Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Isu ijazah Presiden Joko Widodo dinilai tidak memiliki substansi kuat, meski terus menjadi perbincangan publik.

Pernyataan itu disampaikan Ketum Projo Budi Arie Setiadi yang menilai polemik tersebut lebih banyak berkembang sebagai isu publik dan bahkan menjadi "panggung" karena menarik perhatian.

Meski demikian, ia menegaskan persoalan ini tetap harus diselesaikan melalui jalur hukum.

"Isu ijazah ini kan menurut saya enggak substantif. Saya juga sempat jengkel. Saya sudah ngomong Pak Jokowi," kata Budi Arie di Program ROSI, Kamis (23/4/2026).

Namun, pernyataan ini mendapat tanggapan dari Tifauzia Tyassuma.

Ia mempertanyakan anggapan bahwa isu tersebut tidak substantif dengan menyinggung adanya laporan ke kepolisian.

"Jika memang tidak substansial, mengapa Jokowi melaporkan saya dan pihak lain ke Polda pada 30 April 2025?" ujarnya dalam keterangan tertulis di media sosial X-nya.

Ia juga melontarkan klaim terkait keaslian ijazah, namun hingga kini hal tersebut masih menjadi polemik dan belum terbukti secara hukum.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Joshua

#budiarie #tifauziatyassuma #ijazahjokowi

Baca Juga Suasana Terbaru Selat Hormuz! Tanker Minyak Terjebak Menunggu Izin Lintas di https://www.kompas.tv/internasional/665161/suasana-terbaru-selat-hormuz-tanker-minyak-terjebak-menunggu-izin-lintas



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/665172/budi-arie-sebut-isu-ijazah-tak-substantif-tifauzia-tyassuma-soroti-langkah-hukum
Transkrip
00:00Isu ijazah ini kan menurut saya nggak suplantif.
00:04Saya juga sempat jengkel, saya udah ngomong-ngomong Pak Jokowi,
00:07Pak ini gara-gara ijazah Bapak begini-begini,
00:09menghabiskan ini, udah biar aja.
00:25Gini loh, semuanya harus ijazahkan secara hukum,
00:27kan ini kan negara hukum.
00:29Walaupun dalam beberapa hal,
00:31kalau bisa disaksikan di luar rana hukum,
00:34artinya mediasi,
00:35kan lebih baik lagi, gitu loh.
00:37Nah seperti yang saya sampaikan tadi, Pak Jokowi juga
00:39ingin menunjukkan ijazah ini tadi,
00:43forum pengadilan di hukum, gitu loh.
00:46Dan biar diomongin aja,
00:47dengan isu ijazah ini,
00:49nama Pak Jokowi terus jadi perbicaraan publik?
00:52Ya sekalian tau lah siapa yang inilah,
00:54ya kan, yang coba-coba gitu.
00:56Kalau teman-teman yang itu udah tau.
00:57Siapa yang coba-coba?
00:58Ya, usaha namanya usaha.
01:01Siapa yang coba-coba usaha itu, Pak Budi Ari?
01:04Begini,
01:05isu ijazah ini kan menurut saya,
01:08nggak subtantif.
01:10Begitu loh.
01:10Saya juga sempat jengkel,
01:11saya udah ngomong-ngomong Pak Jokowi,
01:12Pak ini gara-gara ijazah Bapak begini-begini,
01:14nggak bisa di, udah biar aja.
01:18Kenapa?
01:21Iji sui ijazah ini,
01:23selain tidak subtantif juga,
01:25ternyata juga menjadi panggung.
01:28Saya tanya diskusi sama teman-teman media juga kok.
01:30Kenapa sih lu urusan nggak begini?
01:33Ke teman-teman kompas,
01:34saya juga sempat tanya.
01:35Kenapa sih lu angkat-angkat soal ijazah?
01:37Habis setiap kita tayangin rating naik.
01:41Dan Pak Jokowi juga senang.
01:43Oh iya, bukan Pak Jokowi aja senang.
01:44Teman-teman media,
01:45itu pemret yang bilang sama saya.
01:47Begitu.
01:49Kenapa?
01:49Habis setiap kita angkat soal ijazah,
01:51rating naik nih,
01:52orang mau...
01:53Terus siapa yang coba-coba itu?
01:54Justru itu menurut saya.
01:56Udah lah,
01:57nanti pengadilan selesai,
01:58udah.
01:58Ini juga nggak ada poinnya juga sebenarnya.
02:01Menurut saya soal isu ijazah ini.
02:03Gitu loh.
02:04Tapi tadi kalau sudah menyinggung nama Pak JK
02:06dan dianggap bohiyar dibalik itu,
02:08ya harus dilaporin secara hukum.
02:09Iya, harus dilaporin dong.
02:10Yang nuduh.
02:11Kalau dari kita,
02:12dari Pak Jokowi kan nggak ada yang nuduh.
02:13Yang nuduh,
02:14yang ditengarai,
02:16dicurigai,
02:17menuduh itulah yang mesti dilaporkan.
02:19Dilaporkan.
02:19Gitu loh.
02:20Itulah kenapa makanya...
02:21Karena dalam kondisi...
02:25apa...
02:26kondisi yang terjadi itu selalu ada...
02:30ada yang berusaha nembak dari atas kuda.
02:33Bikin gigi seru, bikin apa gitu loh.
02:45Terima kasih telah menonton.
02:53Terima kasih telah menonton
03:19Kecepatan informasi dan akurasi adalah komitmen kami
03:24Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya
03:29Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan