Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Pakar telematika Roy Suryo menyebut tidak ada lagi komunikasi dengan Rismon di tengah polemik penelitian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Roy juga mengklaim dirinya dan pihak lain telah diblokir, sehingga komunikasi terputus. Ia mempertanyakan langkah Rismon yang disebut menutup kolom komentar di media sosialnya.

Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, membantah kliennya menghindari komunikasi.

Ia menyebut pembatasan dilakukan karena tingginya jumlah panggilan yang masuk setiap hari.

Menurutnya, langkah tersebut agar Rismon bisa fokus pada pekerjaan dan penelitiannya.

Ia menegaskan nomor telepon tetap aktif, namun akses komunikasi disaring.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Vila

Baca Juga Jusuf Kalla Singgung Perannya di Karir Politik Jokowi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/663946/jusuf-kalla-singgung-perannya-di-karir-politik-jokowi-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663955/rismon-putus-komunikasi-dengan-roy-dan-tifa-begini-jawaban-jahmada-girsang
Transkrip
00:00Tapi jangan harap WA-nya akan terbalas ya.
00:02Karena WA dari kami-kami ini pun semuanya diblokir.
00:05Ini yang ditulis oleh Dr. Tifa kemarin.
00:07Bahkan Dr. Tifa itu masih menyampaikan dengan kata,
00:09Dear Rizmon,
00:11jadi sebenarnya Dr. Tifa itu masih ingin mengingatkan kepada dia
00:14untuk ingatlah masa-masa dulu ketika dia itu ikut.
00:20Saya katakan dia yang ikut.
00:22Kenapa? Dr. Tifa itu sudah lama melakukan penelitian soal ijazah ini.
00:27Saya juga.
00:29Meskipun kalau Dr. Tifa itu reguler di Twitter,
00:32kalau saya sesekali,
00:34dan tiba-tiba dia muncul bulan Maret waktu itu.
00:36Dia Maret muncul, Maret 2025,
00:39kemudian dia gabung dengan kami itu April,
00:41dan tanggal ini 15 April 2025,
00:45dia itu kemudian bersama-sama kami bertiga di ruang itu,
00:50dan kamu langsung melihat ijazah yang disebut itu jajah.
00:53Coba, Mon,
00:55kalau menurut penelitianmu yang terbaru itu,
00:57yang katanya itu asli.
00:59Apa bisa menampilkan lembar ujian?
01:02Apa bisa mengubah nama Profesor Dr. Insinyur Amas Mitro menjadi Dr. Insinyur Amas Mitro lagi?
01:09Tidak bisa.
01:10Pendilasan dia terakhir itu soal translasi, rotasi.
01:14Itu hanya pada satu aspek saja.
01:16Pada ijazah yang itu ada foto yang kemudian muncul pelintasan merahnya itu.
01:21Tidak menjawab soal iskripsi,
01:24tidak menjawab soal tanggal KKN,
01:26desa KKN Ketoyan,
01:27tidak menjawab soal Pak Kasmujo,
01:28dan pertanyaan yang tadi yang sampaikan bagus banget ya.
01:32Apakah sampai dengan sekarang ada kontak?
01:34Saya jawab,
01:34bagaimana bisa ada kontak?
01:36Yang bersangkutan itu memblokir kita semua.
01:40Bayangkan.
01:41Apa tidak jahat itu?
01:42Teman-teman itu mau diblokir.
01:43Dan apa tidak jahat lagi?
01:45Dia bikin dua atau tiga ya,
01:48celotehan ya,
01:49saya bilang celotehan.
01:50Celotehan di Youtube dia,
01:52di Padumi itu.
01:53Tapi apa?
01:54Komennya ditutup.
01:56Orang pengecut itu,
01:58komen ditutup itu.
01:59Jadi tidak ada masyarakat yang,
02:00dan masyarakat itu komen di tempat saya,
02:02di tempatnya Dr. Tifa,
02:03di tempatnya Mas Refli,
02:04di tempatnya Pak Taufik.
02:05Itu gimana mas?
02:06Kenapa si Omon itu komennya ditutup?
02:08Saya tanya.
02:09Ya tanya ke dia.
02:10Mau WA aja langsung ke dia.
02:12Tapi jangan harap WA-nya akan terbalas ya.
02:14Karena WA dari kami-kami ini pun semuanya diblokir.
02:17Jadi itu mbak,
02:18orang bisa menilai kan,
02:19pemerintah kompas bisa menilai bagaimana
02:22integritas dari seorang Omon,
02:24yang kemudian merubah,
02:27mentranslasi,
02:28merotasi otaknya 180 derajat,
02:31dan kemudian menjadi sehina-hinanya,
02:34senista-nistanya,
02:35dan sama teman-teman.
02:37Jadi,
02:40kami doakan,
02:42tapi kami itu berdoa loh,
02:43kami doakan dia sekedar dapat hidayah,
02:45dan kembali ke jalan yang benar.
02:47Jika kemudian tersesat ke Lur 28.
02:50Ya,
02:51Mas Roy,
02:51berarti sampai detik ini,
02:52nggak ada sama sekali komunikasi ya,
02:54dari pihak Bang Rismon ke
02:56Mas Roy,
02:57dan juga Dr. Tifa,
02:58dan yang lainnya.
03:21Bang Kemen kan juga,
03:22Rosurya juga sempat bilang,
03:24kalau Bang Jagir,
03:26Bang Rismon ini,
03:27sengaja menjauhi kerakannya dahulu,
03:29dan mengganti nomornya itu,
03:31benar apa nggak sih Bang?
03:33Oh,
03:34begini,
03:35Yul,
03:36Rismon ini telepon mungkin sehari ya,
03:39bisa sampai ribuan lebih lah.
03:42Dia pusing.
03:44Ya,
03:44jadi salah satu strategi kita,
03:47ganti nomor,
03:48atau gimana lah,
03:49atau ini,
03:49yang pentingnya dia mengalibi dulu,
03:52agar,
03:52karena dia konsentrasi,
03:54dari restoran Tegas di sini,
03:55ada dua tugasnya.
03:57Ya,
03:58ada dua tugasnya,
04:00kita udah tahu kan,
04:01salah satu,
04:02akan,
04:05memberitahukan sebenarnya,
04:07saya kepenelitiannya,
04:08atas,
04:09buku,
04:10JWP,
04:10JWP,
04:11dan,
04:12buku,
04:13Gibran and Game.
04:15Jadi dia konsentrasi,
04:16makanya kadang-kadang dia pulang ke kampung,
04:18kembali ke sana,
04:20konsentrasi,
04:20tidak mau dikontak,
04:21kecuali saya.
04:22Tapi tetap kontak,
04:24tetap,
04:24tetapi dia,
04:25nggak mungkin tidak punya HP kan,
04:27dia juga ada perlu,
04:28dengan keluarga,
04:29dengan apa itu.
04:30Oleh sebab itu ya,
04:31silahkan,
04:32tambah nomor,
04:33segala macam.
04:33Bukan ganti nomor,
04:34nomornya tetap sama,
04:35cuman,
04:36dia jago kan,
04:37nggak semua orang bisa,
04:38masuk ke nomor HP-nya.
04:40Itu jagonya dia lah.
04:41Kalau saya nggak ngerti,
04:42ya pakai HP-nya aja,
04:44mencetnya susah.
04:48Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:52Satu langkah lebih dekat,
04:54satu langkah lebih terpercaya.
04:57Saksikan Sapa Indonesia Malam,
04:59di Kompas TV,
05:00Channel 11,
05:02di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan