Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Situasi di Selat Hormuz kembali memanas seiring dengan penutupan kembali perairan tersebut oleh Iran.

Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan, setelah Donald Trump menyatakan tidak akan mengakhiri blokade di wilayah tersebut.

Iran juga memperingatkan bahwa selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran masih diberlakukan, maka Selat Hormuz akan tetap diblokir. Sikap ini diumumkan melalui media pemerintah Iran.

Lalu, seperti apa prediksi ke depannya? Simak dialog berikut.

#selathormuz #iran #donaldtrump

Baca Juga Jusuf Kalla Ungkap Pernah Tolak Ajakan Bertemu Rismon-Roy Suryo: Saya Mau Netral di https://www.kompas.tv/nasional/663900/jusuf-kalla-ungkap-pernah-tolak-ajakan-bertemu-rismon-roy-suryo-saya-mau-netral



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/663902/pakar-buka-suara-niat-trump-di-balik-buka-tutup-selat-hormuz-bagaimana-nasib-perang-ke-depan
Transkrip
00:06Terima kasih
00:33Tentu kita tahu bahwa dalam konteks gencatan senjata hingga tanggal 22 April hari Rabu depan ini adalah bentuk reposisi bagi
00:44kedua belah pihak baik Amerika Serikat maupun Iran.
00:47Dalam konteks ini kita lihat memang Iran selalu bersikap resiprokal maksudnya adalah hanya melakukan balasan terhadap apa yang dilakukan oleh
00:55Amerika Serikat dan kemarin kita lihat pada tanggal 17 April menlu Iran yaitu Abbas Araqci mengumumkan bahwa selat hormus ini
01:03sepenuhnya terbuka untuk kapal-kapal yang sifatnya komersil dan bahkan harga brand crude oil atau minyak brand ini langsung anjrok
01:13begitu.
01:13Lebih dari 10% turunnya hingga ke angka hampir normal yang ke-80an dolar per barel.
01:20Nah kita lihat bagaimana sebenarnya dampaknya sangat luas begitu ya.
01:24Nah tapi kita juga lihat bahwa kurang dari 24 jam ini salah satu atau dua kapal yang dimiliki oleh India
01:32ini mendapatkan serangan dari kapal kecil yang dimiliki oleh IRGC.
01:37Nah tentu kita juga tahu mas bahwa dalam konteks ini ada dua sebab menurut saya mengapa hal ini terjadi.
01:42Yang pertama adalah aspek operasional yaitu dalam konteks ini dalam aspek operasional kita tahu bahwa IRGC tidak serta-merta berkoordinasi
01:51maupun menerima komando dari Kementerian Luar Negeri ataupun aspek-aspek strategis diplomatik lainnya.
02:00Tapi justru menerima signal atau komando dari yang sifatnya dari IRGC bahkan mungkin yang lebih memiliki kontrol terhadap IRGC lebih
02:09dekat pada Galibuf yang dulu merupakan komandan IRGC dibandingkan misalnya Arakci begitu.
02:15Itu yang pertama.
02:16Yang kedua kita juga bisa lihat bagaimana statement Donald Trump yang menyampaikan melalui paparan atau press release begitu bahwa tetap
02:27akan melakukan blokade yang sifatnya menutup dan hanya pada port atau pelabuhan-pelabuhan Iran.
02:35Nah ini tentu juga menunjukkan kita tadi kembali ke statement pertama bahwa Iran ini sifatnya resiprokal tentu dengan adanya kemungkinan
02:45ataupun statement argumen bahwa Amerika Serikat ini menutup sebagian Gulf of Oman gitu ya, sebagian besar Gulf of Oman.
02:54Dan bahkan kita dengar juga mendatangkan kapal yang lebih banyak dari sebelumnya yang sifatnya hanya sebelumnya infonya hanya sekitar 50
03:02ribu pasukan dan juga kapalnya sekitar 9 bergerak ada 3 kapal baru yang bergerak juga dari Afrika menuju ke Timur
03:10Tengah bahkan menambah military build up yang terjadi di Timur Tengah.
03:14Nah ini dua hal ini Mas Imron yang menurut saya akhirnya mengakibatkan resiprokal aksi atau resiprokal action atau aksi resiprokal
03:22dari Iran yang akhirnya menutup kembali oleh IRGC dari konteks ini yang menunjukkan bagaimana pentingnya cokpoin Selat Hormuz ini bagi
03:33keberlangsungan deeskalasi maupun eskalasi dari perang antara Amerika Serikat Israel dan juga Iran Mas Imron.
03:42Lantas adakah peluang untuk terciptanya perundingan lanjutan sebagai deeskalasi konflik berikut cuplikan dialog kami dengan Fauzia Cembaka berlatih senior Indo
03:52-Pacific Strategic Intelligence di program Kompasia.
03:56Tentu saja ini kita lihat bagaimana Pakistan sangat bekerja keras menjadi mediator meskipun kita melihat bagaimana Pakistan juga sudah melakukan
04:05yang kita lihat sebagai shuttle diplomasi.
04:07Karena kita lihat bagaimana Asim Munir misalnya sudah melakukan kunjungan ke Iran begitu sebelumnya Araksi sudah berkunjung secara terpisah ke
04:19Pakistan begitu.
04:20Nah kita lihat bagaimana sebenarnya awalnya juga ada sinyal-sinyal bahwa Asim Munir ini akan ke Amerika Serikat.
04:26Namun tentu saja dengan adanya buka-tutup Selat Hormuz ini tentu akan merupakan sesuatu yang dekonstruktif ya maksudnya yang tidak
04:35konstruktif terhadap deeskalasi.
04:37Namun kita melihat sebenarnya justru sinyal positif datang dari Trump dengan menyatakan bahwa meskipun dengan menutup bahkan Trump menggunakan statement
