Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, merespons laporan dugaan penistaan agama buntut potongan videonya saat ceramah di Universitas Gadjah Mada.

Meski tak menyebut secara gamblang soal politisasi, JK bilang laporan muncul setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri dan menyinggung soal ijazah Joko Widodo.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla merespons keras tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi.

Meski tidak menyebut secara gamblang adanya politisasi, JK bilang laporan terhadap dirinya muncul setelah melaporkan Rismon Sianipar dan meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya.

JK juga menekankan perannya dalam karier politik Jokowi.

Soal JK di pusaran kasus ijazah Jokowi, Ketua Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution, menyebut JK terjebak dalam polemik ijazah Jokowi.

Masuknya JK di pusaran isu ijazah Jokowi berawal dari video Rismon yang diduga menyebut JK mendanai Roy cs terkait kasus ijazah Jokowi.

JK menanggapi tudingan tersebut dengan melaporkan Rismon ke Bareskrim dan meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya agar persoalan ini tak berlarut-larut.

Tak berselang lama, video ceramah JK soal tragedi kemanusiaan di Ambon yang disampaikan di UGM viral di media sosial dan berujung pada laporan polisi atas dugaan penistaan agama.

Lebih lengkap soal masuknya Jusuf Kalla di pusaran isu ijazah Jokowi, kita bahas bersama Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Jusuf Kalla Singgung Perannya di Karir Politik Jokowi | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/663946/jusuf-kalla-singgung-perannya-di-karir-politik-jokowi-kompas-petang

#jokowi #jusufkalla #rismonsianipar #ijazahjokowi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663991/full-pengamat-politik-adi-prayitno-baca-sikap-jusuf-kalla-dalam-pusaran-kasus-ijazah-jokowi
Transkrip
00:11Selamat petang Mas Adi, apa kabar?
00:14Selamat petang Mbak, Alhamdulillah baik-baik saja.
00:17Alhamdulillah baik, semoga kabar baik ini selalu bersama Anda dan juga keluarga.
00:21Mas Adi, jadi ini gimana Anda membaca sikap Yusuf Kala di isu ijazah Jokowi seperti apa?
00:28Ya pertama tentu publik itu terkaget-kaget kenapa urusan ijazah ini malah melebar kemana-mana gitu ya.
00:36Kepada pihak-pihak yang mungkin selama ini tidak pernah ditebak atau tidak pernah disebut menjadi bagian dari ijazah tapi kemudian
00:43tiba-tiba muncul.
00:45Seperti biasanya belakangan ini Pak JK kan tiba-tiba muncul ke publik kemudian melaporkan salah satu akun media sosial yang
00:54teridentifikasi telah memberikan fitnah gitu ya.
00:57Karena menuding yang mengarah kepada fitnah bahwa Pak JK ikut menjadi bagian dari orang yang apa namanya mendanai persoalan ijazah.
01:05Kan dari itulah kemudian kenapa persoalan ijazah ini meluber kemana-mana dan bahkan termasuk ke orang seperti Pak Yusuf Kala.
01:14Itu yang pertama.
01:15Yang kedua ini kan justru yang semakin ramai itu ketika ada laporan ke polisi ke pihak ke perwajib terkait dengan
01:24ceramah yang disampaikan oleh Pak JK terkait dengan apa namanya konflik Ambon.
01:29Beberapa waktu yang lalu dan itu diulang gitu ya dan itulah yang kemudian menjadi titik kulminasi.
01:34Tetapi kemudian persoalan ijazah ini ya menurut publik kok justru meluber kemana-mana dan bahkan mengarah kepada hubungan yang seakan
01:43-akan dibenturkan gitu ya antara Pak JK dengan Pak Jokowi.
01:46Jadi Pak JK dalam klarifikasinya yang kemudian bisa ditangkap oleh publik itu kan menegaskan satu hal bahwa Pak Jokowi dengan
01:54Pak JK secara historis memiliki hubungan yang cukup panjang.
01:58Keduanya pernah berduet dan keduanya juga menjadi salah satu pasangan presiden dan wakil presiden yang juga pernah memenangkan pertarungan politik
02:07di negara kita.
02:07Nah tapi kan jadi ramah itu ya karena ya Pak JK dalam banyak hal mengungkit bagaimana peran Pak JK yang
02:14kemudian yang dinilai memiliki andil mengajak Pak Jokowi ke Jakarta mengunculkan kepada...
02:19Baik berarti Mas Adi Anda mau mengatakan bahwa ini ada strategi komunikasi politik yang sengaja dimainkan.
02:25Siapa kira-kira yang mengorkestrasi hal ini?
02:29Memang agak rumit sebenarnya soal puzzle ya terkait dengan strategi komunikasi politik, terkait dengan isu-isu yang berkembang.
02:35Yang terkait tidak ada angin dan tidak ada hujan tapi kemudian Pak JK itu dikait-kaitkan dengan persoalan ijazah.
02:42Ya karena memang beberapa waktu yang lalu ada akun di media sosial yang teridentifikasi melakukan fitnah kepada Pak JK dan
02:50akunnya itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
02:53Sementara sang pemilih akun RS sebut saja begitu merasa itu bukan omongan dirinya tapi hanyalah rekayasa dari AI.
03:01Kan itu yang kemudian ramai kemana-mana.
03:03Nah yang kedua saat memberikan klarifikasi Pak JK misalnya ya seperti banyak pihak selama ini misalnya meminta kepada Pak Jokowi
03:12untuk membuka ijazahnya lah kira-kira begitu.
03:14Sementara Pak Jokowi selalu mengatakan sejak lama persoalan ijazah ya nanti di pengadilan yang akan membuktikan segala-galanya.
03:22Itulah yang saya sebut sebagai titik kulminasi di mana persoalan ijazah ini juga merembet kemana-mana justru kepada pihak yang
03:30memang selama ini memiliki hubungan baik dengan Pak Jokowi.
03:34Apapun judulnya Pak JK, Pak Jokowi, Pak Jokowi dan Pak JK adalah dua sosok yang pernah berduet memenangkan pertarungan Pilpres.
03:42Itu adalah menjadi satu sejarah yang cukup luar biasa.
03:45Saya dari dulu selalu mengatakan Mbak sebaiknya persoalan ijazah kalau memang ditarik kepada persoalan hukum tidak melebar kemana-mana.
03:53Ya mestinya semoga persoalan ijazah ini cepat selesai.
03:56Saya kira di tengah gonjang-ganjing situasi bangsa kita saat ini menghadapi situasi geopolitik ya.
04:03Semua kekuatan anak bangsa bergantengan.
04:06Ayo kita bangun bangsa Indonesia secara kolektif dan secara bersama-sama.
04:11Nah menarik Mas Adi seperti yang Anda sampaikan bahwa ada beberapa diksi yang disampaikan Pak JK kemarin bahwa yang membawa
04:17Jokowi untuk bisa menjadi presiden itu ada juga perannya dari Pak JK.
04:22Nah sebenarnya apa yang mau disampaikan Pak JK secara politik?
04:26Apakah ada juga yang ingin dibesarkan dari kasus yang kemudian dipakai dalam kasus ini terutama dalam hal ijazah Jokowi?
04:36Karena kan kita tahu bahwa ijazah Jokowi ini polemiknya nggak berhenti.
04:40Masih berlangsung loh sejak dua tahun terakhir.
04:43Ya saya kira pernyataan Pak JK itu kan ingin menegaskan satu hal.
04:48Bahwa Pak JK pernah memiliki hubungan yang cukup baik dan ketika menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden sepertinya Pak
04:58JK ingin memberikan pesan.
04:59Salah satu yang meyakinkan PDIP dan Megawati Soekarno Putri adalah Pak JK lah sebagai salah satu sosok yang saat itu
05:07juga adalah seorang politisi senior di Partai Golkar.
05:10Nah yang kedua mungkin karena Pak JK itu yang melaporkan kepada pihak yang berwajib gara-gara pidato dan orasinya di
05:18UGM itu adalah teridentifikasi mungkin
05:21ke salah satu kader partai politik tertentu dan partai ini sangat dekat dengan Pak Jokowi.
05:26Makanya di situlah sepertinya ekspresi dari Pak JK itu tolong sampaikanlah kepada siapa pihak-pihak yang menjadi pendukungnya Pak Jokowi
05:34bahwa
05:35Pak JK itu adalah salah satu pihak yang dinilai punya kontribusi.
05:39Apakah ini termasuk ada timbal balik politik?
05:42Mas Hadi?
05:42Tidak ada timbal balik politik sih sebenarnya.
05:46Saya ini semacam narasi-narasi yang berkembang Pak JK, Pak Jokowi, Pak Jokowi dan Pak JK adalah dulunya yang memiliki
05:53hubungan yang cukup luar biasa.
05:55Pak Jokowi presidennya, Pak JK adalah wakil presidennya.
05:58Kan berulang kali itu disampaikan secara terbuka oleh Pak JK ya.
06:02Sebagai senior, sebagai politisi, Pak Jokowi sebagai presiden tentu memiliki hubungan timbal balik yang
06:08mestinya ini tidak perlu diperkeruh dengan urusan-urusan lapor-melapor, urusan-urusan saling menyerang satu sama yang lain.
06:16Sebagai rakyat biasa terkadang kenapa ya kok jadi begini, jadinya panjang kali lebar ini persoalan-persoalan ijasa.
06:23Padahal persoalan ijasa saat ini kan on track track tuh kan sudah ada orang yang sedang menjalani proses hukumnya sebagai
06:31tersangka,
06:31kemudian ada restoratif-drastif, biarkanlah itu yang kemudian akan diungkap oleh pendekat hukum.
06:37Hukum dan kemudian akan menemukan keadilannya sendiri siapa yang sebenarnya paling-paling terkait dengan ijasa.
06:44Bagi saya ini akan kontraproduktif mbak sudah dua tahun lebih gitu ya urusan ijasa ini justru melebar kemana-mana
06:50dan bagi saya sebenarnya publik sudah jenuh dan berharap semoga ini selesai pihak-pihak yang terlibat itu menghormati semua proses
06:59hukum yang sudah ada.
07:00Saatnya bergandengan tangan bersatu padu bahwa persoalan-persoalan kebangsaan yang dihadapi oleh bangsa kita saat ini adalah
07:06ya di situasi yang serba tidak menentu efek dari politik yang memang membutuhkan kerjasama dari semua pihak.
07:14Menurut saya begitu ya.
07:16Oke jadi terakhir masingkat saja.
07:18Jadi menurut Anda dugaan terseretnya nama JK dalam kasus ijasa Jokowi ini memang dugaan dipolitisasi atau bagaimana?
07:26Ya karena memang ada yang menuding yang mengarah kepada fitnah yang mengait-ngaitkan Pak JK dengan ijasa.
07:33Meski orang yang menuding itu sebenarnya tidak pernah merasa melakukan itu.
07:38Itu adalah AI hasil rekayasa artificial intelligence yang sebenarnya itu tidak benar dan tidak palit.
07:45Makanya kemudian ketika laporan-melaporkan ini justru menjadi persoalan baru lagi.
07:50Persoalan ijasa itu juga satu hal dan persoalan laporan Pak JK juga menjadi satu hal yang lagi.
07:56Jadi itulah yang saya sebut.
07:57Ini seakan-akan bergambang biak persoalan-persoalan pelaporan-pelaporannya.
08:02Padahal bagi saya ya kapan persoalan ini selesai?
08:06Ayolah kita saling bergandengan tangan gitu menyelesaikan persoalan kebangsaan kita.
08:10Tapi kalau sudah mengarah kepada persoalan hukum, ya pastilah rumit dan kemudian akan berkembang narasi-narasi lanjutan-lanjutan lainnya.
Komentar

Dianjurkan