Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Sebanyak enam jajaran kabinet dilantik Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Perombakan kabinet ini menyasar posisi kepala badan, menteri, dan wakil menteri koordinator. Ini menjadi perombakan kelima dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hasan Nasbi yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan kini kembali dipanggil oleh Presiden dan ditunjuk sebagai utusan khusus Presiden bidang komunikasi. Ia menyatakan siap memperkuat komunikasi pemerintah kepada publik, termasuk jika kembali dipercaya sebagai juru bicara.

Sementara itu, Muhammad Qodari yang menerima mandat baru kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, setelah sebelumnya posisi tersebut dijabat oleh Angga Raka Prabowo. Qodari menyebut tanggung jawab barunya kali ini semakin berat.

Dalam reshuffle kabinet kelima ini, Presiden Prabowo juga menggeser sejumlah posisi strategis, termasuk penugasan baru bagi Hasan Nasbi sebagai penasihat khusus Presiden bidang komunikasi di lingkungan Istana.

Lebih lanjut, perkembangan perombakan Kabinet Merah Putih ini akan dibahas bersama pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti, serta Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Update Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, KCI: Evakuasi Masih Berlangsung di https://www.kompas.tv/regional/665619/update-kecelakaan-kereta-argo-bromo-anggrek-vs-krl-di-bekasi-timur-kci-evakuasi-masih-berlangsung

