Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Presiden (KSP), M. Qodari, menyampaikan bahwa wilayah seluas 127,3 hektare di Pulau Sebatik yang sebelumnya masuk wilayah Malaysia kini menjadi milik Indonesia.

"Penegasan batas darat wilayah negara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sebatik telah selesai dilakukan. Penyelesaian penegasan batas di Pulau Sebatik merupakan wujud nyata keberhasilan diplomasi damai," ujar KSP Qodari pada Rabu (15/4/2026).

"Hal ini memperkuat kedaulatan teritorial Indonesia dengan disepakatinya garis batas baru wilayah seluas 127,3 hektare yang pada batas lama merupakan bagian dari Malaysia, kini sah menjadi wilayah Indonesia. Sementara itu, hanya 4,9 hektare dari wilayah pada batas lama Indonesia yang kini menjadi bagian dari Malaysia," lanjutnya.

Baca Juga Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Senilai Rp73 Miliar Asal Malaysia di Pekanbaru | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/662857/bareskrim-polri-gagalkan-peredaran-narkoba-senilai-rp73-miliar-asal-malaysia-di-pekanbaru-borgol

#indonesia #malaysia #prabowo #qodari

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/663049/batas-baru-ri-malaysia-di-pulau-sebatik-ksp-qodari-127-3-hektare-sah-jadi-wilayah-indonesia
Transkrip
00:00soal penanganan penegasan bakas wilayah negara di kawasan perbatasan publik Indonesia-Malaysia di Pulau Subatih.
00:08Presiden Prabowo berkomitmen untuk memanfaatkan sistem pertahanan dan keamanan negara.
00:13Komitmen tersebut juga terkantung dalam salah satu dari 17 program beruntas presiden,
00:18yaitu penguatan pertahanan dan keamanan negara dan pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif.
00:24Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah membangun pos lintas batas negara atau PLBN.
00:34Satu, capaian program pembangunan PLBN.
00:38Sejak Desember 2016 hingga Oktober 2024, Indonesia telah membangun dan meresmikan 15 PLBN dari 18 PLBN yang diinstruksikan untuk dibangun.
00:48Dari 15 PLBN yang telah dibangun, pertama Ntikong, Kalbar, kemudian Mota Ain, NTT, Lalu Badal, Kalbar, Arut, Kalbar,
01:00Mota Masin, NTT, Wini, NTT, Sko, Papua, Serasan, Kepulauan Riau, Jaswai Babang, Kalbar,
01:09Longlawan, Kalbar, Kalbar, Kalbar, Kalbar, Kalbar, Kalbar, Sebatik, Garis Miring, Sayyamu, Kalbar, Kalbar, Napan, NTT,
01:16Yetetkun, Papua Selatan, dan Sota, Papua Selatan.
01:21C. Percepatan penanganan dampak penyelesaian penegasan batas darat wilayah negara Indonesia dan Malaysia di Pulau Sobatik telah selesai dilakukan.
01:30Penyelesaian penegasan batas di Pulau Sobatik merupakan wujud nyata keberhasilan diplomasi damai yang memperkuat kedaulatan teritorial Indonesia.
01:39Dengan disepakatinya garis batas padu, wilayah seluas 127,3 hektare yang pada batas lama merupakan bagian dari Malaysia, kini sah
01:50menjadi wilayah Indonesia.
01:52Sementara itu, hanya 4,9 hektare dari wilayah pada batas lama Indonesia yang kini menjadi bagian dari Malaysia.
02:03Pagu anggaran penetapan untuk operasionalisasi 15 PLBN tahun 2026 adalah 86 miliar dari sekitar 469 miliar anggaran BNKP guna mendukung
02:15pelaksanaan tugas dan fungsi pengelolaan kawasan.
02:20Dua, proyeksi dan target PLBN.
02:23Sebanyak 3 PLBN akan dibangun adalah PLBN Seikulik, Kabar, jika nanti telah disepakatin titik Exit dan Entry RI Malaysia.
02:31B. Upaya penyelesaian kesepakatan garis batas negara RI Timur Leste untuk PLBN Hoi Poli di NTT.
02:40Kemudian C. Target pembangunan PLBN Long Midang, Kaltara, tapi masih terkendala akses dan kesulitan material bangunan.
02:51Tiga, peran KSP mengawal PLBN.
02:55KSP telah merasakan berbagai langkah pengawalan terkait operasionalisasi PLBN dan penguatan kawasan perbatasan.
03:01Melalui rapat koordinasi kunjungan lapangan serta penyusunan kajian kebijakan.
03:06Langkah pengawalan KSP terkait operasionalisasi PLBN dan kawasan perbatasan adalah sebagai berikut.
03:11Pertama, rapat koordinasi depotoneking KLM Sebatik pada 14 Mei 2025, lalu rapat koordinasi pengoperasionalan PLBN di Indonesia 11 September 2025,
03:23audiensi dengan DPFD Kabupaten Menundukan 17 September, kemudian verifikasi lapangan di PLBN Sebatik 27 Mei.
03:34Ini berwencana atau sudah dilaksanakan? Ini September, Mei 2020 cuma ya? Nanti tolong dicek lagi.
03:42B. Hasil verifikasi lapangan di PLA Sebatik yang dilakukan KSP adalah perlu segera ditinggalkan dan diselesaikan proses ratifikasi Border Crossing
03:52Agreement atau BCA antara Indonesia-Malaysia dan Indonesia Timur-Leste untuk penyelesaian masalah sekretar batas negara.
04:01C. Penyusunan kajian pengelolaan PLBN dan audiensi bersama BNPP.
04:06D. Penanganan dampak penegasan batas wilayah negara di Pulau Sebatik, di mana kemudian dalam negeri telah membentuk tim penelitian pemerintah
04:14untuk menghitung ganti rugi tanah dan lahan masyarakat terlambat dari penegasan batas wilayah di Pulau Sebatik.
04:24D. Kemudian ada beberapa item yang lain yang dikerjakan.
04:27D. Kita lontak sedikit.
04:29Dampak ekonomi, dampak sosial ekonomi program PLBN.
04:34A. Peningkatan kualitas hidup di PLBN pada tahun 2025 lebih dari 2,4 juta orang melintas melalui 15 PLBN dengan
04:43nilai perdagangan mencapai 13,5 triliun.
04:49D. Beberapa PLBN dengan lintasan dan nilai perdagangan tertinggi adalah di NTKOM, Motaain, dan SKO.
04:58D. Motor perkembangan ekonomi, pos lintas batas negara telah menjalankan peran vital dan strategis dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi
05:10serta mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat pertanian dan keamanan Indonesia.
05:20D. Ini contoh pada bulan Maret ya, di NTKOM itu pelintasnya 43 ribu, nilai ekspornya 3 miliar.
05:33Lintas kendaraan 5 ribu lebih, kemudian di Motaain, masih pada Maret 2026, pelintasnya 33 ribu, nilai ekspornya 41 miliar, wisatawannya
05:468 ribu.
05:47Lintas kendaraannya 2 ribu, kemudian di SKO, pelintasnya 21 ribu, ekspornya 1,8 miliar, kunjungan wisatawannya 5 ribu, dan lintas
06:02kendaraannya 119.
06:04Selamat menikmati.
06:04Selamat menikmati.
06:05Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan