00:00What are you talking about?
00:01As a camp.
00:03You can't do it anymore.
00:04You're a amateur.
00:06You're a guru.
00:09It's enough.
00:10Ibu, I thought I knew it was a result.
00:14Eh, Nenek,
00:15what do you think?
00:17It's Pharrell's winning.
00:21I'm sure Pharrell won't hurt Nenek.
00:25Eh, you're so cute.
00:27You're so cute.
00:28I'll give you a gift.
00:31Kenzo,
00:32you're good.
00:34But you're still good.
00:35You're good.
00:36You're good.
00:36You're good.
00:37Eh, Nenek,
00:40I don't accept it.
00:43Ibu,
00:44we're going to spend a few minutes.
00:46If we don't help keluarga Tanui,
00:48we're going to have water.
00:51Nenek,
00:52I forgot one thing.
00:53Well,
00:54besok keluarga Tanui
00:55bakal tanda tangan kontrak
00:56sama Grup Pharrell.
00:57Proyek itu nilainya
00:58sampai puluhan triliun.
00:59Proyek Danau Timur itu,
01:00puluhan triliunan.
01:02Bener, Nenek.
01:03Asal kamu izinkan Naila nikah sama aku,
01:06aku putuskan
01:07kita berikan keluarga kalian
01:08enam puluh triliun.
01:09Apa?
01:10Kamu serius?
01:11Tentu saja, Nenek.
01:12Enam puluh triliun itu
01:13cukup buat keluarga Juvenu
01:15jadi puasa daerah sini.
01:16Dan keluarga Tanui di kota raya
01:17juga bakal punya nama besar.
01:21Nenek,
01:23Nenek serius mau mikir soal itu?
01:26Naila,
01:28Nenek harus pikir-pikir dulu.
01:30Nenek gak bakal nyakitin kamu.
01:32Tapi,
01:33Nenek juga harus jaga kepentingan keluarga.
01:36Nenek.
01:37Nenek.
01:43Dasar kampungan,
01:45sekarang kamu bisa lihat kan
01:46pembedaan aku dan kamu?
01:47Aku bisa keluarin enam puluh triliun.
01:50Kamu cuma bisa keluarin
01:51tiga ratus juta.
01:53Emang duit paling berkuasa?
01:54Naila gak bakal suka kamu.
01:55Oh iya, kamu benar.
01:56Kalau punya duit emang berkuasa.
01:58Naila,
02:00puluhan kesini.
02:01Kamu jodohnya sama Tuan Kenzo.
02:03Si bocah kampungan ini hidupnya ditakdirkan menjadi petani.
02:09Siapa bilang kalau Tuan Muda kami pantas jadi petani?
02:20Bu Clarissa?
02:22Kak Clarissa?
02:25Tuan,
02:25kita datang untuk menghantarkan lamaran.
02:29Bentar,
02:30tadi kakak manggil aku apa?
02:31Kenapa mereka tadi manggil kamu Bu Clarissa?
02:33Bu Clarissa,
02:34sepertinya ada salah paham.
02:35Anda,
02:36kenapa panggil dia Tuan?
02:37Dia cuma orang kampung.
02:38Dasar kampung.
02:40Tuan,
02:40kita ini,
02:41puaris keluarga terkaya.
02:43Faro.
02:43Puaris grup Faro.
02:44Apa?
02:46Tuan,
02:47maaf kami telatai.
02:48Sebentar,
02:48kamu belum jawab pertanyaanku tadi.
02:50Tuan,
02:51soal itu kita bahas nanti ya.
02:53Ya ampun,
02:55Kak Clarissa pura-pura jadi orang kaya demi bantu jaga wibawaku.
02:58Apa ini bisa berhasil?
03:00Ini maksudnya apa?
03:02Jadi kakakmu ternyata CEO-nya grup Faro dan kamu puarisnya Faro?
03:05Semuanya itu beneran.
03:07Kenapa kamu gak cerita?
03:08Aku juga baru tau barusan.
03:11Ah yaudahlah,
03:12kakak pura-pura demi aku.
03:14Pending aku ikutin aja deh.
03:16Bu Clarissa,
03:17puaris Faro,
03:18kok, kok, kok, kok bisa begini?
03:20Tuan,
03:21nyonya memintaku bertanya
03:22apaku suka Nona Layla
03:24biar bisa langsung dikirim.
03:25Aku gak tau.
03:26Jangan tanya aku.
03:27Bu Clarissa,
03:28tolong penjelasannya.
03:29Kakakmu tadi bilang dia itu Tuan dari Faro?
03:33Ini dia sama sekali gak seperti puaris orang kaya.
03:35Apa anda gak salah orang?
03:37Nyonya suruh kirim hadiah.
03:38Bukan umumnya soal jenditas Tuan Faro.
03:40Kakak,
03:41tadi kakak gak sengaja
03:44menggil nama panggilan kude desa kan?
03:46Iya bener.
03:48Emang kenapa?
03:50Itu hanya nama panggilan.
03:52Bu Clarissa,
03:53kamu bikin kami kaget setengah mati.
03:55Lain kali,
03:56jangan bercanda lagi ya.
03:57Bu Clarissa,
03:58orang sehebat dirimu
03:59masih aja suka bercandain kami.
04:01Di dunia ini,
04:02tidak ada julukan yang salah.
04:04Bu Clarissa,
04:05ini sudah kelewatan
04:06kalau kamu ngomongnya begitu.
04:07Bu Clarissa,
04:08anak ini
04:09ada urusan dengan keluarga kami.
04:11Lebih baik,
04:11anda tidak usah ikut campur.
04:13Kenzo,
04:14besok kamu masih perlu
04:15tekan kontrak kita.
04:16Kenapa?
04:17Kamu gak mau
04:18lanjut proyek itu.
04:22Enggak, enggak, enggak.
04:23Bu Clarissa,
04:24anda jangan marah.
04:25Aku hanya penasaran.
04:26Soalnya,
04:27anda CEO-nya grup Faro,
04:28anak ini.
04:29Maksudnya Tuan Faro,
04:31mana mungkin cuma salah sebiasa.
04:33Waduh,
04:34gimana ini ya?
04:35Bakal ketahuan gak?
04:37Sebenarnya,
04:38aku anak angkat dari keluarga Faro.
04:40Apa yang aku capai sekarang,
04:41semua berkat didikan keluarga Faro.
04:43Aku bagian dari keluarga Faro.
04:45Jadi jelas,
04:45dia Tuan mudanya keluarga Faro.
04:47Oh,
04:47Bu Clarissa,
04:48ini semua salah paham.
04:50Tadi itu semuanya salah paham.
04:51Semua orang pada manggil kakak Bu Clarissa.
04:54Apa kakak beneran diangkat sama keluarga Faro ya?
04:57Kakak,
04:58kamu beneran diangkat ya?
05:00Iya, Faro.
05:02Maaf ya,
05:02gak ngasih tau kamu.
05:03Wah,
05:04hebat juga kakak.
05:05Jago juga nih bunyiinnya.
05:07Dari tadi,
05:08anak ini ternyata Tuan Muda palsu.
05:13Faro,
05:13ini luka dari mana?
05:17Barusan,
05:18pas aku main kecapi,
05:19janiku gak sengaja keiris.
05:20Gak apa-apa.
05:21Kamu selalu pakai cakrawal abadi
05:23yang dikasih Pak Wisno, kan?
05:24Sejak kapan pakai alat kualitas jelek?
05:26Cakrawal abadi?
05:27Peninggalan dinasti kuno,
05:28katanya dibeli sama pembeli misterius.
05:30Harga belinya satu triliun.
05:32Apa?
05:33Kecapi yang Pak Wisno kasih harganya satu triliun.
05:36Keceplosan nyebut cakrawala abadi.
05:38Aduh,
05:39kebanyakan ngomong.
05:40Kak Clarissa beneran atau pura-pura sih?
