Skip to playerSkip to main content
  • 2 days ago
Di balik kehidupan yang terlihat sederhana, tersimpan rahasia besar yang tak pernah terbayangkan. Seorang pria dengan penampilan biasa ternyata menyimpan identitas sebagai miliarder yang penuh misteri.

Ketika rahasia itu perlahan terungkap, kehidupan orang-orang di sekitarnya berubah drastis. Antara kepercayaan, cinta, dan pengkhianatan, semuanya akan diuji dalam kisah yang penuh kejutan ini.
Transcript
00:00What are you talking about?
00:01As a camp.
00:03You can't do it anymore.
00:04You're a amateur.
00:06You're a guru.
00:09It's enough.
00:10Ibu, I thought I knew it was a result.
00:14Eh, Nenek,
00:15what do you think?
00:17It's Pharrell's winning.
00:21I'm sure Pharrell won't hurt Nenek.
00:25Eh, you're so cute.
00:27You're so cute.
00:28I'll give you a gift.
00:31Kenzo,
00:32you're good.
00:34But you're still good.
00:35You're good.
00:36You're good.
00:36You're good.
00:37Eh, Nenek,
00:40I don't accept it.
00:43Ibu,
00:44we're going to spend a few minutes.
00:46If we don't help keluarga Tanui,
00:48we're going to have water.
00:51Nenek,
00:52I forgot one thing.
00:53Well,
00:54besok keluarga Tanui
00:55bakal tanda tangan kontrak
00:56sama Grup Pharrell.
00:57Proyek itu nilainya
00:58sampai puluhan triliun.
00:59Proyek Danau Timur itu,
01:00puluhan triliunan.
01:02Bener, Nenek.
01:03Asal kamu izinkan Naila nikah sama aku,
01:06aku putuskan
01:07kita berikan keluarga kalian
01:08enam puluh triliun.
01:09Apa?
01:10Kamu serius?
01:11Tentu saja, Nenek.
01:12Enam puluh triliun itu
01:13cukup buat keluarga Juvenu
01:15jadi puasa daerah sini.
01:16Dan keluarga Tanui di kota raya
01:17juga bakal punya nama besar.
01:21Nenek,
01:23Nenek serius mau mikir soal itu?
01:26Naila,
01:28Nenek harus pikir-pikir dulu.
01:30Nenek gak bakal nyakitin kamu.
01:32Tapi,
01:33Nenek juga harus jaga kepentingan keluarga.
01:36Nenek.
01:37Nenek.
01:43Dasar kampungan,
01:45sekarang kamu bisa lihat kan
01:46pembedaan aku dan kamu?
01:47Aku bisa keluarin enam puluh triliun.
01:50Kamu cuma bisa keluarin
01:51tiga ratus juta.
01:53Emang duit paling berkuasa?
01:54Naila gak bakal suka kamu.
01:55Oh iya, kamu benar.
01:56Kalau punya duit emang berkuasa.
01:58Naila,
02:00puluhan kesini.
02:01Kamu jodohnya sama Tuan Kenzo.
02:03Si bocah kampungan ini hidupnya ditakdirkan menjadi petani.
02:09Siapa bilang kalau Tuan Muda kami pantas jadi petani?
02:20Bu Clarissa?
02:22Kak Clarissa?
02:25Tuan,
02:25kita datang untuk menghantarkan lamaran.
02:29Bentar,
02:30tadi kakak manggil aku apa?
02:31Kenapa mereka tadi manggil kamu Bu Clarissa?
02:33Bu Clarissa,
02:34sepertinya ada salah paham.
02:35Anda,
02:36kenapa panggil dia Tuan?
02:37Dia cuma orang kampung.
02:38Dasar kampung.
02:40Tuan,
02:40kita ini,
02:41puaris keluarga terkaya.
02:43Faro.
02:43Puaris grup Faro.
02:44Apa?
02:46Tuan,
02:47maaf kami telatai.
02:48Sebentar,
02:48kamu belum jawab pertanyaanku tadi.
02:50Tuan,
02:51soal itu kita bahas nanti ya.
02:53Ya ampun,
02:55Kak Clarissa pura-pura jadi orang kaya demi bantu jaga wibawaku.
02:58Apa ini bisa berhasil?
03:00Ini maksudnya apa?
03:02Jadi kakakmu ternyata CEO-nya grup Faro dan kamu puarisnya Faro?
03:05Semuanya itu beneran.
03:07Kenapa kamu gak cerita?
03:08Aku juga baru tau barusan.
03:11Ah yaudahlah,
03:12kakak pura-pura demi aku.
03:14Pending aku ikutin aja deh.
03:16Bu Clarissa,
03:17puaris Faro,
03:18kok, kok, kok, kok bisa begini?
03:20Tuan,
03:21nyonya memintaku bertanya
03:22apaku suka Nona Layla
03:24biar bisa langsung dikirim.
03:25Aku gak tau.
03:26Jangan tanya aku.
03:27Bu Clarissa,
03:28tolong penjelasannya.
03:29Kakakmu tadi bilang dia itu Tuan dari Faro?
03:33Ini dia sama sekali gak seperti puaris orang kaya.
03:35Apa anda gak salah orang?
03:37Nyonya suruh kirim hadiah.
03:38Bukan umumnya soal jenditas Tuan Faro.
03:40Kakak,
03:41tadi kakak gak sengaja
03:44menggil nama panggilan kude desa kan?
03:46Iya bener.
03:48Emang kenapa?
03:50Itu hanya nama panggilan.
03:52Bu Clarissa,
03:53kamu bikin kami kaget setengah mati.
03:55Lain kali,
03:56jangan bercanda lagi ya.
03:57Bu Clarissa,
03:58orang sehebat dirimu
03:59masih aja suka bercandain kami.
04:01Di dunia ini,
04:02tidak ada julukan yang salah.
04:04Bu Clarissa,
04:05ini sudah kelewatan
04:06kalau kamu ngomongnya begitu.
04:07Bu Clarissa,
04:08anak ini
04:09ada urusan dengan keluarga kami.
04:11Lebih baik,
04:11anda tidak usah ikut campur.
04:13Kenzo,
04:14besok kamu masih perlu
04:15tekan kontrak kita.
04:16Kenapa?
04:17Kamu gak mau
04:18lanjut proyek itu.
04:22Enggak, enggak, enggak.
04:23Bu Clarissa,
04:24anda jangan marah.
04:25Aku hanya penasaran.
04:26Soalnya,
04:27anda CEO-nya grup Faro,
04:28anak ini.
04:29Maksudnya Tuan Faro,
04:31mana mungkin cuma salah sebiasa.
04:33Waduh,
04:34gimana ini ya?
04:35Bakal ketahuan gak?
04:37Sebenarnya,
04:38aku anak angkat dari keluarga Faro.
04:40Apa yang aku capai sekarang,
04:41semua berkat didikan keluarga Faro.
04:43Aku bagian dari keluarga Faro.
04:45Jadi jelas,
04:45dia Tuan mudanya keluarga Faro.
04:47Oh,
04:47Bu Clarissa,
04:48ini semua salah paham.
04:50Tadi itu semuanya salah paham.
04:51Semua orang pada manggil kakak Bu Clarissa.
04:54Apa kakak beneran diangkat sama keluarga Faro ya?
04:57Kakak,
04:58kamu beneran diangkat ya?
05:00Iya, Faro.
05:02Maaf ya,
05:02gak ngasih tau kamu.
05:03Wah,
05:04hebat juga kakak.
05:05Jago juga nih bunyiinnya.
05:07Dari tadi,
05:08anak ini ternyata Tuan Muda palsu.
05:13Faro,
05:13ini luka dari mana?
05:17Barusan,
05:18pas aku main kecapi,
05:19janiku gak sengaja keiris.
05:20Gak apa-apa.
05:21Kamu selalu pakai cakrawal abadi
05:23yang dikasih Pak Wisno, kan?
05:24Sejak kapan pakai alat kualitas jelek?
05:26Cakrawal abadi?
05:27Peninggalan dinasti kuno,
05:28katanya dibeli sama pembeli misterius.
05:30Harga belinya satu triliun.
05:32Apa?
05:33Kecapi yang Pak Wisno kasih harganya satu triliun.
05:36Keceplosan nyebut cakrawala abadi.
