Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BEKASI, KOMPAS.TV - Kereta jarak jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terlibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

Informasi terbaru, 2 orang meninggal dunia akibat tabrakan ini.

Insiden kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian KRL. Peristiwa bermula dari sebuah mobil yang mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Akibat kejadian itu, KRL berhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, dari arah belakang, KA Argo Anggrek menabrak bagian gerbong wanita yang berada di bagian belakang rangkaian KRL.

Kondisi KRL dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan tersebut.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga BREAKING NEWS! Situasi Terkini Proses Evakuasi Penumpang Korban Tabrakan KRL di Bekasi di https://www.kompas.tv/regional/665623/breaking-news-situasi-terkini-proses-evakuasi-penumpang-korban-tabrakan-krl-di-bekasi

#krl #tabrakan #keretaapi #bekasi #ptkai

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/665626/terbaru-tabrakan-krl-dan-ka-argo-bromo-anggrek-di-stasiun-bekasi-2-korban-tewas
Transkrip
00:03Ya saudara yang dimana memang dari pihak KAI hingga saat ini untuk terkait dengan kronologi masih dilakukan investigasi terlebih dahulu
00:09terkait dengan bagaimana terjadinya tabrakan kereta yang berada di stasiun Bekasi Timur.
00:15Memang untuk informasi korban saat ini bahwa dikabarkan terdapat dua korban meninggal dunia dari insiden tabrakan kereta yang berada di
00:23stasiun Bekasi Timur.
00:24Namun hingga saat ini juga dari petugas masih melakukan evakuasi yang dimana memang menjadi fokus utama terkait dengan evakuasi kemudian
00:32juga pertolongan medis
00:33yang dimana dari korban ini dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis terlebih dahulu.
00:39Dan saat ini juga kami dilakukan masih proses untuk proses evakuasi karena saat ini di dalam juga masih dilakukan proses
00:50evakuasi.
00:50Ya Eril, sampai saat ini informasi yang kami dapatkan berdasarkan tadi keterangan dari Narasumber bahwa memang terkait kronologi
00:59ataupun seberapa cepat kereta api jarak jauh ini kemudian menabrak komuter lain ini harus dipastikan terlebih dahulu
01:08cara proses investigasi akan dimulai sementara evakuasi yang saat ini masih menjadi fokus.
01:13Tapi Anda saat ini hingga sejak tadi berada di lokasi kejadian di stasiun Bekasi Timur.
01:20Apakah ada cerita lagi dari saksi mata ataupun warga yang menjadi penumpang komuter lain?
01:27Apa tanda-tanda yang mereka dengar?
01:29Karena kan biasanya kalau ada kereta api yang ingin memasuki jalur ataupun ingin memasuki peron itu kan ada klakson yang
01:37sangat keras terdengar.
01:38Apakah hal itu juga sempat terdengar oleh warga sebelum kecelakaan ini terjadi, Eril?
01:47Ya, Valen memang hingga saat ini untuk terkait dengan warga sekitar bahwa informasi yang kami sebelumnya kami dapatkan
01:56bahwa dari warga memang tidak melihat ada tanda-tanda bahwa terjadi kereta api tabrakan ini
02:02terlihat adanya suara bunyi udakannya cukup keras pada saat kejadian tabrakan pada sekitar pukul 9 malam.
02:12Dan selain itu juga bahwa dari penumpang saat ini juga sudah dievakuasi keluar
02:18karena saat ini posisi di dalam ataupun di peron masih dilakukan proses evakuasi
02:23oleh petugas baik dari SAR ataupun dari polisi dan petugas dari KAI.
02:32Valen?
02:33Tadi saksi mata ini sempat menyatakan bahwa terdengar dentuman keras
02:39yang menjadi tanda bahwa ada tabrakan antara kereta api jarak jauh dan juga komuter di stasiun Bekasi Timur.
02:47RL nanti kami akan kembali lagi berkomunikasi dengan Anda untuk update terkini
02:52bagaimana proses evakuasi yang saat ini terjadi di stasiun Bekasi Timur.
02:56Kompas TV melalui Breaking News akan kembali untuk Anda usai cedah berikut.
Komentar

Dianjurkan