Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim perang akan berakhir, dan Pakistan juga sedang mengupayakan perundingan ronde kedua antara kedua belah pihak.

Apa saja yang bisa menjadi faktor perundingan mencapai kesepakatan di ronde yang kedua? Simak pembahasan KompasTV bersama peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusuma Somantri.

Baca Juga AS Tekan dengan Blokade, Iran Balas Tutup Hormuz, Ini Kata Pengamat Hubungan Internasional di https://www.kompas.tv/nasional/663919/as-tekan-dengan-blokade-iran-balas-tutup-hormuz-ini-kata-pengamat-hubungan-internasional

#iran #as #pakistan #negosiasi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663950/sengit-peneliti-senior-bongkar-kans-negosiasi-kedua-iran-as-berhasil-sudah-sama-sama-rugi
Transkrip
00:01Presiden Amerika Serikat Donald Trump, klaim perang akan berakhir dan Pakistan juga sedang mengupayakan perundingan ronde kedua antara kedua belah
00:09pihak.
00:09Kita akan bahas bersama dengan peluniti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisyah Kusuma Sumantri. Selamat malam Mbak Aisyah.
00:19Selamat malam Mas Baim.
00:21Oke, Mbak Aisyah jadi sebetulnya klaim dari Donald Trump ini soal perang bisnisnya segera berakhir. Ini sebuah tekanan pada Iran
00:28atau memang sinyal menuju ke arah negosiasi jelit dua?
00:34Iya, kita kira sebenarnya kedua belah pihak saat ini memang menginginkan adanya perbincangan lebih lanjut ya. Jadi di perbincangan pertama
00:43ini kemarin yang terjadi di Islamabad, kita bisa melihat bahwa sticking point-nya ini masih sangat kuat.
00:48Nah, sticking point-nya ada di tiga poin utama. Di antaranya adalah permasalahan timeline terkait penundaan program nuklir Iran, lalu
00:56kemudian kontrol Selat Hormuz, dan kemudian juga mengenai gencatan senjata di seluruh front yang ada di Timur Tengah.
01:03Nah, saya rasa sebenarnya sekarang ini kan Iran ini mengalami kerugian secara militer yang cukup besar ya.
01:09Dari Teheran ini sejujurnya sudah habis-habisan, lalu kemudian dia banyak sekali industri-industri strategis yang hancur, dan militernya juga
01:16kalau menurut data dari Amerika Serikat ini sudah mengalami kerusakan sekitar 30%.
01:21Sementara Amerika Serikat di sini juga mengalami kerugian secara strategis.
01:26Di antaranya adalah kerugian-kerugian dari sisi ekonomi dan dari segi politik dalam negeri maupun luar negeri.
01:31Nah, jadi kedua negara ini saat ini sedang berusaha untuk kemudian mencari jalan keluar sebenarnya.
01:37Nah, bagi Amerika Serikat sekarang desakannya jauh lebih tinggi, karena sekarang kan dia akan menghadapi midterm election,
01:45di mana kemudian nanti akan ada pemilihan ulang nih dari Senat dan Kongres ya, sehingga kemungkinan besar sebenarnya Republikan ini
01:52itu bisa tersingkir kalau pollingnya terus turun.
01:55Karena terakhir kalau tidak salah polling Donald Trump ini, ini hanya sekitar 35% approval ratenya.
02:00Dan Presiden untuk bisa meng-endorse kembali ya kekuatan politik partainya itu harus mencapai 30%.
02:06Jadi sudah dalam ambang batas ya ketidakpopuleran sebenarnya Donald Trump ini.
02:11Nah, sementara saya kira di sini juga Iran karena adanya ya kerusakan dari pabrik petrokimia di South Park,
02:17yang merupakan 85% dari total produksi petrokimia di Iran,
02:22juga kemudian kita tahu bahwa terbunuhnya pemimpin-pemimpin di dalam IRGC dan kemudian goods force,
02:28ini memaksa Iran sebenarnya untuk bisa stop dan rerouting.
02:31Nah, saya kira sekarang yang diberikan oleh keduanya untuk bisa stop ya,
02:35dan kemudian melakukan sebenarnya gencatan at the very least di bidang kinetic force,
02:40ini sebenarnya membuka peluang yang lebih besar untuk bisa ya melakukan pembicaraan.
02:45Apalagi kita sudah mengetahui bahwa beberapa tahun lalu sebenarnya diplomat dari Pakistan ini kan sudah mengunjungi Iran ya,
02:53untuk bisa membujuk Iran melakukan negosiasi kembali.
02:57Tapi sebetulnya memang ada kemauan, Mbak Aisyah, ada kemauan dari Amerika Serikat dan juga Iran,
03:01atau mereka juga masih gengsi untuk exit strategi mengakhiri perang ini?
03:06Ya, dari awal kalau Amerika Serikat kan sekarang tujuan mereka adalah sebenarnya mencari exit ramp dari konflik ini gitu.
03:14Tetapi memang yang kita lihat Amerika Serikat ini agak unik,
03:17karena dari segi kebutuhan Amerika ini membutuhkan jalan keluar yang cepat sebenarnya.
03:22Tetapi mereka tetap menginginkan salah satu dari tujuan strategis mereka ketika memulai perang ini tetap tercapai.
03:29Apakah itu di bidang nuklir, apakah itu di bidang peperangan, dan lain-lain.
03:32Jadi niatannya ada, memang itu yang diinginkan oleh Amerika Serikat sekarang,
03:36karena tadi ya desakan yang begitu kuat di bidang ekonomi dan politik.
03:39Nah, sementara untuk Iran, saya rasa,
03:41Iran ini kan sebenarnya terus-menerus memperpanjang konflik dari kemarin.
03:45Tetapi saat ini, Iran ini sedang di atas angin,
03:47sehingga dia merasa bahwa oke, cukup di sini kita bisa memiliki leverage yang lebih kuat untuk bisa berunding.
03:53Jadi di dalam perundingan sebenarnya keduanya ini memiliki keinginan untuk berunding.
03:57Tetapi permasalahannya, keduanya ini sama-sama berpikir bahwa dirinya itu berada di dalam posisi yang menguntungkan.
04:03Ini mengapa kemudian pernegosiasinya ini akan menjadi sangat sulit?
04:08Karena dua-duanya ini tetap memiliki ego untuk bisa mendapatkan konsesi yang menguntungkan negara mereka.
04:13Nah, kalau misalkan tidak dicapai kesepakatan,
04:17pekan depan kan gencatan senjata berakhir nih.
04:19Bagaimana kelanjutannya? Apakah pecah lagi perang?
04:24Ya, kita bisa lihat di sini ada beberapa kemungkinan.
04:27Yang pertama adalah ketika kemudian serangan ini berlanjut dengan siege warfare ya,
04:34jadi mengandalkan serangan udara dan kemudian juga ini ranah pertempurannya akan kembali lagi nih di ranah laut ya,
04:41melalui blokade dan kemudian juga pertempuran pengepungan ya lewat udara.
04:46Lalu yang kedua, ini kita bicara tentang konflik yang tetap berlanjut,
04:51tetapi bentuknya ini menjadi low intensity konflik.
04:54Karena kita tahu bahwa siege warfare ini sebenarnya sangat mahal.
04:57Apalagi kalau misalnya ini dilakukan mainly dengan airstrike.
05:00Karena di dalam konflik kita akan selalu belajar tentang yang namanya piramida biaya perang gitu ya,
05:06di mana kemudian airstrike itu menjadi pengeluaran yang paling mahal.
05:11Nah, saya kira di sini Amerika Serikat ini kan saat ini sedang meminta kongresnya
05:16untuk anggaran tambahan di dalam peperangan ini.
05:18Dan terlihat jelas sebenarnya biaya perang ini cukup menguras Amerika Serikat.
05:22Terutama kalau kita bicara tentang bagaimana kondisi dalam negeri di Amerika Serikat sendiri
05:26jadi sekarang tengah mengalami krisis untuk pemenuhan energi
05:29dan kemudian untuk produk-produk petrokimia
05:32seperti misalnya plastik lalu kemudian pupuk ya berbasis nitrogen dan masih banyak lagi.
05:37Baik, semoga tadi tekanan-tekanan yang didapatkan baik kepada Amerika Serikat dan juga Iran
05:41ini bisa jadi celah peluang besar negosiasi jilid dua dan dicapainya kesepakatan.
05:46Terima kasih peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusuma-Sumantri
05:51telah bergabung di Kopas Malam hari ini.
05:54Dengan senang hati Mas Baim.
05:58Baik, usah jelas sudah kami kembali dengan informasi warga Beirut Lebanon
06:01merayakan di muka.
Komentar

Dianjurkan