
22:57kita masih kuat nih
22:58tapi kepada dunia luar
23:00memberikan pesan
23:01bahwa kami tidak akan mundur
23:02di sisi lain Amerika
23:03memberikan pesan bahwa
23:05kita tidak akan mundur
23:05tapi kamu yang mundur
23:07nah
23:07ini masalahnya
23:09yang satu adalah
23:11hegemon lama
23:12yang sudah turun
23:13yang satu adalah
23:14hegemon baru lahir
23:15yang baru naik
23:16nah ini titik
23:17keseimbangan ini
23:18belum didapat
23:18keseimbangan baru didapat
23:20pada saat nanti
23:21dia
23:22yang hegemon lama nih
23:23saat dia tidak bisa
23:24menahan beban ekonomi
23:25ini juga sama
23:27beban ekonomi
23:27cuman masalahnya
23:28kuat-kuatannya mana
23:29apakah Iran
23:30tahan 3 bulan
23:314 bulan puasa
23:32atau Amerika
23:33tahan gak
23:34seminggu
23:342 minggu
23:353 minggu puasa
23:35nah ini yang
23:36yang menentukan itu nanti
23:38oke baik
23:39soal kuat-kuatan
23:39kira-kira
23:40jadi bagaimana
23:41dengan upaya blokade
23:42berkepanjangan
23:43lalu kemudian
23:43bagaimana pula
23:44nanti Iran meresponnya
23:45Pak Ion dan Pak Antoni
23:46nanti dijawab
23:46kami sering kembali sodara
23:47tetap di Bola Liar
23:56buntu negosiasi dengan Iran
23:58Presiden Donald Trump
23:59siapkan
Komentar