Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026), mengatakan pemerintah melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi krisis energi dunia.

Hal tersebut juga jadi strategi pemerintah dalam menyiasati kondisi geopolitik global yang masih tidak menentu.

#bahlil #energidunia #menteriesdm

[Antara/Afra Augesti/Cahya Sari/Arif Prada/Rijalul Vikry]
Transkrip
00:04Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia,
00:08usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta Senin 27 April,
00:13memaparkan tiga langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi krisis energi dunia saat ini.
00:20Langkah pertama yakni mengoptimalkan lifting atau volume minyak mentah hasil produksi hulumigas.
00:26Kedua mencari diversifikasi seperti B50 yakni program bahan bakar biodiesel yang terdiri dari campuran 50% bahan bakar nabati
00:36seperti minyak kelapa sawit dan 50% solar fosil.
00:40Kemudian langkah ketiga adalah mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan bakar campuran etanol dan bensin atau bioetanol.
00:49Seperti B50, B50 itu kan mengurangi impor solar kita.
00:58Yang ketiga adalah kita harus dorong ke E untuk bensin, etanol, E20.
01:03Itu adalah bagian salah satu strategi.
01:06Alat khusus untuk LPG, kita tidak boleh menggantungkan harapan hanya untuk LPG.
01:09Harus kita diversifikasi lagi.
01:12Ada DMA, ada SNG, dan berbagai potensi yang bisa kita jadikan substitusi impor.
01:17Selain itu, dalam rapat terbatas tersebut,
01:20Bahlil juga mengatakan pemerintah sedang membahas mengenai pengembangan kompres natural gas, CNG,
01:26sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas atau LPG.
01:34Dari Jakarta, Afra Augusti Cahyasari, Kantor Berita Antara, mewartakan.
01:43Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan