00:00Tsunami digital, 5 juta anak RI akses pornografi, 80 ribu terjerat judi online.
00:05Data mengkhawatirkan dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia, KPAI,
00:10terkait paparan konten berbahaya di ruang digital pada anak hingga April 2026.
00:15Tercatat, sekitar 80 ribu anak usia 8-10 tahun terindikasi terdampak judi online.
00:21Hampir 5 juta anak di Indonesia telah mengakses konten pornografi.
00:24Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra menyebut fenomena ini dipicu oleh lonjakan akses internet yang tidak terkendali pasca pandemi COVID-19.
00:33Ia bahkan mengibaratkan masifnya penggunaan internet pada anak seperti tsunami yang membawa ancaman serius.
00:39Pasca pandemi COVID-19, akses internet bagi anak meningkat drastis seperti tsunami.
00:45Dampaknya juga luar biasa, baik positif maupun negatif.
00:49Namun ancaman yang muncul tidak bisa diabaikan, ujar Jasra dalam pernyataannya,
00:54Rabu, 22 April 2026.
00:57Selain jenis konten, durasi penggunaan gawai juga melampaui batas aman.
01:01Anak-anak Indonesia kini rata-rata menghabiskan waktu 5 hingga 7 jam per hari di depan layar.
01:07Kondisi ini mulai menunjukkan dampak klinis pada kesehatan fisik dan mental generasi muda.
01:12Pemerintah sebenarnya telah mulai melakukan intervensi melalui peraturan pemerintah, PP, nomor 17 tahun 2025
01:19tentang tata kelola perlindungan anak di ranah digital atau dikenal sebagai PP tunas yang berlaku sejak 28 Maret 2026.
01:26Dengan adanya PP tunas ini, kami memastikan anak siap dan aman ketika memasuki dunia digital, ungkap Jasra.
01:33Sebagai langkah nyata, sekitar 780 ribu akum milik anak yang dinilai berisiko telah dinonaktifkan secara sistem.
01:40Namun, Jasra mengingatkan bahwa regulasi saja tidak cukup untuk membendung kompleksitas ancaman di dunia maya.
01:46KPI mendesak kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pengembang platform digital untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman.
01:54Perlindungan anak di dunia digital bukan hanya soal membatasi akses,
01:57tetapi memastikan mereka tumbuh sehat secara fisik, mental, dan sosial, pungkasnya.
Komentar