00:00Tapi jangan harap WA-nya akan terbalas ya.
00:02Karena WA dari kami-kami ini pun semuanya diblokir.
00:05Ini yang ditulis oleh Dr. Tifa kemarin.
00:07Bahkan Dr. Tifa itu masih menyampaikan dengan kata,
00:09Dear Rizmon,
00:11jadi sebenarnya Dr. Tifa itu masih ingin mengingatkan kepada dia
00:14untuk ingatlah masa-masa dulu ketika dia itu ikut.
00:20Saya katakan dia yang ikut.
00:22Kenapa? Dr. Tifa itu sudah lama melakukan penelitian soal ijazah ini.
00:27Saya juga.
00:29Meskipun kalau Dr. Tifa itu reguler di Twitter,
00:32kalau saya sesekali,
00:34dan tiba-tiba dia muncul bulan Maret waktu itu.
00:36Dia Maret muncul, Maret 2025,
00:39kemudian dia gabung dengan kami itu April,
00:41dan tanggal ini 15 April 2025,
00:45dia itu kemudian bersama-sama kami bertiga di ruang itu,
00:50dan kamu langsung melihat ijazah yang disebut itu jajah.
00:53Coba, Mon,
00:55kalau menurut penelitianmu yang terbaru itu,
00:57yang katanya itu asli.
00:59Apa bisa menampilkan lembar ujian?
01:02Apa bisa mengubah nama Profesor Dr. Insinyur Amas Mitro menjadi Dr. Insinyur Amas Mitro lagi?
01:09Tidak bisa.
01:10Pendilasan dia terakhir itu soal translasi, rotasi.
01:14Itu hanya pada satu aspek saja.
01:16Pada ijazah yang itu ada foto yang kemudian muncul pelintasan merahnya itu.
01:21Tidak menjawab soal iskripsi,
01:24tidak menjawab soal tanggal KKN,
01:26desa KKN Ketoyan,
01:27tidak menjawab soal Pak Kasmujo,
01:28dan pertanyaan yang tadi yang sampaikan bagus banget ya.
01:32Apakah sampai dengan sekarang ada kontak?
01:34Saya jawab,
01:34bagaimana bisa ada kontak?
01:36Yang bersangkutan itu memblokir kita semua.
01:40Bayangkan.
01:41Apa tidak jahat itu?
01:42Teman-teman itu mau diblokir.
01:43Dan apa tidak jahat lagi?
01:45Dia bikin dua atau tiga ya,
01:48celotehan ya,
01:49saya bilang celotehan.
01:50Celotehan di Youtube dia,
01:52di Padumi itu.
01:53Tapi apa?
01:54Komennya ditutup.
01:56Orang pengecut itu,
01:58komen ditutup itu.
01:59Jadi tidak ada masyarakat yang,
02:00dan masyarakat itu komen di tempat saya,
02:02di tempatnya Dr. Tifa,
02:03di tempatnya Mas Refli,
02:04di tempatnya Pak Taufik.
02:05Itu gimana mas?
02:06Kenapa si Omon itu komennya ditutup?
02:08Saya tanya.
02:09Ya tanya ke dia.
02:10Mau WA aja langsung ke dia.
02:12Tapi jangan harap WA-nya akan terbalas ya.
02:14Karena WA dari kami-kami ini pun semuanya diblokir.
02:17Jadi itu mbak,
02:18orang bisa menilai kan,
02:19pemerintah kompas bisa menilai bagaimana
02:22integritas dari seorang Omon,
02:24yang kemudian merubah,
02:27mentranslasi,
02:28merotasi otaknya 180 derajat,
02:31dan kemudian menjadi sehina-hinanya,
02:34senista-nistanya,
02:35dan sama teman-teman.
02:37Jadi,
02:40kami doakan,
02:42tapi kami itu berdoa loh,
02:43kami doakan dia sekedar dapat hidayah,
02:45dan kembali ke jalan yang benar.
02:47Jika kemudian tersesat ke Lur 28.
02:50Ya,
02:51Mas Roy,
02:51berarti sampai detik ini,
02:52nggak ada sama sekali komunikasi ya,
02:54dari pihak Bang Rismon ke
02:56Mas Roy,
02:57dan juga Dr. Tifa,
02:58dan yang lainnya.
03:21Bang Kemen kan juga,
03:22Rosurya juga sempat bilang,
03:24kalau Bang Jagir,
03:26Bang Rismon ini,
03:27sengaja menjauhi kerakannya dahulu,
03:29dan mengganti nomornya itu,
03:31benar apa nggak sih Bang?
03:33Oh,
03:34begini,
03:35Yul,
03:36Rismon ini telepon mungkin sehari ya,
03:39bisa sampai ribuan lebih lah.
03:42Dia pusing.
03:44Ya,
03:44jadi salah satu strategi kita,
03:47ganti nomor,
03:48atau gimana lah,
03:49atau ini,
03:49yang pentingnya dia mengalibi dulu,
03:52agar,
03:52karena dia konsentrasi,
03:54dari restoran Tegas di sini,
03:55ada dua tugasnya.
03:57Ya,
03:58ada dua tugasnya,
04:00kita udah tahu kan,
04:01salah satu,
04:02akan,
04:05memberitahukan sebenarnya,
04:07saya kepenelitiannya,
04:08atas,
04:09buku,
04:10JWP,
04:10JWP,
04:11dan,
04:12buku,
04:13Gibran and Game.
04:15Jadi dia konsentrasi,
04:16makanya kadang-kadang dia pulang ke kampung,
04:18kembali ke sana,
04:20konsentrasi,
04:20tidak mau dikontak,
04:21kecuali saya.
04:22Tapi tetap kontak,
04:24tetap,
04:24tetapi dia,
04:25nggak mungkin tidak punya HP kan,
04:27dia juga ada perlu,
04:28dengan keluarga,
04:29dengan apa itu.
04:30Oleh sebab itu ya,
04:31silahkan,
04:32tambah nomor,
04:33segala macam.
04:33Bukan ganti nomor,
04:34nomornya tetap sama,
04:35cuman,
04:36dia jago kan,
04:37nggak semua orang bisa,
04:38masuk ke nomor HP-nya.
04:40Itu jagonya dia lah.
04:41Kalau saya nggak ngerti,
04:42ya pakai HP-nya aja,
04:44mencetnya susah.
04:48Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
04:52Satu langkah lebih dekat,
04:54satu langkah lebih terpercaya.
04:57Saksikan Sapa Indonesia Malam,
04:59di Kompas TV,
05:00Channel 11,
05:02di televisi Anda.
Komentar