Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran dan Amerika Serikat saling unjuk kekuatan demi mengamankan dominasi mereka di Selat Hormuz. Bagaimana nasib gencatan senjata?

Simak dialog KompasTV bersama pakar militer dan intelijen Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga Rekaman Detik-Detik Militer AS Geledah Kapal Tanker Berbendera Guyana di Samudra Hindia di https://www.kompas.tv/internasional/665186/rekaman-detik-detik-militer-as-geledah-kapal-tanker-berbendera-guyana-di-samudra-hindia

#as #iran #selathormuz #breakingnews

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/665187/lengkap-pakar-militer-dan-intelijen-ui-soroti-adu-kekuatan-as-iran-berebut-kendali-selat-hormuz
Transkrip
00:00Rekaman pada hari Jumat menunjukkan sejumlah kapal kargo dan tenker minyak terhenti di Selat Hormuz
00:06karena jalur air tersebut tetap ditutup oleh Korps Guarda Revolusi Iran.
00:11Kantor berita Fars melaporkan bahwa ratusan kapal menunggu di Selat Hormuz
00:16untuk mendapatkan izin transit melalui perairan Iran.
00:20Kepala Badan Energi Internasional memperingatkan pada hari Kamis
00:24bahwa pasar energi dapat kehilangan sekitar 13 juta barel minyak per hari
00:30karena gangguan navigasi di Selat tersebut.
00:38Iran dan Amerika Serikat saling unjuk kekuatan demi mengamankan dominasi mereka di Selat Hormuz.
00:46Bagaimana nasib gencatan senjata sudah bersama kami?
00:49Pakar Militer dan Intelijen UI Stanislaus Rianta,
00:53Selamat siang Mas Stanis.
00:55Selamat siang Mbak.
00:57Mas Stanis, ALIRGC ini menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz
01:01sebagai aksi balasan langsung atas tindakan Amerika Serikat.
01:05Bagaimana Anda melihat ini?
01:07Ya ini akhirnya kan saling-saling balas ya.
01:10Iran kemudian menangkap kapal, menyita kapal.
01:12Amerika juga menyita kapal bahkan sampai jauh ke sekitar Selat India.
01:19Selat India ini kan sampai kemana-mana akhirnya.
01:22Nah ini balas, aksi saling balas antara Iran dan Amerika ini sudah sangat tidak sehat
01:28dan melenceng dari apa yang tujuan Amerika pertama kali melakukan serangan Iran
01:33yang isunya adalah saat itu adalah uranium nuklir.
01:36Dan ini kan akhirnya menunjukkan bahwa sebenarnya kepentingan-kepentingan dari perang ini
01:40sebenarnya kan tidak murni seperti yang disampaikan pertama kali
01:42tapi sudah mendapat kemana-mana untuk menunjukkan kekuatan masing-masing.
01:46Bahkan Iran juga sudah kita duga sebelumnya bahwa perang ini akan menciptakan sistem baru,
01:52sistem ekonomi baru di Selat Hormus bagi Iran yaitu mendapatkan keuntungan dari penarikan biaya.
01:58Jadi menjadi kacau suasana dan ini ancaman bagi energi dunia, ketersediaan energi di dunia.
02:05Saya kira jika ini tidak berhenti dalam waktu cepat ini sangat berbahaya bagi kita semua.
02:09Oke artinya begini, kalau tadi dikatakan ini tidak murni kemana-mana, berbahaya,
02:14lantas resiko apa yang mungkin terjadi let's say dalam waktu dekat maupun juga jangka panjang Mas Tanis?
02:22Ya kalau dalam kita lihat siapa pihak yang terkena resiko itu, sebenarnya kan ini Amerika yang terkena resiko ya.
02:28Saya melihat bahwa Amerika sebenarnya sedang mencari-cari exit strategi, ingin berhenti dari perang ini.
02:35Trump akan menghadapi pemilu selah.
02:37Saya kira waktunya sudah sangat mepet ya.
02:39Tekanan politik cukup kuat dari dalam negeri, tekanan ekonomi cukup kuat.
