00:09Ada pertanyaan?
00:10Gak ada? Oke, walaik gue ya.
00:14Ya Pak, soal apa?
00:18Ya, sebagai wakil masyarakat SIPL diundang untuk...
00:30...menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada toko-toko mantan NAPI.
00:43Jumur Hidayah itu mantan Narapidana, tapi dia seorang intelektual, dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB.
00:52Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini.
00:57Terus, apa lagi?
01:00Ya, saya ngomong dengan sesecap yang ngomong tentang ethics of care dan ethics of right.
01:08Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh.
01:16Bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh itu.
01:19Nah, bahasa tubuh itu ada dua tuh. Bahasa tubuh yang terucap dan bahasa tubuh yang tersembunyi.
01:23Nah, saya bilang Pak Teddy ini mampu untuk memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan.
01:30Kapan bahasa tubuh yang sifatnya psikologis itu disimpan untuk hal-hal yang momentum.
01:36Gitu.
01:37Udah?
01:40Ya, pokoknya ada.
01:44Sama Pak Prabowo ya, saya selaman tadi.
01:47Dan Pak Prabowo kan teman saya diskusi dulu dulu.
01:50Dan beliau, oh Pak Roki, terima kasih hadir.
01:55Dan ternyata Pak Roki masih disiden.
01:58Tapi anda lihat wajahnya wajah bercanda.
02:01Memang saya disiden.
02:03Disiden tahu artinya kan?
02:04Google kalau nggak tahu lu wartawan ya.
02:07Oke, udah.
02:07Dukup ya?
02:10Apa ya?
02:13Gini ini.
02:15Kementerian lingkungan, yang lain saya nggak ngeris.
02:19Kementerian lingkungan itu,
02:22dia jadi kementerian global.
02:26Bukan sekedar kementerian di Indonesia.
02:27Karena isu lingkungan itu isu global.
02:29Anda pergi kemana-mana, Anda bertemu dengan orang muda,
02:32mereka akan tanya,
02:33do you speak environmental ethics?
02:35Jadi itu intinya.
02:36Dan di Indonesia ada 70 juta jensi
02:39yang menunggu sikap pemerintah terhadap lingkungan.
02:442029, 70 juta ini adalah
02:48tempat bertanding.
02:51Suara.
02:52Nah, kalau politisi tidak,
02:54do not speak environmental ethics,
02:56anak-anak muda yang 70 juta ini
02:58akan menganggap berarti kalian tidak memahami kegelisahan kami.
03:02Berarti kalian tidak mau membayar utang yang kami,
03:05yang kalian ambil dari kami,
03:06generasi yang akhirnya harus hidup dengan
03:10dengan bau busuk, dengan sampah, dengan ketidakpastian, kan itu.
03:14Jadi saya anggap bahwa Pak Jumhur itu
03:16mewakili kepentingan minimal 70 juta langsung anak muda.
03:22Apalagi kalau itu dihubungkan dengan
03:24keinginan untuk menjadikan environment itu
03:27sebagai sumbangan kita pada planet dunia global, kan itu intinya.
03:32Jadi itu, sekaligus kementerian itu kementerian yang sangat rawan
03:38untuk jadi lahan pertengkaran oligarki, politisi.
03:43Jadi saya jaminkan bahwa saya akan
03:45mensupervisi wilayah itu.
03:49Dari masyarakat sipil itu, saya bukan bagian dari kabinet,
03:51tapi saya mau jaminkan bahwa masyarakat sipil
03:54akan bersama dengan Pak Jumhur.
03:56Karena Jumhur aktifis,
03:59mengerti tentang kesulitan ekonomi,
04:02dia pimpinan buruk.
04:03Jadi sekali lagi, Pak Jumhur itu mengerti politik.
04:07Nah kalian, saya minta supaya
04:09seringlah datang ke kantor Pak Jumhur
04:11bertengkar dengan dia soal lingkungan.
04:12Karena itu soal kita semua itu.
04:14Oke.
04:16Oke ya.
04:17Selamat malam sehat.
04:19Gue naik gunung dulu ya.
04:20Nanti Pak Jumhur terangkan di sini.
Komentar