00:00Why are you feeling?
00:01I want to leave my house.
00:04The gift is already cut.
00:06So I'll burn.
00:08It's good to burn.
00:10The gift of this isn't very good.
00:11If we're married, I'll give you a better gift.
00:14We're not going to marry.
00:16Not again, I'll say.
00:22Who's my father and I love?
00:24Who's my father and I love?
00:26All this is not my rules.
00:31Besides me, Dennis doesn't have a choice. He doesn't want to leave me.
00:37My concern was because I think it's better.
00:42You don't always have a problem. Hanif has lost his parents and depression.
00:46You don't have all. Why do you have to play with him?
00:51If you have a problem, what do I have?
00:55You have a parent and also me. Hanif is now in the hospital.
00:58You're sick. Pergi minta maaf sana ke dia.
01:01Dia ditemani orangtuaku dan juga kepedulianmu.
01:05Di sekitarnya juga ada tim medis. Menurutmu dia masih perlu aku?
01:10Kenapa kamu begitu nggak peduli sih? Hanif depresi karena kamu.
01:15Bagaimana penjuga? Sebagai kakak, kamu harusnya belajar ikhlas.
01:20Sepertinya kamu masih saja belum sadar kesalahanmu.
01:23Aku terlalu manjakan kamu. Dennis, jangan bilang aku nggak kasih kamu kesempatan.
01:28Kalau kamu nggak minta maaf, tunda saja dulu.
01:31Pernikahan kita.
01:45Penyakit Hanif. Jelas-jelas cuma bohongan.
01:48Tapi kalian semua pura-pura nggak sadar itu.
01:57Deniz, serahkan Mila.
01:59Hanif juga suka dia. Dia sampai heboh mau bunuh diri.
02:02Kamu itu kakak. Harusnya lebih belapang dada.
02:06Ibu, aku ini anak kandungmu.
02:08Ibu selalu bilang aku harus mengalah sama Hanif.
02:10Aku sudah setuju. Selama ini apa aku kurang mengalah?
02:13Semua barang baru di rumah. Daging di meja makan.
02:15Baju baru waktu tahun baru. Kamarku sendiri. Aku kasih buat dia.
02:18Buku pun aku nggak baca demi dia.
02:20Sekarang bahkan soal Mila. Aku harus mengalah lagi.
02:22Kalau dia minta nyawa aku, apa ibu juga mau?
02:24Aku kasih jantungku buat dia.
02:25Ibu, sebenarnya siapa anak kandung ibu?
02:28Diam!
02:29Dia itu adik sepupuhmu.
02:31Dia kehilangan ayahnya karena kamu.
02:33Bukannya yang kamu punya sudah cukup.
02:35Ayahmu benar. Waktu bilang, kamu anak yang nggak tahu balas budi.
02:38Kali ini, mau nggak mau kamu harus mengalah.
02:41Kalau nggak, kamu bukan anakku lagi.
02:45Kamu ini?
02:49Ternyata di mata ayah dan ibu, hidupku dianggap sudah bahagia.
02:54Jauh lebih dari yang dimiliki Hanif.
03:01Dennis, sekarang kondisi mental Hanif buruk.
03:04Soal surat nikahnya, kita tunda dulu saja.
03:13Oke.
03:36Kenapa jelas-jelas Hanif yang jebak aku?
03:39Orangtuaku nggak percaya sama aku.
03:42Malah ikat tanganku dan pukul aku, lalu mengusirku.
03:51Ikut aku pulang.
04:00Eh?
04:04Mila benar-benar berubah.
04:08Sekarang bilang tunda ambil surat nikah.
04:11Setelah ini, dia akan ikat janji.
04:14Lalu saat itu, aku bisa kehilangan kesempatan kuliah.
04:17Dan Mila pun nggak nikah sama aku.
04:23Dennis, jangan berpikir berlebihan.
04:26Yang aku janjikan padamu, nggak akan kuingkari.
04:29Hanya saja kondisi mental Hanif sekarang sangat buruk.
04:32Aku nggak mau provokasi dia.
04:40Mila, kamu masih ingat apa janjimu ke aku waktu 11 tahun di bawah pohon itu?
04:47Masih ingat janjimu waktu itu, kan?
04:52Bu Mila, ada kabar dari rumah sakit.
04:54Dia lukai dirinya lagi.
04:58Ayo kita pergi.
05:14Dulu Mila pernah bilang,
05:15dia suka cowok yang punya selera seni.
05:18Makanya aku sengaja panjangkan rambut.
05:20Sekarang aku hidup untuk diriku sendiri.
05:22Lalu aku masuk Universitas Intelijen Negara,
05:25melatih fisik,
05:26supaya bisa beradaptasi lebih awal.
05:28Hmm.
05:53Kakak,
05:54kamu jijik sama aku.
05:57Enggak.
06:14Kamu latihan dulu pelan-pelan.
06:16Aku mau minum dulu.
06:24Universitas Intelijen Negara?
06:34Universitas Intelijen Negara?
06:49Kenapa kamu lihat-lihat informasi tentang ini?
06:56Jawab!
06:58Cuma lihat-lihat saja.
07:00Apa yang mau dilihat?
07:01Kondisi fisikmu itu gak cocok masuk Intelijen Negara.
07:04Lebih baik belajar yang rajin dan ikut ujian lagi tahun depan.
07:06Nilainmu juga bagus.
07:08Pasti bisa lulus.
07:11Kamu pikir aku masih punya kesempatan?
07:12Ayah dan ibu minta aku habis liburan langsung cari uang untuk biaya Hanif kuliah.
07:16Menurutmu aku masih punya waktu buat belajar.
07:20Tenang saja.
07:21Aku gak akan biarin kamu kerja.
07:23Soal uang jangan dipikirin.
07:25Aku sudah kumpulin cukup uang buat biayai Hanif kuliah.
07:28Mila.
07:30Kamu bukan cuma paksa aku kasih kuota kuliahku.
07:32Bahkan uang kuliahnya juga sudah disiapkan.
07:34Harus aku akui.
07:35Kalian semua begitu bahagia.
07:37Begitu Hanif buat masalah.
07:39Ayah dan ibu pasti paksa aku buat kerja cari uang.
07:41Sedangkan kamu.
07:42Akan sama seperti dulu.
07:44Hanya diam saja.
07:51Akhir-akhir ini aku rasa Dennis agak beda.
07:55Jelas-jelas dia ada di depan mata tapi rasanya seperti mau menghilang.
07:59Dennis, tenang saja.
08:01Aku pasti akan nikah sama kamu.
08:03Cuma perlu ditunda saja.
08:05Sampai jumpa di video selanjutnya.
Comments