02:42Sehingga dia mencari exit strategi seperti apa.
02:46Jeda ternyata tidak membahakan hasil, bahkan Trump mengumumkan jeda sepihak.
02:51Iran tidak mau seperti itu.
02:52Nah memang jeda sepihak Amerika ini sebenarnya kan seperti mau exit strategi dari Iran sebenarnya.
02:59Karena permusuhan ini susah sekali untuk dihentikan dan damailah seketika.
03:04Jadi kalau misalnya permusuhan tidak bisa dihentikan, orangnya juga sudah dihentikan,
03:08maka langkah terpik sebenarnya jeda.
03:11Tapi jeda ini kan tidak disepakati.
03:13Amerika pengen jeda, Iran tidak.
03:14Jadi nanti jeda sepihak.
03:15Amerika mengatakan jeda, tetapi tetap melakukan serangan kecil-kecilan,
03:20semua radis supaya tidak kehilangan muka.
03:22Itu risiko yang tertinggi di Amerika, kehilangan muka sehingga Trump akan bahaya terancam di Indonesia.
03:28Sementara Iran sudah cukup lama dia dalam menyiapkan untuk perang seperti ini,
03:33bahkan dalam kondisi terblokade, kemudian di embargo selama 40 tahun,
03:39mereka justru mandiri termasuk dalam persenjataan sehingga mereka sudah siap.
03:43Ketika perang itu dilakukan di Slatormu sebenarnya lebih banyak menguntungkan Iran.
03:47Iran menguasai medan, dia bisa membuat sistem baru, ekonomi baru.
03:51Tapi dampak yang paling berbahaya, yang paling menugikan sebenarnya adalah terhadap dunia,
03:57yaitu persediaan energi.
03:59Ketersediaan energi ini yang sangat berbahaya.
04:02Kita di Indonesia saja sudah tarik BPM-6CD sudah naik, sangat tinggi.
04:07Saya kira itu dampak langsung dari perang Iran-Amerika.
04:10Jadi kalau tidak segera dihentikan dampaknya akan kemana-mana.
04:13Karena nanti rentetannya terhadap logistik, gak pernah akan naik.
04:16Kemudian tentu ketika ekonomi menjadi sulit, potensi gangguan keamalan juga cukup tinggi.
04:22Termasuk naiknya intensitas gangguan terorisme di negara Eropa sudah mulai muncul juga
04:27gara-gara perang Iran-Amerika ini.
04:30Oke, tujuan perangnya sudah kemana-mana, tidak lagi fokus.
04:34Lantas itu juga berapa kepada dunia yang juga tadi bisa merambat kemana-mana juga.
04:39Oke, Mas Tanis, Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump gak menganggap penyitaan ini
04:44sebagai pelanggaran kerangka genjata-senjata karena kedua kapal itu bukan milik AS maupun juga Israel.
04:49Tapi menegaskan bahwa tindakan Iran sebagai aksi perompakan.
04:53Menurut Anda apakah AS akan bertindak setelah penyitaan meski bukan kapal miliknya?
05:00Ya, ini kan tergantung wilayahnya di mana.
05:02Kalau wilayahnya di Selat Hormuz ya Iran memang mempunyai kendali.
05:05Tapi kalau di wilayah perairan internasional saya kira Amerika juga terlalu berlebihan
05:09kalau dia mengklaim bisa melakukan apapun untuk kepentingan dia.
05:14Ini menjadi tidak sehat karena dua pihak saling klaim.
05:18Jadi sebaiknya memang ada pihak ketiga yang menjadi penengah supaya adil.
05:23Jadi harapan kita kan sebenarnya pada BPP ya.
05:26Tapi BPP kan nampaknya tidak ada gaunya, tidak ada suaranya terhadap masalah ini.
05:31Nyaris tidak ada aksi apapun di saat perang seperti ini dan bahkan dunia krisis energi.
05:36Jadi klaim-klaim Amerika itu tentu menunjukkan powernya, menunjukkan pengaruhnya.
05:43Iran juga sama seperti itu.
05:44Selama perang ini masih berlangsung itu akan terjadi terus.
