00:00Sebagian berperilaku seperti pers.
00:31Selamat petang Bapak-Bapak dengan Maidob.
00:35Selamat petang.
00:35Selamat sore.
00:38Waalaikumsalam.
00:39Saya mau ke Bang Ray dulu.
00:40Bang Ray kenapa Anda lihat reshuffle kali kelima ini penting dan kenapa harus di reshuffle bidang komunikasi?
00:47Apakah Anda melihat ada komunikasi yang terjalan yang tidak bagus antara pemerintah dan juga rakyat?
00:55Kalau satu departemen itu terus-menerus di utaati, itu kan artinya ada sesuatu yang kurang dianggap optimal di dalam bidang
01:02itu.
01:03Jadi kalau kita lihat dalam satu tahun, delapan bulan lah ya, perjalanan pemerintahan Pak Prabowo,
01:10bagian dari komunikasi ini kelihatan paling banyak di utaati oleh Presiden.
01:14Artinya Pak Prabowo mungkin merasa bahwa komunikasi yang disampaikan oleh para pembantunya selama ini kepada masyarakat
01:24bisa saja kurang optimal, bisa saja kurang mengena, dan sebagainya.
01:29Sehingga utaati terus nih ya kan, orang yang sudah pernah keluar, masuk lagi, dikeluarkan lagi, masuk lagi, dan sebagainya.
01:39Termasuk Bung Kodari kan, memang awalnya juga begitu, sekarang masuk ke bagian dari komunikasi.
01:46Nah cuman kan kalau berkaitan dengan dua figur ini ya, baik Bung Kodari maupun Bung Hasan Nasbi,
01:53saya kira pola komunikasinya nggak akan jauh berbeda dari yang sebelum-sebelumnya gitu.
01:59Apa itu? Pola yang lebih open sheet dibandingkan dengan defensive gitu ya.
02:04Nah kan Hasan Nasbi dengan Kodari, saya kira kita tahulah sempat terjang komunikasi mereka sejak dari Pak Jokowi kan,
02:14dimana mereka memang selalu keluar ya, apa namanya ya, ya penyerang lah mungkin lebih tepatnya disebut dibandingkan mereka
02:23berada dalam posisi sebagai back ya, sebagai pertahanan gitu.
02:27Nah apakah ini menyerahkan kepada masyarakat bahwa Pak Prabowo sekarang akan lebih terbuka gitu ya,
02:36akan lebih masuk ya ke ruang-ruang apa namanya itu ya, katakanlah ke ruang wacana gitu,
02:44dibandingkan yang sebelumnya.
02:45Karena mungkin sebelumnya ini dievaluasi,
02:49apa namanya itu ya, defensive ini dianggap mungkin justru membuat pamor dari Pak Prabowo kurang menguntung,
02:57bukan gitu ya, tapi kalau itu cara berpikirnya,
03:00tapi kan tingkat kepuasannya tetap katanya di 74,9 persen.
03:06Artinya kalau dilihat dari situ mungkin tidak ada apalah persoalan yang terlalu signifikan berkaitan dengan komunikasi ini gitu.
03:14Nah oleh karena itulah saya lihat perubahan-perubahan ini di luar soal komunikasi lebih tepat disebut sebagai konsolidasi.
03:26Karena sama sekali tidak ada orang baru yang ditempatkan oleh Pak Prabowo kecuali Pak Jumur Hidayat ya,
03:32Pak Jumur Hidayat saya figur baru yang masuk ke dalam pemerintahan Pak Prabowo.
03:36Tapi katanya ini lebih kekonsolidasi nih.
03:39Anda melihatnya berbeda atau sama nih?
03:43Reshuffle yang kali ini?
03:44Iya, saya kira kan pertama kan sekali lagi saya sering mengulangi ya,
03:51bahwa reshuffle kabinet itu adalah hak progatifnya presiden.
03:55Dan yang kedua, yang namanya reshuffle kabinet itu selalu adalah bagian dari mengevaluasi kinerja dari kabinet.