04:48di tweetnya
04:50atau di terus sosial dengan little cute action gitu ya oleh Iran begitu dengan menutup kembali.
04:57Nah ini tapi dia menyatakan bahwa secara jangan lupa bahwa di dalam konteks diplomasi mas atau negosiasi ada panggung depan
05:03dan panggung belakang.
05:04Di panggung depan tentu saja yang harus diyakinkan adalah masyarakat domestik.
05:08Di mana tentu kedua belah pihak tidak boleh dengan mudah memberikan konsesinya.
05:15Nah baik Iran maupun Amerika Serikat sedangkan panggung belakang tentu saja kedua belah pihak ingin segera memasuki exit ramp atau
05:23jalan keluar yang tentu dapat menguntungkan keduanya
05:26meskipun kita lihat sudah korban jiwa sudah besar, korban infrastruktur pun sangat besar begitu.
05:32Dan kita lihat bagaimana Pakistan masih juga menanggapi secara aktif untuk memfasilitasi putaran kedua di Islamabad.
05:39Nah selama ini ada informasi atau laporan yang menyatakan bahwa sejauh ini setidaknya dari beberapa laporan menyebutkan ada tujuh jalur
05:48komunikasi tidak langsung
05:49yang dimiliki oleh Pakistan dengan Iran, Pakistan dengan Washington sejak 12 April lalu.
05:55Nah namun kita juga harus melihat bagaimana sinyal negatif Iran dengan adanya blokade yang dilakukan Amerika Serikat
06:03ketika Iran merasa telah atau menyampaikan akan membuka Selat Hormuz ini maka tentu saja bentuk kepercayaan yang Iran berikan begitu
06:13tentu saja turun.
06:14Terlebih Iran harus tetap memberikan kepercayaan atau memberikan keyakinan kepada masyarakatnya
06:20bahwa mereka dengan segala korban jiwa yang telah menjadi korban dan juga korban infrastruktur tidak akan secara mudah memberikan konsesinya
06:29mas.
06:29Nah ini goodwill atau keinginan baik antara kedua belah pihak ini tentu akan sangat ditunggu
06:36dan saya rasa ada dua hal yang bisa menjadi jalan keluar terhadap kesepakatan negosiasi
06:42yaitu yang pertama adalah Iran membuka kembali Selat Hormuz seperti yang dilakukan Arakci pada hari Jumat lalu
06:49itu yang pertama dan kedua tentu saja Amerika Serikat menangguhkan blokadenya yang sementara ini
06:54karena memang tidak memberikan dampak konstruktif terhadap deeskalasi dan bahkan kita lihat bagaimana statement yang disampaikan oleh Pak Prancis
07:04misalnya yang menyatakan bahwa ini adalah bentuk eskalasi yang rapuh
07:14dan terus saja bisa memberikan keraguan untuk melakukan negosiasi tahap lanjutannya
07:21waktunya tinggal sebentar lagi mas
07:22karena Donald Trump pun menyatakan bahwa mungkin saja Amerika Serikat tidak memperpanjang gencatan senjata ini mas Imron
07:31oke kita akan lihat bagaimana tadi Anda katakan kerja keras pihak atau negara yang akan menjadi mediator
07:36untuk memfasilitasi perundingan tahap selanjutnya begitu ya kalau memang ada
07:39dengan adanya insiden penembakan kapal dan pendanaan ketat dari Iran begitu ya
07:43apakah resiko konflik terbuka akan semakin besar Baca Pak Kak?
07:47betul Mas Imron saya khawatir ini akan meluas tidak hanya terkait dengan dampak Amerika Serikat dan Iran saja
07:56tapi juga bagaimana sudah ada statement atau serangan terhadap kita tahu dua kapal India yang ditembaki di Selat Hormuz
08:05setelah Iran menutup kembali jalur tersebut ini India sudah memanggil duta besar Iran atas insiden ini
08:12nah ini sebenarnya langkah diplomatik yang langka dan serius dari New Delhi begitu ya
08:17karena kita lihat ini bagaimana sebenarnya India juga ingin menjaga hubungan baik dengan Teheran
08:21meskipun selama ini kita lihat bagaimana pada awal terjadinya konflik ini atau perang ini
08:26misalnya beberapa satu kapal yang isinya adalah para angkatan laut Iran yang waktu itu baru selesai berlatih di India
08:36misalnya terkena tembak gitu ya terkena misil serangan misil dari Amerika Serikat
08:41nah ini kita lihat bagaimana pasca kejadian itu pun tidak ada ketegangan yang terlalu tinggi
08:46antara kedua belah pihak bahkan kapal India pun bisa berhasil lewat sejak selama 45 hari ini gitu ya
08:51tapi kita lihat bagaimana dengan dipanggilnya duta besar Iran atas insiden ini
08:56ini menunjukkan bagaimana eskalasi ini tidak hanya akan terjadi pada negara-negara yang terlibat begitu ya
09:04yaitu Amerika Serikat, Iran dan juga Israel misalnya
09:07tapi juga akan semakin meluas jika konflik ini terus tereskala ski mas
09:13tapi kita lihat bagaimana kepentingan nasional negara-negara juga akan semakin terpengaruh
09:18tidak hanya kepentingan nasional yang sifatnya militer atau bahkan yang sifatnya aset-aset
09:24aset-aset ekonomi tapi juga kepentingan-kepentingan lain yang kita tahu
09:28ini semakin lama konflik ini berjalan tentu kepentingan nasionalnya ini akan semakin terhimpit
09:34dan waktu negosiasinya semakin sempit mas
09:38Eskalasi di Timur Tengah Saudara akan kami sampaikan
09:42Usai Jeddah
Komentar

Dianjurkan