00:01Pemerintah Indonesia mengapresiasi kepada pemerintah Arab Saudi soal penerapan layanan fast track atau Mekaroot yang dinilai mampu mempercepat proses keimigrasian
00:11jemaah haji Indonesia setibanya di Tanah Suci.
00:14Informasi selengkapnya kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Jihan Novita di Madinah Arab Saudi.
00:19Jihan tahun ini ada layanan fast track bisa dirasakan sejumlah jemaah. Seperti apa penerapannya Jihan?
00:28Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang waktu Indonesia. Selamat pagi waktu Arab Saudi, Renata dan juga saudara.
00:35Terkait dengan layanan fast track ini, tahun ini pemerintah telah memberikan layanan Mekaroot atau fast track ini kepada empat bandara
00:44Indonesia yaitu untuk Embarkasi Jakarta, Embarkasi Makassar, Solo dan juga Surabaya.
00:50Dimana dengan layanan ini, jemaah haji Indonesia ini bisa lebih cepat atau mempersingkat waktu untuk proses keimigrasian.
00:58Dimana segala proses administrasi keimigrasian ini telah diselesaikan di Tanah Air sehingga saat tiba mereka di Tanah Suci baik melalui
01:07bandara Madinah maupun bandara Jeddah.
01:09Nanti mereka langsung didorong untuk menuju ke akomodasi atau bus-bus yang akan mengangkut mereka ke hotel tempat mereka menginap
01:17tanpa perlu mengantri panjang untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan administrasi keimigrasian seperti pengecekan paspor, visa dan lain-lainnya.
01:26Jadi ini waktunya nanti sangat ringkas dan ini menjadi salah satu upaya dari pemerintah untuk meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada
01:33jemaah haji Indonesia di musim haji tahun ini.
01:36Terkait dengan pelayanan untuk jemaah haji Indonesia di Tanah Suci di tahun ini, pemerintah juga meningkatkan porsi untuk makanan jemaah
01:46haji Indonesia di Tanah Suci.
01:48Di mana porsinya ini juga disesuaikan dengan untuk bisa menjaga asupan konsumsi untuk jemaah haji agar tetap sehat, tetap bugar
01:57selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
01:59Dan untuk informasi lebih lengkapnya kita akan berbincang langsung dengan kepala seksi dari konsumsi daerah kerja Madinah Bapak Beni Darmawan.
02:09Assalamualaikum Pak Beni.
02:11Pak Beni boleh dijelaskan kepada pemirsa Kompas TV ini seperti apa Pak peningkatan porsi makanan terhadap jemaah haji Indonesia di
02:17Tanah Suci?
02:18Ya baik, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
02:22Memang untuk tahun ini, geramasi atau porsi makanan untuk jemaah haji Indonesia, khususnya untuk karbohidrat memang dinaikkan ya dari tahun
02:31lalu 150 gram menjadi 170 gram.
02:35Memang ini berdasarkan hasil konsultasi kita dengan ahli jiji dari Kementerian Kesehatan.
02:43Mungkin ini salah satunya alasannya mungkin karena ibadah haji ini kan ibadah fisik ya.
02:50Jadi mungkin jemaah butuh tenaga yang banyak, jadi mungkin perlu ditunjang juga dengan makanan.
02:56Selain dengan meningkatkan porsi makanan, Pak Berita juga memastikan butuh dan juga kualitas dari makanan yang dikonsumsi oleh jemaah haji.
03:04Ini bagaimana pengecekannya Pak?
03:05Ya betul, untuk tahun ini memang untuk pengawasan makanan kita lakukan secara berlapis ya.
03:13Jadi makanan itu sebelum kita distribusikan ada kita cek sampelnya.
03:19Pertama di dapurnya di tempat pengolahan makanan kita cek terlebih sebelum didistribusikan ke jemaah.
03:26Nah kita dibantu oleh teman-teman dari Politek Par NAHI Bandung.
03:32Kemudian juga sampel itu juga dicek di kantor daerah kerja Madinah.
03:37Kita di kantor daerah dicek juga sama teman-teman.
03:39Kemudian juga ke KKHI atau kantor kesehatan haji.
03:44Dan selanjutnya dicek juga di hotel-hotel tempat jemaah berada.
03:49Karena kita juga di situ menempatkan petugas konsumsi.
03:53Jadi berlapis lah.
03:55Berlapis gitu untuk benar-benar memastikan mutu dan juga kualitas makanan yang dikonsumsi jemaah haji.
04:00Ini benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi.
04:02Ini juga ada proses distribusinya juga tahun ini dilakukan secara digital ya Pak Benny.
04:07Ini bagaimana Pak?
04:08Jadi untuk tahun ini kita juga memperlakukan namanya paturo digital.
04:14Jadi kalau tahun lalu kan masih menggunakan matuan manual ya pencatatannya.
04:17Jadi tahun ini kita menggunakan paturo digital untuk pertama kali.
04:22Jadi ketika jemaah tiba berapa jumlahnya kita langsung catat order oleh paturo digital.
04:30Dikirim ke dapur berapa jumlah yang diminta.
04:33Kemudian diterima oleh petugas kita di sektor atau di hotel-hotel.
04:38Jadi insya Allah untuk tahun ini distribusi tidak akan lagi kekurangan lah.
04:44Karena kita sudah mencatat dari awal jumlahnya.
04:46Walaupun memang nantinya ada perubahan misalnya kebutuhan lusus untuk lansia.
04:50Menurutnya seperti apa itu nanti juga akan disesuaikan ya Pak ya.
04:53Betul. Termasuk untuk lansia.
04:56Misalkan ada rikius untuk makanan lansia berupa kubur juga.
04:59Itu bisa melalui paturo digital.
05:01Jadi lebih cepat lah.
05:03Yang terpenting adalah makanan sampai di jemaah ini tepat waktu.
05:07Tapi juga ada imbauan untuk jemaah untuk memakan dan mengonsumsinya secara segera ya Pak ya.
05:11Tidak menunda.
05:12Betul. Jadi untuk konsumsi ada batas waktu layak konsumsinya.
05:17Di box juga kita sudah catumkan batas waktu untuk dimakan.
05:21Misalkan makan pagi jangan dikonsumsi lewat jam 9 pagi.
05:27Kemudian makan siang jangan lewat jam 4 sore.
05:31Dan makan malam jangan lewat jam 9 malam.
05:33Jadi jemaah bisa membacanya ditutup box.
05:36Jadi agar walaupun memang sudah dipersiapkan sematang-matangnya sebaik mungkin gitu ya untuk konsumsi jemaah Haji Indonesia.
05:45Ini juga perlu kerjasama yang baik dari jemaah Haji Indonesia untuk bisa sama-sama menjaga kualitas dari makanan yang dikonsumsi.
05:51Seperti ini untuk langsung dikonsumsi.
05:53Terima kasih Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja Madinah 2026 Pak Benny Darmawan.
05:59Terima kasih.
06:02Terima kasih.
06:03Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja Madinah ini akan mendapat makanan sebanyak 27 kali selama
06:109 hari.
06:10Di mana setiap harinya jemaah Haji Indonesia akan mendapatkan makanan 3 kali sehari.
06:15Sementara untuk hingga saat ini di hari ketiga kedatangan jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci setidaknya sudah ada 35 klotar
06:23jemaah Haji yang tiba di Tanah Suci dan dengan jumlahnya diperkirakan lebih dari 12 ribu jemaah yang tiba.
06:36Sekian yang bisa saya laporkan terlebih dahulu dari Madinah Arab Saudi kembali ke studio Renata.
06:41Baik terima kasih banyak laporan lengkapnya Jurnalis Kompas TV Jahan Novita langsung dari Madinah Arab Saudi.
06:47Sehat selalu.
Komentar