04:03Nah kalau kita lihat saat ini, ini kan ada dua hal ya, atau dua lingkungan ya.
04:11Lingkungan pertama adalah lingkungan istana ya, di KSP.
04:17Dan kemudian adalah lingkungan komunikasi istana atau pemerintah dengan masyarakat luas.
04:26Nah tentu ini kan saya kira mungkin Pak Presiden mempertimbangkan ya,
04:30begitu banyaknya akhir-akhir ini pandangan-pandangan yang sangat kritis, minor gitu.
04:37Yang mungkin dipahami bahwa selama ini masyarakat atau pihak-pihak yang menyampaikan itu
04:44kurang mendapatkan informasi yang lebih banyak, yang lebih cukup
04:49terhadap apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah.
04:52Nah jadi ini adalah bagian untuk memperbaiki ya, apa namanya, komunikasi itu.
05:00Nah yang kedua di lingkungan istana saya kira juga ini adalah bagian untuk memperkuat ya,
05:08bagaimana semua sistem yang ada di lingkungan istana itu bisa berjalan lebih efektif lagi, kira-kira begitu.
05:16Tapi saya mau kembali ke Bang Re, Bang Re, dari nama-nama ada 6 orang ya hari ini yang kemudian
05:21di reshuffle kemudian.
05:24Cocok gak sih nama-nama yang tadi dengan posisi-posisi baru mereka saat ini?
05:30Ya saya kira...
05:32Sorry, sorry, silakan.
05:34Bang Re.
05:36Oh ya ya, oke.
05:37Saya kira di peruriannya Pak Prabowo ini hampir tidak ada pertimbangan soal kompetensi ya.
05:44Jadi ini lebih pada akomodasi ketimbang kompetensi.
05:48Jadi siapapun bisa masuk kepada bagian apapun,
05:51ujung-ujungnya ya reshuffle lagi, reshuffle lagi, seperti yang kita lakukan hari ini kan.
05:56Misalnya Bung Hasan Nasbi sudah pernah ditempatkan di bidang komunikasi,
06:01lalu mengundurkan diri, ditarik lagi oleh Presiden,
06:05lalu diberhentikan lagi, sekarang ditarik lagi gitu.
06:08Jadi kriteriannya makin gak jelas sebetulnya apa yang sedang dipikirkan oleh Pak Prabowo,
06:13orang yang sudah dua kali pernah menduduki posisi yang sama,
06:17lalu diberhentikan, kemudian masuk lagi gitu.
06:22Jadi memang tidak ada garis yang jelas untuk menunjukkan bahwa seseorang yang kompetensi
06:32duduk di bidangnya masing-masing gitu.
06:34Oke, Bang Doli, hanya akomodatif, politik akomodatif tidak melihat potensi dalam 1,8 bulan,
06:41ada 5 kali, bagaimana sebagai bagian dari pemerintahan, bagaimana Anda melihat ini,
06:46Bung Doli?
06:48dari Golkar?
06:50Iya, saya kirakan tentu Pak Prabowo punya pertimbangan secara khusus terhadap orang-orang atau jajaran siapa yang mau ditempatkan dan
07:01ditempatkan di mana.
07:02Selain itu melakukan haknya, itu tentu dia juga punya pertimbangan dan penilaian terhadap orang-orang yang pas untuk ditempatkan di
07:10mana.
07:12Oke, tanggapannya karena balik lagi, ini hak prerogatif Bang Ray, dari Presiden.
07:19Kemudian juga tadi Anda mengatakan ini hanya akomodatif, kemudian juga dalam waktu yang singkat sudah ada 5 kali reshuffle,
07:26termasuk juga kalau kita lihat ada nama Pak Dudung yang kemudian juga kembali ditarik ke istana dari kalau kita lihat
07:35track recordnya di KSP juga pernah menjabat sebagai Kepala KSP ya?
07:43Iya, itu yang saya sebut tadi, ini akhirnya bolak-balik aja gitu.
07:48Oke.
07:49Jadi kalau apa namanya, orang Mandeling mengatakan itu sih, artinya dari situ ke situ, itu ke situ.
07:57Tidak ada yang baru sama sekali.
07:58Yang mungkin bisa kita lihat itu adalah peran keluarga TNI makin besar di dalam pemerintahan Pak Prabowo.
08:06Sementara Pak Prabowo tidak memiliki semacam kepercayaan diri untuk menampilkan figur-pigur baru.
08:12Sehingga figur-pigur yang lama, figur-pigur yang bahkan sudah pernah 2 kali diberhentikan oleh Pak Prabowo,
08:19diajak kembali masuk ke dalam posisi yang sama.
08:22Meskipun dengan tugas yang sama, meskipun dengan posisi yang berbeda gitu.
08:26Jadi, saya kira saya juga dulu dengan Bung Doli ya, waktu mau kita dengar isu reshuffle sebelumnya,
08:36saya sudah menyampaikan, salah satu menurut saya, apa namanya itu ya, yang menarik dari Pak Prabowo ini,
08:44beliau tidak memiliki mentalitas untuk melakukan perubahan gitu.
08:48Nah, kenapa Pak Prabowo tidak melakukannya?
08:50Karena beliau sendiri terjebak pada filosofi politik harmoni.
08:55Jadi, daripada memasukkan orang lalu, mengganggu apa yang dianggap oleh beliau sudah stabil,
09:00lebih baik menggunakan orang-orang yang sudah ia kenal, lama, dengan memutar-mutarnya itu.
09:06Itu yang disebut oleh orang-orang Mandeling tadi, itu sih gitu ya.
09:10Dari sini ke sini, dari sini ke sini, orangnya gitu-gitu aja.
09:13Dan sekarang, dari sekian yang baru itu kan cuma satu yang benar-benar wajah baru dalam ini adalah Pak Junggur
09:20gitu.
09:20Jadi, jadi nggak ada kelihatan perubahan besar, nggak akan ada.
09:25Dan saya kira juga nggak akan kemana-mana.
09:27Dan saya lebih karena upaya untuk menutupi yang kosong selama ini gitu.
09:32Dengan begitu juga, pola komunikasinya juga saya kira nggak akan berubah.
09:36Yaitu pola yang lebih, bahkan mungkin disebut lebih opensif sekarang gitu ya.
09:41Dimana figurnya nanti akan diwakili oleh Sudara Kodari dan juga Asa Nasbi.
09:47Oke. Bang Doli, mentalitas perubahan.
09:50Jadi, orangnya itu-itu saja, polanya juga begitu-begitu saja.
09:55Dari seorang Prabowo Subianto untuk membentuk kabinetnya, tanggapan Anda?
10:00Saya kira kan Pak Presiden itu punya visi ya, punya perencanaan yang tidak dalam waktu singkat gitu ya.
10:09Ini kan 1.25 tahun.
10:11Saya kira per tahun atau per bulan itu Pak Prabowo juga punya target, kemudian juga punya capaian-capaian gitu.
10:20Dan kemudian juga ada mekanisme evaluasinya.
10:23Nah, itu yang saya kira sekarang sedang dijalankan oleh Pak Prabowo ya.
10:27Nah, mau kemudian ada evaluasi terhadap orang per orang yang dulu pernah keluar dibutuhkan lagi,
10:34ya itu adalah bagian dari perencanaan berikutnya ya.
10:37Ini kan sudah menjelang mau 2 tahun nih ya.
10:40Nah, tentu kan pencapaian 2 tahun berikutnya itu kan kita semua berharap dan Pak Prabowo tentu ingin ada prestasi yang
10:48lebih dibandingkan tahun pertama.
10:50Oke, baik. Terima kasih sudah memberikan perspektif hari ini di Kompas Petang.
10:55Bung Doli dan juga Bang Rai Rangkuti.
10:58Sehat selalu, Bapak-Bapak.
11:00Sama-sama.
11:01Sama-sama.
11:02Usah jadah Saudara Kompas Petang kembali dengan informasi.
Komentar