05:49Ini ibadinya seperti ini.
05:50Ketika ada dua orang berkelahi di dalam rumah,
05:53masih anak kecil misalnya berada di dalam rumah,
05:55tidak ada yang nonton, mereka biasanya keluar rumah itu.
05:57di pinggir jalan supaya ada yang nonton, supaya ada perhatian.
06:01Ada perhatian, kemudian bisa melibatkan banyak.
06:03Iya, itu analoginya seperti itu.
06:05Ini kan mereka menggeser ke Selat Hormus supaya banyak yang terlibat.
06:09Karena banyak sekali kepentingan asin di Selat Hormus.
06:12Kalau perangnya hanya di Iran, mungkin tidak banyak yang terlibat.
06:15Termasuk dampaknya mungkin hanya untuk Iran dan Amerika saja.
06:18Ancaman-ancaman Amerika yang mengatakan ingin melakukan pendaratan,
06:22pendaratan pantai, kemudian menunjukkan lindung.
06:23Ini enggak terjadi, enggak terjadi hanya kertakan saja.
06:26Tapi begitu memindahkan medannya ke laut, ini semua kemana-mana dan dampaknya di seluruh dunia mengalami.
06:33Ini karanya geseran tempat ini cukup berhasil, terutama bagi Amerika untuk menarik perhatian dunia.
06:41Oke, Mas Tadis, ini kan juga kita tahu bahwa upaya perdamaian juga mandek.
06:45Apakah dengan adanya kejadian tersebut, ini kayaknya jadi semacam Iran nih punya pancingan
06:51untuk melihat bagaimana reaksi AS nantinya?
06:54Meskipun kapal tersebut kan memang Iran yang menduga, ini diduga terkait dengan Israel, seperti itu.
07:01Ya, ini kan menjadi agak abu-abu karena kita juga tidak mendapatkan pernyataan.
07:09Mereka tidak memberikan pernyataan apapun ini, kecuali Iran dan Amerika yang standar-standar saja.
07:13Tapi pemilik kapal kan tidak memberikan pernyataan apapun.
07:16Dua kapal yang diserang oleh Iran, kapal Israel, kemudian Amerika juga melakukan balasan.
07:22Ini kan seperti ada pihak-pihak yang bermain di belakang ini.
07:26Jadi kalau kita melihat perang Amerika-Iran, itu tidak bisa hanya melihat berdua entitas itu.
07:30Tapi siapa yang aktor, mana saja yang berada di balik itu.
07:34Israel misalnya, salah satu aktor terkuat, cukup mengganggu Iran.
07:38Jadi apapun yang provokasi-provokasi yang dilakukan oleh Israel, pasti akan dibalas oleh Iran.
07:43Kemudian ada aktor lain, misalnya China.
07:46China juga telah beberapa informasi menyebutkan dia menyuplai senjata untuk Iran.
07:50Kemudian dia sekarang malah membeli minyak cukup besar dari Iran.
07:54Ini kan cukup mengganggu Amerika.
07:57Sehingga Amerika juga melakukan tindakan-tindakan.
07:59Jadi di dalam perang ini ada yang dirugikan, tetapi ada juga aktor-aktor yang diuntungkan.
08:05Itulah yang bermain sebenarnya.
08:06Oke, Mas Tani, selantas begini.
08:10Saling tekan di area laut, di area perairan, ini bisa menjadi konflik yang sebesar apa,
08:16seterbuka apa antara kedua pihak ini, Iran maupun juga AS.
08:20Kemudian apakah akan berubah juga jadi berebut kendali di Selat Hormuz?
08:24Apakah ini juga bisa dilihat jadi bagian strategi untuk posisi tawar di perundingan nantinya?
08:30Ya, saya melihat ini Amerika mungkin ketika menggeser perang ini ke Selat Hormuz,
08:35dia akan lebih diuntungkan secara alusista.
08:37Kalau sebelumnya dia ingin perang darat, kemudian melakukan penerjunan, cukup berbahaya.
08:42Karena Iran juga sudah menyiapkan klaim, Iran kan 1 juta lebih milisi siap menyambut pasukan darat dan pasukan udara Amerika.
08:50Jadi pasti akan banyak korban jiwa.
08:52Nah, ketika digeser ke Selat Hormuz, ini keuntungan bagi Amerika sebenarnya,
08:55karena secara alusista dia merasa akan menang.
08:59Tetapi Iran itu juga menguasai wilayah.
09:01Dan dia juga mempunyai strategi-strategi karena sebagai pemilik teritorial di situ.
09:05Nah, Amerika kan dengan menggeser ini ke Selat Hormuz, akhirnya akan mendapatkan perhatian dunia.
09:13Dia mencoba untuk menarik perhatian dari berbagai pihak yang selama ini tidak didapatkan.
09:19Negara-negara Eropa, negara-negara sekutu mereka itu nyaris tidak ada yang membantu
09:23atau melakukan pernyataan resmi untuk membantu Amerika dan melawan Iran.
09:27Nyaris tidak ada.
09:28Bahkan negara-negara NATO yang sekutu dari Amerika pun tidak ada.
09:32Jadi ini sebenarnya pergeseran ini adalah untuk meningkatkan dampak,
09:38kemudian mencari dukungan dari pihak lain.
09:42Tapi sampai saat ini kan tidak ada yang merespon.
09:45Nah, ini kan yang bahaya adalah ketika situasi terus seperti ini,
09:49ini kerugian bagi dunia.
09:52Jadi harus ada yang segera mengeluhkan intervensi supaya tidak seperti ini,
09:58minimal Selat Hormuz dibuka lagi.
09:59atau ada pihak yang melakukan penjagaan di situ untuk supaya lebih netral.
10:05Tapi kalau dengan saling blokade seperti ini,
10:07apakah artinya upaya perdamaian walaupun juga negosiasi dan lain sebagainya,
10:12perundingan bahkan ini kayaknya jadi semakin jauh atau bagaimana Mas Tanis?
10:16Iya, karena yang mempeluhkado negara kuat kan.
10:18Kalau yang blokade itu negaranya kecil,
10:20kita cari entitas yang lebih gede untuk segera menekan mereka untuk minggir bisa dilakukan.
10:24Tapi ini kan negara kuat yang bahkan PBB pun tidak ada suaranya gitu.
10:28Kesulitannya di situ.
10:29Amerika merasa super power, dia di PBB juga punya hak veto,
10:33sehingga nyari tidak ada yang melakukan intervensi.
10:36Negara-negara lain wait and see.
10:38Apalagi Eropa, negara-Eropa, negara NATO,
10:40mereka tidak ingin ikut di dalam rang ini,
10:42karena negara-negara NATO itu tahu benar bahwa Iran itu mempunyai peluru kendali
10:48yang mampu menjangkau negara mereka.
10:50Jarak antara Iran dengan negara NATO itu sekitar 3.000 km.
10:54Sementara peluru kendalinya bisa 4.000 km.
10:564.000 km ini kan berbahaya, makanya mereka wait and see.
10:59Saya kira itu yang menjadi penyebab mereka tidak mau ikut-ikut,
11:02karena Iran juga bisa nekat.
11:04Nah kan berbahaya ketika nanti saling klaim, saling mengendalikan ini,
11:08kemudian tidak ada pihak yang bisa mengatasi ini.
11:11Karena PNP sudah tidak bisa diharapkan,
11:14maka sebaiknya harus ada perkumpulan atau kekuatan dari berbagai negara
11:20yang berhimpun menjadi satu untuk melakukan tekanan terhadap Amerika dan Iran
11:24supaya tidak melakukan perang atau aksi-aksi di selat-selat
11:29atau wilayah internasional yang itu cukup mengganggu perekonomian dunia.
11:33Oke, itu tadi ya soal bagaimana kedua belah pihak ini merasa punya power,
11:37termasuk juga bagaimana mereka sering berada di selat hormus.
11:40Mas Tanis, nanti kita lanjutkan kembali
11:42dan saudara tetap bersama kami di Breaking News Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan