Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
AS, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur vital Iran jika Teheran menolak kesepakatan yang ditawarkan Washington. Salah satu infrastruktur yang berulang kali disoroti Trump adalah fasilitas minyak mentah milik Iran.

Beberapa hari sebelumnya, Trump menyatakan kepada media Amerika bahwa Iran berada di bawah tekanan untuk mencapai kesepakatan.

Hal ini dipicu oleh kapasitas penyimpanan minyak Iran yang disebut akan mencapai titik kritis setelah adanya blokade maritim Amerika Serikat, yang membuat Iran tidak dapat mengekspor minyak.

Sementara itu, anggota parlemen Iran, Manouchehr Mottaki, menyatakan bahwa satu-satunya penghalang dalam negosiasi dengan Amerika Serikat adalah Donald Trump. Mantan Menteri Luar Negeri Iran tersebut bahkan menyarankan rakyat Amerika Serikat untuk memilih pemimpin yang lebih bijak.

Di sisi lain, Rusia mendorong agar kesepakatan damai segera tercapai, mengingat krisis energi global yang semakin dalam akibat terbatasnya salah satu pemasok utama minyak dunia dari pasar internasional.

Militer Amerika Serikat hingga kini masih melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Mereka juga disebut tidak segan menembak dan menyita kapal tanker yang mengabaikan peringatan.

Ancaman Amerika Serikat untuk memaksa Iran menyepakati syarat dari Washington disebut semakin berpacu dengan waktu, terutama terkait kapasitas penyimpanan minyak di tengah blokade di perairan sekitar Selat Hormuz.

Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah strategi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kali ini akan membuahkan hasil.

Untuk membahas hal tersebut, turut dihadirkan pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo, serta peneliti Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka.

#trump #iran #perang #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665596/full-pakar-geopolitik-dan-peneliti-soal-as-paksa-iran-sepakat-strategi-trump-berhasil
Transkrip
00:00Ancaman Amerika Serikat untuk memaksa iran menyepakati syarat dari Washington berpacu dengan waktu berkaitan dengan kapasitas penyimpanan minyak di tengah
00:09pelukade di perairan sekitar Sultan Hormuz.
00:12Apakah strategi Donald Trump kali ini akan membuahkan hasil?
00:15Kita bahas bersama pakar geopolitik dan kabernasional Wibawanto Nugroho Widodo dan peliti Indofasifik Strategik Intelligence Fauzia Cempaka.
00:24Selamat sore, Mbak Cempaka. Selamat sore, Mas Wibawanto.
00:29Selamat sore, Mbak.
00:30Oke, saya ke Mas Wibawanto dulu kalau begitu.
00:33Melihat apa yang terjadi belakangan ini, apakah strategi blokade Amerika Serikat dan ancaman ledakan fasilitas minyak akan membuat iran melunak
00:41atau justru tidak?
00:44Oke, selamat sore, Mbak. Jadi, apa yang terjadi sekarang ini tidak akan membuat iran menolak atau melunak.
00:51Yang pertama ya, intinya itu adalah Presiden Trump itu sedang memberikan pesan kepada dunia, kepada China, kepada Iran bahwa Amerika
01:02sedang memberikan tekanan psikologis yang maksimal.
01:05Bahwa kondisi saat ini itu bisa menghancurkan sistem oil di Iran.
01:14Yang mana impact-nya akan global, kemana-mana gitu.
01:19Jadi, cara-cara seperti ini sebenarnya bukan yang pertama kali dilakukan oleh Amerika kepada Iran.
01:26Makanya, mantan menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa harusnya Presiden Trump atau Presiden Amerika lebih bijak dalam menikapi kondisi saat
01:34ini.
01:35Karena kondisi saat ini, mereka kan bring manship ya.
01:37Ketegangannya sangat tinggi, tapi belum pecah menjadi perang kebuka.
01:40Kan gitu kan, Mbak. Jadi, kondisi yang seperti ini sebenarnya harus bisa juga disikapi secara bijaksana oleh audiens domestik politik
01:53di Amerika.
01:53Untuk bisa melakukan penetrasi ke dalam proses pengambilan kebijakan di Amerika, dalam ini White House ya.
02:00Apakah itu mengganti Presiden, itu kan mengharapannya Iran ya.
02:02Atau tidak mengganti Presiden, tetapi bisa mengubah cara pandang dan pengambilan keputusan Presiden Trump.
02:07Nah, karena ini begini, Mbak ya. Secara teknis, ini juga bisa merupakan serangan cyber sebenarnya.
02:14Jika serangan cyber itu terjadi, menyasar sekada sistem dari sistem minyak di Iran, ini juga bisa melumpuhkan gitu.
02:25Sekada seperti Presiden Computer Added Data Acquisition.
02:28Selain memang karena blokade ini yang merupakan stumbling block di dalam Iran untuk tidak mau akhirnya melakukan negosiasi,
02:38ini bisa menghambat flow dari minyak Iran sendiri yang akhirnya merusak sistem storage.
02:45Nah, itu yang disampaikan oleh si Trump bahwa kalau memang Amerika Serikat terus memblokade seperti itu,
02:51maka akhirnya stok penyimpanan minyak Iran bisa meledak.
02:54Apakah ini benar atau bermain-main saja, bermain kata-kata seorang Trump?
03:00Nah, jadi secara teknis itu mungkin, Mbak.
03:04Satu ya.
03:04Yang kedua, tapi kalau kita melihat Presiden Trump, strategi Kamara Nasionalnya saja yang 2025 dia keluarkan,
03:12itu juga mengandung kontradiksi gitu.
03:14Jadi, apa yang terjadi di Iran ini juga banyak kontradiksi. Itu poinnya.
03:18Coba saya ke Mbak, kalau begitu.
03:21Mbak Cempaka, dari Anda sendiri melihat apakah yang disampaikan seorang Trump ini,
03:27dia bisa menang secara psikologis yang dimainkan oleh Amerika Serikat,
03:33atau justru ini cuma cara Trump menyelamatkan muka,
03:37atau cuma cita-cita Trump bahwa Iran akan bertenguk lutut kembali ke meja negosiasi?
03:43Kalau saya ingin melihat kontekstualisasi dari statement atau pernyataan Trump ini, Mbak Ilona,
03:48yang pertama adalah bahwa statement yang disampaikan Trump dengan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat ini
03:54akan menciptakan beberapa konteks atau konsekuensi.
03:58Yang pertama adalah karena Iran tidak akan bisa mengekspor minyak karena tidak memiliki kapal.
04:04Yang kedua, misalnya karena tidak bisa melakukan penyimpanan lagi karena minyak tangkinya penuh.
04:10Dan yang ketiga adalah tidak bisa melakukan mematikan sumur.
04:13Karena memang sumur minyak di Iran, misalnya di beberapa konteks seperti di Afas atau di Qusestan,
04:19itu memang beroperasi dengan sistem yang pressure atau tekanannya itu alami.
04:24Dan memang sangat tinggi dan dibentuk oleh secara geologis begitu, Mbak.
04:28Nah, ini yang tidak bisa dimatikan secara alami.
04:30Ini yang dimaksud oleh Trump sebenarnya ketika menyatakan bahwa pipa ini akan meledak.
04:36Jadi bukan karena diledakan oleh Amerika Serikat, tapi memang ini akan meledak.
04:41Nah, memang secara teknis tadi saya setuju bahwa memang ini mungkin terjadi.
04:46Namun sebenarnya ini ada bentuk generalisasi atau penyederhanaan fenomena yang dilakukan oleh Trump.
04:53Karena sebenarnya secara teknis ini sangat kompleks, Mbak.
04:56Dan saya melihat sebenarnya ini tentu saja ada tiga hal yang ingin dicapai oleh Trump.
05:02Yang pertama adalah tentu saja menarik Iran kembali ke negosiasi.
05:06Dan ini sepertinya cukup berhasil, Mbak Ilona.
05:09Karena kita dengar satu statement dalam perjalanan Araksi ke Rusia saat ini adalah bahwa satu proposal yang diberikan oleh Iran
05:19melalui Pakistan adalah untuk membuka Selat Hormuz tanpa mendiskusikan terlebih dahulu tentang aspek nuklir.
05:27Nah, ini sebenarnya bentuk dari bagaimana ancaman dari Trump ini sebenarnya mungkin saja secara teknis dapat terjadi.
05:36Begitu, Mbak.
