00:00Dengan elit yang bersatu, persatu nasional kita kan kuat.
00:05Saya menenggarai ini ada hal-hal yang membuat tidak nyaman kalau Indonesia kuat.
00:13Indonesia bersatu.
00:15Indonesia maju itu bukan membuat negara lain happy.
00:21Yang pengen maju itu kita sendiri sebagai anak bangsa.
00:24Makanya saya selalu bilang persatu nasional.
00:26Pak Jika juga bilang persatu nasional.
00:28Kedua, Indonesia maju itu cuma bisa diwujudkan kalau kita bersatu.
00:33Kita semua pengen maju.
00:34Jangan berharap negara lain pengen Indonesia maju.
00:39Seperti itu.
00:40Tapi dalam forum ini bukan kapasitas saya menuduh pihak-pihak lain.
00:45Nantilah di forum yang lain.
00:48Tapi jangan kita sebagai anak bangsa ini berpikir
00:56beberapa orang lain atau negara lain yang mau bantu kita.
00:58Jangan.
00:59Kita harus beri di atas kaki kita sendiri.
01:02Maju dengan kekuatan kita sendiri.
01:05Kalau Pak Jika membaca situasinya seperti apa Pak Husein?
01:08Karena kan sebagai negara wan, sebagai politisi senior.
01:12Ada apa dibalik isu-isu yang muncul dalam waktu bersamaan?
01:20Bukan dari Pak Jika ya.
01:21Dari pengamatan saya.
01:22Karena saya belum terlalu banyak berkomunikasi secara lebih mendalam
01:28dengan Pak Jika mengenai masalah ini latar belakangnya.
01:31Tapi kalau saya lihat memang kayak seperti bagaimana menggoyang
01:37legasi beliau yang memang menjadi trademarknya selama ini.
01:43Trademarknya itu masalah perdamaian, kemudian bisnis.
01:46Ini kan sebenarnya juga sudah mengarah kepada pembunuhan karakter.
01:52Dan itu sesuatu yang membuat wajar apabila Pak Jika memberi reaksi yang
01:59bagaimana depends, bertahan, tetap mempertahankan apa yang menjadi
02:05legasinya selama ini. Bahwa beliau seorang jurudamai.
02:08Bahkan sering disebut sebagai negarawan.
02:12Dan sampai sekarang masih mengabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan
02:16sosial kemasyarakatan.
02:18Tiba-tiba kok dituduh menjadi penista agama.
02:21Itu kan sesuatu yang sangat kontras.
02:23Karena kalau bicara soal timeline-nya Pak Uceng,
02:26saya catat ini soal ribut-ribut, soal ijasa, potongan ceramah
02:30soal penistaan agama, tudingan itu, dan juga kredit.
02:33Pak Jika juga sedang rajin bertemu dengan tokoh-tokoh yang selama ini
02:38dianggap kritis.
02:40Menurut Anda apakah ada hubungan sebab akibat soal ini, Pak Uceng?
02:44Ya kalau Pak Jika kan ini tokoh ya.
02:48Jadi apapun kegiatannya, imbas atau impak sosial politiknya
02:53pasti ada.
02:55Pun demikian dengan Pak Jokowi atau yang lain lah, tokoh-tokoh lain.
03:00Nah, dengan rangkaian seperti itu, sebenarnya Pak Jika tidak dalam posisi
03:09mengkondisikan semua yang tahapan-tahapan itu mengalir aja sebenarnya.
03:14Kebetulan bulan puasa memang sering diadakan buka bersama,
03:20tamu-tamu pun sering diskusi.
03:22kemudian biasa, spontan ada teman-teman media, wawancara, kemudian muncul statement-statement,
03:30kemudian berkembang, hadir lagi tamu datang, ngobrol, diskusi, keluar lagi pernyataan,
03:37kadang-kadang bersama yang tujuannya sebenarnya hanya untuk memberi masukan
03:42atau apa namanya, semacam saran kepada pemerintah yang berlangsung selama ini
03:49sampai terjadi konstelasi yang di luar dugaan di Timur Tengah,
03:55kemudian dubes Iran datang, ya kelihatannya tensinya makin,
04:01ya Pak Jika makin kelihatan seperti magnet begitu.
04:05Ya tiba-tiba habis ini muncul persoalan lain, ada tuduhan jadi bohir, ada itu.
04:11Itu kan berjalan ganti-gantian.
04:17Tapi ada sebab akibatnya atau tidak?
04:19Walaupun itu ganti-gantian tadi.
04:21Tergantung kesimpulan masing-masing kita aja, saya tidak mau menyimpulkan.
04:26Artinya sebagai seorang jurubicara ya, saya menyampaikan fakta-fakta yang real yang dari Pak Jika aja,
04:34yang biasa disampaikan, yang butuh dijelaskan, saya jelaskan.
04:39Tapi menganalisis secara keseluruhan situasi nasional atau politik nasional kita ini,
04:45mungkin saya tidak mau offset sampai di situ.
04:48Bahwa publik atau pemirsa punya kesimpulan masing-masing, pasti punya.
04:54Pasti punya.
04:55Saya pun punya sebenarnya, tapi saya tidak perlu kemukakan.
04:58Kalau Pak Budiari lebih terbuka, karena beliau memang seorang politisi praktis dalam tanda kutip ya,
05:05memimpin suatu organisasi politik sukarelawan yang sudah teruji dari sejak 2014.
05:14Kalau Pak Uceh tidak mau bilang siapanya, tapi mengamini bahwa ada pihak yang berkepentingan untuk menyerang pribadi,
05:21menyerang karakter Pak Yusuf Kala.
05:23Mungkin saja, karena sasarannya langsung ke masalah perdamaian, masalah bisnisnya.
05:29Yang kebetulan ya, menurut saya itu salah sasaran.
05:33Kalau itu yang diserang, Pak Jika sangat tangguh dalam posisi itu.
05:38Istilahnya ilmunya memang di situ, Pak Jika.
05:41Ilmu perdamaian.
05:42Jadi cukup amanlah buat dia melawan balik atau menghadapi, bukan melawan, menghadapi serangan-serangan seperti ini.
05:50Karena memang legasinya di situ.
05:52Beliau seorang jurudamai, menyelesaikan poso, Ambon, Aceh, kemudian Afganistan sempat memediasi juga
06:00dengan pemerintah Taliban yang berkuasa sekarang dengan pemerintahan sebelumnya.
06:05Dan beberapa masalah lain yang beliau sempat mediasi juga.
06:09Itu kan tidak mudah. Konflik poso ini, jangan dilihat sekarangnya.
06:13Waktu 20 tahun lebih, 26 tahun lebih, itu luar biasa. Brutal.
06:182.000 orang meninggal di sana.
06:20Di Ambon 5.000 orang. Ini siapa yang bisa menghentikan ini?
06:24Dan Aceh sudah berkonflik hampir 30 tahun dan beliau masuk tanpa letusan senjata.
06:31Jadi tiga konflik besar di Indonesia itu berhasil diselesaikan dengan damai oleh seorang Pak Yusuf Kalla.
06:40Ini kan legasi yang luar biasa.
06:42Secara bisnis, Brut, track recordnya juga bukan kaleng-kaleng.
06:47Karena sudah membina kelompok usahanya selama 75 tahun.
06:52Tidak banyak usaha di Indonesia yang mampu bertahan segitu lama.
06:56Kalau bukan karena trust atau memberikan banyak manfaat.
07:01Bukan hanya kepada dirinya tetapi kepada orang lain.
07:03Kalau tidak memberi manfaat atau kontribusi kepada orang lain atau pemerintah atau negara lah ya.
07:09Ini tidak akan berkembang lama.
07:11Karena entitas usaha ini dapat berkembang lama apabila manfaatnya dirasakan banyak orang.
07:18Kalau tidak dirasakan ya pasti dukungannya lemah.
07:22Dan Panjika menganggap bahwa serangan-serangan itu tidak berpengaruh kepada pribadinya.
07:26Bisa diatasi setidaknya.
07:28Dari pengamatan saya beliau bisa mengatasi.
07:31Karena yang diserang atau yang menyerang itu, itu kan hoak sebenarnya.
07:37Pelintiran semua.
07:38Potongan video atau misalnya manipulasi narasi tentang kredit.
07:44Itu kan tinggal dibolak-balik.
07:46Jadi kalau beliau keluar dengan fakta-fakta menyampaikan kebenaran, ini akan selesai.
07:52Ditambah dengan testimoni-testimoni pelaku-pelaku sejarah yang memang beliau bersama-sama dahulu ketika memperjuangkan apa yang menjadi legasinya ini.
Komentar