00:01Anda kembali di berita utama bersama saya Asri Gunawan.
00:05Saudara ruang aman anak terkoyak.
00:07Polisi mengungkap fakta mengerikan dibalik tempat penitipan anak atau daycare di Umbul Harjo, Yogyakarta.
00:16Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru memperlihatkan sebaliknya.
00:21Anak-anak mengalami tindakan tidak manusiawi.
00:24Penelantaran hingga kekerasan fisik dan polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka.
00:35Kasus kekerasan terhadap anak terungkap di sebuah daycare bernama Lipter Aresha di Umbul Harjo, Yogyakarta.
00:44Jumat 24 April lalu polisi melakukan penggerebekan di daycare tersebut.
00:49Benar saja pemandangan di dalam daycare begitu memilukan.
00:54Anak-anak yang seharusnya dirawat dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab justru ditelantarkan secara ekstrim.
01:04Tak hanya itu saudara, anak-anak juga mendapat kekerasan fisik dari para pengasuhnya.
01:10Mayoritas korban berusia 3 bulan hingga 2 tahun.
01:14Polisi menangkap 30 orang untuk diperiksa.
01:22Pertugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi.
01:33Mungkin untuk menjaga kejiwaan terhadap anak, terhadap orang tua.
01:44Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi.
01:48Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat dan sebagainya.
01:53Dari hasil pemeriksaan polisi, ada 103 anak terdaftar di daycare Little Aresha, Jogja.
02:02Dari jumlah tersebut, 53 diantaranya terindikasi mengalami kekerasan fisik yang dilakukan para pengasuh.
02:10Mayoritas korban berusia di bawah 2 tahun, bahkan ada yang masih bayi.
02:18Kasus kekerasan di daycare Little Aresha, Jogja, terungkap ke publik berkat laporan masyarakat.
02:26Hal itu diperkuat dengan keterangan orang tua yang curiga dengan kondisi anak mereka sepulang dari daycare.
02:32Salah satu orang tua korban menuturkan menitipkan anaknya sejak usia 3 bulan hingga 2,5 tahun.
02:39Ia tak menyangka peristiwa keji menimpa anaknya.
02:44Orang tua juga pernah menemukan luka lebam di tubuh anaknya dan tidak mau berangkat ke daycare.
02:50Namun, orang tua tidak menaruh curiga.
02:56Di masa kecilnya kan 3 tahun gitu kan, sering mandiin.
03:01Sering mandiin kan kita bandoin kan pasti kita tahu.
03:04Kok ini ada biru dua di sebelah sini, sama di sebelah mana gitu kan.
03:10Ada dua pokoknya.
03:10Itu kan terus habis itu, adik kenapa?
03:13Nggak apa-apa gitu.
03:15Tapi setelah itu kan anak itu nangis, nggak mau sekolah.
03:22Pasca penggerbekan daycare Little Aresha di Jogja, orang tua korban ramai-ramai mendatangi Mapolresta Yogyakarta.
03:30Mereka ingin memastikan kelanjutan proses hukum atas kasus kekerasan yang menimpa anak-anak mereka.
03:38Salah satu orang tua korban mengatakan shock dan tidak menyangka.
03:43Tempat yang dikira bertanggung jawab ternyata malah sebaliknya.
03:49Ia juga mengaku pernah mendapat laporan dari daycare soal luka di tubuh anaknya
03:54yang disebut sudah ada sejak sang anak tiba di daycare.
04:04Kita antar ke penutipan, selang berapa jam itu kami dapat report foto punggung anak saya itu ada goresan,
04:14kemudian bibirnya ada luka.
04:15Nah, dia menginfokan bahwa ini luka dari rumah ya, ibu yang lain yang menjadikan di sana,
04:23lukanya sama di tempat yang sama, ada kesamaan lah, ada kesamaan luka yang berarti ini ada luka karena sudah pas
04:30di sana.
04:32Proses hukum kasus kekerasan anak di daycare Jogja terus bergulir.
04:37Polisi menetapkan 13 tersangka, diantaranya adalah Kepala Yayasan dan Pengasuh Anak Daycare Little Aresha.
04:45Ketiga belas tersangka kini telah ditahan.
04:49Polisi juga tidak menutup kemungkinan tersangka bertambah dalam pengembangan kasus tersebut.
04:56Tiga belas tersangka, nanti akan langsung ditahan.