05:38Aduh,
05:39kebanyakan ngomong.
05:40Kak Clarissa beneran atau pura-pura sih?
05:43Tuan Kenzo,
05:44ini sudah termasuk penyerangan sengaja
05:46atau intimidasi bisnis?
05:48Ini gak ada hubungannya dengan aku.
05:50Bukan aku yang lukain dia.
05:51Tapi dia lukainya di tempat kamu.
05:52Kenapa?
05:53Kamu gak mau tanggung jawab ya?
05:55Aku...
05:56Itu...
05:57Aduh, kakak sebenarnya...
05:58Ah, gak usah deh.
05:59Gak bisa.
06:00Harus ganti rugi.
06:01Suruh dia ganti rugi.
06:03Kalau 20 ribu aja cukup kali ya?
06:06Gimana kalau senilai ini aja?
06:0910 miliar?
06:10Gimana mikir?
06:11Tuan muda kami minta 200 miliar.
06:13Ayo bayang.
06:15Tuan muda kami bilang 200 miliar.
06:21Buat keluarga Tanui, itu kecil kan?
06:24Aku emang punya duit tapi aku gak bego.
06:27Luka dia tadi bahkan kurang dari setengah milimeter.
06:33Ini apa Pan?
06:37Sekarang bukan soal 200 miliar.
06:39Lengan sama kaki, pilih salah satu.
06:40Jangan, jangan, jangan. Jangan gitu.
06:42Tangan kamu ini terbuat dari emas kali ya?
06:45Kakak kamu baik banget sama kamu.
06:47Aku jadi iri.
06:50Kakak, aku cuma mau 20 ribu buat beli mie pangsit.
06:54Kamu mau jadiin kakinya mie pangsit ya?
06:56Wah, ide bagus.
06:58Tuan Farah, aku minta maaf.
07:00Kamu orangnya baik budi.
07:01Kamu jangan marah sama aku.
07:03Nanti kalau kejadian lagi,
07:04asal kamu ngomong aja,
07:05aku siap ngelakuin apapun.
07:06Tolong jangan copet kakiku ya.
07:08Farah, kamu maunya gimana?
07:10Yaudah kalau gitu.
07:11Yang penting jangan ngeremehin orang lagi.
07:13Biarkan aja mereka pergi.
07:15Makasih ya, Tuan Farah.
07:16Makasih.
07:17Tunggu sebentar.
07:18Bukla Risa.
07:19Farah nggak mau duit tapi aku mau.
07:21Dalam setengah jam,
07:22aku mau 200 miliar.
07:23Cuma setengah jam?
07:24Dapat dari mana uang sebanyak itu?
07:26Kalau buang waktu sedetik saja,
07:28tambah 20 miliar lagi.
07:33Kakak, kamu datang kesini demi belian aku ya.
07:37Kenapa kakak bawa orang sebanyak ini?
07:39Hampir lupa hal serius.
07:40Ayo, naikin semua barangnya.
07:50Bu Dewi, ingat nggak?
07:54Ini patung sawi giok putih yang gagal ku dapat di lelang sotebis.
07:59Aku tawar ini sampai triliunan tapi tetap nggak dapat juga.
08:03Jadi, harga semua barang ini setara sama pupuk desa kita selama 10 tahun.
08:10Bu Dewi, ini mahar buat keluarga Juvena.
08:13Bagaimana menurut bapak?
08:16Kakak, semua barang ini kiriman dari ayah dan ibu.
08:20Iya lah.
08:22Bukannya ayah itu, katanya buatan tangan Pak Budi.
08:25Itu di situ ada cap resmi dari dinasti kuno.
08:29Mana mungkin buatan Pak Budi?
08:30Kamu pikir kakak bodoh?
08:34Kalau bukan buatan Pak Budi, berarti barang yang lain juga bukan barang pasar dong.
08:39Farel, lagi mikirin apa?
08:43Kakak, ayah dan ibu sampai repat-repat begini buat bantuin aku.
08:47Pasti ini nggak bisa banyak uang.
08:50Farel, ini cuma urusan kecil buat kakak.
08:53Yang penting kamu tampak hebat.
08:55Apa?
08:56Berarti ini...
Comments

Recommended