Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV - Kecelakaan kereta yang melibatkan kereta listrik dengan KA Argo Anggrek berawal saat sebuah taksi mogok di perlintasan kereta di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Akibat taksi yang mogok di perlintasan kereta, kereta listrik harus berhenti menunggu hingga taksi tersebut bisa jalan. Namun, kira-kira 15 menit kemudian dari belakang atau dari arah Stasiun Jatinegara, muncul kereta api jarak jauh Argo Anggrek dari Stasiun Gambir tujuan Surabaya, melintas dan menabrak bagian belakang kereta listrik.

Karena benturan yang sangat keras, lokomotif KA Argo Anggrek meringsek masuk ke dalam gerbong penumpang khusus wanita. Akibat peristiwa ini, 4 orang dilaporkan meninggal dunia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Suasana Dalam Kereta Imbas Kecelakaan di Bekasi Timur, Korban Terus Dievakuasi di https://www.kompas.tv/nasional/665637/suasana-dalam-kereta-imbas-kecelakaan-di-bekasi-timur-korban-terus-dievakuasi

#BekasiTimur #KecelakaanKereta #ArgoAnggrek #KRL #BreakingNews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/665639/beginilah-visual-drone-lokasi-tabrakan-krl-ka-argo-bromo-anggrek-di-stasiun-bekasi
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:30Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung, terpantau sudah dimulai sejak pukul 9 malam tadi hingga pukul 12 lewat 9
00:43saat ini.
00:44Kita akan terhubung dengan jurnalis Kompas TV Eril Wiranata bersama juru kamera Junaidi Saputra di lokasi kejadian.
00:56Dan Eril bisa sampaikan kepada kami bagaimana perkembangan evakuasi yang masih berlangsung di sana?
01:07Selamat malam Asri dan Saudara untuk situasi terkini di stasiun Bekasi Timur, proses evakuasi masih dilakukan.
01:14Memang informasi yang kami terima sebelumnya bahwa untuk korban yang masih terjebak di dalam gerbong ini masih terdapat 6 hingga
01:237 korban.
01:24Yang dimana memang petugas hingga saat ini masih melakukan proses evakuasi tentu saja ini menjadi fokus utama dari evakuasi yang
01:33dilakukan.
01:33Kemudian juga bahwa memang untuk daerah di sekitar stasiun Bekasi Timur ini sudah dilakukan sterilisasi tentu saja ini untuk memudahkan
01:42dari proses evakuasi.
01:43Mengingat memang ini menjadi titik yang sebelumnya cukup ramai dari masyarakat yang berada di sekitar sehingga membuat petugas sulit.
01:52Kemudian juga bahwa untuk di stasiun Bekasi Timur tepatnya berada di gerbong yang menjadi titik tabrakan ataupun kecelakaan kereta yang
02:03berada di stasiun Bekasi Timur ini masih dilakukan proses evakuasi dari petugas.
02:07Karena memang masih terdapat 6 hingga 7 korban yang berada di dalam.
02:12Selain itu juga informasi yang kami terima dari pihak KAI bahwa untuk korban yang sudah dievakuasi ini sebanyak 38 korban
02:18ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.
02:21Di antaranya rumah sakit tersebut adalah mulai dari RS UD kemudian juga ada RS Bela hingga RS Primaya.
02:28Dan selain itu juga bahwa memang data tercatat terakhir ini terdapat 3 korban meninggal dunia.
02:36Asri.
02:36Kalau dari visual udara yang dapat kami pantau, nampaknya sudah ada pemadaman listrik yang mungkin ini memang menjadi salah satu
02:46tahap atau mekanisme yang perlu dijalankan dalam kemudian menindak lanjut di kecelakaan yang terjadi.
02:53Biasanya dilakukan pemadaman listrik aliran atas terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran atau korsleting.
03:00Barulah juga sterilisasi seperti yang sudah Anda sebutkan tadi.
03:04Lalu apakah saat ini memang prosesnya berfokus terkait dengan evakuasi dari korban yang 6 sampai 7 orang korban yang masih
03:14terjebak di dalam gerbong?
03:17Dan apakah memang proses evakuasi yang berlangsung adalah soal pemotongan begitu Ariel?
03:27Ariel, bisa mendengar suara saya di studio?
03:42Baik, kami akan coba perbaiki sambungan komunikasi dengan jurnalis Kompas TV, Ariel Wiranata di lokasi kejadian.
03:53Saudara, kecelakaan kereta yang melibatkan kereta listrik dengan kereta api Argo Anggrek berawal saat sebuah taksi mogok di perlintasan kereta
04:05di Bekasi Tibur.
