Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV -Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran dinilai sebagai bagian dari strategi negosiasi dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Mohammad Ayub Mirdad, mengatakan langkah buka-tutup jalur pelayaran strategis tersebut merupakan bentuk daya tawar (bargaining power) Iran dalam proses diplomasi yang masih berlangsung.

"Selat Hormuz menjadi salah satu instrumen tekanan Iran. Ketika tekanan dari Amerika Serikat meningkat, Iran merespons dengan menunjukkan bahwa mereka punya kendali yang berdampak global," ujarnya dalam Breaking News KompasTV, Minggu (19/4/2026).

Menurut Ayub, Iran menyadari tidak memiliki kekuatan militer yang sebanding dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Namun, Iran tetap memiliki keunggulan strategis, salah satunya posisi Selat Hormuz yang vital bagi jalur energi dunia.

Terkait proyeksi ke depan, Ayub menilai peluang negosiasi masih lebih besar dibandingkan eskalasi perang terbuka.

Namun, risiko konflik tetap ada jika diplomasi gagal.

"Kalau negosiasi gagal, perang bisa kembali terjadi. Bahkan berpotensi meluas menjadi konflik regional yang melibatkan negara-negara Teluk," ujarnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

#iran #hormuz #donaldtrump

Baca Juga Link Live Streaming Bali United Vs Malut United, Mulai Malam Ini Jam 19.00 WIB di https://www.kompas.tv/olahraga/663914/link-live-streaming-bali-united-vs-malut-united-mulai-malam-ini-jam-19-00-wib



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663919/as-tekan-dengan-blokade-iran-balas-tutup-hormuz-ini-kata-pengamat-hubungan-internasional
Transkrip
00:00Kembali di Breaking News Kompas TV, saudara kita akan bahas terkait tutupnya kembali selat hormus oleh Iran
00:05bersama dengan dosen ilmu hubungan internasional Universitas Erlangga Muhammad Ayub Mirdad
00:10yang sudah bergabung melalui sambungan daring.
00:12Selamat pagi, Mas Ayub.
00:15Iya, selamat pagi Mas Bremen.
00:17Mas Ayub, dinamika di timur tengah ini kemudian membuat kita naik turun moodnya
00:22karena yang awalnya kita lihat sebagai positif, semua pihak optimis
00:27karena Iran membuka kembali selat hormus.
00:30Tapi kemudian Amerika Serikat kekeh, tidak mau buka blokade
00:33sampai akhirnya Iran menutup kembali selat hormus gitu ya.
00:36Anda melihatnya ini sikap masing-masing negara seperti apa?
00:39Karena Amerika Serikat kita lihat kekeh, tidak mau buka blokade
00:42sementara Iran meresponnya dengan menutup kembali
00:45karena melihat tidak ada niat baik dari Amerika Serikat untuk juga membuka blokade.
00:49Seperti apa Anda melihatnya?
00:52Baik, menurut saya ini bagian dari proses negosiasi.
00:56Karena dalam setiap negosiasi ada elemen-elemen.
01:01Salah satu elemen yang paling penting adalah daya tawar dari setiap pihak.
01:07Dan daya tawar atau bargaining power dari Iran di sini,
01:12salah satunya selain senjata atau uranium nuklirnya,
01:17itu salah satunya selat hormus.
01:20Nah selat hormus buka dan menutup dan dibuka dan menutup itu setiap hari atau setiap minggu terjadi.
01:28Karena itu salah satu tekanan dalam negosiasi ini.
01:32Bahwa Iran menunjukkan dan kami tidak mungkin menang dalam perang dengan Amerika Serikat.
01:40Kenapa saya katakan begitu?
01:42Karena barusan tadi malam ada perniataan dari Bakar Talibaf, ketua Parlimen Iran.
01:49Secara jelas dia tulis bahwa kami tidak sekuat secara tentara militer seperti Amerika Serikat dan juga begitu dengan Israel.
01:59Tapi mereka punya daya tawar yang cukup kuat.
02:03Salah satunya itu selat hormus.
02:05Ketika tekanan Amerika Serikat meningkat, mereka juga tutup selat hormus.
02:12Dan menunjukkan bahwa kami punya bargaining power tersebut ini untuk bukan hanya Iran-Amerika saja,
02:20tapi secara global akan terganggu.
02:23Jadi ini menurut saya bagian dari negosiasi bahwa apa yang ada dalam proposal dari Amerika Serikat,
02:31Iran tidak akan secara gampang akan terima.
02:38Dan begitu sebaliknya kalau Amerika Serikat punya power yang cukup besar.
02:43Daya tawarnya itu salah satu tekanan belakada yang terjadi saat ini di selat hormus terhadap Iran.
02:49Bahwa kami punya kekuatan militer paling besar di dunia.
02:55Kalau selat ini tetap tertutup, kami akan menekan Iran.
02:59Jadi sekarang tekanan Amerika Serikat lebih ke ekonomi.
03:04Karena strategiknya berubah dari serangan udara masuk ke laut.
03:09Nah, kalau kita lihat Iran ini salah satu negara yang cukup tahan di bawah sanksi yang puluhan tahun ini.
03:17Walaupun ada tekanan ekonomi seperti ini dari Amerika Serikat,
03:20Iran sebenarnya bisa resilient, bisa tahan, dan tidak secara gampang akan menyerah.
03:27Jadi menurut saya, ini bagian dari proses negosiasi untuk bargaining antara dua pihak ini.
03:34Ketika ada tekanan lebih besar dari Amerika Serikat,
03:37Donald Trump bilang kami akan ambil uraniumnya, tidak akan beri kembalikan apapun ke amaran Iran.
03:42Iran langsung tutup selatnya.
03:44Nah, kalau kamu katakan begitu, kami juga punya power seperti ini.
03:48Nah, artinya ini akan terjadi sampai proses negosiasi ini bisa selesai
03:53atau ada kesepakatan antara mereka, dua pihak atau dua negara tersebut ini.
03:59Masalahnya ini salah nggak menurut Anda?
04:01Langkah dari Amerika Serikat dengan terus menekan Iran,
04:04walaupun Iran kemudian sudah mulai melunak dengan membuka kemarin secara sementara,
04:08seharusnya Amerika Serikat juga bisa memanfaatkan dong ini situasi Iran yang sudah melunak
04:12untuk bisa paling tidak manju ke negosiasi tahap dua.
04:15Seperti apa Anda melihat langkah Amerika Serikat ini?
04:18Sebenarnya negosiasi masih berlangsung, tapi bukan ditetap dibuka layar atau tetap...
04:25Rektor ya berarti ya?
04:26Rektor, backchannel negosiasi masih ongoing.
04:30Belum tidak selesai, masih ongoing.
04:34Dan itu bagian dan paling penting dalam negosiasi di balik layar.
04:38Karena setelah kalau mereka sudah sepakat,
04:41baru akan mereka muncul di depan layar dan media.
04:44Dia akan sampaikan apa kesepakatannya mereka.
04:47Nah, artinya mungkin dalam negosiasi ketika masih berlangsung di antara dua negara ini,
04:53ada poin-poin yang mereka tidak masih belum setuju, belum sepakat.
04:57Jadi, mereka selalu menunjukkan daya tawarnya itu yang tadi saya bilang.
05:02Dan sekarang, daya tawarnya sama Iran itu adalah selat hurmus.
05:07Tapi kalau secara hukum internasional, sebenarnya Iran juga tidak boleh menggunakan hal tersebut.
05:13Karena air internasional bukan milik satu negara.
05:16Itu milik internasional dan kapal boleh transit, boleh passage.
05:21Tapi ketika Iran lakukan itu ya,
05:24karena pelanggaran hukum internasional sudah terjadi ketika invasi itu.
05:28Jadi, Iran juga menggunakan daya tawarnya yang ada di selat hurmus,
05:33sampai, saya ulangi lagi, sampai mereka bersepakat dalam proses negosiasi saat ini.
05:40Oke.
05:41Walaupun misalnya negosiasi di belakang layar terus terjadi,
05:45tapi yang di depan kita tidak melihat adanya kesepakatan itu gitu, Mas Ayub.
05:49Kemudian, kalau kita melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut,
05:52untuk nanti, paling tidak di tanggal 22 April ketika kejatan senjata sudah berakhir secara tanggal gitu ya,
05:59bagaimana kemudian nasib negosiasi ini?
06:00Apakah bisa akan terjadi sebelum tanggal 22 atau justru diperpanjang kejatan senjatanya?
06:07Hal yang paling serius di antara dua negara ini,
06:11yang sangat kurang, yang bahkan tidak ada,
06:15itu adalah kepercayaan atau trust.
06:17Trust di antara Iran sama Air Amerika Sikat belum bangun secara basic atau foundationally.
06:26Jadi mereka, walaupun apapun katakan, kita bisa lihat buktinya bahwa
06:31kemarin mereka 20, ketika pertama kali ada ceasefire,
06:35tapi di pihak lain, di Israel melakukan serangan terhadap Lebanon.
06:41Dan bunuh ribu ratusan orang, dan sampai barusan dua hari atau satu hari yang lalu,
06:47ada gencatan senjata antara Lebanon dengan Israel.
06:51Dan itu juga dengan imediasi Amerika Asrika.
06:54Artinya apa?
06:55Mereka belum bangun kepercayaan.
06:58Kalau kepercayaan tidak ada, belum bangun.
07:01Tentu saja negosiasi ini prosesnya cukup sulit.
07:04Dan negosiasi ini tidak akan berakhir dalam dua, tiga kali pertemuan.
07:09Itu perlu proses yang cukup panjang, apalagi dua negara yang punya sejarah yang cukup bahit
07:14sejak tahun 79 sampai sekarang.
07:16Dan kepercayaan atau trust di antara dua negara ini sudah tidak ada sejak tahun 79 yang tadi saya bilang.
07:24Jadi perlu effort yang cukup besar, dan juga konsensi, konsesi antara dua negara ini
07:31harus ketika mereka ingin menang sesuatu, harus juga ada kehilangan.
07:37They should lose something to win something.
07:40Nah, artinya mereka pihak Iran dan juga pihak Amerika Asrika.
07:44Nah, proses ini, kalau tekanan-tekanan CPT ini,
07:48atau ketidak konsistenan atau inkonsistensi yang terjadi di antara mereka dua negara ini
07:55terjadi dan berlangsung, tentu saja akan cukup mengganggu proses negosiasi ini.
08:02Tapi negosiasi ini pasti akan berlangsung
08:06sampai mereka berdapat piknia untuk dapat kesepakatan.
08:13Kalau tidak, tentu saja kegagalan negosiasi, kegagalan diplomasi akan kembali ke perang.
08:18Kalau perang kita tahu konsekuensinya seperti apa yang terjadi dalam enam minggu di Iran
08:25dan begitu di Israel, ada banyak kehancuran dan juga di negara Teluk.
08:30Jadi harus ada konsesi, dan hal yang paling pertama itu harus bangun kepercayaan.
08:36Dan yang selalu melanggar itu Amerika Asrika.
08:39Tahun 2015 ketika sudah ada jaminan, sudah mereka sepakat Iran dengan pemerintahnya Obama,
08:49tapi tahun 2017 itu Donald Trump yang keluar dari kesepakatan tersebut.
08:54Dan sampai sekarang Donald Trump adalah yang ketika kembali lagi
08:59mulai hubungan dengan Iran semakin buruk.
09:04Jadi Iran susah percaya kata-kata dari Amerika Asrika.
09:08Nah itu yang menurut saya cukup sulit dalam negosiasi ini adalah kepercayaan.
09:15Kalau poin-poin dari dua pihak sudah sangat jelas,
09:18tapi jaminan untuk mencapai poin-poin tersebut dan kesepakatan tersebut
09:23itu susah untuk bangun kepercayaan dari pihak Iran
09:29dan juga dari pihak Amerika Asrika terhadap Iran.
09:32Jadi kepercayaan itu menurut saya poin yang cukup penting dalam negosiasi.
09:37Dan itu perlu.
09:38Ya masalahnya, Iran sudah tidak, paling tidak, tidak bisa percaya lagi
09:43dengan Amerika Asrika untuk sementara ini.
09:45Dan kalau menurut Anda, Mas Ayub dengan sikap Amerika Asrika yang seperti ini,
09:48yang sekarang, yang mungkin belum bisa dipercaya juga oleh Iran,
09:51apakah memang ini tandanya Amerika Asrika tidak serius gitu
09:54untuk emang mulai negosiasi dan ingin menyepakati poin-poin
09:58dari yang mereka tawarkan, misalnya soal hormus, soal yang lainnya seperti itu?
10:07Kalau menurut saya, kalau tidak serius, apa mereka apa tahap selanjutnya
10:12atau langkah selanjutnya dari pemerintahnya Trump?
10:16Serius atau tidak? Serius, harus serius dalam negosiasi ini.
10:20Karena Trump juga ada banyak tekanan.
10:22Tekanan internal dari dalam negeri ini, dari partai oposisi,
10:26dari masyarakat Iran, Amerika Asrika sendiri,
10:29dan juga dari komunitas internasional.
10:32Karena perang ini mengganggu ekonomi global,
10:36bukan hanya ekonomi Amerika Asrika, tapi seluruh dunia.
10:39Jadi mereka harus serius.
10:41Tapi bagaimana untuk bangun kepercayaan antara mereka
10:44supaya negosiasi ini bisa berhasil?
10:47Ya, intinya ada konsesi, harus menunjukkan, harus tunjukkan bagi dunia
10:52bahwa Iran, Amerika Asrika juga kembali dari blokade tersebut.
10:58Iran juga harus terbuka selaturnusnya untuk tahap pertama dalam negosiasi tersebut
11:05atau goodwill dari dua negara, dari dua pihak tersebut ini
11:10bahwa kami siap untuk masuk di meja, duduk di meja negosiasi
11:15dan bahas diskusi sampai mencapai tujuan atau titik kesepakatannya mereka.
11:20Tapi ini namanya coercive diplomacy,
11:24diplomacy yang selalu terjadi dari pihak Iran,
11:28yang itu tadi, selatur musnah,
11:30kalau dari Amerika Asrika,
11:31kalau kamu tidak give up,
11:33saya punya power, saya punya military yang the best
11:36atau most powerful, kami akan menirang lagi ke Iran.
11:40Jadi belum mereka masuk ke diplomacy yang,
11:44apa namanya, bukan diplomacy yang coercive diplomacy tersebut itu.
11:48Nah ini perlu, saya ulangi lagi,
11:51karena proses negosiasi bukan tidak akan selesai dalam satu atau dua minggu
11:55atau satu bulan, perlu proses,
11:59perlu waktu yang sampai mereka mencapai titik yang sepakat.
12:05Tapi ya, titik tersebut, sampai mencapai titik tersebut
12:08harus juga secara mereka buktikan,
12:12bagi apa namanya, bangun kepercayaan,
12:15at least sedikit untuk pihak Iran harus buka selat humus
12:20dan juga pihak Amerika Sikat,
12:22kembali dari belakangnya.
12:24Tapi banyak pengamat katakan bahwa
12:27Irak selat humus ini tutup.
12:30Sebenarnya juga tidak begitu.
12:32Selat humus ini tidak tutup secara total.
12:35Selat buka,
12:37tapi risikonya sangat tinggi.
12:39Kalau kapal mau lewat,
12:40risiko ada,
12:41bisa tembak, bisa dapat tembakan,
12:45bisa ditahan.
12:46Tapi bukan secara total selat humus ini tutup
12:50sejak mulainya perang.
12:52Tapi nah itu,
12:54harus setiap kapal komersial
12:56atau kapal negara manapun lewat,
12:58harus ada jaminan keamanan dari Iran
13:01tidak akan mengganggu mereka.
13:03Karena kita lihat,
13:04tadi malam ada panggilan
13:06dubes Iran di India.
13:08Karena kalau Iran melakukan hal-hal tersebut seperti ini
13:12terhadap kapal-kapal negara
13:13yang punya hubungan baik dengan Iran,
13:16Iran juga akan dapat
13:19tekanan atau hubungannya
13:20akan mulai buruk dengan negara-negara
13:23yang cukup dekat
13:24dan punya hubungan yang cukup baik
13:25dengan Iran sendiri.
13:27Jadi Iran juga harus hati-hati
13:28dalam kontrol atau penutupan
13:31atau tembakan terhadap kapal-kapal
13:33yang melewati selat humus.
13:35Nah ini yang masalah,
13:37jadi masalahnya yang kita ingin tahu gitu Mas Ayub.
13:41Kalau menurut proyeksi Anda,
13:42menurut pandangan Anda,
13:44dari opsi-opsi ini,
13:45pertama opsi genjatan senjata diperpanjang,
13:49kemudian kedua genjatan senjata berhenti
13:52dan kemudian perang,
13:53atau opsi ketiga adalah
13:55negosiasi terjadi dalam waktu dekat.
13:57Mana yang sekiranya paling mungkin
13:58kalau menurut Anda melihat situasi sekarang?
14:01Menurut saya negosiasi tetap akan
14:03kemungkinannya lebih besar.
14:05Karena Iran sama Amerika Serikat
14:08sudah tahu perang ini sangat kosli.
14:13Biayanya cukup tinggi.
14:15Belum-belum ada approval
14:17dari Kongres Amerika
14:18200 miliar atau 200 milion dolar
14:22ketika Kementerian Pertahanan Amerika Serikat
14:26mengajukan proposal tersebut
14:27untuk perang Iran.
14:28Artinya Amerika Serikat juga belum terlalu
14:32banyak kekurangan biaya.
14:34Itu yang pertama.
14:35Yang kedua, kita melihat
14:36Perdana Menteri Pakistan cukup aktif.
14:39Kemarin berangkat dua hari yang lalu
14:41berangkat ke Arab Saudi,
14:43ke Turki, ke Qatar,
14:44dan tadi malam kembali lagi ke Pakistan.
14:46Dalam tadi itu saya bilang
14:48back channel diplomasi masih berlangsung
14:51dan mediasi dari pihak mediator Pakistan
14:54ini juga cukup intens.
14:56dan Panglima Pakistan berangkat ke Iran
14:59ketemu dengan Ketua Parlimen,
15:02dengan Kementerian Menteri Luar Negeri Iran.
15:04Artinya negosiasi masih ada.
15:06Belum-belum totally berhenti.
15:09Kalau, saya ulangi lagi,
15:10kalau negosiasi ini berhenti,
15:13gagal, perang langsung akan mulai.
15:15Tapi menurut saya,
15:17menurut pribadi saya,
15:18tidak akan,
15:19karena sudah ada bangunan,
15:22ada proses sudah mulai,
15:24jadi tidak terlalu ini,
15:27saya lebih optimis akan negosiasi ini,
15:30akan ada tahap kedua nih ya,
15:33karena Pakistan sudah siap
15:34untuk tahap kedua akan menerima lagi
15:36delegasi dari Amerika Serikat dan Iran.
15:39Mungkin minggu depan kita akan saksikan itu.
15:42Mudah-mudahan ada tahap kedua
15:44dan ada negosiasi lagi,
15:46diskusi di antara dua pihak,
15:47sampai tahap selanjutnya,
15:50supaya mereka bisa dapat titik
15:51yang bisa sepakat
15:54antara dua negara tersubut ini.
15:57Jadi menurut saya,
15:57kemungkinan untuk perang
15:59juga ada,
16:01dan kemungkinan untuk
16:03negosiasi juga ada.
16:04Jadi 50-50
16:06atau 50-50.
16:07Tapi pihak-pihak tersebut ini
16:09lebih ke negosiasi
16:12daripada perang.
16:13Karena perang punya
16:14biaya yang cukup besar,
16:16tekanan yang cukup besar,
16:18tapi kalau perang mulai lagi,
16:20perang yang kedua ini,
16:21tidak akan hanya
16:22antara Amerika Serikat dan Iran saja.
16:25Pasti negara lain,
16:26khususnya negara teluk,
16:27akan terlibat.
16:29Akan terlibat,
16:30dan ini bisa perang regional,
16:31bukan hanya perang
16:32antara Amerika Serikat dan Iran.
16:35Dan konsekuensinya
16:35akan lebih besar,
16:37lebih berbahaya,
16:39dan sangat kosli
16:41bagi dua pihak tersebut ini.
16:43Mungkin kalau secara angka
16:44kita bilang negosiasi 55%,
16:46perang 45%,
16:48ada kemungkinan dua-duanya
16:49tapi mungkin lebih
16:50mengarah ke negosiasi.
16:51Tapi masalahnya,
16:52Mas Ayub ini
16:52negosiasi kan tentunya
16:53banyak ganjalan,
16:54terutama yang membuka adalah
16:56soal hormus dan juga uranium.
16:57Kita akan bahas
16:58usai jadah Mas Ayub,
16:59tetap bersama kami
17:00di Breaking News Kompas TV, Saudara.
17:06Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan