00:00Bagi saya ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis.
00:10Bagi saya, Pak Jokowi itu presidennya, saya wakilnya.
00:16Kita sama-sama di pemerintahan bersama-sama selama 5 tahun.
00:20Masa saya bayar orang 5 miliar untuk menyelidiki beliau.
00:31Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan.
00:36Yang itu penghinaan dan merugikan saya, kemarcaman saya.
00:42Bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati atau memeriksa Pak Jokowi.
00:56Ada tiga isu yang dibahas.
00:58Salah satunya ijasa, jadi ada soal ijasa, soal cerama di UGM, soal tudingan kredit puluhan triliun.
01:04Apakah soal ijasa ini yang paling mengganggu Pak Jekah?
01:08Saya kira hampir sama semua ya.
01:10Jadi tadi kan Pak Jekah mengatakan, saya terhina saya.
01:14Maksudnya itu dia kok seolah-olah menikam dari belakang Pak Jokowi yang selama ini beliau hubungannya sangat baik.
01:22Terus ada yang posting, itu yang kontennya beliau jadi bohir di situ.
01:31Memberi dana 5M, wah itu saya tidak ini, katanya masa saya gituin Pak Jokowi.
01:36Tidak mungkin saya, jadi itu tidak nyaman dia sebagai orang bugis, tidak ada karakter-karakter begitu Pak Jekah.
01:43Makanya untuk mengklirkan ini, itu dia melaporkan sekalian biar dibuktikan.
01:50Karena kalau sekedar membantah saja mungkin tidak cukup buat dia.
01:54Apalagi ini kan levelnya presiden ini Pak Jokowi, hubungannya sangat baik.
01:59Nah habis itu muncul banyak masalah juga ya, utang tadi diungkit-ungkit.
02:04Dan sebenarnya utang ini kan perusahaan ya, sehat, bertembang.
02:08Jadi kalau agrup itu sudah 75 tahun Pak, sudah masuk generasi keempat.
02:13Dan secara kontribusi secara nasionalnya, itu sangat support ke negara atau pemerintah.
02:23Lapangan pekerjaan bisa ribuan, mungkin 20 ribuan, saya tidak, tapi sekitar itu.
02:28Jadi besar, kemudian apa namanya, proyek-proyek yang dikembangkan, itu hasilnya nilainya tinggi.
02:36Dan Anda melihat bahwa isu ijazah ini sebenarnya apa yang harus diluluskan?
02:39Enggak, maksud saya yaudah.
02:41Tapi sampai ada...
02:42Ketika Pak Jokowi ditanya, lihatin aja Pak, saya juga sampai bicara, bukan nggak bicara.
02:47Pak pengadil lihatin aja Pak, ini bikin lucu.
02:49Udah biar aja nanti di pengadilan.
02:51Tapi munculnya ijazah menyeret nama Pak JK dengan adanya video-video yang menyebut fitnah tadi soal tudingan 5 miliar Pak
03:01JK di balik itu.
03:02Justru itu, itu saya nggak tahu itu variabelnya dari mana.
03:08Gitu loh, tiba-tiba ada bumbu peledak nih, ini biayai Pak JK untuk menggarap soal ijazah Pak Jokowi.
03:17Walaupun Pak Jokowi juga sempat, curiga ini kok ijazah ini kok panjang amat tenaganya ya.
03:22Gitu loh.
03:23Nah tapi menurut saya...
03:24Sampai Pak JK dituding untuk mendanali pemerintah itu apa?
03:27Saya nggak tahu juga yang nuding.
03:29Iya kan?
03:30Tetapi dalam pengertian begini, ya nggak mungkin wakilnya, apa...
03:36Nggak yakin pasangannya...
03:39Eh kalau Pak Jokowi ya saja palsu, semua bersalah tau.
03:43Partai pendukung, wakilnya, gitu.
03:46Kita sebagai pendukung, saya sih yakin.
03:49Bahkan teman yang antar ke KPU itu berkas-berkas Pak Jokowi juga yakin kok.
03:55Teman dia nggak mau komentar aja.
03:56Nggak punya biar aja lah, ini isu.
03:58Menurut saya memang isu soal ijazah ini udah lah, diakhiri saja lah.
04:03Begitu loh.
04:03Nanti pengadilan dibuktiin.
04:04Tapi Pak Jokowi kan janji.
04:05Nanti mau tunjukinnya di pengadilan.
04:08Begitu loh.
04:09Tapi kalau laporan ke Rismon Sianipar, ya meskipun mereka sudah membantah bahwa itu videonya AI, buatan AI.
04:16Oh dia udah bantah juga.
04:17Tidak menyebut nama Pak JK.
04:20Nah ini laporannya tetap jalan atau nggak?
04:22Bantahannya itu Rismon kalau tidak salah dia mengatakan bahwa itu AI.
04:27Dia tidak membantah isinya.
04:29Membantah bahwa ada dukungan dana 5 miliar.
04:34Kalau kata kuasa hukum Rismon Sianipar bilang bahwa tidak pernah itu olahan AI semua, Rismon tidak pernah sebut nama Pak
04:40JK.
04:41Satu.
04:41Kedua, ini kan meskipun AI, pasti ada yang bikin, ada yang posting.
04:50Ini siapa ini?
04:51Motivasinya apa dia?
04:53Nah itu kan tetap aja kurang menyenangkan dan menyeret-nyeret.
04:57Orang dengan muda, apalagi antara Pak JK dengan Pak Jokowi, wah itu kalau ya tidak elok juga dibiarkan ntar terjadi
05:06diadu-adu pemimpin-pemimpin kita yang sebenarnya punya hubungan bagus dengan mudahnya dipermainkan seperti itu.
05:13Di era sosial media seperti ini.
05:15Oleh karena itu ya pembelajaran saya kira penting juga Pak JK memberikan pembelajaran melaporkan secara hukum supaya jelas, clear dan
05:24tidak terjadi lagi saya kira.
05:26Jadi laporan hukumnya tetap jalan?
05:28Jalan aja.
05:29Iya.
Komentar