05:37Karena respon yang diberikan oleh Araksi pasca meninggalkan Islamabad dan juga setelah sebelumnya dari Oman ke Islamabad lalu sekarang dalam
05:45perjalanan ke Moskow adalah untuk mendiskusikan poin pembukaan terkaya dengan Selat Hormuz tanpa terlebih dahulu menyepakati tentang poin tentang nuklir.
05:55Karena kita tahu bersama sebelumnya ini Iran memang selalu menempatkan secara bersepasangan isu tentang Hormuz dan isu tentang nuklir.
06:03Namun dengan adanya statement ini bersamaan dengan proposal untuk membuka Selat Hormuz ini menjadi logis bahwa mungkin saja hal ini
06:12terjadi, Mbak Ilona.
06:13Oke, baik. Kalau menurut Mas Wibawanto bagaimana Anda setuju dengan pendapat Mbak Cempaka bahwa sebenarnya Iran ini akhirnya ya cara
06:20Amerika Serikat untuk meminta Iran kembali ke media negosiasi cukup efektif.
06:24Atau justru Anda punya pendapat lain bahwa jika memang kapasitas penyimpanan minyak Iran penuh, apakah mungkin dilakukan selain menerobos blokade
06:32maritim Amerika Serikat?
06:34Jadi Iran itu dalam posisi tidak akan menyerah. Dan kalaupun Iran itu bernegosiasi, Iran itu tidak dalam posisi yang lemah.
06:43Lemah kenapa? Lemah karena ditekan. Ditekan harus mengikuti termenya Amerika. Itu posisi mereka tuh.
06:48Nah, satu. Yang kedua, di Washington sejak awal, saya juga sudah sampaikan, ada dua kubu, dua school of thought. Yang
06:55pertama adalah kubu Presiden Trump yang berasumsi bahwa maksimalisasi dalam bentuk tekanan semua instrumen of national power Amerika, termasuk militer,
07:05informasi, diplomasi, dan ekonomi,
07:07yang difokuskan di dalam lingkup geografis Hormuz. Itu diharapkan bisa membuat Iran menyerah. Dan harus menyerah. Setelah menyerah baru negosiasi.
07:18Sedangkan kubu lain mengatakan, tidak perlu sampai membuat Iran menyerah. Di Washington juga ada kubu itu.
07:23Tapi cari celah, probabilitas yang mungkin saat ini, untuk bisa bernegosiasi dengan Iran.
07:29Nah, makanya sudah ada pembicaraan, tidak usah membahas nuklir dulu.
07:36Tetapi peluang apa yang ada, itu lakukan sebagai peluang untuk negosiasi tanpa menundukkan Iran di kakinya Amerika.
07:43Nah, itu ada arah ke poin kedua. Karena Presiden Trump juga dikejar waktu.
07:48Dia harus menyelesaikan permasalahan ini sebelum 28 April. Sebelum jatuh tempoh 60 hari dari setiap perang pertama kali di eksekusi,
07:56tanggal 28 Februari. Itu poinnya.
07:58Sementara Iran, walaupun diancam, walaupun ada risiko hancur-hancuran, mereka juga sudah siap memperhitungkan ini.
08:04Penderitaan yang mereka harus alami, jika ini harus lewat dari 28 April.
08:08Dan jika ini ada masalah dengan sistem minyak di Iran, kan yang rusak juga Amerika.
08:13Semua kenal kan, impact-nya kan.
08:15Gitu loh. Makanya ini pesannya Trump, juga menjenalisasi, dibilang baca bakat tadi.
08:20Oke.
08:20Karena juga sudah mengatur gitu.
08:22Dengan ketekdasarkan Trump di dalam negeri, di Washington, artinya apa kira-kira dalam waktu dekat ini akan dilakukan oleh Amerika
08:29Serikat?
08:30Bertahan pada sistem blokade? Atau justru ada hal lain? Misalnya terbuka, perang terbuka di laut?
08:37Saya lebih memilih ya, kalau Presiden Trump sekarang diperpet oleh laporan intelijen yang membuat dia harus bertindak secara rasional gitu.
08:48Nah, yang pertama tuh.
08:50Yang kedua, yang menjadi penghalang Iran untuk negosiasi adalah jika Hormuz di blokade.