#reshuffle #kabinetmerahputih #prabowo #rombakkabinet

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665622/respons-ray-rangkuti-ahmad-doli-soal-hasan-nasbi-masuk-istana-lagi-m-qodari-jadi-kepala-bakom
Transkrip
00:00Sebagian berperilaku seperti pers.
00:31Selamat petang Bapak-Bapak dengan Maidob.
00:35Selamat petang.
00:35Selamat sore.
00:38Waalaikumsalam.
00:39Saya mau ke Bang Ray dulu.
00:40Bang Ray kenapa Anda lihat reshuffle kali kelima ini penting dan kenapa harus di reshuffle bidang komunikasi?
00:47Apakah Anda melihat ada komunikasi yang terjalan yang tidak bagus antara pemerintah dan juga rakyat?
00:55Kalau satu departemen itu terus-menerus di utaati, itu kan artinya ada sesuatu yang kurang dianggap optimal di dalam bidang
01:02itu.
01:03Jadi kalau kita lihat dalam satu tahun, delapan bulan lah ya, perjalanan pemerintahan Pak Prabowo,
01:10bagian dari komunikasi ini kelihatan paling banyak di utaati oleh Presiden.
01:14Artinya Pak Prabowo mungkin merasa bahwa komunikasi yang disampaikan oleh para pembantunya selama ini kepada masyarakat
01:24bisa saja kurang optimal, bisa saja kurang mengena, dan sebagainya.
01:29Sehingga utaati terus nih ya kan, orang yang sudah pernah keluar, masuk lagi, dikeluarkan lagi, masuk lagi, dan sebagainya.
01:39Termasuk Bung Kodari kan, memang awalnya juga begitu, sekarang masuk ke bagian dari komunikasi.
01:46Nah cuman kan kalau berkaitan dengan dua figur ini ya, baik Bung Kodari maupun Bung Hasan Nasbi,
01:53saya kira pola komunikasinya nggak akan jauh berbeda dari yang sebelum-sebelumnya gitu.
01:59Apa itu? Pola yang lebih open sheet dibandingkan dengan defensive gitu ya.
02:04Nah kan Hasan Nasbi dengan Kodari, saya kira kita tahulah sempat terjang komunikasi mereka sejak dari Pak Jokowi kan,
02:14dimana mereka memang selalu keluar ya, apa namanya ya, ya penyerang lah mungkin lebih tepatnya disebut dibandingkan mereka
02:23berada dalam posisi sebagai back ya, sebagai pertahanan gitu.
02:27Nah apakah ini menyerahkan kepada masyarakat bahwa Pak Prabowo sekarang akan lebih terbuka gitu ya,
02:36akan lebih masuk ya ke ruang-ruang apa namanya itu ya, katakanlah ke ruang wacana gitu,
02:44dibandingkan yang sebelumnya.
02:45Karena mungkin sebelumnya ini dievaluasi,
02:49apa namanya itu ya, defensive ini dianggap mungkin justru membuat pamor dari Pak Prabowo kurang menguntung,
02:57bukan gitu ya, tapi kalau itu cara berpikirnya,
03:00tapi kan tingkat kepuasannya tetap katanya di 74,9 persen.
03:06Artinya kalau dilihat dari situ mungkin tidak ada apalah persoalan yang terlalu signifikan berkaitan dengan komunikasi ini gitu.
03:14Nah oleh karena itulah saya lihat perubahan-perubahan ini di luar soal komunikasi lebih tepat disebut sebagai konsolidasi.
03:26Karena sama sekali tidak ada orang baru yang ditempatkan oleh Pak Prabowo kecuali Pak Jumur Hidayat ya,
03:32Pak Jumur Hidayat saya figur baru yang masuk ke dalam pemerintahan Pak Prabowo.
03:36Tapi katanya ini lebih kekonsolidasi nih.
03:39Anda melihatnya berbeda atau sama nih?
03:43Reshuffle yang kali ini?
03:44Iya, saya kira kan pertama kan sekali lagi saya sering mengulangi ya,
03:51bahwa reshuffle kabinet itu adalah hak progatifnya presiden.
03:55Dan yang kedua, yang namanya reshuffle kabinet itu selalu adalah bagian dari mengevaluasi kinerja dari kabinet.
04:03Nah kalau kita lihat saat ini, ini kan ada dua hal ya, atau dua lingkungan ya.
04:11Lingkungan pertama adalah lingkungan istana ya, di KSP.
04:17Dan kemudian adalah lingkungan komunikasi istana atau pemerintah dengan masyarakat luas.
04:26Nah tentu ini kan saya kira mungkin Pak Presiden mempertimbangkan ya,
04:30begitu banyaknya akhir-akhir ini pandangan-pandangan yang sangat kritis, minor gitu.
04:37Yang mungkin dipahami bahwa selama ini masyarakat atau pihak-pihak yang menyampaikan itu
04:44kurang mendapatkan informasi yang lebih banyak, yang lebih cukup
04:49terhadap apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah.
04:52Nah jadi ini adalah bagian untuk memperbaiki ya, apa namanya, komunikasi itu.
05:00Nah yang kedua di lingkungan istana saya kira juga ini adalah bagian untuk memperkuat ya,
05:08bagaimana semua sistem yang ada di lingkungan istana itu bisa berjalan lebih efektif lagi, kira-kira begitu.
05:16Tapi saya mau kembali ke Bang Re, Bang Re, dari nama-nama ada 6 orang ya hari ini yang kemudian
05:21di reshuffle kemudian.
05:24Cocok gak sih nama-nama yang tadi dengan posisi-posisi baru mereka saat ini?
05:30Ya saya kira...
05:32Sorry, sorry, silakan.
05:34Bang Re.
05:36Oh ya ya, oke.
05:37Saya kira di peruriannya Pak Prabowo ini hampir tidak ada pertimbangan soal kompetensi ya.
05:44Jadi ini lebih pada akomodasi ketimbang kompetensi.
05:48Jadi siapapun bisa masuk kepada bagian apapun,
