00:00Di tengah lonjakan harga BBM non-subsidi dan gejolak geopolitik global,
00:06wacana Indonesia membuka impor minyak dari Rusia dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga pasokan energi.
00:14Namun, dibalik itu, risiko kenaikan harga BBM, termasuk subsidi, tetap membayangi jika harga minyak dunia terus meroket.
00:23Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada, Fahmi Radi, menilai kondisi global saat ini,
00:30menghadirkan dua tekanan sekaligus, yakni gangguan pasokan dan lonjakan harga minyak dunia.
00:37Dalam situasi konflik yang belum meredah, harga minyak bahkan sempat menyentuh kisaran 115 dolar AS per barel.
00:46Nah, saya kira memang yang sekarang ini, akibat perang ini, ada dua dampak sekaligus.
00:53Yang pertama adalah kelangkaan pasokan minyak,
00:56yang kedua adalah kenaikan harga minyak dunia yang cukup tinggi tadi,
01:00pernah mencapai 115 dolar per barel itu ya.
01:05Ujar Fahmi, Senin, 20 April 2026.
01:09Secara domestik, Indonesia masih memiliki produksi minyak sekitar 600 ribu barel per hari,
01:16namun kebutuhan nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.
01:22Artinya, terdapat defisit signifikan yang harus ditutup melalui impor.
01:27Kondisi ini membuat pemerintah perlu mencari sumber pasokan alternatif,
01:32terutama ketika jalur distribusi global terganggu,
01:36termasuk potensi hambatan di kawasan strategis, seperti Selat Hormuz.
01:40Selamat menikmati.
01:41Terima kasih.
01:41Selamat menikmati.
01:41Selamat menikmati.
Komentar