08:56Nah, makanya Amerika akan membuka blokade itu kemungkinan, sehingga akan ada deal yang parsial bisa dicapai terlebih dahulu
09:04untuk menyelamatkan Presiden Trump sendiri, muka Presiden Trump sendiri sebelum 28 April gitu.
09:08Itu poinnya.
09:10Nah, jadi kemungkinan itu ada.
09:11Jadi Presiden Trump itu ditekan dari global politics dan juga ditekan oleh domestic politics.
09:16Di mana harusnya dia bertindak lebih rasional di dalam pengambilan keputusan.
09:20Atau lagi di dalam kondisi time seperti ini.
09:22Oke, itu dari sisi Trump. Tapi Mbak Cepaka, kalau kita ke sisi Iran begitu.
09:26Iran kan sebenarnya sudah menyatakan tegas sejak kemarin bahwa menolak kesepakatan jika Swatn Hormuz tidak dibuka.
09:34Atau selama blokade itu tidak dibuka oleh Amerika Serikat, mereka tidak mau berdamai seperti itu.
09:38Jadi, Anda melihat sikap Iran setelah ini, apakah dia akan longgar begitu kira-kira poin-poin mana
09:45yang bisa saja mereka negosiasikan setelah sebelumnya mereka menolak ras?
09:51Iya Mbak. Jadi saya lihat memang adalah poin terkait dengan blokade Amerika Serikat terhadap Gulf of Oman.
09:58Ujung dari Hormuz ini memang sebenarnya menekan Iran juga.
10:03Namun di sisi lain juga sebenarnya statement yang disampaikan oleh Trump ini menjadi face saving
10:08atau penyelamatan muka juga bagi Amerika Serikat.
10:11Karena pertama, ini menunjukkan bagaimana bentuk penyelamatan muka bagi Iran juga,
10:17di mana mereka akhirnya terpaksa membuka selat karena sifat teknis, bukan karena mereka mengerah.
10:22Jadi memang ini konteks yang disampaikan oleh Trump ini menjadi bahan untuk face saving strategi bagi Iran juga.
10:30Yang kedua, juga ini merupakan pressure signaling atau signal penekan bagi Iran
10:35sehingga waktu habis ini yang disampaikan bahkan sangat definitif yang disampaikan oleh Presiden Trump
10:42yaitu tiga hari bahwa sistem pipa ini akan meledak.
10:47Ini sebenarnya dia memberikan statement waktu tanpa harus menyatakan habisnya waktu genjatan senjata.
10:54Dan yang ketiga, saya melihat bahwa ini menjadi justifikasi domestik baik bagi Iran maupun Amerika Serikat
11:00sehingga blokade ini ketika nanti terkabut itu menjadi gestur baik Amerika Serikat.
11:06Oke, di genjatan senjata pertama kita lihat ada keterlibatan dari China
11:11sehingga berhasil sedangnya merayu Iran ke meja negosiasi.
11:16Tapi di kali ini genjatan senjata kedua tampaknya kok agak sulit.
11:20Apakah memang China belum ikut campur tangan sedemikian rupa
11:23ataukah sekarang sudah saatnya seperti Rusia sudah mendesak seperti itu
11:26China akan terlibat sehingga meja negosiasi perundingan dalam waktu dekat akan terwujud?
11:32Nanti dijawab, kami sering kepada saudara.
11:34Tetap di Kompos Petang.
11:40Ya, Mas Wangto yang terbaru kalau kita lihat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqci
11:45sudah bertemu dengan Vladimir Putin.
11:47Begitu apakah ini menandakan bahwa kira-kira nanti akan ada potensi
11:51Rusia mungkin mengajak merayu keterlibatan Rusia lebih jauh
11:56untuk mengembalikan Iran ke meja perundingan?
12:00Jadi apa yang terjadi sekarang ini sejak dua bulan terakhir ini
12:04sejak 28 Februari itu sudah terlihat dari keamanan nasional Presiden Trump sejak 2025.
12:10Ada yang tidak pohren di situ.
12:13Di satu sisi Amerika itu tetap menjadi hegemon, tapi di satu sisi
12:17mau mencoba fokus ke dalam negerinya sendiri, maga itu.
12:21Sehingga melakukan burden shifting kepada aliansi.
12:24Nah, akhirnya hal-hal kontradiktif itu terlihat di dalam konflik Iran ini.
12:29Dan akhirnya sekarang Presiden Trump terjebak.
12:31Farid Zakaria sudah bilang, ini terjebak dan tidak bisa ada exit way-nya.
12:37Nah, exit way-nya itu kembali ke Presiden Trump.
12:39Nah, makanya sekarang yang saya tekankan terjadi yang namanya interaksi
12:43antara great power competition antara Amerika sebagai rising ruling power
12:48melawan rising power China di bed of Russia
12:50dan juga perbutan pembentukan reshaping dari struktur regional security complex di Timur Tengah.
12:57Itu poinnya.
12:57Makanya sekarang Presiden Putin ditemui oleh Menteri Luar Negeri Iran
13:01itu sebagai bentuk bahwa signal ya, sebagai strategik signaling bahwa
13:06sekarang China dan Rusia memberikan deterrence kepada Presiden Trump
13:10untuk stop, untuk meminta lebih, untuk being excessive.
13:14Selain memang kemampuan Amerika sendiri tidak cukup untuk melakukan major theater war di Iran
13:18karena major theater war Amerika itu, pasukan Amerika disiapkan untuk menghadapi
13:22partlik di Laut Cina Selatan.
13:23Di Iran itu di Timur Tengah hanya levelnya adalah operasi containment.
13:27Jadi, Iran, Rusia, dan China itu juga tahu kemampuan Amerika sampai di mana
13:32bluffing-bluffingnya Presiden Trump
13:36dan seruan-seruan yang Presiden Trump melakukan mereka tahu gitu.
13:39Jadi, di sini harus ada yang mengerem.
13:43Karena bringmanship ini kemungkinannya
13:44either ini pecah menjadi perang terbuka karena irrational decisions
13:48making atau self-restraint yang bisa menahan ini tidak pecah
13:54kembali lagi tapi ke level special operation and loyalty conflict
13:59seperti sejak tahun 79 sampai 2026.
14:01Jadi, dari kacamata Anda melihat saat ini posisi yang tengah terdesak
14:05dari dalam negeri adalah Trump, apakah sikap Trump saat ini
14:08masih bisa mengandalkan sok powerfullnya dia terhadap Iran?
14:13Menurut saya secara objektif tidak bisa.
14:15Apalagi dari Washington DC.
14:17Banyak yang berpendapat apa yang Presiden Trump melakukan sekarang tidak wise.
14:20Itu poin.
14:21Oke, baik. Macempa gak?
14:22Jadi, perlawanan dari dalam sendiri.
14:24Oke, baik. Saya akan bergeser ke Mbak Cempaka.
14:27Kalau dari pandangan Anda sendiri,
14:29apakah memang Rusia akan terlibat lebih besar
14:32dalam proses perlindungan berikutnya?
14:34Lalu, kemudian bagaimana dengan China
14:35yang sebelumnya disampaikan dalam perlindungan pertama
14:38ada ikut campur yang cukup besar
14:39sehingga Iran mau ke meja negosiasi?
14:42Betul, Mbak.
14:43Kalau saya lihat memang Rusia ini
14:45dalam kalkulasi untung rugi yang lebih kompleks
14:48dibandingkan Tiongkok.
14:49Karena memang pertama tentu kita lihat
14:51bagaimana Rusia ini sebenarnya dalam pihak
14:53yang diuntungkan ketika terjadi perang
14:55antara Amerika Serikat Israel
14:57dan juga Iran ini.
14:59Pertama adalah harga minyak yang tinggi.
15:01Ini menguntungkan Rusia sebagai salah satu eksportir
15:04minyak besar bagi dunia.
15:06Nah, tapi kita lihat juga bagaimana
15:08Rusia sendiri juga sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat ini
15:12sudah diperpanjang dua kali dicabut.
15:14Jadi, sanksinya ini dicabut oleh Amerika Serikat
15:17selama beberapa waktu.
15:20Dan ini sudah dua kali diperpanjang.
15:21Dan ini menunjukkan bagaimana Rusia sebenarnya diuntungkan
15:24dengan adanya perang ini.
15:26Namun, kita juga lihat keuntungan lain adalah
15:28sebenarnya keuntungan strategis bagi Rusia adalah
15:30adanya perhatian yang ter-divert atau ter-realokasi.
15:35Yang sebelumnya fokus dalam konteks perang Ukraina
15:38menghadapi Rusia, tapi juga sekarang menjadi
15:40fokusnya ke Timur Tengah.
15:42Nah, ini tentu secara strategis memberikan ruang gerak
15:44yang lebih bebas bagi operasi militer yang dilakukan oleh Rusia.
15:48Nah, tapi kita harus melihat bagaimana posisi Tiongkok berbeda, Mbak.
15:52Karena Tiongkok ini sampai saat ini masih memilih netral
15:55karena meskipun sebenarnya kepentingannya pun tidak kalah banyak, Mbak.
15:59Terlebih 80% sampai 90% minyaknya ini
16:02sebelumnya ditopang oleh pengiriman dari Iran.
16:07Nah, ini sebenarnya juga menjadi pertimbangan bagi Tiongkok.
16:10Namun tentu saja kita melihat bagaimana Tiongkok ini
16:13terlalu banyak yang dipertaruhkan ketika misalnya nanti
16:16berkontribusi atau terlibat lebih jauh.
16:18Sehingga saya lihat keterlibatan yang lebih jauh
16:22sebagai external balancer
16:23akan lebih banyak dilakukan oleh Rusia
16:26dibandingkan oleh Tiongkok, Mbak Ilona.
16:28Oke, baik. Saya ke Mas Wanto.
16:30Yang kita dengar, ini kan si Trump bolak-balik
16:32mengeluarkan statement yang berbeda-beda ya.
16:34Apakah sebenarnya ini merupakan sinyal
16:36bahwa dia tidak mau melanjutkan perang lagi?
16:39Ya, jadi sebenarnya signal yang berbeda-beda
16:42dari Presiden Trump itu merupakan
16:43manifestasi kontradiktif
16:45di dalam cara berpikir
16:47dan cara formulasi dan implementasi strateginya.
16:51Jadi, sejak strategi keamanan nasional
16:53tahun 2025 itu diterbitkan,
16:55itu sudah banyak kontradiksi.
16:57Tadi saya bilang,
16:58mau menjadi hegemon,
16:59tetapi tidak mau menanggung beban
17:01seperti Presiden-Presiden Amerika sebelumnya
17:04sejak Perang Dunia Kedua.
17:05Ya, jadi itu poin.
17:06Poin yang kedua,
17:08membutuhkan NATO,
17:09tetapi juga melakukan komunikasi
17:11yang tidak menimbulkan rasa saling percaya.
17:13Yang kedua.
17:14Yang ketiga,
17:15tujuan yang berubah-rubah
17:16di dalam konteks Perang Iran ini
17:19selama lima minggu terakhir,
17:21itu juga menjadi
17:24questioning sign
17:25untuk global audience.
17:26Jadi, yang keempat,
17:28yang kita bisa lihat,
17:30dokumen-dokumen terbuka
17:31dan yang semi terbuka,
17:33jelas menyebutkan bahwa
17:35kemampuan pertahanan Amerika itu
17:38tidak disiapkan untuk melakukan
17:39major theater war
17:40di Timur Tengah,
17:42khususnya di Iran ini.
17:43Makanya,
17:44konflik di Iran ini
17:44hanya disiapkan untuk
17:45dua minggu pertama.
17:48Jadi,
17:49jelas bahwa
17:50kemampuan Amerika
17:51juga untuk melakukan
17:52escalated war
17:54atau prolonged war
17:55juga terbatas,
17:56Iran tahu itu.
17:58Nah, makanya Iran sekarang
18:01terbuka untuk negosiasi
18:03asalkan Hormuz itu
18:05tidak di blokade dulu.
18:06Nah, sementara Amerika
18:07dalam kalinya Presiden Trump
18:08pendekatannya adalah
18:09harus membuat Iran
18:11menyerah dulu.
18:12Jadi, bernegosiasi
18:13dalam polisi lemah.
18:14Itu yang belum ketemu.
18:15Selain banyak hal fundamental
18:17yang belum ketemu.
18:18Mengenai China,
18:19China ini
18:20kan rising power.
18:21China ini lebih besar
18:22GDP-nya dibandingkan Rusia.
18:24Ya kan?
18:2510 kali lipat gitu kan.
