Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii menyatakan hingga Selasa (28/04/2026) pukul 03.00 WIB, jumlah korban yang terjebak masih tujuh orang, yang kemudian telah diperbarui oleh Direktur Utama PT KAI menjadi tiga orang.

Proses evakuasi berjalan sulit dan penuh perhitungan untuk menjaga stabilitas kondisi korban.

Ruang yang sempit serta tebalnya logam lokomotif menjadi tantangan berat bagi tim Basarnas dalam melakukan penyelamatan.

Baca Juga BREAKING NEWS! Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, Dirut KAI: 5 Orang Meninggal Dunia di https://www.kompas.tv/nasional/665649/breaking-news-tabrakan-krl-dan-ka-argo-bromo-anggrek-dirut-kai-5-orang-meninggal-dunia

#basarnas #kecelakaankereta #krl #bekasi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665650/terbaru-kepala-basarnas-ungkap-evakuasi-korban-terjebak-tabrakan-krl-dan-ka-bromo-anggrek
Transkrip
00:00Adanya impact yang luar biasa dari lokomotif dan juga dua gerbong terakhir.
00:06Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup,
00:13namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit,
00:16sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin bisa memisahkan
00:23antara logam-logam yang menjepit dan kita bisa evakuasi korban.
00:26Jadi yang ada di permukaan yang terlihat,
00:30sementara masih ada tujuh korban yang akan kita evakuasi.
00:34Untuk total korban tentunya kita akan tuntaskan nanti
00:38bahwa antara himpitan dari lokomotif dan dua gerbong ini
00:43mudah-mudahan bisa kita selesaikan sehingga kita tahu persis
00:46bahwa seluruh korban bisa kita evakuasi.
00:49Mungkin itu update yang kita laksanakan.
00:51Pak Pak, ini ada korban itu yang masih di dalamnya laki-laki atau perempuan
00:55atau sekadarnya seperti apa Pak Pak Pak Pak?
00:58Yang kita lihat secara fisik semuanya perempuan.
01:02Karena ini memang gerbong.
01:05Dan sekarang langsung dalam penanganan medis,
01:08sehingga pada saat mereka mengalami rasa sakit yang berlebihan,
01:13diberikan tindakan medis untuk mengurangi rasa sakit.
01:15Karena memang kondisi khususnya kaki dalam posisi terjepit.
01:20Masih bisa.
01:24Mohon doanya mudah-mudahan insar dengan peralatan yang ada
01:29memang dalam space yang sangat terbatas
01:32sehingga kita berupaya untuk memaksimalkan
01:35dari seluruh potensi yang memiliki kemampuan khusus.
01:39Karena memang kejadian ini membutuhkan penanganan khusus.
01:43Itu yang perlu kita sadari pertama.
01:46Dan konfirmasi mungkin Pak, ini kan board-nya kan nyala terus ya Pak.
01:50Dari tadi, Pak.
01:50Kami lihat bahwa ini sebenarnya adalah apa Pak?
01:53Dan juga bagi yang bagi mana supaya sepertinya ke board itu?
01:56Saya sampaikan bahwa tindakan ini merupakan
01:59tindakan dengan penanganan khusus.
02:01Artinya bahwa
02:04yang terjadi adalah logam,
02:06bertemu logam dengan ketebalan
02:08yang tentunya dengan peralatan normal
02:12tidak akan mungkin bisa kita lakukan.
02:13Sehingga kita membutuhkan
02:14atau kita menggunakan ekstrikasi khusus
02:17yang memang biasa digunakan
02:19dalam logam-logam khususnya
02:24bahan-bahan yang ada di material gerbuk.
02:3860% mungkin sudah bisa kita lakukan.
02:41Namun tentunya
02:42walaupun 30-40%
02:44bahwa logam-logam yang memang
02:46kita pisahkan ini
02:47merupakan logam-logam
02:49dengan kekuatan yang agak ekstra.
02:57Secara keseluruhan
02:58memang kita belum update
03:00jumlah personil SAR yang tergabung.
03:03Karena memang di sini tergabung
03:04mulai dari Basarnas sendiri
03:06kita mengerahkan dua tim
03:08Basarnas Special Group
03:09kemudian seluruh kantor SAR Jakarta
03:12juga ikut terlibat di sini.
03:14Kemudian dari TNI, dari Polri
03:16kemudian potensi yang ada di wilayah Jakarta
03:19kemudian dan teman-teman BNPB
03:21dan teman-teman Damkar
03:23yang memiliki peralatan
03:24juga ikut tergabung di sini.
03:31Tentunya dengan sarana-prasarana yang ada
03:34sebenarnya cukup
03:34yang menjadi permasalahan adalah
03:36sepis untuk kita melakukan tindakan.
03:39Jadi kita melakukan tindakan dari luar
03:41ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri
03:43kemudian kita dari dalam
03:44dari volume dari gerbong
03:47itu juga terbatas.
03:48Sehingga kita di dalam
03:49tidak lebih dari 25 orang
03:51dan itu pun
03:53bercampur dengan material yang
03:55menyatu dari
03:57lokomotif dan gerbong.
04:08Kita tidak akan pernah melakukan
04:11pergeseran gerbong
04:13karena masih ada korban
04:15yang kita pastikan
04:16bisa kita ajak komunikasi
04:18dalam kondisi hidup.
04:19Karena tidak kepingin
04:21ada pergerakan sehingga
04:23malah memperburuk
04:24kondisi korban.
04:26Karena itu kita pastikan
04:28bahwa kita akan melaksanakan
04:30ekstrikasi
04:31dengan pelaksanaan
04:32cut, kemudian
04:33enfil, kemudian
04:34biju diangkat
04:35dan itu yang kita lakukan
04:36secara perlahan-lahan
04:37sampai bisa memisahkan
04:39antara
04:39badan korban
04:41dengan material yang
04:42menghimpin.
04:43Itu yang akan kita lakukan.
04:44terima kasih.
04:45Terima kasih.
04:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan