Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menanggapi sorotan publik terhadap meningkatnya aktivitas Jusuf Kalla di tengah sejumlah polemik politik.

Menurut Husain, sebagai tokoh nasional, setiap langkah Jusuf Kalla pasti memiliki dampak sosial dan politik.

Namun Husain menegaskan, Jusuf Kalla tidak sedang mengatur rangkaian peristiwa yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan JK berlangsung alami, terutama selama bulan Ramadan.

Dari pertemuan-pertemuan itu, kata Husain, kemudian muncul berbagai pernyataan yang berkembang ke ruang publik. Ia menyebut tujuan utama JK hanya ingin memberi masukan kepada pemerintah.

Husain juga menilai dinamika global ikut menambah sorotan terhadap JK, hingga sosoknya disebut makin kuat menarik perhatian.

"Kemudian dubes Iran datang, ya kelihatannya tensinya makin.. ya Pak JK makin kelihatan seperti magnet begitu," ungkapnya.

Saat ditanya soal kemungkinan adanya pihak yang menyerang pribadi JK, Husain tak menutup kemungkinan tersebut. Namun ia menilai serangan semacam itu justru salah sasaran. Sebab, ia menilai JK tangguh dalam hal itu.



"Mungkin saja, karena tak sasarannya langsung ke masalah perdamaian, masalah bisnisnya," katanya.

Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/DvAE3Xqoq5g

#jokowi #jusufkalla #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/665174/di-tengah-polemik-jusuf-kalla-rajin-temui-tokoh-kritis-ada-apa-ini-kata-jubirnya-rosi
Transkrip
00:00Dengan elit yang bersatu, persatu nasional kita kan kuat.
00:05Saya menenggarai ini ada hal-hal yang membuat tidak nyaman kalau Indonesia kuat.
00:13Indonesia bersatu.
00:15Indonesia maju itu bukan membuat negara lain happy.
00:21Yang pengen maju itu kita sendiri sebagai anak bangsa.
00:24Makanya saya selalu bilang persatu nasional.
00:26Pak Jika juga bilang persatu nasional.
00:28Kedua, Indonesia maju itu cuma bisa diwujudkan kalau kita bersatu.
00:33Kita semua pengen maju.
00:34Jangan berharap negara lain pengen Indonesia maju.
00:39Seperti itu.
00:40Tapi dalam forum ini bukan kapasitas saya menuduh pihak-pihak lain.
00:45Nantilah di forum yang lain.
00:48Tapi jangan kita sebagai anak bangsa ini berpikir
00:56beberapa orang lain atau negara lain yang mau bantu kita.
00:58Jangan.
00:59Kita harus beri di atas kaki kita sendiri.
01:02Maju dengan kekuatan kita sendiri.
01:05Kalau Pak Jika membaca situasinya seperti apa Pak Husein?
01:08Karena kan sebagai negara wan, sebagai politisi senior.
01:12Ada apa dibalik isu-isu yang muncul dalam waktu bersamaan?
01:20Bukan dari Pak Jika ya.
01:21Dari pengamatan saya.
01:22Karena saya belum terlalu banyak berkomunikasi secara lebih mendalam
01:28dengan Pak Jika mengenai masalah ini latar belakangnya.
01:31Tapi kalau saya lihat memang kayak seperti bagaimana menggoyang
01:37legasi beliau yang memang menjadi trademarknya selama ini.
01:43Trademarknya itu masalah perdamaian, kemudian bisnis.
01:46Ini kan sebenarnya juga sudah mengarah kepada pembunuhan karakter.
01:52Dan itu sesuatu yang membuat wajar apabila Pak Jika memberi reaksi yang
01:59bagaimana depends, bertahan, tetap mempertahankan apa yang menjadi
02:05legasinya selama ini. Bahwa beliau seorang jurudamai.
02:08Bahkan sering disebut sebagai negarawan.
02:12Dan sampai sekarang masih mengabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan
02:16sosial kemasyarakatan.
02:18Tiba-tiba kok dituduh menjadi penista agama.
02:21Itu kan sesuatu yang sangat kontras.
02:23Karena kalau bicara soal timeline-nya Pak Uceng,
02:26saya catat ini soal ribut-ribut, soal ijasa, potongan ceramah
02:30soal penistaan agama, tudingan itu, dan juga kredit.
02:33Pak Jika juga sedang rajin bertemu dengan tokoh-tokoh yang selama ini
02:38dianggap kritis.
02:40Menurut Anda apakah ada hubungan sebab akibat soal ini, Pak Uceng?
02:44Ya kalau Pak Jika kan ini tokoh ya.
02:48Jadi apapun kegiatannya, imbas atau impak sosial politiknya
02:53pasti ada.
02:55Pun demikian dengan Pak Jokowi atau yang lain lah, tokoh-tokoh lain.
03:00Nah, dengan rangkaian seperti itu, sebenarnya Pak Jika tidak dalam posisi
03:09mengkondisikan semua yang tahapan-tahapan itu mengalir aja sebenarnya.
03:14Kebetulan bulan puasa memang sering diadakan buka bersama,
03:20tamu-tamu pun sering diskusi.
03:22kemudian biasa, spontan ada teman-teman media, wawancara, kemudian muncul statement-statement,
03:30kemudian berkembang, hadir lagi tamu datang, ngobrol, diskusi, keluar lagi pernyataan,
03:37kadang-kadang bersama yang tujuannya sebenarnya hanya untuk memberi masukan
03:42atau apa namanya, semacam saran kepada pemerintah yang berlangsung selama ini
03:49sampai terjadi konstelasi yang di luar dugaan di Timur Tengah,
03:55kemudian dubes Iran datang, ya kelihatannya tensinya makin,
04:01ya Pak Jika makin kelihatan seperti magnet begitu.
04:05Ya tiba-tiba habis ini muncul persoalan lain, ada tuduhan jadi bohir, ada itu.
04:11Itu kan berjalan ganti-gantian.
04:17Tapi ada sebab akibatnya atau tidak?
04:19Walaupun itu ganti-gantian tadi.
04:21Tergantung kesimpulan masing-masing kita aja, saya tidak mau menyimpulkan.
04:26Artinya sebagai seorang jurubicara ya, saya menyampaikan fakta-fakta yang real yang dari Pak Jika aja,
04:34yang biasa disampaikan, yang butuh dijelaskan, saya jelaskan.
04:39Tapi menganalisis secara keseluruhan situasi nasional atau politik nasional kita ini,
04:45mungkin saya tidak mau offset sampai di situ.
04:48Bahwa publik atau pemirsa punya kesimpulan masing-masing, pasti punya.
04:54Pasti punya.
04:55Saya pun punya sebenarnya, tapi saya tidak perlu kemukakan.
04:58Kalau Pak Budiari lebih terbuka, karena beliau memang seorang politisi praktis dalam tanda kutip ya,
05:05memimpin suatu organisasi politik sukarelawan yang sudah teruji dari sejak 2014.
05:14Kalau Pak Uceh tidak mau bilang siapanya, tapi mengamini bahwa ada pihak yang berkepentingan untuk menyerang pribadi,
05:21menyerang karakter Pak Yusuf Kala.
05:23Mungkin saja, karena sasarannya langsung ke masalah perdamaian, masalah bisnisnya.
05:29Yang kebetulan ya, menurut saya itu salah sasaran.
05:33Kalau itu yang diserang, Pak Jika sangat tangguh dalam posisi itu.
05:38Istilahnya ilmunya memang di situ, Pak Jika.
05:41Ilmu perdamaian.
05:42Jadi cukup amanlah buat dia melawan balik atau menghadapi, bukan melawan, menghadapi serangan-serangan seperti ini.
05:50Karena memang legasinya di situ.
05:52Beliau seorang jurudamai, menyelesaikan poso, Ambon, Aceh, kemudian Afganistan sempat memediasi juga
06:00dengan pemerintah Taliban yang berkuasa sekarang dengan pemerintahan sebelumnya.
06:05Dan beberapa masalah lain yang beliau sempat mediasi juga.
06:09Itu kan tidak mudah. Konflik poso ini, jangan dilihat sekarangnya.
06:13Waktu 20 tahun lebih, 26 tahun lebih, itu luar biasa. Brutal.
06:182.000 orang meninggal di sana.
06:20Di Ambon 5.000 orang. Ini siapa yang bisa menghentikan ini?
06:24Dan Aceh sudah berkonflik hampir 30 tahun dan beliau masuk tanpa letusan senjata.
06:31Jadi tiga konflik besar di Indonesia itu berhasil diselesaikan dengan damai oleh seorang Pak Yusuf Kalla.
06:40Ini kan legasi yang luar biasa.
06:42Secara bisnis, Brut, track recordnya juga bukan kaleng-kaleng.
06:47Karena sudah membina kelompok usahanya selama 75 tahun.
06:52Tidak banyak usaha di Indonesia yang mampu bertahan segitu lama.
06:56Kalau bukan karena trust atau memberikan banyak manfaat.
07:01Bukan hanya kepada dirinya tetapi kepada orang lain.
07:03Kalau tidak memberi manfaat atau kontribusi kepada orang lain atau pemerintah atau negara lah ya.
07:09Ini tidak akan berkembang lama.
07:11Karena entitas usaha ini dapat berkembang lama apabila manfaatnya dirasakan banyak orang.
07:18Kalau tidak dirasakan ya pasti dukungannya lemah.
07:22Dan Panjika menganggap bahwa serangan-serangan itu tidak berpengaruh kepada pribadinya.
07:26Bisa diatasi setidaknya.
07:28Dari pengamatan saya beliau bisa mengatasi.
07:31Karena yang diserang atau yang menyerang itu, itu kan hoak sebenarnya.
07:37Pelintiran semua.
07:38Potongan video atau misalnya manipulasi narasi tentang kredit.
07:44Itu kan tinggal dibolak-balik.
07:46Jadi kalau beliau keluar dengan fakta-fakta menyampaikan kebenaran, ini akan selesai.
07:52Ditambah dengan testimoni-testimoni pelaku-pelaku sejarah yang memang beliau bersama-sama dahulu ketika memperjuangkan apa yang menjadi legasinya ini.
Komentar

Dianjurkan