18:27Nah, jadi
18:27China itu
18:28dalam posisi
18:29nomor dua lah
18:29setelah Amerika
18:30itu menunggu
18:31Amerika itu capek
18:32dan decrease.
18:33Berkurang kekuatannya
18:34karena lelah
18:36atau resource drain
18:37menghadapi Iran.
18:38Agak beda
18:39approach-nya dengan
18:39Rusia gitu.
18:41Oke.
18:41Nah, tapi
18:41jadi walaupun
18:43sekarang China suffer
18:44tapi China juga melihat
18:44Amerika juga suffer.
18:47Nah, suffer-nya Amerika itu
18:48mungkin dalam
18:48perspektif China
18:49itu relatively
18:50lebih banyak gitu.
18:51Itu poinnya.
18:52Oke, saya ke Mbak Cempaka.
18:54Kalau
18:55Trump
18:56selalu punya
18:57pernyataan yang berbeda-beda
18:58dan sementara dia
18:59tertekan dari dalam negeri
19:01begitu dia dikejar
19:01waktu
19:02apakah justru
19:04semua pernyataan
19:05si Trump ini
19:05tidak dipandang penting
19:07atau dianggap
19:08angin lalu oleh Iran?
19:11Tentu
19:11apapun pertimbangan
19:13yang sifatnya domestik
19:14tidak dipertimbangkan
19:15juga sebenarnya
19:16waktu yang
19:17dikejar
19:18oleh Trump
19:19misalnya terkait tadi
19:20beberapa hal terkait
19:21dengan midterm election
19:22dan lain sebagainya
19:23tentu itu tidak menjadi
19:24pertimbangan bagi Iran
19:25karena yang menjadi
19:26pertimbangan
19:26Bukan, maksud saya adalah
19:28segala ancaman
19:29yang disampaikan oleh
19:30si Trump kepada Iran
19:31itu akhirnya
19:32cuma dianggap
19:33angin lalu
19:33karena bentuknya
19:34berubah-ubah.
19:35Hari ini bilang A
19:36besok bilang B.
19:38Tentu kita tahu
19:40ada yang disebutkan
19:40credible threat
19:41ancaman yang credible
19:43nah ancaman yang credible
19:44ini salah satu bentuknya
19:45adalah tentu saja
19:46konsistensi
19:47nah ketika konsistensi
19:48ini berubah-ubah
19:49tentu saja
19:49ini menjadi
19:50ancamannya menjadi
19:51tidak credible
19:52nah ini pula
19:53yang membuat
19:54akhirnya bagaimana
19:55dalam negosiasi
19:56yang pertama
19:56dan kedua ini
19:57tidak dalam konteks
19:59statement Trump
20:00yang dijadikan basis
20:02keputusan dari Iran
20:03sendiri
20:03apakah dia menurunkan
20:05delegasi atau tidak
20:06tapi misalnya bagaimana
20:07ketentuan
20:08perkeputusan
20:09apakah menurunkan
20:10misalnya
20:11vice president
20:12wakil presiden
20:13ke wakil presiden
20:14Amerika Serikat
20:15misalnya
20:15apakah diturunkan
20:16ke
20:19negosiasi atau tidak
20:20misalnya itu justru menjadi
20:21poin-poin
20:22yang dapat
20:23disetujui oleh Iran
20:25karena kita lihat
20:25memang Iran memiliki
20:26pendekatan yang berbeda
20:27dalam negosiasi
20:28kita lihat delegasi yang pertama
20:30sangat banyak
20:30staff maupun
20:32delegasi
20:32yang sifatnya
20:33mengerti secara teknis
20:34baik konteks nuklir
20:36baik secara
20:37konteks
20:38maritim
20:39dan lain sebagainya
20:40tapi dari konteks
20:40Amerika Serikat sendiri
20:42delegasi yang dikirimkan
20:43tidak mengerti secara teknis
20:44begitu
20:45tentang hal-hal
20:46yang dinegosiasikan
20:48oleh Iran ini
20:49nah ini tentu
20:49yang menurut saya
20:50menjadi lebih decisive
20:51dibandingkan
20:52statement-statement
20:53Trump
20:53yang sifatnya menekan
20:55namun
20:55mungkin kita kembali
20:56ke statement yang
20:57menyatakan tentang
20:58tiga hari
20:58dan meledaknya
21:00pipa ini
21:00ini mungkin menjadi
21:01pertimbangan juga
21:03bagi Iran
21:03karena memang secara teknis
21:05secara language
21:06secara bahasa
21:07yang dimengerti oleh Iran
21:08yaitu bahasa-bahasa teknis
21:10nah ini menurut saya
21:11justru akan lebih
21:12kredibel untuk
21:13menarik Iran
21:14ke meja negosiasi
21:15dibandingkan yang
21:16sifatnya hanya
21:17ancaman-ancaman
21:18seperti
21:18membumi hanguskan
21:19peradaban
21:20dan lain sebagainya
21:21itu menurut saya
21:22itu akan lebih
21:22lebih kredibel
21:24dibandingkan
21:25konteks-konteks
21:26yang ancaman semata
21:27dari Trump
21:28Mbak Ilona
21:28ya dengan situasi
21:30yang ada saat ini
21:30Mas Wanto
21:32apakah menurut Anda
21:33Iran akan
21:34mau berunding
21:36dan menyempakati
21:37sejumlah syarat
21:37disajikan oleh
21:38Amerika Serikat
21:39atau sebenarnya
21:41melihat kondisi
21:42si Trump
21:43yang juga tengah
21:44terdesak
21:44sehingga mau tidak
21:45mau mereka harus
21:46membuka
21:47blokade
21:47hormus
21:48Mas Wanto
21:50ya jadi
21:51Iran tetap
21:53tidak akan
21:54membuka
21:54apa
21:55Iran
21:55artinya
21:56Amerika ya
21:57Amerika atau Iran
21:57Amerika tetap
21:59akan
21:59motot ya
22:00apalagi
22:00se-9-8 April
22:02tetapi kalau
22:03untuk Iran
22:04Iran tidak akan
22:04menyerah
22:05Iran tidak akan
22:06mau
22:07hormus itu
22:08tetap
22:09di blokade
22:09terus mereka
22:10melakukan negosiasi
22:11tidak akan mau
22:11karena itu juga
22:13instalasi militer
22:14sarana-sarana
22:15intelijen juga
22:16ada di situ
22:16dan sekarang ini
22:17kan sebenarnya
22:18apa sih
22:18yang diperebutkan
22:19yang diperebutkan
22:20itu adalah
22:20reshaping dari
22:22struktur regional
22:23security complex
22:24di timur tengah
22:25itu poinnya
22:26dan sekarang
22:27yang menjadi
22:28center of gravity-nya
22:29itu adalah
22:29hormus
22:30nah bagaimana
22:33Trump itu
22:34menakut-nakuti
22:35Iran
22:36begitu juga lah
22:38sebanyak itulah
22:39juga
22:39Trump
22:40takut sekali
22:41jika
22:42sampai
22:43ekonomi global
22:45rusak
22:45gara-gara
22:46hormus itu
22:47terganggu gitu
22:48dan hormus
22:48sudah terganggu
22:49apalagi
22:50sedang ada
22:51blokade ini
22:51kan gitu ya mbak ya
22:52jadi
22:53dalam posisi ini
22:55presiden Trump lah
22:56yang harus
22:57menurunkan
22:58permintaannya
23:00gitu
23:00nah itu
23:01jadi harus ada
23:02yang namanya
23:02moderate
23:03points of
23:04negotiations
23:05dimana akhirnya
23:07kedua
23:07pihak itu
23:08menahan diri
23:09hormus
23:10dibuka dulu
23:11blokade
23:12diringankan dulu
23:13tetapi
23:14bisa
23:14meminta
23:15Iran
23:16untuk
23:16minta
23:17yang
23:18tidak terlalu banyak
23:19juga dari
23:19persenjian Amerika
23:20kira-kira gitu ya
23:21jadi meskipun
23:22ada ancaman
23:23bisa meledak
23:24dari penyimpanan
23:25minyaknya Iran
23:26itu tidak akan
23:26membuat Iran
23:27menyerah
23:27begitu ya
23:28tidak akan
23:29oke baik
23:30terima kasih
23:31Mas Wanto
23:31terima kasih
23:32Mbak Cempaka
23:32telah bergabung
23:33di Kompas Petang
23:34selamat petang
23:34sampai ketemu lagi
23:35terima kasih
23:37selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan