Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan pengembalian dana umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi, Aek Nabara, seluruhnya selesai dalam sepekan ke depan. Dari hasil perkembangan penyelidikan polisi, pihak bank telah menerima informasi jumlah total dana umat yang digelapkan, yakni sekitar Rp28 miliar.

Dalam keterangan persnya, pihak BNI menyampaikan bahwa kasus penggelapan dana yang dilakukan mantan kepala kas BNI Unit Aek Nabara, Medan, mulai terungkap pada bulan Februari 2026.

Pihak BNI menyampaikan, dalam verifikasi dan koordinasi dengan aparat sebelumnya, sudah dilakukan pengembalian dana umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi, Aek Nabara, sebesar Rp7 miliar di tahap awal dan secara bertahap akan diselesaikan sepenuhnya.

Dalam kasus ini, pelaku bekerja sendiri dan hal itu juga disebut telah merugikan pihak BNI.

Masyarakat pun diimbau untuk waspada terhadap penawaran produk keuangan dan juga investasi di luar kanal resmi BNI.

Baca Juga [FULL] Polisi Ungkap Kronologi-Fakta Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar di Sumut di https://www.kompas.tv/nasional/661288/full-polisi-ungkap-kronologi-fakta-penggelapan-dana-jemaat-rp28-miliar-di-sumut

#katolik #bni #danaumat #aeknabara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663924/bni-buka-suara-geger-kasus-penggelapan-dana-umat-katolik-aek-nabara-proses-pengembalian-dikebut
Transkrip
00:00Yang juga menjadi sorotan lainnya saudara, Bank Negara Indonesia atau BNI yang menargetkan pengembalian dana umat gereja katolik paroki Santo
00:07Franciscus Assisi Aik Nabara seluruhnya selesai dalam sepekan ke depan.
00:13Dari hasil perkembangan penyelidikan polisi, pihak bank telah menerima informasi jumlah total dana umat yang digelapkan, yakni sekitar 28 miliar
00:22rupiah.
00:26Dalam keterangan persnya, pihak BNI menyampaikan bahwa kasus penggelapan dana yang dilakukan mantan kepala kas BNI, Unit Aik Nabara, Medan,
00:35mulai terungkap pada bulan Februari 2026.
00:38Pihak BNI menyampaikan dalam verifikasi dan koordinasi dengan aparat sebelumnya, sudah dilakukan pengembalian dana umat gereja katolik paroki Santo Franciscus
00:48Assisi Aik Nabara sebesar 7 miliar rupiah di tahap awal dan secara bertahap akan diselesaikan sepenuhnya.
00:57Dalam kasus ini, pelaku bekerja sendiri dan hal itu juga disebut telah merugikan pihak BNI.
01:03Masyarakat pun diimbau untuk waspada terhadap penawaran produk keuangan dan juga investasi di luar kanal resmi BNI.
01:15Telah disimpulkan jumlah dana yang digelapkan diperkirakan sekitar 28 miliar rupiah.
01:23Kasus ini pertama kali terungkap pada bulan Februari tahun 2026 dari hasil pengawasan internal BNI.
01:33Peristiwa ini merupakan tindakan oknum individu yang melakukan transaksi di luar sistem, di luar kewenangan dan prosedur resmi perbankan.
01:42Dan produk yang digunakan dalam kasus ini bukan merupakan produk resmi BNI dan tidak tercatat dalam sistem operasional bank BNI.
01:50Penyelesaian akan kami lakukan dalam jangka waktu minggu ini.
01:57Kita berproses dan dipastikan minggu ini, sering sampai Jumat, di hari kerja akan kita kembalikan.
02:07Sebelumnya, polisi menangkap mantan Kepala Kas Bank Negara Indonesia atau BNI, Unit Aik Nabara, Medan.
02:14Terkait kasus dugaan penggelapan dana umat Gereja Katolik Paroki, Santo Franciscus Assisi Aik Nabara.
02:22Dana yang digelapkan hingga 28 miliar rupiah.
02:25Polda, Sumatera Utara bersama petugas imigrasi Bandara Internasional Kuala Namu menangkap pelaku di Bandara Kuala Namu, Medan, 30 Maret lalu.
02:34Pelaku sempat kabur ke Australia hingga akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
02:39Polisi bilang pelaku menggunakan uang jemaat untuk berinvestasi di bidang sports center, cafe, dan mini zoo.
02:52Investasi baik di bidang sports center, cafe, mini zoo, dan beberapa tempat yang dijadikan usaha oleh tersangka.
03:04Sementara asetnya masih seluruhnya ada di Laguan Batu.
03:08Ini adalah produk palsu yang mereka klaim bahwa ini adalah produk dari BNI.
03:14Sebenarnya ini adalah bisa-bisanya dari tersangka menipu para korban bahwa mengatakan bahwa deposito investment ini adalah produk dari BNI.
03:25Padahal bukan.
Komentar

Dianjurkan