Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
KOMPAS.TV - BNI memastikan bahwa dana nasabah tetap aman meskipun terjadi kasus penggelapan dana umat senilai Rp28 miliar yang melibatkan eks Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah.

Direktur Network & Retail Funding BNI, Rian Kaslan, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berdampak pada dana nasabah yang tersimpan melalui produk resmi perseroan.

"Kami ingin memastikan kembali bahwa seluruh dana nasabah pada produk resmi tetap aman dan tidak terdampak sama sekali oleh peristiwa ini," ujar Rian dalam konferensi pers, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga BNI Pastikan Dana Jemaat Aek Nabara Rp28 Miliar Dikembalikan Minggu Ini di https://www.kompas.tv/nasional/663901/bni-pastikan-dana-jemaat-aek-nabara-rp28-miliar-dikembalikan-minggu-ini



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663907/bni-dana-nasabah-aman-kasus-penggelapan-dana-gereja-rp28-m-di-luar-sistem-resmi
Transkrip
00:00Munadi, selamat pagi untuk seluruh rekan-rekan media yang kami hormati, kami cintai.
00:07Menambah tadi yang sudah disampaikan oleh Pak Munadi, kami dari pihak BNI juga ingin memastikan kembali
00:14bahwa seluruh dana nasabah pada produk resmi tetap aman dan tidak terdampak sama sekali oleh peristiwa ini.
00:23Seluruh transaksi resmi BNI hanya dilakukan melalui sistem yang terdokumentasi dan termonitor,
00:31berikut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
00:37Kami dari pihak BNI juga mengimbau kepada masyarakat agar semakin waspada terhadap detail produk keuangan,
00:48khususnya terhadap penawaran investasi di luar kanal resmi BNI
00:55agar menghindari penawaran dengan iming-iming bunga tinggi yang tidak wajar
01:01dan juga transaksi di luar mekanisme resmi BNI.
01:06Agar juga dipastikan, setiap transaksi yang dilakukan melalui saluran resmi BNI yang dapat diverifikasi.
01:16Komitmen kami ke depan tentu akan terus memantau dan mengawal proses penyelesaian kasus ini hingga tuntas.
01:26Kami juga memperkuat sistem pengawasan internal untuk mencegah kejadian serupa.
01:33Meningkatkan edukasi dan literasi keuangan juga merupakan satu hal yang penting untuk kami
01:38kepada seluruh masyarakat dan nasabah kami secara berkelanjutan.
01:43Dan juga kami yakin bahwa seluruh proses dapat memberikan kepastian dan keadilan bagi semua pihak.
01:52Terima kasih.
02:05Terima kasih atas paparan dari Ibu Rian dan Pak Munadi.
02:09Untuk sesi tanya-jawab kami akan buka sebanyak tiga saja.
02:14Karena nanti rencananya dari setelah paparan ini kami juga akan mengirimkan press release resmi dari BNI.
02:20Terima kasih.
02:37Terima kasih.
02:54Tadi ada yang raise hand ya.
03:23Ada pertanyaan dari
03:25media bisnis Indonesia, Mas Emanuel.
03:28Yang pertama, BNI menyebut ini tindakan di luar sistem namun menurut korban bilidiposito palsu
03:34ditangani oleh kepala cabang BNI Rantoprapat.
03:37Apakah ada pejabat lain selain Andi Hakim yang saat ini sedang diperiksa atau diselidiki?
03:51Sampai dengan sekarang tidak ada yang diperiksa kecuali Andi Hakim karena memang ini tindakan pribadi dari Andi Hakim
03:59dengan bilidiposito palsu yang ditantangkan oleh Andi Hakim sendiri.
04:03Demikian, Mas.
04:10Pertanyaan yang kedua dari Mas Emanuel juga
04:13Fraud ini berlangsung sejak tahun 2019 sudah lebih dari 6 tahun
04:17audit internal BNI dilakukan secara berkala
04:19bagaimana bisa modusnya tidak terdeteksi selama itu
04:22di mana letak kegagalan sistem pengawasan BNI
04:25BNI memiliki kewajiban menerapkan strategi anti-fraud sesuai POJK nomor 39-2019
04:33Pertanyaannya, apakah BNI sudah mematuhi regulasi ini di kantor kas Aik Nabara?
04:37Jika ya, mengapa tetap bisa terjadi?
04:42Sampai jumpa bass.
04:47Sampai jumpa di video selanjutnya.
05:12Terima kasih atas pertanyaan nomor 2
05:14Jadi transaksi ini
05:16Tidak masuk sistem sehingga
05:18PNI secara
05:20Korporasi tidak mengetahui ada
05:22Transaksi ini dari nasabah
05:24Dan
05:25Hasil audit internal yang mendeteksi bahwa
05:28Terjadi fraud
05:30Ketika ada temuan di Februari
05:32Tahun 2026
05:34Terima kasih Pak
05:50Selanjutnya
05:51Pertanyaan dari
05:53Ada dari kompas sama
05:55Detik.com
05:56Cuman ini akan kami
05:57Pilih aja ya
05:59Karena waktunya sangat terbatas juga
06:01Jadi dari kompas
06:04Dari total kerugian
06:05Kapan target 100% pengembalian dana nasabah
06:07Lainnya selesai dilakukan
06:23Terima kasih
06:49Tanyaan ketiga
06:54Penyelesaian akan kami lakukan dalam
06:56Jangka waktu minggu ini
07:00Kita berproses
07:02Dan pasti
07:02Dipastikan minggu ini
07:04Sampai Jumat
07:05Di hari kerja akan kita kembalikan
07:08Terima kasih
07:23Satu pertanyaan lagi
07:24Dari media detik.com
07:26Dengan Mbak Wilda
07:27Berapa pengembalian awal yang telah diserahkan oleh pihak BNI
07:37Kami telah melakukan verifikasi awal
07:40Dan koordinasi dengan apart hukum
07:42Dan kami
07:42Mengembalikan sebesar 7 miliar rupiah
07:45Di tahap awal
07:46Dan
07:47Kita akan menyelesaikan
07:48Sisanya
07:49Dalam waktu minggu ini
07:51Dan
07:52Saya memberikan
07:54Background juga bahwa
07:56PNI dalam hal ini
07:58Termasuk pihak yang dirugikan
08:00Dalam kejadian ini
08:01Dan pastinya
08:03Kami juga prihatin
08:05Atas kejadian ini
08:07Khususnya kepada nasabah
08:08Para Rauki Aik Nabara
08:10Dan kami juga
08:12Sebagai
08:13Bank yang telah melayani masyarakat
08:16Sejak 1946
08:19Berkomitmen untuk
08:20Patuh pada regulasi yang ada
08:22Dan
08:23Bertanggung jawab terhadap
08:25Kejadian-kejadian seperti ini
08:27Terima kasih
08:29Terima kasih
08:30Terima kasih
Komentar

Dianjurkan