00:00Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping
00:04masih terjebak usai Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu,
00:0818 April 2026, setelah sempat membukanya beberapa jam.
00:15PJS Corporate Sekretari PIS, Vega Pita, menjelaskan saat ini
00:20PIS terus melakukan pemantauan terhadap situasi yang ada.
00:25Kedua kapal PIS, yaitu Pertamina Pride dan Gam Sunoro,
00:29saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
00:35PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz.
00:40Ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu 19 April 2026,
00:47PIS juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait,
00:52termasuk kementerian dan otoritas berwenang,
00:55serta terus menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman.
01:00Vega menyebut prioritas PIS saat ini adalah aspek keselamatan baik untuk awak,
01:05sampai muatan yang dibawanya.
01:07Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif,
01:12agar kapal Pertamina Pride serta Gam Sunoro
01:14dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman, kata Vega.
01:18Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi,
01:22mengatakan jalur pelayaran untuk seluruh kapal komersial di Selat Hormuz telah dibuka penuh.
01:29Ia bilang jalur tersebut completely open,
01:32setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.
01:36Namun militer Iran kembali menutup selat tersebut beberapa jam kemudian.
01:41Militer Iran menyatakan,
01:43keputusan itu diambil lantaran Amerika Serikat, AS,
01:47terus memblokade keluar masuk kapal ke pelabuhan di negaranya.
01:51Terima kasih telah menonton!
Komentar