00:00Saya pilih 10 terbesar yang diumumkan, tapi kan saya punya berapa, 15 lebih yang kita cek.
00:06Cektornya, Pak?
00:07Ini yang CPO aja. Yang Batubara juga ada penemuan-penarik.
00:46Terima kasih telah menonton.
01:00Jadi, itu merupakan titik awal mereka masuk.
01:05Saya akan minta laporan ke mereka minggu depan, seperti apa perkembangannya.
01:09Tapi yang jelas, kira sekali, memang ada manipulasi harga.
01:15Itu under-invoicing, kalau saya bilang sekejauh lalu depan.
01:19Walaupun namanya keren, under-invoicing, tapi basically nipu.
01:24Mereka manipulasi, bisa juga transpor pricing, dan lain-lain.
01:27Saya coba manipulasi, ya.
01:28Dia keren di Singapura, pakai perusahaan trading, anak perusahaannya dia sendiri.
01:33Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan harga yang dua kali lipat atau lebih.
01:39Ada yang 200 persen, berarti yang dua kali lipat.
01:41Jadi gitu.
01:42Jadi, itu sudah kita kelihatan.
01:43Kita tes kapal per kapal.
01:46Ambilan kan tiga pengapalan utama, bukan tiga pengapalan, itu masing-masing 10 persen itu.
01:52Jadi semuanya melakang praktek itu.
01:56Sebelumnya nggak praktek, nggak bisa terdeteksi.
01:58Karena di sini kan, biaya juga, datanya di sini aja.
02:01Rantai ke Singapura kan ekspornya.
02:03Nah, Singapura ke sananya, putus mata rantainya.
02:05Akhirnya ini kita terapkan AI, kemudian kita beli data juga yang lebih lengkap.
02:12Sehingga di sini ketahuan siapa, kondisi importnya seperti apa.
02:17Jadi bukan data dari besar-besar, yang data besar dari NKOM database-nya itu.
02:24Tapi sudah betul kapal per kapal, jadi confirm.
02:28Dari data yang kita periksa, memang mereka melakukan itu.
02:31Dan kalau di betul ini bagus buat Indonesia kan.
02:34Berarti Kejabung sama BPKP menyelidiki, sudah buka penyelidikan soal manipulasi ini?
02:40Saya pikir sudah. Jadi saya nanti akan tanya ke mereka, sudah sampai mana.
02:44Pak, dari 10 perusahaan itu apa aja sih, Pak?
02:46Jangan, Pak.
02:47Tapi 10 perusahaan itu baru, bukan yang sudah di...
02:54Maksudnya baru?
02:54Karena, Sebelumnya Kejabung sudah satu-satunya dengan CPO dan sebagainya.
02:59Belum banget, tapi CPO sudah ada yang di tepat paka.
03:01Mungkin beda, yang diperhatikan lebih kuat lagi harusnya.
03:05Tapi saya akan tanya ke mereka, sampai mana ini?
03:07Jadi sudah kombinasi jelasan?
03:09Sudah, sudah.
03:1010 perusahaan dari mana aja, Pak?
03:13Saya pilih 10 terbesar yang diumumkan.
03:16Tapi kan saya punya berapa, 15 lebih yang dikecek.
03:20Sektornya, Pak?
03:21Ini yang CPO saja.
03:22Yang Batubara juga ada penemuan menarik.
03:24Nanti juga kita akan diskusi sama BPKP.
03:28Batubara ada berapa perusahaan, Pak?
03:30Nantilah.
03:31Kenapa Batubara, Pak?
03:33Ada berapa?
03:33Karena kan kalau lihat, Pak, Bidupara Presiden.
03:35Yang di duka besar, under-infoising, kan?
03:38CPO yang Batubara.
03:40Gara-gara itu, saya dilagetin teru.
03:42Jadi saya periksa,
03:43Dimana sih sepertinya bocornya?
03:45Kalau bisa bocor, bocor seperti apa?
03:47Mainnya seperti apa?
03:48Memang di satu-satu sudah lama, kan?
03:50Under-infoising ini masih pasti sudah beradanya, kan?
03:53Semuanya under-infoising.
03:54Tapi nggak clear siapa,
03:56gimana melakukannya,
03:57ini seperti apa.
03:58Jadi anak perusahaan yang di Singapura itu,
04:00kita bisa cari siapa pemerik akhirnya.
04:02Sama juga perutama-perutama seperti dari sini.
04:05Jadi itu yang kita rakipkan ke depan.
04:07Nanti kalau beres, ya...
04:09Kita nggak akan bunuh perusahaannya.
04:11Kita minta mereka melakukan
04:13posisi yang seharusnya.
04:14Tapi nanti dengan adanya
04:16penjual tunggal tadi,
04:17harusnya aman.
04:18Tapi yang kebelakang,
04:19kalau mereka melakukan penyelewen,
04:20saya akan lihat berapa yang saya bisa ambil dari mereka.
04:28Kecepatan informasi dan akurasi data
04:30adalah komitmen kami.
04:32Satu langkah lebih dekat,
04:34satu langkah lebih terpercaya.
04:37Saksikan Sapa Indonesia Malam
04:39di Kompas TV Channel 11
04:41di televisi Anda.
04:43Terima kasih.
04:43Terima kasih.
04:43Terima kasih.
Komentar