00:00Isu ijazah ini kan menurut saya nggak suplantif.
00:04Saya juga sempat jengkel, saya udah ngomong-ngomong Pak Jokowi,
00:07Pak ini gara-gara ijazah Bapak begini-begini,
00:09menghabiskan ini, udah biar aja.
00:25Gini loh, semuanya harus ijazahkan secara hukum,
00:27kan ini kan negara hukum.
00:29Walaupun dalam beberapa hal,
00:31kalau bisa disaksikan di luar rana hukum,
00:34artinya mediasi,
00:35kan lebih baik lagi, gitu loh.
00:37Nah seperti yang saya sampaikan tadi, Pak Jokowi juga
00:39ingin menunjukkan ijazah ini tadi,
00:43forum pengadilan di hukum, gitu loh.
00:46Dan biar diomongin aja,
00:47dengan isu ijazah ini,
00:49nama Pak Jokowi terus jadi perbicaraan publik?
00:52Ya sekalian tau lah siapa yang inilah,
00:54ya kan, yang coba-coba gitu.
00:56Kalau teman-teman yang itu udah tau.
00:57Siapa yang coba-coba?
00:58Ya, usaha namanya usaha.
01:01Siapa yang coba-coba usaha itu, Pak Budi Ari?
01:04Begini,
01:05isu ijazah ini kan menurut saya,
01:08nggak subtantif.
01:10Begitu loh.
01:10Saya juga sempat jengkel,
01:11saya udah ngomong-ngomong Pak Jokowi,
01:12Pak ini gara-gara ijazah Bapak begini-begini,
01:14nggak bisa di, udah biar aja.
01:18Kenapa?
01:21Iji sui ijazah ini,
01:23selain tidak subtantif juga,
01:25ternyata juga menjadi panggung.
01:28Saya tanya diskusi sama teman-teman media juga kok.
01:30Kenapa sih lu urusan nggak begini?
01:33Ke teman-teman kompas,
01:34saya juga sempat tanya.
01:35Kenapa sih lu angkat-angkat soal ijazah?
01:37Habis setiap kita tayangin rating naik.
01:41Dan Pak Jokowi juga senang.
01:43Oh iya, bukan Pak Jokowi aja senang.
01:44Teman-teman media,
01:45itu pemret yang bilang sama saya.
01:47Begitu.
01:49Kenapa?
01:49Habis setiap kita angkat soal ijazah,
01:51rating naik nih,
01:52orang mau...
01:53Terus siapa yang coba-coba itu?
01:54Justru itu menurut saya.
01:56Udah lah,
01:57nanti pengadilan selesai,
01:58udah.
01:58Ini juga nggak ada poinnya juga sebenarnya.
02:01Menurut saya soal isu ijazah ini.
02:03Gitu loh.
02:04Tapi tadi kalau sudah menyinggung nama Pak JK
02:06dan dianggap bohiyar dibalik itu,
02:08ya harus dilaporin secara hukum.
02:09Iya, harus dilaporin dong.
02:10Yang nuduh.
02:11Kalau dari kita,
02:12dari Pak Jokowi kan nggak ada yang nuduh.
02:13Yang nuduh,
02:14yang ditengarai,
02:16dicurigai,
02:17menuduh itulah yang mesti dilaporkan.
02:19Dilaporkan.
02:19Gitu loh.
02:20Itulah kenapa makanya...
02:21Karena dalam kondisi...
02:25apa...
02:26kondisi yang terjadi itu selalu ada...
02:30ada yang berusaha nembak dari atas kuda.
02:33Bikin gigi seru, bikin apa gitu loh.
02:45Terima kasih telah menonton.
02:53Terima kasih telah menonton
03:19Kecepatan informasi dan akurasi adalah komitmen kami
03:24Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya
03:29Saksikan Kompas Petang di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda
Komentar