05:01Nanti ini bisa berkembang lagi, tergantung nanti proses pengembangan dan mungkin ada keterangan-keterangan tambahan
05:08dari 13 yang saat ini sudah diamankan oleh Polisi Yogyakarta.
05:14Fakta lain terungkap, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyatakan,
05:20Daycare Little Aresha tak punya izin beroperasi.
05:25Peristiwa ini jadi evaluasi pemerintah kota Yogyakarta untuk menyisir seluruh rumah penitipan anak di kota Yogyakarta.
05:34Pemko Yogyakarta juga telah berkoordinasi dengan KPAI dan Polresta Yogyakarta
05:39untuk memberikan pendampingan psikologis bagi orang tua dan khususnya anak-anak yang menjadi korban.
05:50Evaluasi terkait diizinkan itu?
05:53Ya, kami akan menswiping semua tempat-tempat yang menyelenggarakan penitipan anak di kota Yogyakarta.
06:01Karena seperti yang kemarin terjadi itu kan tidak ada izin.
06:17Komisi Perlindungan Anak Indonesia menilai kasus dugaan kekerasan
06:21yang menimpa 53 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta merupakan fenomena gunung es.
06:29Dari 3.000 daycare di seluruh Indonesia, banyak yang belum mengantongi izin dari Pemda.
06:36Hal ini penting karena terkait dengan sistem pengawasan.
06:40Tanpa pengawasan maka terbuka celah kemungkinan terjadi kekerasan terhadap anak.
06:46Selain meminta, Pemda juga diminta aktif jemput bola terkait izin daycare.
06:53Dan orang tua yang anaknya menjadi korban kekerasan diminta untuk berani melapor.
07:02Nyarankan kepada seluruh orang tua yang pernah menitipkan anaknya di Daycare ini untuk berani melapor.
07:10Jadi, pada yang sekarang saja.
07:13Dan saya ingin menegaskan kembali, Mbak.
07:15Jadi, kalau yang dimaksud ada 103 anak, kemudian 53 anak itu yang mendapatkan kekerasan secara langsung.
07:25Tetapi kita juga harus melihat dari 103 ini, sisanya itu, maaf ya saya mengatakan kok sisanya.
07:37Ya, baik. Singkat saja, Ibu.
07:38Di luar 53 itu juga sebenarnya korban loh, Mbak.
07:41Maaf, mereka juga melihat, mereka juga mendengar.
07:46Mereka mungkin tidak secara langsung, ya.
07:48Tetapi mereka juga berhak untuk mendapatkan pendampingan psikososial.
07:53Anak-anak rentan jadi korban kekerasan karena mereka belum lancar mengungkapkan apa yang dialami.
08:02Orang tualah yang harus peka untuk memperhatikan bahasa tubuh anak,
08:06baik saat sebelum diantar ke daycare, maupun setelah pulang dari daycare.
08:13Anak-anak yang dia belum bisa berbahasa dengan cara yang baik,
08:17itu menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi pelaku.
08:21Ini ada celah yang sangat-sangat dimanfaatkan.
08:24Karena secara verbal, mungkin anak-anak tidak bisa menyampaikan kronologinya.
08:28Tetapi bagaimanapun juga, sebetulnya yang bisa ditangkap itu bukan hanya kata-kata dari anak-anak,
08:34tetapi bahasa tubuhnya. Sehingga yang harus diketahui oleh orang tua adalah
08:38ketika pulang dari tempat daycare itu atau sebelum berangkat,
08:42bahasa tubuhnya menunjukkan apa?
08:44Karena bagaimanapun juga, bahasa tubuh itu lebih dari seribu kata.
08:48Apakah dia ketika mau diantarkan itu dia dalam kondisi yang riang gembira,
08:52atau dia ketakutan, atau dia tiba-tiba sakit perut?
08:56Berarti kan ada psikosomatis yang membuat anak merasa takut berada di tempat itu.
09:01Data KPAI setidaknya ada 3.000 lebih tempat penitipan anak atau daycare di Indonesia.
09:08Sayangnya, jumlah yang terbilang banyak tak diikuti dengan kepatuhan perizinan oleh para pemiliknya.
09:15Hal inilah yang memicu kasus kekerasan di daycare kerap berulang akibat minimnya pengawasan.
09:22Butuh evaluasi bersama untuk menjamin daycare sesuai dengan tujuannya,
09:27yakni menjadi salah satu ruang aman bagi anak-anak.
Komentar