05:43Tuan Kenzo,
05:44ini sudah termasuk penyerangan sengaja
05:46atau intimidasi bisnis?
05:48Ini gak ada hubungannya dengan aku.
05:50Bukan aku yang lukain dia.
05:51Tapi dia lukainya di tempat kamu.
05:52Kenapa?
05:53Kamu gak mau tanggung jawab ya?
05:55Aku...
05:56Itu...
05:57Aduh, kakak sebenarnya...
05:58Ah, gak usah deh.
05:59Gak bisa.
06:00Harus ganti rugi.
06:01Suruh dia ganti rugi.
06:03Kalau 20 ribu aja cukup kali ya?
06:06Gimana kalau senilai ini aja?
06:0910 miliar?
06:10Gimana mikir?
06:11Tuan muda kami minta 200 miliar.
06:13Ayo bayang.
06:15Tuan muda kami bilang 200 miliar.
06:21Buat keluarga Tanui, itu kecil kan?
06:24Aku emang punya duit tapi aku gak bego.
06:27Luka dia tadi bahkan kurang dari setengah milimeter.
06:33Ini apa Pan?
06:37Sekarang bukan soal 200 miliar.
06:39Lengan sama kaki, pilih salah satu.
06:40Jangan, jangan, jangan. Jangan gitu.
06:42Tangan kamu ini terbuat dari emas kali ya?
06:45Kakak kamu baik banget sama kamu.
06:47Aku jadi iri.
06:50Kakak, aku cuma mau 20 ribu buat beli mie pangsit.
06:54Kamu mau jadiin kakinya mie pangsit ya?
06:56Wah, ide bagus.
06:58Tuan Farah, aku minta maaf.
07:00Kamu orangnya baik budi.
07:01Kamu jangan marah sama aku.
07:03Nanti kalau kejadian lagi,
07:04asal kamu ngomong aja,
07:05aku siap ngelakuin apapun.
07:06Tolong jangan copet kakiku ya.
07:08Farah, kamu maunya gimana?
07:10Yaudah kalau gitu.
07:11Yang penting jangan ngeremehin orang lagi.
07:13Biarkan aja mereka pergi.
07:15Makasih ya, Tuan Farah.
07:16Makasih.
07:17Tunggu sebentar.
07:18Bukla Risa.
07:19Farah nggak mau duit tapi aku mau.
07:21Dalam setengah jam,
07:22aku mau 200 miliar.
07:23Cuma setengah jam?
07:24Dapat dari mana uang sebanyak itu?
07:26Kalau buang waktu sedetik saja,
07:28tambah 20 miliar lagi.
07:33Kakak, kamu datang kesini demi belian aku ya.
07:37Kenapa kakak bawa orang sebanyak ini?
07:39Hampir lupa hal serius.
07:40Ayo, naikin semua barangnya.
07:50Bu Dewi, ingat nggak?
07:54Ini patung sawi giok putih yang gagal ku dapat di lelang sotebis.
07:59Aku tawar ini sampai triliunan tapi tetap nggak dapat juga.
08:03Jadi, harga semua barang ini setara sama pupuk desa kita selama 10 tahun.
08:10Bu Dewi, ini mahar buat keluarga Juvena.
08:13Bagaimana menurut bapak?
08:16Kakak, semua barang ini kiriman dari ayah dan ibu.
08:20Iya lah.
08:22Bukannya ayah itu, katanya buatan tangan Pak Budi.
08:25Itu di situ ada cap resmi dari dinasti kuno.
08:29Mana mungkin buatan Pak Budi?
08:30Kamu pikir kakak bodoh?
08:34Kalau bukan buatan Pak Budi, berarti barang yang lain juga bukan barang pasar dong.
08:39Farel, lagi mikirin apa?
08:43Kakak, ayah dan ibu sampai repat-repat begini buat bantuin aku.
08:47Pasti ini nggak bisa banyak uang.
08:50Farel, ini cuma urusan kecil buat kakak.
08:53Yang penting kamu tampak hebat.
08:55Apa?
08:56Berarti ini...
Comments