05:51ujung-ujungnya ya reshuffle lagi, reshuffle lagi, seperti yang kita lakukan hari ini kan.
05:56Misalnya Bung Hasan Nasbi sudah pernah ditempatkan di bidang komunikasi,
06:01lalu mengundurkan diri, ditarik lagi oleh Presiden,
06:05lalu diberhentikan lagi, sekarang ditarik lagi gitu.
06:08Jadi kriteriannya makin gak jelas sebetulnya apa yang sedang dipikirkan oleh Pak Prabowo,
06:13orang yang sudah dua kali pernah menduduki posisi yang sama,
06:17lalu diberhentikan, kemudian masuk lagi gitu.
06:22Jadi memang tidak ada garis yang jelas untuk menunjukkan bahwa seseorang yang kompetensi
06:32duduk di bidangnya masing-masing gitu.
06:34Oke, Bang Doli, hanya akomodatif, politik akomodatif tidak melihat potensi dalam 1,8 bulan,
06:41ada 5 kali, bagaimana sebagai bagian dari pemerintahan, bagaimana Anda melihat ini,
06:46Bung Doli?
06:48dari Golkar?
06:50Iya, saya kirakan tentu Pak Prabowo punya pertimbangan secara khusus terhadap orang-orang atau jajaran siapa yang mau ditempatkan dan
07:01ditempatkan di mana.
07:02Selain itu melakukan haknya, itu tentu dia juga punya pertimbangan dan penilaian terhadap orang-orang yang pas untuk ditempatkan di
07:10mana.
07:12Oke, tanggapannya karena balik lagi, ini hak prerogatif Bang Ray, dari Presiden.
07:19Kemudian juga tadi Anda mengatakan ini hanya akomodatif, kemudian juga dalam waktu yang singkat sudah ada 5 kali reshuffle,
07:26termasuk juga kalau kita lihat ada nama Pak Dudung yang kemudian juga kembali ditarik ke istana dari kalau kita lihat
07:35track recordnya di KSP juga pernah menjabat sebagai Kepala KSP ya?
07:43Iya, itu yang saya sebut tadi, ini akhirnya bolak-balik aja gitu.
07:48Oke.
07:49Jadi kalau apa namanya, orang Mandeling mengatakan itu sih, artinya dari situ ke situ, itu ke situ.
07:57Tidak ada yang baru sama sekali.
07:58Yang mungkin bisa kita lihat itu adalah peran keluarga TNI makin besar di dalam pemerintahan Pak Prabowo.
08:06Sementara Pak Prabowo tidak memiliki semacam kepercayaan diri untuk menampilkan figur-pigur baru.
08:12Sehingga figur-pigur yang lama, figur-pigur yang bahkan sudah pernah 2 kali diberhentikan oleh Pak Prabowo,
08:19diajak kembali masuk ke dalam posisi yang sama.
08:22Meskipun dengan tugas yang sama, meskipun dengan posisi yang berbeda gitu.
08:26Jadi, saya kira saya juga dulu dengan Bung Doli ya, waktu mau kita dengar isu reshuffle sebelumnya,
08:36saya sudah menyampaikan, salah satu menurut saya, apa namanya itu ya, yang menarik dari Pak Prabowo ini,
08:44beliau tidak memiliki mentalitas untuk melakukan perubahan gitu.
08:48Nah, kenapa Pak Prabowo tidak melakukannya?
08:50Karena beliau sendiri terjebak pada filosofi politik harmoni.
08:55Jadi, daripada memasukkan orang lalu, mengganggu apa yang dianggap oleh beliau sudah stabil,
09:00lebih baik menggunakan orang-orang yang sudah ia kenal, lama, dengan memutar-mutarnya itu.
09:06Itu yang disebut oleh orang-orang Mandeling tadi, itu sih gitu ya.
09:10Dari sini ke sini, dari sini ke sini, orangnya gitu-gitu aja.
09:13Dan sekarang, dari sekian yang baru itu kan cuma satu yang benar-benar wajah baru dalam ini adalah Pak Junggur
09:20gitu.
09:20Jadi, jadi nggak ada kelihatan perubahan besar, nggak akan ada.
09:25Dan saya kira juga nggak akan kemana-mana.
09:27Dan saya lebih karena upaya untuk menutupi yang kosong selama ini gitu.
09:32Dengan begitu juga, pola komunikasinya juga saya kira nggak akan berubah.
09:36Yaitu pola yang lebih, bahkan mungkin disebut lebih opensif sekarang gitu ya.
09:41Dimana figurnya nanti akan diwakili oleh Sudara Kodari dan juga Asa Nasbi.
09:47Oke. Bang Doli, mentalitas perubahan.
09:50Jadi, orangnya itu-itu saja, polanya juga begitu-begitu saja.
09:55Dari seorang Prabowo Subianto untuk membentuk kabinetnya, tanggapan Anda?
10:00Saya kira kan Pak Presiden itu punya visi ya, punya perencanaan yang tidak dalam waktu singkat gitu ya.
10:09Ini kan 1.25 tahun.
10:11Saya kira per tahun atau per bulan itu Pak Prabowo juga punya target, kemudian juga punya capaian-capaian gitu.
10:20Dan kemudian juga ada mekanisme evaluasinya.
10:23Nah, itu yang saya kira sekarang sedang dijalankan oleh Pak Prabowo ya.
10:27Nah, mau kemudian ada evaluasi terhadap orang per orang yang dulu pernah keluar dibutuhkan lagi,
10:34ya itu adalah bagian dari perencanaan berikutnya ya.
10:37Ini kan sudah menjelang mau 2 tahun nih ya.
10:40Nah, tentu kan pencapaian 2 tahun berikutnya itu kan kita semua berharap dan Pak Prabowo tentu ingin ada prestasi yang
10:48lebih dibandingkan tahun pertama.
10:50Oke, baik. Terima kasih sudah memberikan perspektif hari ini di Kompas Petang.
10:55Bung Doli dan juga Bang Rai Rangkuti.
10:58Sehat selalu, Bapak-Bapak.
11:00Sama-sama.
11:01Sama-sama.
11:02Usah jadah Saudara Kompas Petang kembali dengan informasi.
Komentar

Dianjurkan