00:01Presiden Amerika Serikat Donald Trump, klaim perang akan berakhir dan Pakistan juga sedang mengupayakan perundingan ronde kedua antara kedua belah
00:09pihak.
00:09Kita akan bahas bersama dengan peluniti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisyah Kusuma Sumantri. Selamat malam Mbak Aisyah.
00:19Selamat malam Mas Baim.
00:21Oke, Mbak Aisyah jadi sebetulnya klaim dari Donald Trump ini soal perang bisnisnya segera berakhir. Ini sebuah tekanan pada Iran
00:28atau memang sinyal menuju ke arah negosiasi jelit dua?
00:34Iya, kita kira sebenarnya kedua belah pihak saat ini memang menginginkan adanya perbincangan lebih lanjut ya. Jadi di perbincangan pertama
00:43ini kemarin yang terjadi di Islamabad, kita bisa melihat bahwa sticking point-nya ini masih sangat kuat.
00:48Nah, sticking point-nya ada di tiga poin utama. Di antaranya adalah permasalahan timeline terkait penundaan program nuklir Iran, lalu
00:56kemudian kontrol Selat Hormuz, dan kemudian juga mengenai gencatan senjata di seluruh front yang ada di Timur Tengah.
01:03Nah, saya rasa sebenarnya sekarang ini kan Iran ini mengalami kerugian secara militer yang cukup besar ya.
01:09Dari Teheran ini sejujurnya sudah habis-habisan, lalu kemudian dia banyak sekali industri-industri strategis yang hancur, dan militernya juga
01:16kalau menurut data dari Amerika Serikat ini sudah mengalami kerusakan sekitar 30%.
01:21Sementara Amerika Serikat di sini juga mengalami kerugian secara strategis.
01:26Di antaranya adalah kerugian-kerugian dari sisi ekonomi dan dari segi politik dalam negeri maupun luar negeri.
01:31Nah, jadi kedua negara ini saat ini sedang berusaha untuk kemudian mencari jalan keluar sebenarnya.
01:37Nah, bagi Amerika Serikat sekarang desakannya jauh lebih tinggi, karena sekarang kan dia akan menghadapi midterm election,
01:45di mana kemudian nanti akan ada pemilihan ulang nih dari Senat dan Kongres ya, sehingga kemungkinan besar sebenarnya Republikan ini
01:52itu bisa tersingkir kalau pollingnya terus turun.
01:55Karena terakhir kalau tidak salah polling Donald Trump ini, ini hanya sekitar 35% approval ratenya.
02:00Dan Presiden untuk bisa meng-endorse kembali ya kekuatan politik partainya itu harus mencapai 30%.
02:06Jadi sudah dalam ambang batas ya ketidakpopuleran sebenarnya Donald Trump ini.
02:11Nah, sementara saya kira di sini juga Iran karena adanya ya kerusakan dari pabrik petrokimia di South Park,
02:17yang merupakan 85% dari total produksi petrokimia di Iran,
02:22juga kemudian kita tahu bahwa terbunuhnya pemimpin-pemimpin di dalam IRGC dan kemudian goods force,
02:28ini memaksa Iran sebenarnya untuk bisa stop dan rerouting.
02:31Nah, saya kira sekarang yang diberikan oleh keduanya untuk bisa stop ya,
02:35dan kemudian melakukan sebenarnya gencatan at the very least di bidang kinetic force,
02:40ini sebenarnya membuka peluang yang lebih besar untuk bisa ya melakukan pembicaraan.
02:45Apalagi kita sudah mengetahui bahwa beberapa tahun lalu sebenarnya diplomat dari Pakistan ini kan sudah mengunjungi Iran ya,
02:53untuk bisa membujuk Iran melakukan negosiasi kembali.
02:57Tapi sebetulnya memang ada kemauan, Mbak Aisyah, ada kemauan dari Amerika Serikat dan juga Iran,
03:01atau mereka juga masih gengsi untuk exit strategi mengakhiri perang ini?
03:06Ya, dari awal kalau Amerika Serikat kan sekarang tujuan mereka adalah sebenarnya mencari exit ramp dari konflik ini gitu.
03:14Tetapi memang yang kita lihat Amerika Serikat ini agak unik,
03:17karena dari segi kebutuhan Amerika ini membutuhkan jalan keluar yang cepat sebenarnya.
03:22Tetapi mereka tetap menginginkan salah satu dari tujuan strategis mereka ketika memulai perang ini tetap tercapai.
03:29Apakah itu di bidang nuklir, apakah itu di bidang peperangan, dan lain-lain.
03:32Jadi niatannya ada, memang itu yang diinginkan oleh Amerika Serikat sekarang,
03:36karena tadi ya desakan yang begitu kuat di bidang ekonomi dan politik.
03:39Nah, sementara untuk Iran, saya rasa,
03:41Iran ini kan sebenarnya terus-menerus memperpanjang konflik dari kemarin.
03:45Tetapi saat ini, Iran ini sedang di atas angin,
03:47sehingga dia merasa bahwa oke, cukup di sini kita bisa memiliki leverage yang lebih kuat untuk bisa berunding.
03:53Jadi di dalam perundingan sebenarnya keduanya ini memiliki keinginan untuk berunding.
03:57Tetapi permasalahannya, keduanya ini sama-sama berpikir bahwa dirinya itu berada di dalam posisi yang menguntungkan.
04:03Ini mengapa kemudian pernegosiasinya ini akan menjadi sangat sulit?
04:08Karena dua-duanya ini tetap memiliki ego untuk bisa mendapatkan konsesi yang menguntungkan negara mereka.
04:13Nah, kalau misalkan tidak dicapai kesepakatan,
04:17pekan depan kan gencatan senjata berakhir nih.
04:19Bagaimana kelanjutannya? Apakah pecah lagi perang?
04:24Ya, kita bisa lihat di sini ada beberapa kemungkinan.
04:27Yang pertama adalah ketika kemudian serangan ini berlanjut dengan siege warfare ya,
04:34jadi mengandalkan serangan udara dan kemudian juga ini ranah pertempurannya akan kembali lagi nih di ranah laut ya,
04:41melalui blokade dan kemudian juga pertempuran pengepungan ya lewat udara.
04:46Lalu yang kedua, ini kita bicara tentang konflik yang tetap berlanjut,
04:51tetapi bentuknya ini menjadi low intensity konflik.
04:54Karena kita tahu bahwa siege warfare ini sebenarnya sangat mahal.
04:57Apalagi kalau misalnya ini dilakukan mainly dengan airstrike.
05:00Karena di dalam konflik kita akan selalu belajar tentang yang namanya piramida biaya perang gitu ya,
05:06di mana kemudian airstrike itu menjadi pengeluaran yang paling mahal.
05:11Nah, saya kira di sini Amerika Serikat ini kan saat ini sedang meminta kongresnya
05:16untuk anggaran tambahan di dalam peperangan ini.
05:18Dan terlihat jelas sebenarnya biaya perang ini cukup menguras Amerika Serikat.
05:22Terutama kalau kita bicara tentang bagaimana kondisi dalam negeri di Amerika Serikat sendiri
05:26jadi sekarang tengah mengalami krisis untuk pemenuhan energi
05:29dan kemudian untuk produk-produk petrokimia
05:32seperti misalnya plastik lalu kemudian pupuk ya berbasis nitrogen dan masih banyak lagi.
05:37Baik, semoga tadi tekanan-tekanan yang didapatkan baik kepada Amerika Serikat dan juga Iran
05:41ini bisa jadi celah peluang besar negosiasi jilid dua dan dicapainya kesepakatan.
05:46Terima kasih peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Aisyah Kusuma-Sumantri
05:51telah bergabung di Kopas Malam hari ini.
05:54Dengan senang hati Mas Baim.
05:58Baik, usah jelas sudah kami kembali dengan informasi warga Beirut Lebanon
06:01merayakan di muka.
Komentar