04:06Akibat taksi yang mogok di perlintasan kereta, kereta listrik harus berhenti menunggu hingga taksi tersebut bisa jalan.
04:16Namun kira-kira 15 menit kemudian dari belakang atau dari arah stasiun Jatinegara muncul kereta api jarak jauh Argo Bromo
04:27Anggrek dari stasiun asal Gambir tujuan Surabaya
04:30melintas dan menabrak bagian belakang kereta listrik.
04:35Karena benturan yang sangat keras, saudara, lokomotif kereta api Argo Bromo Anggrek ringsek atau meringsek masuk ke dalam gerbong penumpang
04:48khusus wanita.
04:58Kami akan kembali menghubungi jurnalis Kompas TV, Eril Wiranata.
05:02Eril, sudah dapat mendengar suara saya dengan jelas?
05:08Ya Astri, sudah terdengar jelas Astri.
05:11Ya, kalau kami pantau dari visual udara ini nampaknya ada pemandaman listrik.
05:15Apakah proses evakuasi yang berlangsung sekarang ini berfokus untuk mengeluarkan ataupun juga mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam gerbong?
05:24Yang tadi Anda sebutkan ada 6 sampai dengan 7 orang.
05:32Ya Astri, untuk fokus utama dari saat ini dari baik pihak AI, polisi ataupun petugas evakuasi masih dilakukan.
05:40Utamanya terkait fokus evakuasi terhadap korban yang berada di gerbong yang terjebak di dalam.
05:47Karena memang informasi yang kami terima terakhir bahwa untuk yang berada di dalam gerbong masih terdapat 6 hingga 7 korban
05:53yang masih terjebak.
05:54Dan selain itu juga bahwa dari petugas mengatakan hambatan ataupun kesulitan evakuasi karena titik evakuasi ini cukup sempit.
06:02Sehingga ini menjadi hambatan dari evakuasi yang dilakukan oleh petugas.
06:08Baik dari polisi lalu juga kemudian SAR hingga pihak AI.
06:13Dan kemudian bahwa memang untuk korban yang sudah dievakuasi menuju ke rumah sakit ini sudah berjumlah 38.
06:21Dan untuk tercatat bahwa ada 3 korban meninggal dunia.
06:26Dan kemudian juga bahwa hingga saat ini jika terlihat dari situasi di luar stasiun Bekasi Timur ini sudah dilakukan sterilisasi
06:34dari petugas baik polisi, SAR dan petugas lainnya.
06:38Karena memang ini untuk memudahkan dari petugas dalam melakukan evakuasi agar tidak terhambat.
06:44Karena jika kita melihat dari situasi di dalam untuk menuju ke ambulans ini harus melewati dari tangga sehingga harus melakukan
06:54evakuasi terlebih dahulu agar mendapatkan penanganan medis dengan baik.
07:01Asri.
07:02Ya Ariel kami ingin mengonfirmasi ulang.
07:05Tadi Anda sempat menyebut bahwa korban meninggal dunia ada sebanyak 3 orang.
07:10Namun informasi yang kami peroleh juga dari VP Corp. PT. KAI Anepurba bahwa ada 4 orang yang meninggal dunia.
07:16Bisa Anda konfirmasi ulang terkait dengan informasi ini dan juga bisa Anda sampaikan informasi kepada kami berapa petugas atau petugas
07:24dari suku mana saja yang kemudian melakukan evakuasi dalam gerbong.
07:33Ya Sri dan Saudara sebelumnya dari pihak KAI ini adalah Leza Arlan mengklarifikasi bahwa sementara data tercatat bahwa ada 3
07:42korban meninggal dunia.
07:43Yang sebelumnya memang dari pihak KAI Anda mengatakan 4 namun diklarifikasi oleh pihak KAI Leza Arlan bahwa sementara informasi yang
07:51kami terima hingga saat ini tercatat 3 korban meninggal dunia.
07:54Dan selain itu juga bahwa proses yang dilakukan hingga saat ini masih dilakukan dengan proses berfokus pada gerbong wanita yang
08:03dimana memang terdapat 6 hingga 7 korban yang terjebak di dalam.
08:07Yang dimana memang jika kita melihat hingga saat ini baik petugas dari polisi kemudian juga TNI, PMI dan petugas SAR
08:14masih melakukan evakuasi.
08:15Karena memang jika kita melihat untuk titik lokasi saat ini cukup sulit jika terlalu banyak dari masyarakat sehingga saat ini
08:23situasi masih dilakukan sterilisasi agar petugas dapat memudahkan dalam proses evakuasi.
08:28Asri.
08:29Iya Ariel lalu Anda tadi kan menyebutkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung kemudian sterilisasi sudah dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi.
08:38Lalu tadi juga ada kendala yang disebutkan bahwa area yang sempit begitu ada faktor lain yang membuat atau membuat petugas
08:47ini menjadi terkendala dalam proses evakuasi.
Komentar

Dianjurkan