00:00Serotan soal kasus penggelapan uang nasabah jemaat gereja di Sumatera Utara,
00:05pihak bank berjanji mengembalikan uang 28 miliar rupiah yang digelapkan Oknum X pejabatnya.
00:14Kasus penggelapan dana gereja oleh Oknum pejabat bank pelat merah tengah di proses hukum.
00:20Nilai uang yang digelapkan mencapai 28 miliar rupiah.
00:25Pihak bank berjanji menuntaskan pengembalian dana dalam sepekan.
00:32Tahap awal pihak bank telah mengembalikan dana nasabah sebesar 7 miliar rupiah.
00:38Sebelumnya pengurus gereja paroki Aiknabara menyomasi bank pelat merah tersebut
00:43untuk mengembalikan dana jemaat yang sudah digelapkan ex-kepala kas bank BUMN.
00:49Sambil menangis bendahara gereja paroki Aiknabara,
00:52suster Natalia Sitomorang menyampaikan kekecewaannya karena merasa ditipu oleh pihak bank.
01:00Sebagai bendahara gereja, ia bercerita harus menanggung beban moral karena dituding menyalahgunakan jabatan.
01:09Tetapi saya cekat uang 130 miliar dari tangan saya.
01:15Sebagai seorang bendahara yang sudah dipercayakan oleh umat sebetulnya.
01:21Mereka segera mengatakan kalau bukan suster yang sudah keuangan, dia tidak percaya.
01:26Tapi dari tangan saya, seorang suster ini, uang umat hilang.
01:32Polisi telah menangkap mantan kepala kas bank BUMN unit Aiknabara Medan yang terlibat penggelapan dana gereja.
01:40Pelaku ditangkap di Bandara Kuala Namu Medan 30 Maret lalu.
01:44Pelaku sempat kabur ke Australia hingga akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
01:49Polisi bilang pelaku menggunakan uang jemaat senilai 28 miliar rupiah
01:55untuk berinvestasi di bidang sport center, kafe, dan minizoo.
02:01Tersangka menipu para korban bahwa mengatakan bahwa deposito investment ini adalah produk dari BNI.
02:09Padahal bukan.
02:10Tersangka baru mengakui sekitar 7 miliar yang digunakan.
02:15Kegunaannya yaitu salah satunya untuk investasi baik di bidang sport center, kafe, minizoo,
02:25dan beberapa tempat yang dijadikan usaha oleh tersangka.
02:32Bank BUMN mengimbau masyarakat tak mudah percaya pada penawaran produk
02:37dengan iming-iming bunga tinggi yang tidak wajar,
02:40maupun transaksi di luar mekanisme resmi perbankan.
02:45Tim Liputan, Kompas TV
Komentar